tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 61


__ADS_3

Beliau bercerita kepadaku jika beliau Beberapa kali telah mengecek tes DNA di beberapa dokter hanya untuk memastikan semua itu benar adanya


Dari situ pikiranku terus saja terbayang akan hadirnya oliver kembali kepadaku


Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku hanya berdiam diri selama ini dan menahan semuanya sendirian


Hingga hari ini aku kembali di pertemukan dengan oliver


Sebuah kebenaran yang mengejutkan yang tak bisa ku lupakan hingga detik ini jika oliver benar papa kandung dari calista


Beberapa bulan ini aku mengalami hari yang sangat berat, kenyataan itu tak bisa ku hilangkan dari benak ku.


Begitu sulit dan begitu membuat ku sangat tersiksa


Kadang aku berfikir kenapa aku menjalani hidup yang seperti ini "apakah aku sudah salah memilih Alvin sebagai suamiku atau kah aku yang tidak bisa menjaga pikiran dan hatiku " Semua terasa di terniang-niang di telinga ku


Masa lalu terus menghantui ku selama ini,, bahkan takdir pun seolah tak setuju jika melihat ku untuk kembali berbahagia__


Rintik hujan semakin lama semakin turun dengan sangat deras dan juga sangat kencang. Di dalam mobil yang sangat dingin ini aku lebih memilih untuk melihat ke arah jendela daripada melihat ke arah Alvin yang sedang mengemudi di sebelah ku


" Sayang__ ada apa? Kenapa wajah mu sangat murung sekali? " Tanya alvin kepadaku sambil mencium punggung tangan ku


" Aku hanya merasa sangat lelah saja " Kilah ku kepada Alvin karena aku tak tahu apa yang harus aku bicara kan kepadanya


" Nanti aku pijitin ya di rumah, atau besuk kamu libur saja bekerja " Sahut alvin kepadaku


" Vin jika seandainya takdir berkata lain, apa yang kamu akan marah kepadaku? " Ucapku kepada Alvin dengan tiba-tiba


Aku menatap lekat kedua bola mata Alvin


Ingin rasanya aku berkata jujur apa yang sedang aku alami dan aku rasakan di dalam hatiku saat ini tapi semua itu tertutup oleh ketakutan ku sendiri, aku takut jika Alvin tak bisa menerima calista karena dia adalah anak dari oliver




Terdengar suara henti mobil yang sangat tiba-tiba



" Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu? " Pandangan Alvin kepadaku yang memaksaku harus berkata jujur kepada nya malam ini



Sontak Alvin menghentikan mobilnya dan menepi di pinggir jalan saat aku berbicara seperti itu kepada nya



Dua bola mata yang bersinar sangat cerah seketika meredup menjadi sangat murung dan tak ada lagi cahaya di dalam kedua bola mata itu



" Alvin aku hanya bercanda kenapa kamu serius sekali? " Ucapku yang tidak bisa lagi melanjutkan akar pembicaraan ini



" Jangan bercanda Ra, aku yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, katakan Ra ada apa? " Tanya alvin yang masih memandang ku dengan sangat lekat



" Aku hanya bercanda sayang\_\_ serius " Senyum ku yang ku arahkan ke wajah alvin dan tangan ku yang membelai halus pipi kiri Alvin



Sontak alvin memegang jemariku dan mencium nya dengan sangat mesra

__ADS_1



" Jangan ada yang di sembunyikan dariku Ra, sebisa ku sebisa mungkin aku akan mengerti dan jangan sampai aku mendengar hal yang sangat buruk dari orang lain, jika ada apa-apa katakan Ra jangan di sembunyikan dariku" Ucapnya yang masih saja menggenggam erat jemariku



" Tidak ada sayang\_\_ serius aku hanya bercanda tadi, maaf ya aku tidak tahu jika perkataan ku tadi membuatmu menjadi berfikiran yang tidak-tidak kepadaku "



" Benar ya tidak ada yang kamu sembunyikan dariku? " Ucap alvin seolah ingin menegaskan apa yang sudah terlanjur ku ucapkan tadi



" Benar sayang\_\_ kamu tenang aja ya, jika nanti ada sesuatu pasti aku akan bercerita semua nya kepadamu, jangan khawatirkan itu " Ucapku yang membuat alvin mempercayai ku malam ini



Tak lama kemudian Alvin segera melajukan mobil nya kembali di tengah-tengah derasnya air hujan ini



Butuh beberapa menit lagi bagi aku dan juga Alvin untuk sampai di rumah kita



Tapi karena keadaan sedang turun hujan jadi perjalanan sedikit terhambat



" Seperti nya semakin deras" Ucapku yang ingin merubah suasana saat aku dan Alvin banyak berdiam diri di dalam mobil ini



" Apa kamu kedinginan? " Ucapnya kepadaku




" Kenapa Ra? Apa kamu sudah makan sore ini? Jangan bilang kamu belum makan karena telah menunggu ku tadi? " Tanya Alvin kepadaku



Aku hanya menunduk dan terdiam tanpa berkata apapun kepada Alvin



Dengan sigap alvin segera membelokkan mobilnya ke depan supermarket terdekat di area ini



" Tunggu disini Ra, biar aku mencari kan makanan untuk mu " Ujar Alvin kepadaku yang tergesa-gesa turun dari mobil dan menuju ke arah supermarket itu



Aku melihat dari dalam mobil dan memandang Alvin yang berlari ke arah supermarket itu, dia yang rela kehujanan hanya untuk membeli kan aku makanan



" Apa aku jahat jika perasaan dan hati ini bukan untuknya" Lirih ku di dalam hati



Tak terasa aku meneteskan embun di kelopak mataku,, yang kini telah terjatuh di kedua pipiku

__ADS_1



Cinta nya dan kasih sayang nya begitu lekat ku rasakan di dalam hatiku



" Betapa bodohnya diriku, maafkan aku Vin" Lirih ku sambil menangis di dalam mobil ini



Beberapa menit kemudian ku melihat Alvin telah selesai dan keluar dari supermarket dengan membawa kantong yang berisi makanan



Aku segera menyeka air mataku yang terjatuh di kedua pipiku dan aku tak mau jika air mataku ini di lihat oleh Alvin



" Makan Ra" Ujar nya kepadaku sambil menyodorkan sebuah roti kepadaku " Maafkan aku ya karena sudah melupakan kamu tadi" Ucapnya kembali kepadaku sambil menyodorkan sepotong roti ke arah mulut ku



Perkataan itu dan tindakan alvin seolah membuatku tersadar betapa besar nya cintanya kepadaku



Malam yang sangat dingin seolah menjadi terasa hangat kembali.



" Sudah vin, aku sudah kenyang lebih baik kita meneruskan saja perjalanan kita " Sahut ku yang merasa sangat bersalah kepada Alvin



" Maaf vin\_\_ maafkan aku\_\_ " Lirih ku di dalam hatiku



Alvin hanya tersenyum kepadaku lalu kembali menghidupkan kembali mobilnya



" Kamu benar Ra, lebih baik kita cepat pulang agar bisa cepat bertemu dengan calista, aku sudah sangat merindukan nya "



••• DeeeeeeGggggG •••



Aku merasa hatiku seolah ada yang memukul nya dengan sangat keras



Aku terus saja memandang wajah nya di dalam mobil itu tanpa berkedip sekali pun



Alvin sudah menganggap calista sebagai anaknya sendiri, bagaimana perasaannya jika mengetahui rahasia ini



"Tunggu\_\_ jangan bilang kalau kamu juga belum makan?  Biar aku yang menyuapi mu saja kalau begitu" Ujarku kepada Alvin


__ADS_1


" Sudah buat kamu saja, jangan sampai kamu membuat calon bayiku kelaparan Ra"


__ADS_2