tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 34


__ADS_3

" Aku harus segera pulang suamiku sedang menunggu ku di rumah " kilah ku kepada Joy


" Tapi ini sudah sangat malam sekali Aurora udah hampir jam 2 pagi ,, aku antarkan kamu pulang ya ? " Sahut Joy kepadaku


Joy sepertinya sedang melakukan pendekatan kepadaku dan aku tahu dari cara nya berbicara nya kepadaku ..


Hanya ada dua pilihan kenapa Joy bersikap baik kepada ku ,, pertama dia menginginkan bantuan dariku untuk perusahaan nya dan yang kedua ataukah memang dia sangat merindukan ku ..


" Tidak usah aku bisa pulang sendiri " jawabku dengan singkat kepada Joy


" Apa sebaiknya kita tidak menunggu Oliver dulu saja ? Aku yakin pasti dia sangat terpuruk dengan meninggalnya Sabrina di sisinya, aku harap kamu bisa memaafkan Oliver tadi Aurora " ucap Joy kepadaku se akan dia membela Oliver yang bersikap buruk tadi kepadaku


Aku tidak tahu apa yang membuat Oliver menjadi bersikap buruk seperti ini kepadaku padahal dulu aku mengenalnya sebagai pria yang baik hati dan selalu bersikap hangat ..


" Mungkin lebih baik aku tinggal kan Oliver sendiri , dia juga butuh waktu untuk menenangkan hatinya ,, sudah lah sebaiknya kita juga tidak perlu sering-sering bertemu kita sudah mempunyai kehidupan sendiri - sendiri " jawabku kepada Joy


Aku berusaha menyakinkan Joy untuk tidak datang lagi kepadaku .. aku tidak ingin terjerat oleh pesona yang ada di dalam dirinya .. dan aku berusaha untuk selalu menjaga jarak darinya


" Jangan harap aku akan tertipu lagi oleh mu " lirihku di dalam hati


" Aurora jangan seperti itu kamu boleh marah kepadaku tapi keselamatan kamu saat ini lebih penting, biarkan aku mengantarkan mu malam ini aku yakin suamimu tidak akan marah kepadaku " pinta Joy kepadaku


" Tidak usah terimakasih " ucapku sambil meninggalkan Joy malam itu


Aku berlalu pergi secepat mungkin darinya di satu sisi aku tidak ingin Joy mengetahui dimana tempat tinggal ku dan aku juga tidak ingin jika Joy tahu kalau aku sebenarnya belum menikah lagi ..


Aku berjalan dengan sangat cepat dan berlari kecil untuk meninggalkan nya sendirian ..


Aku tidak peduli dengan dirinya lagi bahkan disaat aku sudah berhasil menjauh darinya aku tak lagi menoleh ke arah Joy .. aku tahu sempat tadi Joy berlari untuk mengikuti ku ..


Suara angin yang berhembus dengan kencang dan dinginnya malam yang menusuk di dalam relung jiwaku se akan menemani ku malam ini .. saat ini aku masih membawa mobil Sabrina karena tadi saat hendak kerumah sakit aku meninggal kan mobilku di tepi jalan yang sepi.


" Rora kenapa kamu baru Sampai di rumah ?" Sambut ibu Ika kepadaku " dan mobil siapa yang kamu bawa pulang itu rora ?" Ucap ibu Ika kembali karena beliau melihatku turun dari mobil Sabrina


" Mobil Sabrina Bu , tadi mobil rora di tinggal disana , aku tidak ada pilihan lain dan aku juga tidak mau Joy mengantarkan aku pulang kesini kenapa belum tidur ini sudah hampir menjelang pagi?" jawabku kepada ibu Ika


" Ibu tidak bisa tidur sejak kamu menelpon ibu tadi ,, ya sudah kalau begitu lain kali jangan pergi sendirian lebih baik kamu minta Tantri untuk menemani mu kemana pun ibu tidak mau jika kamu terjadi apa-apa seperti tadi , kamu kan bisa menelpon Tantri jika ada orang yang membuntuti seperti tadi , Tantri akan selalu menolong mu di manapun dan kapan pun kamu butuh kan " ucap ibu Ika kepadaku dengan semua kekhawatiran yang ibu miliki

__ADS_1


Bodohnya aku yang tidak terfikir kan seperti itu ..


Jika ada Tantri yang akan menolong ku kapan pun .


" Baik Bu aku akan pikiran kembali apa yang ibu ucapkan kepadaku , sekali lagi terimakasih ya Bu sudah menjadi seperti seorang ibu kandung bagiku, ibu tenang saja ya jangan khawatir,, rora baik-baik saja Bu " jawabku sambil memeluk ibu Ika


" Oh iya Calista bagaimana sudah tidur kan Bu? Aku sangat merindukannya " tanyaku kepada ibu Ika Karena sangat merindukan baby kecil ku


" Calista anak yang pintar dia tidak akan merepotkan seperti kamu , ibu senang bisa bertemu dengan mu dan juga Calista ,, ibu seperti hidup kembali ,, oh ya Ra apa yang akan kamu lakukan jika bertemu lagi dengan suamimu , kamu masih mau bercerai dengan nya kan ? "


Tanya ibu Ika kepadaku sambil melepaskan pelukan nya kepadaku


" Aku tidak akan merubah keputusan ku Bu, aku tidak akan lupa bagaimana dia menyakiti ku dulu , ibu tahu Joy meminta tolong padaku jika saat ini dia sedang membutuhkan dana untuk perusahaan nya " aku bercerita kepada ibu Ika apa yang terjadi pagi tadi hingga Sabrina sudah meninggal ,,


Aku merasa lega saat ada ibu Ika yang selalu mendengar kan keluh kesah ku dan beliau tak pernah bosan dalam memberi nasihat kepadaku ..


" Kalau ibu boleh saran sebaiknya kamu mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi dengan perusahaan Joy , ibu tidak mau jika kamu salah dalam mengambil keputusan dan pastikan semua tindakan mu kepada nya itu benar jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari " tutur ibu Ika kepadaku


" Baik Bu, pokoknya tenang saja ibu Ika jangan khawatir kan apapun ,, beres semuanya beres " jawabku kepada ibu Ika


" Ya sudah lebih baik kamu tidur , besuk harus kekantor pagi-pagi kan ada meeting" sahut ibu Ika sambil meninggal ku sendirian


Hari yang sangat mengejutkan bagiku , aku tak menyangka jika pertemuan ku dengan mereka akan berlangsung secepat ini..


" Calista maafkan mama nak , mama tidak tahu siapa papa kandung mu ,, maaf kamu harus menanggung semua beban ini tapi mama janji kamu tidak akan pernah kekurangan sedikit pun semua akan mama lakukan untukmu " ucapku kepada Calista yang sudah tertidur pulas ..


Baby kecil mungil dan lucu ,,


Sekilas hidungnya sangat mirip dengan Joy, tapi kedua matanya sangat mirip dengan Oliver dan kedua lesung pipi itu seperti yang di miliki oleh Sabrina ..


Aku memandang lekat pada wajah gadis kecilku itu .. hanya bulu matanya yang sama dengan milik ku ,,


Ibu Ika selalu berkata kepadaku " hilangkan semua pikiran buruk mu jika tidak ingin anak yang kamu kandung mirip dengan orang yang kamu benci "


Saat aku hamil aku tidak pernah percaya dengan apa yang ibu Ika katakan padaku ..


Jiwaku semua perasaan dendam ku kepada mereka selalu menguasai pikiran dan hatiku ..

__ADS_1


Bahkan setiap aku melihat wanita ataupun lelaki aku tidak bisa melihat wajah mereka aku selalu terbayang - bayang wajah mereka bertiga setiap saat dan setiap waktu ..


Tak pernah sekalipun aku tidak memikirkan mereka,, hatiku saat itu benar - benar sangat hancur ..


Butuh waktu yang lama bagiku agar aku bisa kembali dengan semua kewarasan ku .. kembali dengan pikiran ku yang normal tanpa ada mereka sedikit pun .. hingga akhirnya ibu Ika lah yang sangat memperdulikan ku waktu itu ..beliau memanggil beberapa psikiater untuk datang kerumah ini agar aku bisa kembali sehat ..


Semua perjuangan ku tidak sedikit ..


Malam ini aku memutuskan untuk tidur berdua bersama dengan Calista ,, aku takut jika esok akan terjadi hal yang buruk ..


Terik matahari yang mulai bersinar membangun kan aku dari tidurku saat ini ..


Aku menoleh ke arah samping Calista tidur, tangan ku meraba - raba tapi tak kunjung ku temukan Calista


" Calista" teriakku saat terkejut melihat Calista tak lagi berada di samping tidurku


Aku beranjak dari tempat tidurku dan berlari mencari Calista .. tapi tak kunjung juga ku temukan ,,. Aku berlari ke segala arah ..


" Paw...paw... pa papa pa " aku sekilas mendengar suara Calista sedang memanggil seorang papa


Sontak langkah kakiku berhenti dan telingaku yang masih mencari dimana asal suara itu


Langkah kakiku berjalan menuju ke arah suara itu


Betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yang berada bersama dengan Calista


jantungku seolah berhenti berdetak .. jiwaku se akan runtuh dari ketinggian tebing yang sangat tinggi .. aku merasa tubuh ku terhempas ..


Deggg degggg ... Dag dig dug deeeerrrr.. suara jantung ku yang tak beraturan .. ^hehe^


" Calista " sahut ku sambil meneteskan air mata


Aku melihat Calista sedang berada di pangkuan seseorang ..


Kakiku berjalan mendekat ke arah Calista


Seseorang yang mempunyai gaya khas nya sedang memeluk erat tubuh kecil calista..

__ADS_1


Kini semua yang aku tutup-tutupi dan semua yang aku sembunyikan telah hilang sudah ,, sirna bersama hembusan angin yang telah lewat ...


Permataku kini sudah berada di pemilik nya ..


__ADS_2