Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 33


__ADS_3

Setelah kepergian papah Leon sejenak terjadi keheningan antara Nadia dan Alvin, Alvin menatap Nadia dengan tatapan dingin sedangkan Nadia cukup khawatir ketika melihat tatapan Alvin.


“Al gue.._”


“Kita pulang sekarang”ucap Alvin dingin lalu menarik tangan Nadia dengan cukup kasar.


“Tuan.._”


“Delon kosongkan jadwalku hari ini, gue mau pulang duluan”ucap Alvin memotong tangan Nadia.


“Al gue bisa Jelaskan”ucap Nadia memberontak.


“Al tangan gue sakit”ucap Nadia menghempaskan tangan Alvin.


“Masuk”ucap Alvin membuka pintu mobil buat Nadia.


Lalu Alvin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, tak peduli dengan Nadia yang sedang ketakutan, bahkan saking cepatnya tak jarang Alvin hendak menabrak penguna jalan lain.


“al stop”teriak Nadia.


Mendengar teriakan Nadia refleks Alvin menginjak rem mendadak sehingga kepala Nadia terbentuk ke dashboard mobil.


“Sorry”ucap Alvin hendak meraih jidat Nadia.


“Kalau Lo mau mati, mati sendiri aja, jangan ngajak-ngajak gue”ucap Nadia menghempaskan tangan Alvin yang hendak menyentuh jidatnya.


“Sampai ketemu di apartemen aja, gue naik taksi”ucap Nadia lalu keluar dari mobil Alvin.


“Nad, tungguh”ucap Alvin yang melihat Nadia sudah langsung naik taksi karna pas Nadia keluar dari mobil Alvin kebetulan sekali ada taksi lewat.


Melihat naik sudah naik taksi akhirnya Alvin mengikuti taksi itu dari belakang.


“Kenapa gue begitu marah ketika mengetahui Nadia dan Leon pernh hampir tunangan, lagian dari sekalian banyaknya laki-laki di dunia kenapa Bastian dan Leon harus menyukai Nadia sih”guman Alvin kesal.


“Tunangan sepupu gue jadi istri gue”guman Alvin terkekeh geli.


Akhirnya taksi yang membawa Nadia berhenti di lobby apartemen.


“Berpaa pak..?”ucap Nadia


“tujuh puluh lima ribu aja nona”


“S*al tas gue ketinggalan di mobil Alvin lagi, mana ponsel gue juga disana lagi”guman Nadia setelah mencari-cari tasnya yang ternyata ketinggalan di mobil Alvin.


“Kenapa nona..?”


“Anu pak, tungguh sebentar iyh suami syaa mau kesini kok buat bayar tangihannya, soalnya dompet saya ketinggalan”ucap Nadia kikuk.


Tok


Tok


Tok


Melihat taksi yang membawa Nadia sudah sampai di depan lobby apartemen dan Alvin tidak melihat juga Nadia keluar dari dalam mobil akhirnya ia memutuskan untuk mengetuk kaca mobil itu.

__ADS_1


“kenapa belum keluar..?mau tidur di mobil Lo..? bapaknya mau mencari rejeki, bukan buat nungguin Lo tidur”ucap Alvin.


“Al”ucap Nadia sambil memasang wajah semenggemaskan mungkin.


“ngk usah pasang wajah begitu, kenapa..?”ucap Alvin gemas sendiri melihat wajah Nadia.


“Tangihan taksinya belum dibayar”cicit Nadia.


“Iyh udah, bayar hahk”ucap Alvin enteng, padahal ia sudah tau kalau tas Nadia ketinggalan di mobilnya.


“kalau gue ada uang sudah gue bayarin sejak tadi”ucap Nadia “bayarin Al, nanti aku ganti uangnya”


“sok-sok mau naik taksi, tapi modal tipis”ucap Alvin sambil mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang untuk membayar tangihan taksi Nadia.


“Kembalian ambil aja pak”ucap Alvin ramah.


“Ayo turun”ucap Alvin membuka pintu mobil dan membantu Nadia keluar dari mobil “makaya lain kali itu nurut apa kata suami, jadi kena sial kan Lo”


“iyh iyh bawel”ucap Nadia lalu berjalan menuju Lobby.


Ya begitu Alvin dan Nadia, dimana pun dan kapan bahkan seperti apapun mereka akan selalu berdebat, bahkan hal yang sangat kecil sekalipun itu dapat memiju perdebatan diantara mereka yang berakhir panjang.


Mereka adalah dua manusia yang dipertemukan, sama-sama tidak mau mengalah dan sama-sama si paling keras kepala. Jika Alvin keras kepala maka Nadia akan lebih keras kepala lagi dimana keras kepala Nadia turunan dari papahnya.


“Loh mah mau kemana..?”ucap Alvin ketika melihat mamah ayu sudah rapi sambil menenteng paper bag.


“mamah mau pulang, ternyata papah sudah pulang dari berlayar, dan kebetulan papahnya Leon sedang dirumah”ucap nyonya Ayu.


“Al antar kan mamah yuk, kelamaan kalau nunggu sopir, lagian papah sudah menelepon dari tadi”ucap nyonya Ayu.


“Nadia ayo ikut mamah kerumah utama, lagian kamu belum pernh bertemu dengan omnya Alvin kan..?sekalian sama sepupunya Alvin Leon namanya, mudah-mudahan Leon juga ikut”ucap nyonya ayu sambil menarik tangan Nadia.


“Hah”ucap Nadia kikuk tapi langkah mengikuti mamah Ayu.


Di dalam mobil hanya ada keheningan, Nadia dan Alvin yang sibuk dengan pemikiran masing-masing, sedangkan mamah ayu yang sibuk bertukar pesan dengan suaminya vino.


Setelah bebrapa menit perjalanan akhirnya mobil Alvin berhenti tepat di depan rumah mewah itu, ternyata papah vino sudah berdiri di depan teras karna mengetahui bahwa istri, putra dan menantu sudah tiba.


“Pah, kok diluar”ucap nyonya Ayu.


“Nungguh mamah, kangen tau smaa mamah”ucap papah vino lalu memeluk mamah ayu tepat dihadapan Alvin dan Nadia.


Ehem


“Sudah kali pah, kayak setahun tidak bertemu aja, baru juga seminggu”ucap Alvin menyadarkan dua sejoli yang sudah termakan usia itu.


“Pah, ngimna kabar papah”ucap Nadia menyalim tangan papah vino


“Baik nak”ucap papah vino sambil mengelus rambut Nadia.


“Makaya belajar mencintai istrimu supaya puas meluknya kapan pun dan dimana pun, apaan udah nikah tapi meluknya masih guling”bisik papah vino sambil memandang remeh Alvin, untuk mamah ayu dan Nadia sudah masuk duluh ke dlaam rumah


Ternyata diruang tamu sudah ada tiga manusia yang menunggu mereka, sambil menarik napasnya dalam-dalam Nadia berjalan menuju ruang tamu, berharap tidak akan ada masalah untuk saat ini


Satu

__ADS_1


Dua


Tiga


“nadia”ucap Leon berlari sambil memeluk Nadia


Clekkk


Ketika menerima pelukkan secara tiba-tiba Nadia bingung harus berbuat apa, sungguh kejadian ini tidak terpikirkan sedikit pun, setelah beberapa tahun lalu ternyata Leon masih mengenali dirinya.


Cukup lama Leon memeluk Nadia, tanpa mereka sadari sepasang mata menatap tajam adegan itu, tanpa sadar tanganya mengepal kuat, ingin rasanya ia meninju tembok untuk menyalurkan kemarahannya.


“Ngimana rasanya melihat istri di peluk oleh laki-laki lain, mana laki-lakinya sepupu sendiri lagi”bisik papah vino memanasi Alvin.


“Ck papah menyebalkan”ucap Alvin lalu berjaln menuju kamarnya tanpa menyapa tamu yang ada, ia takut tidak bisa mengontrol emosi apalagi melihat Leon memeluk istrinya sendiri.


“Nad kamu gapain kesini..?atau emang sering main kesini..?”ucap Leon sambil menuntun Nadia duduk disamping.


“Iyh aku memng sering kesini”ucap Nadia kikuk sambil menatap mamah ayu dan papah vino bergantian.


“Nad aku kangen banget sama kamu, kenapa kamu pergi ngk kabari aku..?”ucap Leon kembali memeluk Nadia.


“Sorry”cuma kalimat itu yang keluar dari mulut Nadia.


“Ngk papah sayang”ucap Leon lagi.


Sementara keempat orang tua hanya menatap Nadia dan Leon yang begitu antusias ketika bertemu Nadia, berbeda ketika ditinggalkan Nadia beberapa waktu lalu.


“Bund, pah, Leon mau pertunangan kami dilanjutkan lagi, soalnya Nadia sudah kembali, dan Leon mau pertunangan itu dilakukan besok”ucap Leon mengutarakan keinginannya.


“Tergantung Nadia nak, kalau Nadia mau, jangan bertunangan lagi, langsung menikah saja”ucap mamah Leon “apapun buat kamu asal kalian selalu bahagia”


“ngimana sayang..?kamu mau kan menikah sama aku, aku udh lama menunggu kamu loh, meskipun awalnya perjodohan kita hanya karena bisnis tapi aku sudah jatuh cinta sama kamu sebelum orang tua kita mempertemukan kita. Aku jatuh cinta sama kamu ketika pandangan pertama”ucap Leon sambil mengucap rambut Nadia.


Sejenak Nadia diam sambil menatap papah Leon dan mamah ayu secara bergantian, ia bingung sekali, bagaimana tidak seorang pria lain melamar dirinya didepan mertuanya sendirinya, yang notebene pria itu adalah keponakan dari mertuanya sendiri


“pah mah, Nadia bisa ajak Leon berbicara empat mata sebentar.?”ucap Nadia.


“Boleh sayang, selesai kesalah pahaman yang ada iyh”ucap mamah ayu lembut.


Tanpa mereka sadari sepasang telinga mendengar permintaan Leon yang mengajak Nadia menikah lagi.


Marah..?tentu, di sangat marah ketika Leon mengajak istri nya menikah apalagi Nadia tidak menolak atau pun mengiakan, berarti besar kemungkinan Nadia memberika kesempatan untuk Leon.


Brak....brakkk....brakkk


Untuk menyalurkan kemarahan Alvin memukul tembok kamar mandi sampai tangannya berdarah.


“Kenapa harus Leon nad..?kenapa harus Leon yang menjadi mantan tunangan Lo..?kenapa tidak pria lain saja”teriak Alvin sambil memukul-mukul tembok, tangannya yang mengeluarkan darah tidak dirasakan lagi.


“ahhh Bangs*k”teriak Alvin lagi sambil menarik rambutnya frustrasi.


“Kenapa rasanya sesakit ini ketika Leon mengajak Nadia menikah..?perasaan macam apa ini..?”batin Alvin menatap pantulan dirinya di kaca kamar mandi.


“Ini bukan Lo banget Alvin”guman Alvin berbicara pada dirinya sendiri

__ADS_1


__ADS_2