
Karna hujan lebat menyebabkan macet, ditambah lagi banjir sehingga ketika jam dua belas malam Nadia dan Alvin baru sampai dirumah.
“Lon, lo nginap disini aja. Kalau mau pulang ke apartemen mau sampai jam berpaa Lo”ucap Alvin dan di anggukkan oleh Delon.
“Buka pintu lon, biar gue yang gendong nadia”ucap Alvin sambil menggendong Nadia keluar dari mobil.
Karna sepanjang perjalanan ternyata Nadia tidur. Mungkin karna kelelahan juga.
“Al. Loh Nadia kenapa..?kok di gendong ngituh”ucap mamah ayu khawatir.
“Loh mamah sama papah gapain disini..?udah tengah malam loh”ucap Alvin menatap mereka bergantian.
"kamu kebiasaan kalau ditanya jawabnya pertanyaan juga"ucap mamah ayu kesal.
“Sejak turun hujan mamah mu khawatir sama kalian berdua. Jadi dia memaksa supaya kami menunggu kalian di teras saja”ucap vino sambil meletakkan majala di atas meja.
“Iyh Al. Trus ngimna..?Nadia kok di gendong”ucap mamah ayu semakin khawatir.
“Nadia ngk papa mah, Cuma dia ketiduran di mobil tadi. Biasalah perjalanan hari ini cukup lama hanya gara-gara banjir aja”ucap Alvin mencoba menenangkan mamah Ayu.
“Iyh sudah ayo masuk mah, sekalian Alvin mau bawah Nadia ke kamar duluh”ucap Alvin lalu masuk ke dalam rumah.
“Naik litf aja Al. Biar cepat”ucap papah Vino yang melihat Alvin hendak menaiki tangga satu persatu.
“ooo iyh. Sampai lupa kalau rumah ini ada liftnya”ucap Alvin lalu turun kembali dari tangga lalu berjalan menuju lift.
Alvin langsung meletakkan Nadia di atas tempat tidur dengan perlahan. Ia juga membuka sepatu Nadia dengan perlahan supaya tidak membangunkan Nadia.
“Sekarang tinggal ganti bajunya aja lagi. Tapi ngimna caranya iyh..?masak gue panggil mamah buat ganti baju Nadia..?yang ada gue malah di ketawain papah lagi”ucap Alvin berpikir keras supaya bisa Menganti baju Nadia.
“Atau gue bangunkan pelayan aja kali iyh. Ahh masak gue bangunkan pelayan sih, ini udah jam setengah satu pagi lagi”ucap Alvin kembali menimbang-nimbang idenya.
“Ngk ngk. Gue ngk boleh minta tolong pelayan. Mau taruh dimna muka gue”ucap Alvin lagi.
“Apa gue aja yang ganti iyh, tinggal buka baju dan celana habis tuh pakaian dengan piama”ucap Alvin berbicara pada diri sendiri.
Jalan satu-satunya Alvin pun mengganti baju Nadia dengan tangannya sendiri. Perlahan tapi pasti ia membuka baju Nadia, mulai dari kemeja hingga celana jeans yang di pakai Nadia.
“ini ngk dosa kan..?kalau gue yang ganti baju Nadia, lagian Nadia istri gue juga”ucap Alvin sambil melepaskan baju Nadia satu persatu
“Ngk ada yang marah kan kalau gue yang ganti baju Nadia”ucap Alvin lagi.
Hingga sekarang sisa tertinggal bra dan juga CD nya, sehingga memperlihat lekuk tubuh Nadia yang sangat membuat iman Alvin tergoyahkan.
Ingin rasanya ia menerkam Nadia saat ini, tapi untungnya akal sehatnya masih berkerja, jadi tidak mungkin ia mengambil kesempatan dalam kesempitan. Bisa-bisa nanti dia diamuk oleh Nadia.
Untuk pertama kalinya Alvin melihat tubuh putih mulus Nadia secara keseluruhan, meskipun tidak dengan keadaan polos keseluruhan, tapi di sini ia mulai bertekad untuk memiliki Nadia seutuhnya.
__ADS_1
Bukan karna ia telah melihat lekuk tubuh Nadia yang sangat mengiurkan, tapi sebisa mungkin ia membuka hatinya untuk Nadia, belajar mencintai Nadia.
Karna tak ingin menyiksa diri sendiri dengan memandang tubuh Nadia, akhirnya Alvin buru-buru memakain baju kepada Nadia. Di rasa Nadia sudah nyaman dengan tidurnya, Alvin langsung berlari menuju kamar mandi untuk menuntuas sesuatu yang sudah ditahan sejak tadi.
“Terbuang sia-sia lagi bibit premium gue. Pemborosan ini namanya”gerutu Alvin sambil keluar dari kamar mandi.
Hampir setengah jam Alvin berada di kamar mandi, tak lama setelah itu ia langsung naik ke atas tempat tidur menyusul Nadia ke alam mimpi.
“Tidur kayak mayat. Udah ditelanjangi ngk bangun-bangun juga”ucap Alvin menatap intens wajah Nadia, sambil menarik nadia ke dalam dekapannya. Membiarkan lengan menjadi bantal di kepalanya Nadia.
Walaupun mungkin besok pagi, ia akan merasakan keram di lengannya tapi ia senang melakukannya.
Entah sadar atau tidaknya, atapun Nadia yang sedang bermimpi di alam tidurnya. Gadis itu langsung memeluk erat tubuh Alvin bak guling hidup, selain tanganya di lingkaran di dada Alvin ternyata kaki nadia bertumpu tepat di area alat keramat Alvin.
“Ck. Ujian macam apa ini”gerutu Alvin kesal karna benda keramat nya memberikan respon yang berbeda dari biasanya
Karna malam semakin larut dan azan subuh pun sebentar lagi akan tiba, akhirnya Alvin mencoba untuk menguatkan dirinya dan menyusul Nadia ke alam mimpi nya.
Sambil menahan sesuatu yang sudah bergejolak, akhirnya Alvin mulai terlelap dengan sendiri. Ternyata mereka sama-sama nyaman dalam pelukan itu, meskipun salah satu dari antar mereka cukup sangat tersiksa sekalinya
Ketika azan subuh berkumandang ketika itu juga Nadia membuka matanya. Secara perlahan ia menatap langit-langit kamar sambil mengumpulkan kesadaran.
Perlahan ingatan Nadia mundur waktu terakhir ia berada.
“terakhir gue ketiduran di mobilkan..?dan ini gue udh di kamar, berarti yang mindahin gue Alvin dong”guman Nadia merasakan bagian tubuhnya merasakan beban.
“Ah baju gue..?perasaan gue kemarin pakai baju kemeja, dan sekarang sudah pakai piama tidur”ucap Nadia dengan mata membulat.
“Ahh celana gue juga sudah ganti”ucap Nadia sambil menghempas kan tangan Alvin yang melingkar di perutnya.
“Al, alvin, bangun”ucap Nadia mengoyangkan bahu alvin sambil melemparkan bad cover yang mereka gunakan kesembarang arah.
“Al. Bangun duluh”ucap Nadia kesal sambil memukul-mukul pipi Alvin.
“Apaan sih nad, ini masih pagi”ucap Alvin kesal karna tidurnya terganggu.
“Makaya bangun duluh”ucap Nadia semakin kesal.
“astagfirullah apaan sih nad, Lo bangun pagi-pagi begini mau gapain..?mau ngeronda Lo”ucap Alvin menatap Nadia yang sudah menatap dengan tajam.
“Duduk duluh”ucap Nadia sambil menarik tangan Alvin supaya duduk.
“Udah tadi malam susah tidur, giliran hendak nyenyak tidur malah di ganggu”gerutu Alvin dan masih bisa didengar oleh Nadia.
“Lo yang ganti baju gue”ucap Nadia to the point’
“Y”ucap Alvin singkat.
__ADS_1
“Gue serius Alvin”ucap Nadia kesal sambil menahan tubuh Alvin yang hendak ingin tidur kembali.
“Astaga Nadia. Iyh Nadia, iyh.. gue yang ganti baju Lo, puas”pekik Alvin kesal.
“Kenapa Lo lancang banget ganti baju gue Al. Kan ada pembantu yang bisa gantiin, Lo juga bisa minta tolong sama mamah”ucap Nadia dengan suara serak sambil menahan tangisnya.
Tak perna terlintas dalam benaknya jika akan Alvin akan melihat tubuh secepat itu. Anggap saja saat ini Nadia melupakan statusnya sebagai istri Alvin.
“gue benci sma Lo. Dasar laki-laki brengsek”umpat Nadia sambil menghapus laju air matanya yang tidak bisa ditahan lagi. Ia berpikir dengan Alvin melihat seluruh tubuhnya maka harga dirinya telah hilang.
“Astaga. Drama apa ini”guman Alvin frustasi.
“alvin, gue tidak sedang bermain drama-drama. Jangan bilang Lo juga yang ganti dalaman gue”ucap Nadia dengan suara serak.
“Iyh”ucap Alvin berbohong.
Ketika tiga huruf itu lolos dari mulut Alvin, seketika itu juga tangis Nadia pecah. Tak terbayangkan jika Alvin yang membuka semua ********** dan kembali memasang dalamnya yang baru. Sumpah demi apapun Nadia sudah tidak punya muka di hadapan Alvin.
“Gue benci sama Lo. Gue ngk mau lihat wajah Lo. Dasar laki-laki brengsek”ucap Nadia dengan tangis yang semakin pecah.
“Iyh sudah ngk usah lihat”ucap Alvin cuek. Karna menurutnya ini masih terlalu pagi untuk berdebat dengan Nadia.
“Alvinnnn”pekik Nadia murka.
“Hey, hey, Nadia”ucap Alvin menenangkan Nadia, karna reaksi Nadia sudah di luar ekspektasi nya, ia takut dengan teriakan Nadia membangunkan seluruh penghuni rumah.
“Jangan sentuh-sentuh gue, gue benci smaa Lo”teriak Nadia menghempaskan tangan Alvin yang hendak memengang bahunya.
“Nadia, dengarin gue”ucap Alvin menghentikan tangis Nadia.
“Lo jahat Al. Gue benci sama Lo”lirih Nadia.
“Nadia putri Maharani dengar kan gue. Gue memang yang ganti baju Lo, tapi gue ngk ganti daleman Lo. Kalau pun iyh itu hal biasa sayang, karna gue suami Lo”ucap Alvin menurunkan suaranya.
“Dan cepat atau lambat gue bakal lihat seluruh yang ada tubuh Lo. Ingat Nadia dari ujung rambut sampai ujung kaki Lo semua itu milik gue. Dan Lo ngk bisa sangkal itu, karna Lo istri sah gue di mata hukum dan agama”ucap Alvin sambil memengang bahu Nadia.
“Sudah jangan nangis lagi, ini masih terlalu pagi untuk berkoar-koar”ucap Alvin sambil menyisihkan rambut Nadia yang menghalangi wajahnya.
“Tapi kenapa ngk pelayan aja yang Lo suruh Al, gue malu”lirih Nadia.
“Nadia sayang, astaga. Makaya hidup itu jangan lurus-lurus aja, dan otak tuh sedikit jalan iyh. Ngk mungkin dong gue meminta pelayan yang ganti baju Lo, sementara gue disini suami Lo yang lebih berhak”ucap Alvin menumbuhkan kesabaran nya yang sudah setipis tisu, karna sepertinya otak Nadia belum bekerja dengan baik.
“Karna gue ngk mau apa yang menjadi milik gue di lihat orang lain, meskipun itu pelayan perempuan, hanya gue yang berhak melihatnya”bisik Alvin sambil mengusap rambut Nadia. “Paham”
Glekkk
“Auh ah. Gue mau sholat”ucap Nadia gugup sambil turun dari tempat tidur.
__ADS_1
Karna ia tau maksud dari milik yang di katakan Alvin, ditambahkan lagi ia tidak mempunyai wajah lagi di hadapan Alvin.
“Perkara ganti baju tidur gue terganggu”gerutu Alvin sambil menatap Nadia yang lari terbirit-birit ke kamar mandi.