
Mereka berdua yang tak mendapat kan jawaban dari pertanyaan mereka ..
Joy yang penuh rahasia di dalam hidupnya ..
Dan Aurora dengan penuh tanda tanya di dalam otak nya ..
Mereka berdua terdiam satu sama lain .. saling memandang dan saling menatap ..
Beberapa menit kita terdiam dan saling memandang..
Aurora menghempaskan nafasnya dengan kencang
" Lebih baik aku pergi saja dari rumah ini .. " ucap Aurora sambil membalikkan badan
" Tunggu Ra biar Aku antar kamu kembali ke rumah sakit ya" jawab Joy kepada Aurora dan ingin berjalan mendekat ke arah Aurora
" Jangan lebih baik aku sendiri saja naik taksi " ujar Aurora kepada Joy
" Ra tidak apa-apa jika kamu tidak ingin bercerita kepadaku apa yang terjadi dengan mu selama ini,, tapi biarkan aku untuk mengantar kan mu kembali ke rumah sakit karena tadi aku yang sudah menyeret mu untuk ikut bersama mu " sahut Joy dari belakang punggung Aurora
" Lebih baik kamu menjaga RARA saja ,, aku bisa pulang sendiri " jawab Aurora sambil terus melangkah pergi menjauh dari Joy
" Baiklah Ra ,, aku tidak bisa memaksamu lagi ,, hati - hati di jalan ya Ra ,, maafkan aku " jawab Joy dengan nada melas
Aurora tak lagi memperhatikan Joy yang berada di belakang nya di tetap melanjutkan langkahnya untuk menuju ke luar rumah itu
Dan Kini Aurora sedang berjalan di pinggir jalan dan hendak menghentikan taksi yang lalu lalang di jalan ..
Pikiran nya sangat kacau dia tak tahu apa yang akan dia lakukan setelah ini
Aurora hanya berpasrah dengan keadaan.
Waktu telah berlalu sangat cepat kini Aurora sudah berada di dalam taksi ..
Dia merenungkan atas semua yang terjadi di dalam hidupnya ..
Aurora tak ingin mengulang kesalahan yang pernah dia perbuat dulu ..
__ADS_1
Beberapa saat dia berada di dalam taksi kini Aurora sudah berada di depan rumah sakit .. kakinya yang melangkah sangat berat dan hatinya yang penuh kacau balau ..
Dia melangkah perlahan untuk masuk ke dalam rumah sakit itu..
~~ cekleeekkkkk ~~
Suara pintu yang di buka Aurora secara perlahan - lahan ..
Tatapan nya yang melihat oliver sedang tertidur di atas kursi dan ibu Ika yang berada di tepat di hadapan Oliver yang sedang tertidur
" Ibu " sahut Aurora kepada ibu Ika dengan nada yang sangat lirih
" Aurora sudah di perbolehkan pulang ,, tadi saat aku hendak masuk ke rumah sakit ini perawat memanggil ku agar aku segera mengurus administrasi untuk Calista .. semua sudah beres Bu lebih baik kita meninggalkan rumah sakit ini dan membawa calista pulang " bisik Aurora kepada ibu Ika
Sontak ibu Ika berdiri dari sofa yang berada di dalam ruangan itu ,, ibu Ika berjalan secara perlahan menuju ke Aurora yang sedang berdiri di samping ranjang Calista
" Baiklah ,, biar ibu bangun kan nak Oliver dulu " jawab ibu Ika yang ingin membalikkan badan menuju ke arah Oliver yang sedang tertidur pulas
" Bu " ujar Aurora sambil memegangi tangan ibu Ika
Aurora mencegah ibu Ika agar tak membangun kan Oliver saat ini
" Tapi kenapa ? Kasian dia seperti nya Oliver sangat kelelahan Sampai tertidur seperti itu ?" Jawab ibu Ika dengan nada lirih seperti berbisik
Pandangan yang melihat ke arah Oliver se akan tak tega jika harus meninggalkan Oliver yang masih tertidur di dalam ruangan ini
" Nanti aku akan ceritakan semua nya saat kita di perjalanan ibu , lebih baik kita membawa Calista ke luar dan meminta tolong untuk melepaskan infus yang menempel di tangan nya, cepatlah ibu jangan banyak berfikir " pinta Aurora kepada ibu Ika
" Baiklah ibu percaya kepadamu ,, ibu yakin pasti ada alasan kenapa kamu berbuat seperti itu kepada Oliver" jawab ibu Ika kepada Aurora
Kini ibu Ika berjalan secara perlahan menuju ke ranjang Calista dan menggendong nya dengan sangat pelan .. sedangkan Aurora dia mengemasi barang calista yang berada di lemari rumah sakit itu ..
Tak banyak yang Aurora bawa hanya kebutuhan yang sangat penting saja ..
Mereka berdu berjalan mengendap-endap dan
Berhasil keluar tanpa Oliver sadari ..
__ADS_1
Setelah mereka berhasil dari ruangan itu ,, mereka bertiga segera meminta tolong salah satu perawat untuk melepaskan selang infus yang masih menempel di tangan Calista ..
Tangis pilu yang terdengar di telinga Aurora membuat nya tak tega melihat calista saat ini
Dia berusaha tetap tenang walaupun harus meneteskan air matanya di kedua pipinya
Kasih sayang seorang ibu kepada anknya tak akan habis dari waktu ke waktu ..
Aurora memeluk dengan sangat erat sehingga Calista kembali merasa tenang saat ini
Setelah selesai semuanya kini mereka berniat untuk menuju ke arah mobilnya yang sudah terparkir di depan rumah sakit ..
" Aurora jelaskan semua nya kepada ibu ,, kenapa kamu bersikap seperti ini kepada Oliver" tanya ibu Ika kepada ku
" Seperti nya kita harus menjauh dari semua orang yang aku kenal saat ini ,, masalah yang tak kunjung selesai selalu saja menghampiri ku setiap hari,, aku bosan Bu dan aku sudah merasa muak dengan semua nya " jawab ku kepada ibu Ika
" Nak hanya satu agar kamu bisa terhindar dari semua lelaki bajingan itu " sahut ibu Ika yang menggendong calista yang sedang tertidur
" apa itu Bu?" Tanya Aurora kepada ibu Ika
" Ibu rasa sebaiknya kamu segera menikah dengan lelaki lain agar ada yang menjagamu dan ibu rasa setelah kamu menikah dengan lelaki lain ,, mereka semua akan menjauh dari kehidupan kamu"
" Apa? " Jawab Aurora sambil melihat ke arah ibu Ika
Sontak kakinya menginjak rem dengan sangat dalam dan tanganya yang membanting setir ke arah pinggir jalan
Beruntung keadaan jalanan tak begitu ramai sehingga tidak ada mobil lain yang menabrak Aurora karena menghentikan mobilnya Secara mendadak
" Aurora hati - hati " ujar ibu Ika yang merasa kaget dengan tindakan Aurora
" Maaf Bu tidak sengaja ,, perkataan ibu membuatku merasa terkejut" jawab Aurora
" Tapi memang benar apa yang di katakan ibu barusan Nak ,, seperti nya kamu harus segera menikah kembali dengan lelaki lain " sahut ibu Ika
" Siapa Bu? Aku tidak mempunyai calon pendamping untuk saat ini , bahkan jika aku harus menikah rasanya hatiku sudah mati tidak bisa menerima cinta dari lelaki lain " jawab Aurora dengan sangat lesu
" Jangan bilang seperti itu Aurora,, kamu cantik dan mempunyai segalanya ibu yakin akan ada seorang pangeran yang mau hidup dengan mu saat ini ,, apa Mau ibu Carikan ?" Tanya ibu Ika yang membuat Aurora semakin terkejut
__ADS_1
" Ibu mau menjodohkan aku ?" Tanya balik Aurora dengan kedua bola matanya yang terbuka sangat lebar dan mengangkat kedua alisnya
" Iya kalau kamu setuju " ujar ibu Ika dengan nada tenang