
Betapa terkejutnya aku saat membaca isi pesan yang di kirim oleh oliver begitu pun juga dengan Alvin
Pagi itu keadaan yang semula baik-baik saja berubah menjadi sangat muram
Raut wajah nya yang berubah menjadi tidak mengenakkan kepadaku
" Kenapa dia seperti itu? Apa oliver masih menyimpan perasaan kepadamu? " Tanya Alvin kepadaku
" Tidak mungkin Alvin, kamu tahu sendiri kan saat oliver datang ke acara pernikahan kita kemarin raut wajahnya seperti tidak menyukai ku lagi dan dia malah terlihat sangat cuek, aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia mengirim kan uang sebanyak ini kepadaku "
" Tapi tidak mungkin ra__ aku yakin dia masih menyimpan rasa kepadamu "
Raut wajah yang sedikit memerah terlihat jelas di wajah nya
" Terus aku harus bagaimana? Katakan kepadaku apa yang harus aku lakukan? " Tanyaku balik kepada Alvin
Karena merasa sangat tidak enak dengan perlakukan Alvin pagi ini dan aku tidak mau jika Alvin sampai berfikiran buruk kepadaku
" aku tidak mau tahu, lakukan saja apa yang seharusnya kamu lakukan " Jawab Alvin sambil melangkah pergi dari dekat ku yang masih berdiri di depan meja rias
Aku mengikuti langkah Alvin dan berjalan di belakang nya yang menuju ke arah ranjang
" Alvin apa kamu marah kepadaku? Kenapa raut wajah mu seperti itu "
Akun segera memeluk Alvin dari belakang dan mendekatkan kepalaku untuk bersandar di punggung Alvin
" Tidak " Ucap nya sambil berusaha melepaskan pelukan ku dari tubuh nya
" Sayang__ jangan seperti itu aku janji secepatnya aku akan kembalikan uang ini kepada oliver "
Raut wajah ku yang memelas kepada Alvin seakan memohon kepadanya agar dia tidak marah lagi kepadaku
Dan Alvin yang sudah berhasil melepaskan pelukan nya dariku saat ini
Aku tahu di dalam hatinya pasti Alvin merasa sedikit kecewa dengan perlakukan oliver kepada ku yang seolah masih mendambakan diriku di dalam hatinya
Alvin yang duduk di atas ranjang dengan menekuk wajah nya dan tak ingin melihatku sama sekali
aku segera menyusulnya dan bergelanjut manja di tubuh nya yang sedang membeku terlihat hidung Alvin seperti kembang kempis karena menahan amarah nya kepada ku
cuuppppp___ cuuppppp__ cuuupppppp_ cuuppppp_cupppp
Suara bibirku yang mencium di seluruh tubuh nya dan aku yang berusaha untuk membalikkan moodnya menjadi bahagia lagi
"Jangan berusaha menggoda ku" Ucap Alvin yang menghalangiku untuk mencium nya saat ini
Kedua Tangannya yang berusaha menghalangi ku dan berusaha menjauhkan tubuh ku dari tubuh nya
" Aku tidak akan melepaskan mu"
Tanganku yang masih berusaha membuat dirinya merasa geli dan mencolek tubuhnya di hari yang masih pagi ini
__ADS_1
Tak lama kemudian aku melihat senyum kecil yang terluas di wajah Alvin saat aku berhasil mencuri hatinya pagi ini
Kini aku dan Alvin tertawa riang bersama dengan bahagia
" Udah akkkhh__" Ujarku yang merasa lelah karena terus tertawa dengan nya
" Enak saja mau meninggal kan aku begitu saja " Tangan Alvin yang menarik ku kembali saat tubuh ku hendak pergi dari ranjang
Sontak tubuh ku terjatuh di dada bidang nya dan dia memeluk ku kembali
" Alvin aku harus memandikan calista, mungkin dia sudah bangun " Jawab ku sambil menoleh ke arah Alvin " Lepas kan " Ucapku kembali
" Cium aku dulu baru aku akan melepaskan mu " Ujar Alvin kepada ku
" Tidak akhh__ kasian calista pasti dia sedang menunggu ku di kamar nya " Jawab ku kepada Alvin
" Iyah okey___ okey__ biar aku saja yang memandikan nya ya? “ pinta Alvin kepadaku
raut wajah Alvin yang berbinar-binar sambil menata wajah ku di pagi hari yang cerah ini
" Kamu bisa memandikan nya? " Tanya ku yang penasaran dengan Alvin
" Kita coba aja ya “ jawabnya sambil tertawa
" Awas ya kalau bohong haha “ ujarku yang merasa curiga dengan tertawa kepada Alvin
“ iiiccchh gak percaya nih cewek hehe ayoook_ayoook kita buktikan saja "
Jawab Alvin sambil mengajakku berdiri
Hatiku saat ini yang merasa sangat bahagia, di hari pernikahan ku yang pertama dengan Alvin walaupun sudah banyak hal yang terjadi hari ini
Pagi itu aku dan Alvin berencana memandikan calista secara bersamaan-sama dan kini aku sudah berada di kamar calista
" Pagi ibu " Ucapku kepada ibu ika yang melihat ibu sedang bersama dengan calista
" Eh kamu Ra, sudah bangun? " Tanya ibu kepadaku
" Sudah dari tadi ibu, ibu kenapa disini? Kan ada mbak rina " Jawab ku kepada ibu ika
" Tidak apa-apa Ra, ibu kangen sama calista karena kemarin tidak sempat menemani nya " Ucap Ibu ika yang masih saja menggendongnya
" Hmm__ lebih baik ibu istirahat saja ya, biar aku dan aurora yang memandikan calista " Sahut Alvin yang berdiri di sebelah ku
" Baiklah ibu kalau begitu ibu juga tidak mau mengganggu kalian bertiga " Ujar ibu yang memberikan calista kepada ku
" Hai anak cantik " Sahut ku saat melihat calista yang tersenyum saat ku gendong
Ibu ika dengan segera keluar dari kamar calista pagi ini
Dan aku segera melepaskan baju calista
__ADS_1
" Biar aku saja yang memberikan sabun kepadanya " Ucap Alvin yang melihatku melepaskan baju kepada calista
“ boleh “ jawab ku dengan tersenyum kepada calista " Calista Di mandikan papa ya" Begitu bahagia nya aku saat melihat calista yang begitu sangat riang
" Paaa___paaa.. Pa" Ucap calista dengan wajah yang sangat imut
" Ra__ kali pertama aku mendengar calista menyebut ku dengan sebutan papa " Ujar Alvin yang terkejut mendengar calista yang memanggil Alvin dengan papa
dan Aku hanya tersenyum saja kepada Alvin
" Sudah selesai anak mama, sekarang waktunya mandi " Lirih ku kepada calista sambil menggoyang kan tubuh calista
“ baiklah anak cantik, mandi yuks “ ujar Alvin sambil menyodorkan tangan nya ke arah calista
Suara calista yang merengek dan gerak tubuh nya yang menolak saat Alvin ingin mengajak nya untuk memandikan nya
" Loh kenapa dia tiba-tiba menangis Ra? Bukannya tadi dia memanggil ku papa "
" Vin coba kamu merayu nya "
" Baiklah Ra\_\_ akan aku coba untuk merayunya "
" Sayang cantik anak cantik, sini papa gendong ya nanti papa akan berikan kamu mainan " Ujar Alvin yang terbata-bata yang ingin mengambil hati calista yang sedang menangis
~~~~ nggekkkkk\_\_ enggeeeekkkk\_\_ hukss hukss ngeeekkkk~~~~~
Terdengar Suara tangisan calista yang semakin lama semakin terlihat sangat kencang, mulutnya terbuka lebar dan
Air matanya yang turun dengan derasnya membasahi pipi kecil calista
Bukannya malah diam tapi tangisan calista yang semakin menjadi-jadi
__ADS_1
" Aku tidak tahu harus bagaimana Ra, kenapa dia menolak saat ingin aku gendong"