
Bab 11 TCKK
Selesai sudah drama dinas dan atribut kuliah, saat ini Nadia dan Alvin akan siap-siap berangkat ke kampus, sebelumya tuan vino sudah berangkat terlebih dahulu ke kantor.
“Al apa kalian ngk sebaiknya satu mobil saja..?”ucap nyonya Ayu.
“Ngk usah mah, lagian kak Alvin juga mau langsung kekantor juga kan..?”ucap Nadia menyela jawaban Alvin. “Kalau begitu Nadia berangkat mah”
“Hati-hati bawah mobilnya saya”ucap nyonya ayu.
“Mobil disetir mah bukan dibawa”ucap Nadia dengan muka datar, sedangkan nyonya ayu hanya terkekeh geli mendengar candaan Nadia yang tidak sesuai dengan ekspresi wajahnya.
“Sudah bercanda masih aja itu muka tetap aja datar kayak triplek”batin Alvin menatap mobil Nadia yang sudah keluar dari gerbang utama.
“Mah Alvin pamit”ucap Alvin menyalim nyonya Ayu.
“Iyh hati-hati bawah mobilnya”ucap nyonya Ayu “mau bilang mobil disetir buka dibawa begitu”ucap nyonya Ayu lagi memotong ucapan Alvin.
“Apaan sih mah”ucap Alvin kesal.
“Bang Adrian, sekarang adek kesayanganmu sudah menikah sayang, tapi sangat disayangkan istri sangat dingin sekali”batin nyonya Ayu menatap kepergian mobil Alvin.
Ternyata mobil Alvian terlebih dahulu sampai di kampus dari pada Nadia, setelah beberapa menit Alvin parkir barulah Nadia masuk ke parkiran.
Entah mampir kemana duluh Nadia sebelum kekampus membuat Alvin cukup bertanya-tanya.
“Selidiki kemana duluh Nadia mampir sebelum sampai di kampus”ucap Alvin dari sambung telepon lalu memutuskan secara sepihak.
Nadia turun dari mobil, sejenak ia melihat mobil Alvin yang tak jauh dari mobil dan kebetulan si empedu sedang berdiri di depn mobil itu.
Nadia melewati Alvin begitu saja, tanpa ada ekspresi sedikit pun. Ia berjalan seperti tidak menganggap Alvin ada disna dan hal itu membuat Alvin cukup kesal karna untuk pertama kalinya ia dapat abaikan oleh seseorang apalagi seorang itu adalah istrinya.
“Dari mana aja Lo..?baru sampai dikampus..?”ucap Alvin penasaran sambil mengejar Nadia lalu menahan lengannya mungkin kalau menunggu kabar dari suruhan Alvin bisa mati penasaran.
Untung kondisi parkiran sepi jadi tidak ada yang melihat mereka berdebar.
“dari mana gue bukan urusan Lo kan..?Lo ngk punya hak”ucap Nadia dingin sambil menghempaskan tangan Alvin dari lengannya.
“Itu urusan gue, karna gue suami Lo”ucap Alvin menatap tajam Nadia.
“Suami kalau dirumah Lo aja, klau di luar kita ngk saling kenal”ucap Nadia cuek.
“Ingat Nadia pernikahan ini sah secara hukum dan agama, gue bisa saja memberitahukan kesemua orang kalau kita sudah menikah”ucap Alvin mengancam Nadia “lo ngk mau kan kalau pernikahan ini ketauan”
“Apa ruginya buat gue kalau pernikahan ini ketauan..?lagian kalau pernikahan ini ketauan, emang Lo udah siap ngk gue akui sebagai suami di depan umum..?gue jadi tidak sabaran melihat ekspresi wajahmu”ucap Nadia mengancam Alvin yang membuat alvin membungkam seketika.
“pengeng banget iyh gue akui sebagai suami”ucap Nadia memandang remeh Alvin lalu pergi meninggalkan Alvin begitu saja.
“kurang ajar Lo Nadia, lihat aja gue akan memberikan Lo pelajaran “batin Alvin mengepal tanganya.
__ADS_1
Untuk kali ini ia anggap Nadia telah menghina dirinya terlalu jauh, harusnya dialah yang menghina Nadia habis-habisan ternyata dia kalah telat dengan Nadia yang pandai memutar-mutar kan kata demi kata.
Waktu terus berjaln tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang, dan dapat di ketahui mata kuliah hari ini telah usai.
“Nad habis nih Lo kemana..?”ucap sindy menatap Nadia sekilas.
“Ngk kemana-mana, gue mau langsung pulang”ucap Nadia.
“Temanin gue nonton yuk, hari ini ada film yang bagus tau, kan kita sudah jarang nonton bersama”ucap sindy.
“Aduh ngimna iyh sin, gue belum izin sama bokap nyokap, nanti aku kabarin”ucap Nadia menatap Alvin sekilas.
“Sejak kapan Lo kalau mau keluar harus izin duluh..?biasanya kan pergi tinggal pergi aja”ucap sindy curiga.
“Iyh sejak hari ini, gue udah janji smaa bokap kalau mau keluar tuh harus izin duluh sin”ucap Nadia berbohong.
“Lo udah baikan sama bokap Lo”tanya sindy lagi.
“Sedikit demi sedikit sin”ucap Nadia.
Sedangkan sindy hanya ber o ria saja, pura-pura percaya terhadap Nadia namun hatinya mempunyai seribu satu curiga terhadap Nadia.
Sindy dan Nadia berjalan menuju parkiran, karna saat ini sindy sudah membawa mobil jadi Nadia tidak perlu lagi mengantar sindy.
“Nad, bukannya itu Rania iyh, gapain dia disana dan itu sama siapa, sepertinya mereka sedang berkelahi deh, ayo kita dengar yuk”ucap sindy kepo.
“Sudahlah sin, biarkan aja gapain juga kita harus kepo smaa masalah dia, sekarang kita pulang aja”ucap Nadia engga melangkah ke arah Rania.
“Ngk bisa ngituh dong Reno, gue hamil anak Lo, dan Lo harus tanggung jawab”ucap Rania.
“Rania Lo itu udah nikah dan Lo melakukan nya tidak smaa gue aja”ucap Reno.
“Jaga omongan Lo reno, sejak gue nikah ngk pernh sekalipun suami gue nyentuh gue Lo yang pertama nyentuh gue”ucap Rania menatap tajam Reno.
“Iyh gue memang yang pertama menyentuh Lo, tapi gue ngk tau siapa seturusnya menyentuh Lo Rania”ucap Reno.
“Maksud Lo apa ren, jangan bilang Lo ngk mau tanggung jawab”ucap Rania.
“Iyah gue ngk mau tanggung jawab, karna gue ngk yakin kalau itu embrio gue semuanya”ucap Reno.
Plakkkk
“Tega Lo ren, Lo yang pertama nyentuh dan cuma Lo yang nyentuh gue”ucap Rania menampar Reno.
“Lo suruh tanggung jawab sama suami Lo aja Rania, pakailah otak mu untuk berpikir, jangan cuma karna suami mu memberikan uang kepadamu jadi kau jadi bodoh aja”ucap Reno memberi jalan keluar.
“gila Lo iyh ren, uang yang dikasih smaa suami gue selama ini Lo juga ikut menikmati nya, Lo hanya modal tampang doang pacaran sama gue”ucap Rania.
“Dan Lo yang harusnya pakai otak, bagaimna mungkin gue memberitahu suami gue kalau gue lagi hamil sedangkan dia tidak pernh nyentuh gue, makaya otak itu jangan dipasang di dengkul"
__ADS_1
Prok prok prok
“Jadi kayak gini kelakuan Lo selama ini Rania, selingkuh dari bokap gue”ucap Nadia keluar dari persembunyiannya.
“Bukan seperti itu ceritanya Nad, gue bisa jelasin”ucap Rania gelagapan.
“Bukan begitu seperti apa ran, gue ngk nyangka ternyata Lo tega melakukan semua ini Ran, bokap gue kurang kasih apa sama Lo Ran, uang terus berjalan, kasih sayang mengalir tanpa batas tapi seperti ini kelakuan Lo”ucap nadia memotong ucapan Rania.
“Kita jangan berbicara disini iyh Nad, malu di lihat orang”ucap Rania.
“Stop ran, awalnya gue udah mulai belajar menerima Lo bersama bokap gue, dan gue berharap lo yang terakhir di kehidupan bokap gue, tapi gue salah ran”ucap Nadia menatap tajam Rania.
“Gue kira selama ini istri mudah bokap gue adalah wanita polos, ternyata istri kedua bokap gue adalah ****** mudah”ucap Nadia memandang sinis Rania.
“Diam Lo nad, biar bagaimana pun gue adalah ibu tiri Lo, gue disini nyonya Bram putra Maharani, dan satu hal yang harus Lo tau gue bukan j*Lang seperti yang lo bilang”teriak Rania menatap tajam Nadia.
“Setelah apa yang udah Lo lakukan terhadap bokap gue Lo masih berani menyebut diri Lo ibu tiri gue, gue mau lihat seperti apa reaksi bokap gue kalau dia tau hal ini, gue mau lihat seperti apa cara bokap gue membuang j*Lang seperti Lo”ucap Nadia mendorong bahu Rania pelan “gue ngk bisa jamin Lo masih bisa tinggal dirumah gue, Lo tau kan..?rumah sekarang yang Lo tempati atas nama siapa..?”
“Nad..Nadia..Nadia tunggung”ucap Rania menahan lengan Nadia.
Karna Nadia terus memberontak akhirnya terjadilah tarik menarik lengan.
Brakk.
“Nadia”teriak sindy karna melihat Nadia disreppet mobil yang kebetulan mobil itu melintas dari depan mereka hendak keluar parkiran, alhasil Nadia terlempar cukup jauh sehingga menyebabkan kesadarannya hilang
“Nadia bangun, Lo jangan bercanda nad ”ucap sindy membangun Nadia.
“Nad,”guman Rania mundur beberapa langkah kebelakang.
Ternyata secara tiba-tiba Rania melepaskan lengan Nadia bertepatan sebuah mobil melintas didepan mereka yang kebetulan mobil itu cukup melaju dengan kencang dari ujung parkiran.
“Bawah kerumah sakit”ucap Reno panik.
“Jangan pernh Lo sentuh Nadia, urusan kita belum selesai rania, gue pastikan Lo ngk bakal tenang”ucap sindy mendorong Reno yang hendak mengendong Nadia.
“Bantu gue, angkat Nadia ke mobil gue aja”ucap sindy ke salah satu mahasiswa.
“Sin gue ikut”ucap Rania khawatir.
“Lo ngk perluh urusin nadia, Lo urusin perut yang bunting tapi tidak tau siapa bapaknya, gue tau apa yang ada di otak Lo Rania, Lo berharap Nadia tidak bisa diselamatkan supaya perselingkuhan Lo tidak sampai ke telinga om Bram”teriak sindy menatap tajam rania.
Sindy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat dari kampus, karna luka disiku dan lutut Nadia terus mengeluarkan darah. Dan hal itu membuat sindy semakin panik dan tidak fokus menyetir tak jarang ia hampir menabrak pengendara lainnya.
__ADS_1