
" Baiklah kalau itu maumu aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi selama ini dan semua yang tidak kamu ketahui , tapi kamu janji kepada ku jika kamu mengetahui semua nya kamu harus kembali dengan diriku dan kembali pulang bersama dengan diriku " ucap Joy kepada ku
" Apa maksud dari semua ucapan mu itu? " Tanya ku kepada Joy
" Aku hanya berbicara yang sesungguhnya terserah kamu mau percaya dengan ku atau tidak " jawab Joy kepada ku
" Baiklah apa yang ini kamu katakan ? Aku harap kamu tidak akan berbohong kepadaku " ucap ku kepada Joy
" Kamu tau siapa yang memilih rumah baru itu ? " Tanya Joy kepadaku yang membuat ku semakin menjadi binggung
" Kenapa kamu bertanya seperti itu kepada ku ? Bukankah rumah itu adalah pilihan kamu , kamu yang mencarikan rumah baru untuk kita " jawabku kepada Joy yang masih tak mengerti apa yang Joy katakan
" Sabrina dia adalah istriku " ucap Joy
Degggg ... Hatiku yang tertampar keras seperti ada sebuah duri yang sedang menancap di dalam hatiku ..
Mataku terbuka lebar dan mulutku yang menganga ,,
Aku tak percaya dengan apa yang di ucapkan Joy kepada ku ..
" Kamu ? Jangan bercanda jangan berbohong kepada ku apa maksudmu?" Tanyaku kepada Joy dengan seribu pikiran buruk yang sedang berputar - putar di otakku saat ini
" Sabrina dan aku sudah menikah tiga tahun lalu , orang tua Sabrina yang menjodohkan semua ini ,, aku tidak bisa berkutik lagi jujur aku membutuhkan nya agar aku bisa tetap berada di perusahaan orang tua Sabrina " ucap Joy yang membuatku tak bisa berfikiran jernih sekarang
" Bajingan kamu jahat ,,, lelaki biadap " sontak aku langsung memukul dadanya ,,
Tangan Joy yang mencegahku agar aku berhenti untuk memukulnya saat ini..
Amarahku yang tak bisa lagi dikontrol sehingga aku tak bisa mendengar dengan jelas apa yang dia ucapkan jauh kepadaku
" Tunggu , tunggu Aurora biarkan aku menjelaskan semuanya kepadamu terlebih dahulu tahan amarahmu, hentikan" sahut Joy dengan memegang kedua tanganku
" Kamu lelaki bajingan , Aku tidak menyangka bisa kenal dengan orang sepertimu lebih baik sekarang kamu pergi dari sini dan jangan menemuiku lagi aku tak sudi lagi mendengar semua ceritamu" kepada Joy dengan penuh amarah
Kebencian kini telah muncul di dalam hatiku
" Tunggu hentikan jangan mengusirku seperti ini, kamu pikir Oliver adalah orang yang baik Oliver ada di balik semua ini " perkataan joy yang membuatku berhenti untuk memukulinya
__ADS_1
Aku mematung sesaat seperti ada sebuah petir yang sedang menyambar tubuhku..
" Oliver " tanyaku kepada Joy
" Iya Oliver dialah yang merencanakan semua ini dia mengambil hatimu supaya kamu bisa bersama dengannya dan aku bisa bersama dengan Sabrina dan aku lihat rencananya sangat berhasil sejauh ini "
" Tidak aku tidak percaya dengan kata-katamu sedikitpun jangan memfitnah Oliver seperti itu Aku tidak akan tinggal diam jika kamu merusak nama baiknya, kamu yang telah berbohong dan kamu juga yang telah berdusta menghianatiku namun menikahi wanita lain di belakangku, kini disaat aku sedang menemukan hidupku kembali berusaha untuk menghancurkannya, Aku tahu kamu sekarang bukan lelaki yang baik-baik kamu lelaki bajingan yang pernah aku kenal " jawabku kepada Joy
Kakiku hendak turun dari ranjang tempat tidur yang berada di kedai kecil ini tapi saat aku melangkah keluar aku melihat Oliver sedang berdiri di ambang pintu kutatap kedua bola matanya, raut wajahnya yang nampak sedu dan sangat tertekuk itu seolah mengisyaratkan kepadaku jika apa yang telah joy katakan padaku itu semua hanyalah bohong
" Apa kamu mendengar semuanya dikatakan oleh Joy" tanya ku kepada Oliver
Dan Oliver hanya menjawab pertanyaanku dengan menganggukan kepalanya ke bawah
" Apakah semua yang dikatakan joy di dalam kamar itu adalah benar, kenapa kamu tega seperti ini kepadaku aku tak menyangka jika kamu dan Oliver telah menghancurkan hidupku" ucapku kepada Oliver sambil meneteskan air mata
Ini air mata itu telah membasahi kedua pipiku ,, hati yang hancur hati Yang rapuh semua kini telah kurasakan
" Tidak semua yang kamu dengarkan dari joy itu benar, dengarkan semua penjelasanku terlebih dahulu " ucap Oliver seakan ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
" Aku tidak mau mendengarkan kalian lagi sebaiknya kalian semuanya pergi dari sini " ucapku pada Oliver dan Joy yang baru keluar dari kamar gede kecil itu
Aku memutar tubuhku dan secepat mungkin aku ingin pergi dari mereka berdua..
Aku melewati tubuh Oliver begitu saja Aku berani sekencang mungkin sekuat tenagaku agar aku bisa menjauh dari mereka berdua..
Kini aku berada di tengah jalan yang aku tak tahu di mana ini berada.. keringat bercucuran di wajahku seakan menjadi saksi bisu jika aku telah berlari jauh.. aku melihat sekeliling jalan itu dan aku melihat adanya halte di ujung sana...
Kulangkahkan kakiku berjalan mendekat ke arah halte itu dan aku putuskan untuk duduk di sana.. Aku merenung di halte itu seorang diri betapa menyedihkannya hidupku saat ini ..
Awan yang tadinya bercahaya sangat terang kini tiba-tiba meredup, awan hitam itu sedang menyelimuti awan terang seolah pertanda bumi akan turun hujan..
Aku masih setia duduk di sini dan tak ingin beranjak sedikitpun dari halte ini , pandanganku mengarah kosong ke tengah jalan itu hingga aku melihat sebuah mobil yang berhenti tepat di hadapanku..
Ya... Itu adalah Oliver aku tahu dia akan mencari keberadaanku..
Sungguh aku tak mau menatap wajahnya saat ini, tubuhku yang sudah merasa lemah dan lemas hingga tak mampu membuatku untuk pergi dari halte ini ..
__ADS_1
" Aurora " panggil oliver dari kejauhan
Aku yang masih membuang mukaku ke arah lain dan tak ingin menatap wajahnya sedikitpun kini Oliver telah berada tepat di sampingku, dia duduk di sebelahku dan tangannya yang ingin meraih punggung tanganku..
Aku hanya terdiam tak berkata apapun dan aku hanya bisa menghindari pegangan tangan dari dirinya..
" Dengarkan Aku" ucap Oliver kepadaku
" Aku sangat mencintaimu" ucapan Oliver kembali kepadaku
" Awalnya dulu aku tak setuju dengan apa yang Sabrina rencanakan, tapi saat aku melihatmu aku aku begitu tertarik denganmu,, sikapmu yang polos wajahmu yang cantik dan juga keanggunan yang ada dalam dirimu membuatku tertarik akan pesona di dalam dirimu, aku memang sudah menikah dengan Sabrina tapi pernikahan kami tidak berjalan dengan bahagia aku lebih menderita dan Sabrina dengan enaknya dia bisa menikah dengan lelaki lain yaitu suamimu Joy, aku tidak bisa berkutik dan aku tidak bisa melakukan apapun yang aku bisa hanyalah menerima keadaan yang sangat pahit ini sama seperti dirimu "
Ungkapan hati Oliver yang membuatku menoleh ke arah wajahnya saat ini aku tak melihat kebohongan sedikitpun di kedua bola matanya aku tahu semua yang dikatakan Oliver itu benar entah mengapa hati ini begitu mempercayai apa yang dikatakan oleh Oliver
" Aku mohon percayalah kepadaku kamu bisa meluapkan semua amarahmu tapi tolong jangan tinggalkan aku kini hanya kamu yang aku punya dan aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi , Aku mohon jangan pernah kembali dengan Joy lagi" pinta Oliver kepadaku
" Kenapa kamu berbuat begini aku belum mendengar satu alasan apapun ya kamu ucapkan, Aku mau kamu menjelaskan semuanya tanpa berbohong sedikitpun kepadaku" ucapku kepada Oliver saat ini
Saat aku berbincang dengan Oliver aku merasakan kini seperti ada hujan yang turun dari langit membasahi telapak tanganku,, rintik-rintik hujan yang membasahi bumi kini semakin deras...
Hembusan angin yang sangat kencang seolah ingin menghempaskan tubuhku,,
" Masuklah ke dalam mobil Aku tidak ingin kamu basah kuyup karena hujan sangat deras ini" pinta Oliver kepadaku
" Tidak kamu bisa pergi, tapi aku masih ingin duduk di sini biarkan aku di sini sendiri aku perlu menenangkan hatiku " ucapku kepada Oliver
" Tidak Aurora Aku tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun itu hanya sebentar aku akan menemanimu walaupun kini semua tubuhku sudah basah kuyup, Aku sangat mencintaimu Aurora dan aku berharap aku dan kamu bisa berjuang bersama melewati semua ini " sahut Oliver kepadaku
" Tapi kamu bukan siapa-siapa aku lagi dan aku tak pernah menganggapmu walaupun hanya sedikitpun " ucapku kepada Oliver yang membuat hatinya begitu hancur
" Apakah semua yang kamu katakan itu benar? Aku tidak berhati apapun kepadamu? Katakan juga itu semuanya bohong, Aku tahu kamu saat itu sedang berbohong dan aku tahu amarah di dalam hatimu yang mengatakan itu semua " sahut Oliver kepadaku
Oliver memandangku terus menerus , dia mencoba meraih tubuhku tapi dengan sigap aku segera menjauhkan tubuhku darinya
" Aurora maafkan semua kelakuanku padamu, berjuanglah bersamaku aku akan menceritakan semua detailnya kepadamu jika aku tidak bersalah dan Aku pastikan Joy lah dan Sabrina yang akan bertanggung jawab atas semua masalah ini, aku mohon dengarkan aku sekali lagi tapi sebelum itu aku ingin kamu ikut denganku Aku akan menunjukkan semuanya kepadamu " sahut Oliver kepadaku
" Apalagi sekarang yang kamu rencanakan?" Jawabku kepada Oliver sambil menggeleng-gelengkan kepalaku ..
__ADS_1
Nampak dari kejauhan di di tengah-tengah derasnya hujan ini Sabrina dan joy sedang melangkah bersama mereka menggunakan payung berdua dan mendekat ke arahku ...
Aku Tak habis pikir apa yang akan terjadi setelah ini, Aku tak punya tujuan lagi untuk pergi dari mereka semua mau tidak mau aku harus menghadapi semua kesialan ini...