Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 28 TCKK


__ADS_3

Bab 28 TCKK


Sampai di parkiran ternyata mobil Nadia sudah tidak ada.


“Sial, Nadia udah jalan duluan lagi”guman Alvin lalu masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobil meninggalkan cafe itu.


Tak terasa Alvin sudah sampai di depan gedung apartemen nya, Alvin juga melihat mobil Nadia sudah terparkir yang berarti Nadia sudah berada di apartemen.


Tanpa menunggu lama alvin langsung berjalan menuju kamar apartemen yang ditempatinya dan Nadia. Sampai di kamar alvin bukanya berjalan menuju kamarnya, ia malah membelokkan langkahnya ke kamar Nadia.


Ia membuka pintu kamar Nadia dan mendapati Nadia sedang sholat. Perlahan tapi pasti, tanpa menganggu sholat Nadia Alvin masuk ke kamar Nadia dan membaringkan tubuhnya di kasur Nadia.


Memandang langit-langit kamar, sejenak Alvin merenungkan kapan terakhir ia sholat. Yap terakhir pas hari raya idul Fitri tepat ketika ia kelas tiga SMK ia melaksanakan kewajibannya sebagai umat beragama itu pun karna desakan dari almarhum Adrian.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Nadia sudah selesai sholat.


“Al gapain Lo masuk kekamar gue”ucap Nadia sambil membereskan peralatan sholatnya.


“Emng salah masuk ke kamar istri sendri, lagian bukan kah seharusnya kita satu kamar”ucap Alvin memejamkan matanya.


Nadia diam saja tanpa menjawab pertanyaan Alvin, memang benar adanya kalau suami istri itu seharusnya satu kamar. Tapi suami istri antara Nadia dan Alvin jauh berbeda dari hubungan suami istri pada umumnya.


“al sana balik ke kamarmu, mandi duluh sana”ucap Nadia.


“Gue mau tidur sebentar nad, hari gue sangat lelah sekali”ucap Alvin masih setia menutup matanya.


Nadia membiarkan Alvin istirahat sejenak di ranjangnya. Tak mau melihati Alvin tertidur, akhirnya Nadia memutuskan kan untuk memasak makan malam.


Hampir satu jam Nadia berperan dengan peralatan dapur, akhirnya masakan Nadia sudah selesai, karna Nadia tidak mahir dalam urusan masak memasak, ia hanya menyediakan menu ayam kecap saja.


Selesai memasak Nadia langsung masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Alvin. Masih di keadaan yang sama Alvin masih tertidur pulas diranjang ya yang membedakan jika tadi kaki Alvin tergantung ke lantai maka saat ini kaki itu sudah naik keranjang lengkap dengan sepatunya yang mahal.


“Al bangun, Lo mandi duluh ngih baru makan malam”ucap Nadia menggoncang bahu Alvin pelan.


Merasakan terusik dengan tidurnya Alvin membuka mata dan mendapati wajah Nadia di hadapannya, dengan muka bantalnya Alvin langsung mandi dan berjalan menuju kamar mandi.


Jika Alvin masuk ke dalam kamar mandi maka Nadia memutuskan untuk memeriksa beberapa tugas yang sudah deadline, karna Nadia termasuk tipikal mahasiswa yang mengerjakan tugas ketika mendekati deadline.


“Nad baju gue mana”ucap Alvin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di perutnya.


Glek


Nadia yang melihat itu hanya bisa menelan salivanya dengan kasar, wajah berubah panas dan merah merona, lagi dan lagi Alvin keluar dari kamar mandi dengan setengah telanjang tak lupa dengan rambut yang basah.

__ADS_1


Tampan dan seksi


Itulah yang Nadia lihat dari sosok Alvin saat ini, Nadia bukan lagi gadis polos seperti yang ada di dalam novel, sedikit-sedikit ia mengetahui tentang yang menjuru ke adegan dewasa.


“Al...Alvin kenapa ngk pakai baju di kamar mandi”beo Nadia gugup sambil memegang kedua pipinya.


“gue mau pakai baju apa, Lo aja ngk ada siapkan”ucap Alvin menatap sambil berjaln ke meja rias Nadia.


“Siapa suruh Lo mandi di kamar gue, pakai handuk bekas gue lagi, Alvin jorok banget sih”ucap Nadia berusaha menahan rasa gugupnya.


“Emng salah gue mandi dikamar mandi yang sama dengan istri gue, lagian pakai handuk bekas Lo ngk terlalu buruk juga”ucap Alvin tanpa rasa bersalah.


“Al keluar dari kamar gue”ucap Nadia malu sambil menunjuk kearah pintu.


“Masak gue keluar dari kamar seperti ini, kalau ada yang lihat tubuh atletis gue bagaimana..?emang Lo rela milik Lo di lihat orang lain”ucap Alvin dengan penuh percaya diri.


“Dirumah ini cuma kita berdua Al, jangan gadi-gadi kalau ngomng, cepat sana keluar”ucap Nadia yang sudah tidak tahan lagi melihat tubuh Alvin.


“Gue malu nad kalau keluar dari kamar dengan seperti ini”ucap Alvin.


“Ck trus kalau dihadapan gue Lo seperti ini ngk malu ngituh”ucap Nadia kesal.


“Ngk lah, Lo kan istri gue, gapain malu”ucap Alvin tanpa rasa bersalah.


“Lo keluar sono, ambilkan baju gue dikamar”ucap Alvin seenak jidat.


“Kalau disuruh suami itu iyh nurut dikit nih”ucap Alvin karna melihat Nadia tidak bergerak sama sekali.


“Suami suami suami pala lu peang”gerutu Nadia sambil berjalan meninggalkan kamar.


Nadia berjalan menuju kamar Alvin dan mengambil baju ganti buat Alvin.


“Jangan ganti di depan gue Al, ngk punya malu banget sih”ucap Nadia karna melihat Alvin hendak memakai baju di hadapannya.


“Lah Lo yang menghadap gue, sana balik badan”ucap Alvin tak mau disalahkan. Mau tidak mau Nadia membalikkan badan membelakangi Alvin.


Lagi dan lagi mereka kembali mereka berdebat, sejak bertemu Nadia Alvin berubah menjadi sosok yang cerewet karna setiap bertemu pasti jatuhnya berdebat.


Begitu juga Nadia, berhadapan dengan Alvin tidak mampan jika ia memakai mode cuek, karna pria itu selalu saja mengajaknya berdebat baik dari hal-hal kecil sekalipun.


Selesai Alvin memakai baju, mereka langsung berjalan menuju meja makan, karna waktu makan malam sudah tiba.


“Nad bikinin gue kopi dong, antar ke ruang kerja gue”ucap Alvin lalu meninggalkan meja makan.

__ADS_1


Nadia tidak menjawab ucapan Alvin, tapi selesai mencuci bekas makan mereka, ia langsung membuatkan Alvin kopi dan mengantarnya ke ruang kerja Nadia.


Ketika sampai diruang kerja lagi-lagi Nadia terteguh melihat sebuah foto figuran yang menempel di dinding. Disana terdapat tiga pria dengan perbedaan usia yang cukup jauh. Jika dua orang di foto itu Nadia kenali sedangkan sosok yang disebelah kanan Nadia tidak terlalu kenal.


“Nih kopinya”ucap Nadia meletakkan segelas kopi di meja kerja Alvin.


“Mmm”guman Alvin sambil tangannya bergerak lincah di keyboard laptopnya.


Perlahan tapi pasti, Nadia berjalan mendekati foto yang menempel di dinding, ia mengamati sosok pria yang berada disebelah kanan mencoba mengingat siapa pria itu.


“Al”panggil Nadia


“Mmm”guman Alvin tanpa menatap Nadia.


“Ini pria yang disebelah kanan siapa..?”ucap Nadia dengan polosnya.


Mendengar pertanyaan polos dari mulut nadia, seketika jari Alvin berhenti bekerja dan tangannya mengepal. Otaknya kembali mengingat kejadian beberapa tahun lalu ketika meninggalnya Adrian tepat di pangkuannya.


Dan sampai detik ini ia masih simpulkan Nadia adalah penyebab meninggalnya Adrian, meskipun Adrian sering datang ke dalam mimpi meminta dirinya supaya melupakan dendamnya.


“Nad keluar dari sini”bukanya menjawab pertanyaan Nadia, Alvin malah menyuruh Nadia keluar dari ruang kerjanya.


“Iyh, tapi ini siapa duluh, aku kayak pernh bertemu tapi dimana ngituh, wajahnya tidak asing sih”ucap Nadia tidak menyadari kemarahan Alvin.


“keluar Nadia”bentak Alvin yang membuat Nadia cukup terkejut.


“Kenapa sih, gue nanya baik-baik loh, kok Lo bentak gue ngituh sih”ucap Nadia menatap Alvin.


“Keluar sekarang juga Nadia, gue muak melihat wajah Lo”ucap Alvin mendorong badan Nadia supaya keluar dari ruang kerjanya.


“Ini terakhir kalinya Lo masuk keruang kerja gue, jangan pernh muncul di hadapan gue”ucap Alvin.


Brakkkkkk


Ketika Nadia sudah keluar dari ruang kerjanya Alvin menutup pintu dengan cukup keras.


Perlahan tapi pasti Alvin duduk sambil bersender di depan pintu.


“Gue ngk bisa melupakan dendam gue bang”guman Alvin sambil menarik rambutnya.


Di satu sisi ia ingin membalas dendamnya kepada Nadia, tapi disisi lain ia selalu dihantui Adrian supaya melepaskan dendamnya, bahkan Adrian juga berpesan kepadanya supaya belajar mencintainya Nadia untuk Adrian.


Tak terasa air mata Alvin lolos begitu saja ketika mengingat sosok Adrian semasa hidupnya, Adrian berperan sebagai seorang Abang yang mau melakukan apapun untuk Adrian seorang.

__ADS_1


__ADS_2