
Sejak saat itu Sabrina tidak pernah menggangu ku lagi, dia tak pernah datang kesini lagi.. Yang terjadi hari itu dimana aku berpindah ke rumah ini
Aku tak tahu apa yang Oliver dan Sabrina lakukan pada hari itu.. Oliver yang selalu saja tak mau berkata jujur jika aku mempertanyakan Sabrina.. Dia selalu mengelak dan segera merubah topik pembicaraan jika menyinggung tentang Sabrina,, dalam hati aku selalu berfikir jika Oliver telah menyembunyikan sesuatu yang aku tak tahu..
Rahasia dimana Sabrina dan Oliver lah yang mengetahui nya...
Matahari di sana telah memancarkan sinarnya sehingga membuat kedai ku terasa panas, biasanya hari gini telah banyak orang yang datang ke kedai bunga milikku,, banyak orang yang membeli bunga dan banyak pula orang yang membeli bibit bunga tapi hari ini entah mengapa kedai ku sangat sepi pengunjung..
Hari tak biasanya terjadi.. Aku sempat merasa binggung kenapa tidak ada orang satu pun yang datang ke kedai ku wlaupun kedai ku sangat kecil tapi aku menjual berbagai macam tanaman bunga dan aku hidup sehari-hari dari uang hasil dari jualan bunga.
Aku berjalan mondar-mandir dari dalam menuju ke luar kedai ku.. Seperti biasa jalanan nampak biasa saja tapi entah mengapa perasaan ku sungguh tak enak..
Hatiku tiba-tiba merasa gelisah dan pikiran ku menjadi tak karuan..
Dan Akhirnya hari yang telah aku takutkan telah tiba,,
Dimana Joy datang menghampiri ku hari ini...
Dia melihat - lihat apa yang aku jual disini
Setelah kepergian Oliver tadi joy segera menghampiri ku.. Mungkin joy tau jika tadi Oliver datang ke mari sehingga dia menunggu Oliver pergi dulu lalu joy segera menghampiri ku karena dia tau jika hanya ada aku seorang diri disini..
Pakaian joy sama seperti seorang yang tadi pagi aku lihat di ujung sana, mulai bajunya, celananya dan juga sepatunya semuanya persis seperti orang yang mengamati ku tadi joy yang berdiri di ujung jalan tadi..
" Aakkkhhhh joy lepaskan jangan mendekat kepadaku " Teriak ku kepada joy
Karena dengan cepat joy segera memeluk.. Dia menarik tubuhku untuk mendekat ke tubuhnya.
Tangan joy yang berada di pinggang ku seolah sedang memegangi erat dan tak ingin dia lepaskan lagi
" Aku tidak akan lagi melepaskan mu, kamu akan jadi milik ku selamanya dan tak akan pernah menjadi milik orang lain " Ucap joy kepadaku
" Akkkkhhhh joy,,, hentikan stop " Teriak ku yang memohon kepada joy
__ADS_1
Joy yang terus saja memelukku dengan erat, dia mencoba mencium ku memaksaku untuk memenuhi nafsu darinya
Aku yang merasakan seperti ada sesuatu dari joy yang telah mengeras, aku tak tahu apa yang membuatnya begitu nafsu kepadaku padahal dulu saat aku masih menjadi istri yang baik untuknya joy tak pernah melirik ku walaupun sekilas.. Dan jika aku sedang bermesraan dengan joy pusaka milik nya selalu susah untuk bangun dan berdiri tegak
Tapi mengapa setelah aku berpisah dengan joy dengan mudahnya benda pusaka ini mengeras..
" Joy please,, jangan joy " Rengek ku kepada joy
Joy ******* bibirku dengan ganas dia menghisap mulut bawah ku.. Lidahnya yang memasak masuk ke dalam mulutku membuat ku membuka lebar bibirku..
Kini tubuhku tak berdaya olehnya walaupun dengan sekuat tenaga aku mencoba melepaskan genggaman eratnya namun tenagaku kalah kuat
Uuuhhhhhhh uuggggghhhh " Joy ku mohon jangan " Rengek ku kepada joy
Mulut joy yang menyusuri leherku,,, menghisap nya dengan sangat kuat sehingga membekas di kulit leherku..
Tanda cinta yang dia berikan di leherku membuatku sedikit terasa ngilu...
Memerah dan sedikit membiru mungkin itu lah yang sedang membekas di leherku
Walaupun dalam hati aku menolak tapi tubuhku yang tidak bisa di bohongi yang selalu mengharapkan sentuhan dari joy beberapa tahun lalu
" Dasar wanita ******, bilang saja kalau kamu merindukan aku.. ******* yang keluar dari mulutmu tak bisa membohongi ku walaupun mulut mu berkata tidak tapi tubuh mu seolah sedang menantikan sentuhan dariku " Ucap joy kala itu
" Tidak joy, aku tidak ingin sentuhan darimu tolong lepaskan aku " Jawabku dengan nada lemah
" Jangan harap aku akan melepaskan mu setelah selama ini aku mencari mu dengan susah payah " Jawab joy yang terus saja melakukan itu kepadaku
Dia menyibak kain yang ada di dalam celanaku membelahnya dengan sangat kuat dan memaksa kan jemarinya untuk memasuki nya..
Dulu dia tak pernah melakukan nya kepadaku.. Tapi entah kenapa hari ini dia seolah sangat merindukan ku..
Bahkan dia menghisap dan mencium jemarinya yang sudah terkena cairan olehku...
__ADS_1
" Aarrrrgggggg baunya khas dari tubuh mu dan celah mu sangat basah sekali jangan bilang jika kamu tak merindukan ku, ****** seperti mu pasti tak akan bisa melupakan ku " Ucapnya yang membuatku semakin merasakan jijik kepadanya
" Pergi dari sini dan jangan pernah datang kembali " Ucapku kepada joy
" Jangan harap wanita ****** bukan kah ini yang kamu mau dariku hingga kamu berani selingkuh di belakang ku " Ucap joy sambil menarik kembali tubuh ku ke pelukan nya
PLAKKKKK....
kali pertama aku menampar wajahnya dengan sangat keras..
Aku tak tahan lagi dengan ucapan yang dia ucapkan kepada ku.
" Berani kamu menamparku wanita ******, lihat dan rasakan hukuman yang akan aku berikan kepadamu karena telah berani menamparku " Ucap joy dengan amarah nya
Dan saat aku ingin mengibaskan tanganya joy merobek baju yang aku kenakan hingga terlihat dengan jelas bra yang aku kenakan..
" Akkkh joy bangsat kamu " Ucapku kepada joy yang meronta - ronta dan berharap untuk di lepaskan oleh joy
" Aku bangsat dan kamu wanita ****** camkan itu , kini tubuhmu menjadi milikku " Ucap joy kepadaku
Joy mencium ku terus menerus,, menyusuri setiap dadaku yang telah terbuka lebar..
Aku berusaha lari dari joy tapi tangan joy yang kuat segera menangkap ku dari arah belakang
Aku tak tahu apa yang ada di pikiran nya saat ini..
Dia ruang yang kecil ini dia melakukan adegan selayaknya suami istri.. Beruntung hari ini sangat sepi pengunjung sehingga tidak ada orang yang masuk ke dalam kedai bunga ku ini..
Kali pertama joy melakukan nya dengan ku lagi setelah kita berpisah..
Aku tak tau apa yang dia pikirkan hingga bisa membuatku seperti ini..
Kejadian ini berlangsung sangat lama hingga beberapa jam,, beberapa kali dia melampiaskan nafsu bejatnya kepadaku dan berulang kali dia memaksaku hingga aku tak berdaya dan tak mempunyai tenaga lagi..
__ADS_1
Kini tubuhku terbujur lemas di atas kursi kayu di dalam kedai ku.. Tubuhku yang polos dan tak memakai sehelai baju pun kini telah tertampang dengan lebar..
Aku tak tahu apa yang akan aku lakukan jika ada orang yang masuk ke dalam kedai ku ini