
" Hmm ya udah jangan di pikirin lagi pula salah kamu juga main nyosor saja didepan kolam renang" Jawabku kepada Alvin sambil terus saja berjalan
" Kan masih kangen sayang, tadi malam juga belum tuntas akunya__ kamu sih pergi " Ujar alvin sambil memanyunkan bibirnya ke depan dan berlagak sok manja kepada aurora
" Nanti ya, nanti malam kita lanjutin lagi__ oh iya kamu sudah makan? Mau aku bikinin makanan tidak? " Tanyaku kepada Alvin yang masih saja memeluk tubuh ku
Kini aku dan Alvin berjalan menuju ke arah dapur yang berada tak jauh dari kolam renang
" Boleh, kamu bisa masak? " Ujar Alvin yang memberhentikan ku dan menghadap ke arah ku dan menaruk kedua tangan nya di atas pundak ku
" Bisa dong, mana mungkin aku tidak bisa masak ehmmmm gini aja dech aku masakin yang paling gampang aja ya hehe aku lagi males masak " Ucapku sambil mencium pipi Alvin yang berada sangat dekat dengan ku
Suara bibirku yang di cium alvin
" Curang ya, aku nyium pipi kamu nyium bibirku" Ucapku sambil bergelanjut manja ke tubuh Alvin dengan memeluk pinggang Alvin
" I love u sayang" Ujar Alvin sambil membalas pelukan dan mengeratkan tubuhku dan tubuh nya
Kini aku dan Alvin saling berpelukan satu sama lain, merasakan hawa panas yang di berikan tubuh alvin yang seolah menghangatkan tubuhku di pagi hari
" Permissiiiiihhhh\_\_ permisihhhhh" Sahut sari yang mengagetkan ku dan juga Alvin
Sontak aku melepaskan pelukan Alvin di tubuh ku
" Ada apa sih sari? " Tanyaku dengan mengerutkan dahiku kepada sari
" Sari mau bersih\_bersih nyonya " Jawab sari dengan enteng nya
" Rasain kamu aku kerjain " Gumam sari di dalam hatinya yang tidak bisa di dengar oleh Alvin dan juga aurora
" Perasaan kamu dari tadi ganggu saja sih sari? Kenapa ada masalah kamu sama saya? “ tanyaku yang ragu kepada sari
" Maaf nyonya\_\_ mana mungkin sari berani sama nyonya, kan memang tugas sari mau bersih-bersih rumah ini" Sahut sari kepadaku yang membuatku mengangkat kedua alisku dan kedua tangan ku yang memeluk perutku
Sikap sari yang tadinya seperti arogan berubah menjadi sangat lembut dan lemah gemulai
" Sudah pergi sana, lain kali jangan ganggu kita lagi bermesraan sari kamu tau kan sekarang aurora sudah sah menjadi istri ku jadi kamu juga harus menghormati nya " Sahut Alvin yang membelaku di depan sari yang kurang ajar
" Baik tuan\_\_ maafkan sari " Ucap sari sambil membungkuk kan badan nya ke arah Alvin dan pergi dari dapur saat ini
__ADS_1
" Sial banget hidupku, aku kan pengen nikah sama kamu vin kenapa sih kamu gak lihat aku, lihat nih tubuh ku lebih bagus tubuh ku dari pada istri jelek mu itu, janda udah punya anak satu lagi enakan juga aku masih gadis dasar Alvin bodo\_\_ o'on \_\_ gak punya otak \_\_\_ akkkh males sama Alvin " Lirih sari yang berjalan menjauh sambil menghentakkan kakinya ke lantai
" Ada apa lagi sar? " Alvin yang melihat sari seperti orang yang sedang sangat kesal dia berteriak kepada sari dari kejauhan
" Eeehhh tidak tuan " Jawab sari yang sudah menjauh dari dapur
" Dasar pembantu kurang ajar, baru kali ini aku ketemu dengan pembantu seperti itu" Ujarku kepada alvin dengan sangat kesal
" Sudah sayang, jangan di pikirkan nanti kalau dia macem-macem sama kamu bilang sama aku ya biar kita pecat saja si sari itu " Jawab Alvin yang membuatku merasa sedikit lega
" Bener ya sayang jangan bohong lo" Ucapku kepada Alvin
Pagi aku melanjutkan acara memasak ku yang di temani oleh Alvin di dapur, dia sangat setia menemani ku tanpa beranjak dari dapur
" Kamu tidak lelah sayang? " Aku merasakan tangan alvin yang berada di atas pundak ku lalu memijat nya
" Jangan seperti itu akkhh nanti ada sari lo" Sahutku yang mencoba melepaskan pijatan Alvin
" Jangan di pikirkan, lebih baik kita menikmati masa-masa indah kita, sudah kamu lanjutkan saja mengiris sayurnya " Ujar Alvin kepadaku dan berganti memeluk tubuh ku dari belakang
" Kenapa kamu sar? " Tanya jeng sella kepada sari
" Ituwwww nyonya pasangan baru mesra amat" Jawab sari dengan memerotkan bibirnya ke samping dan ke kanan
" Oww tuan sama nyonya, kenapa kamu iri sama mereka " Tanya jeng sella kepada sari yang melihat sari sangat kesal
" Tidak akh mana mungkin sari begitu berani nek" Jawab sari yang terlihat sangat kesal
" Ya baguslah kalau kamu sadar diri jangan sampai kamu melakukan hal yang sangat membuat ku marah, aurora itu adalah menatu kesayangan ku" Ucap jeng sella yang mengancam sari dan berlalu pergi meninggalkan sari yang masih saja berdiri dengan memegang lap di tangannya
" Hhmmmm" Jawab sari dengan acuh
" Oh iya satu lagi jangan sampai kamu melakukan hal seperti dulu, ingat itu sari " Ancam jeng sella kembali
Dan sari hanya menanggapi nya dengan acuh tanpa berkata satu pun kepada jeng sella
__ADS_1
" Hai selamat pagi pengantin baru " Sahut jeng sella yang menuju ke arah aurora dan juga Alvin yang berada di dapur
" Pagi maaa\_\_ "
" Pagi Bu sella\_\_"
Sahutku bebarengan yang dan menyapa jeng sella pagi ini
" Eh kok Bu, panggil saya mama seperti Alvin tuh " Ucap jeng sella sambil tersenyum ke arah aurora
" Iya nih, kenapa panggil Bu sih? " Gerak tubuh Alvin yang menghadap ke arah ku
" Iya maaf mama" Sahutku kepada jeng sella
" Ra\_\_ pasti si sari itu udah gangguin kamu ya? " Tanya jeng sella yang tiba-tiba
" Iya mamah kok tau" Tanyaku balik dengan penuh curiga kepada jeng sella
" Ya tau lah, sari itu naksir sama Alvin tapi Alvin tidak mau, dia tuh cinta mati pakai banget sama Alvin tanya aja tuh saama anaknya? " Ujar jeng sella sambil duduk di meja makan di dekat dapur
Sontak pandangan ku mengarah ke tubuh Alvin dengan penuh curiga
" Seperti nya ada satu rahasia yang aku tidak ketahui dari kamu vin ? "
" Sini Ra, mama jelasin sama kamu. Duduk sini " Pinta jeng sella yang meminta ku untuk duduk di dekat jeng sella sambil mengayun kan tangannya ke arah ku
Aku melihat sekilas ke arah wajah Alvin yang berdiri di dekatku
Dan aku berjalan ke arah jeng sella
" Sari itu sebenarnya anaknya papa nya Alvin ra sama istri mudanya " Ucap jeng sella yang membuatku terkejut
" Apa? "
" Jangan kaget seperti itu dong Ra, sudah santai saja jangan terlalu di anggap serius begitu " Ucap jeng sella yang berada di dekatku
__ADS_1