Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 53 kampus baru


__ADS_3

Seperti ucapan Alvin sebelumnya kalau ia akan mengantar jemput Nadia ke kampus, sehingga pagi ini ia sudah siap-siap mengantar Nadia ke kampus barunya.


“Al, ingat pesan papah, pastikan Nadia benar-benar sampai ke ruang kelas. Papah yakin kamu sudah paham apa maksud papah”ucap papah Vino sambil menatap Alvin dan Nadia bergantian.


“Iyh pah, Alvin akan mengantar Nadia sampai ke dalam kelas”ucap Alvin.


“Nad, ingat iyh. Kamu masih dalam pengawasan papah, pokoknya papah ngk mau kejadian kemarin terulang di kampus kamu yang baru, ingat tujuan kamu ke kampus itu gapain”ucap papah Vino lagi menasihati Nadia.


“Iyh pah”ucap Nadia.


Setelah selesai memberikan sedikit sarapan pagi yang berupa nasihat akhirnya Nadia dan Alvin berangkat meninggalkan area rumah itu. Begitu juga dengan papah Vino, setelah memastikan Nadia dan Alvin berangkat, ia pun berangkat menuju kantor.


Setelah melewati bebrapa menit perjalanan akhirnya mobil Alvin berhenti disebuah kampus swasta terbaik di kota itu. Kampus yang mahasiswanya berasal dari kalangan atas, dan soal kecerdasan setiap mahasiswa sungguh tidak di ragukan lagi.


Itu sebabnya Alvin tidak ragu mendaftarkan Nadia di kampus ini, karna menurutnya otak encer Nadia sanggup bersaing di kampus bergensi ini. Ya meskipun otak Nadia tidak seencer Alvin. Tak dapat di pungkiri memang, kemampuan Alvin baik di bidang akademik maupun non akademik tidak diragukan lagi, jadi tidak salah di usia mudahnya bahkan Alvin belum menyelesaikan sarjana tapi Alvin sudah bisa menduduki posisi CEO di perusahaan keluarganya.


“Ini kampusnya”ucap Nadia yang sejak tadi diam.


“ya, mulai sekarang Lo kuliah disini. Dan perusahaan kita sponsor terbesar di kampus ini, itu sebab lo bisa keterima disini tanpa ujian”ucap Alvin menatap Nadia “ayo turun, biar gue antar ke ruangan rektor”


“Lo ngk kuliah”ucap Nadia Sambil turun dari mobil setelah Alvin membukakan pintu mobil untuknya. Agak aneh memang, akhir-akhir ini Alvin selalu bersikap manis kepada Nadia. Sampai hampir saja Nadia terlena dengan perlakuan itu, tapi secepat Nadia bisa menguasai diri dan menempatkan diri kembali.


“nanti aku kuliah”ucap Alvin,


Ketika keluar dari mobil, Alvin dan Nadia cukup menjadi perhatian umum karna wajah mereka termasuk wajah-wajah baru dikampus itu.


Dengan memasang wajah datar tanpa ekspresi Alvin dan Nadia tidak menghiraukan hal itu, Alvin menyematkan ke lima jarinya ditangan Nadia dan menarik si pemilik tangan menuju ruang rektor.


“Wah pak Alvin, pagi-pagi sudah datang aja kesini. Mau ketemu pak rektor iyh”ucap salah satu staf yang bertugas menerima tamu dan cukup mengenal Alvin walau hanya sedikit, karna kemarin ketika Alvin mendaftarkan Nadia mereka saling bertemu


“Iyh pak. Saya mau mengurus perkuliahan istri saya, kemarin sudah daftar ulang sih. Bapak rektor nya ada”ucap Alvin tanpa keraguan sedikit pun. Sedangkan Nadia yang mendengar pengakuan dari Alvin membuat perasaan nya tidak karuan, ia sejenak menatap Alvin dengan tatapan yang terkunci.


Entah seperti apa dirinya mengungkap keadaan hatinya saat ini ketika Alvin mengakui dirinya. Ya meskipun sejak awal menikah, Nadia tidak pernh menuntun Alvin mengakui dirinya sebagai menantu satu-satunya keluarga besar Pratama di depan publik.


“Ohh iyh pak. Kebetulan pak rektor sudh konfirmasi kemarin sore. Tapi mohon maaf pak, pak rektor lagi ada tamu. Jadi jika berkenan pak Alvin bisa menunggu disana”ucap staf sambil menunjuk ke kursi tungguh.


Hidup saat ini memang butuh keadilan memang. Karna Alvin merupakan anak dari pemilik setengah saham kampus ini bukan berarti Alvin diperlakukan istimewa jika sedang datang ke kampus ini. Pihak staf tetap memperlakukan SOP kampus untuk menunggu jika ingin bertemu rektor. Dan Alvin pun tidak mempermasalahkan hal, ketika pihak kampus memperlakukan dirinya seperti orang-orang pada umumnya.


“Al, Lo ngk bakal telat ke kampus nanti”ucap Nadia menatap Alvin.


“Lo ngk usah khawatir nad. Gue urus Lo duluh baru gue berangkat kekampus. Gue harus pasti Lo benar-benar masuk ke kelas, dan itu berlaku untuk selamanya. Gue bakal antar sampai benar-benar masuk kelas”ucap Alvin tak mau di bantah.


“Ck kayak anak SMK aja lagi”gerutu Nadia kesal. Saat ini ruang geraknya benar-benar dibatasi Alvin dan juga papah mertuanya.


“Permisi pak Alvin, pak rektor sudah menunggu di ruangan”


“Baik pak, terimaksih”


Setelah mendapat info dari staf, akhirnya Alvin dan Nadia berjalan menuju ruangan rektor.

__ADS_1


“Selamat pagi pak, maaf menunggu lama. Padahal tadi malam kita janjian jam sembilan pagi dan sekarang udh jam sepuluh aja”ucap rektor sambil menjabat tangan Alvin.


“Tak masalah pak. Sya paham kok kalau bapak lagi ada tamu”ucap Alvin sambil menarik kursi buat Nadia.


“Ini anak perempuan tuan vino yang akan melanjutkan pendidikan disini..?”ucap rektor sambil menatap Nadia.


“Bagi papah sya dia anak perempuan, tapi bagi syaa di istri syaa pak. Perkenalkan Nadia Putri Maharani, istri saya”ucap Alvin memperkenalkan Nadia.


“Nadia bapak”ucap Nadia sambil mengulurkan tangannya kehadapan pak rektor.


“Rehan”ucap rektor menyambut tangan Nadia.


Setelah beberapa saat berbicara tentang peraturan kampus dan beberapa kelebihan kampus, akhirnya rektor mengarahkan Nadia dan Alvin menuju ruangan kelas Nadia belajar.


“Mohon perhatian nya semua, kalian kedatangan mahasiswa baru”ucap rektor kepada mahasiswa di kelas.


“Nak Nadia silakan masuk”


Nadia masuk ke dalam kelas di ikuti Alvin dari belakang.


“Perkenalkan diri kamu”


“Perkenallan nama saya Nadia Putri Maharani, biasa di panggil Nadia. Pindahan dari kampus xxxxxxxx”ucap Nadia memperkenalkan diri.


“Itu aja..?”ucap rektor sambil menatap Nadia, sedangkan Nadia hanya mengangguk.


“Baik anak-anak itu perkenalkan singkat dari Nadia, ada yang ingin di tanyakan..?”ucap rektor.


Sebuah pertanyaan yang cukup membuat Nadia bungkam, sejenak ia menatap Alvin dengan raut wajah yang bingung.


“Otaknya terlalu lemah di kampus itu, jadi sya memutuskan untuk memindahkan pacar syaa disini. Karna kalau kelamaan disana takut ngk lulus nanti”ucap Alvin menjawab sekena sjaa. Karna tatapannya kini malah tertuju pada seorang yang ada di pojok ruangan yang menatap dirinya dengan tatapan licik.


“anying memang, gue baru sadar ternyata si Bangs*k itu kuliah disini juga. Mana gue udh terlanjur daftarkan Nadia di kampus ini lagi, kenapa Lo ceroboh lagi sih Al”batin Alvin kesal.


“Baik Nadia, kamu boleh duduk di kursi sebelah sana. Maaf hanya itu kursinya yang kosong”ucap rektor sambil menunjuk satu kursinya yang kosong nomor tiga dari depan. Sedangkan Nadia langsung berjalan menuju kursinya.


“Maaf pak, boleh sya bicara sebentar dengan Nadia..?”ucap Alvin menatap rektor.


“Silakan pak, kalau begitu sya tinggal duluh”


“Baik anak-anak. Sebentar lagi dosen yang mengajar akan masuk, jadi jangan ada yang keluar-masuk kelas. Khusus buat laki-laki jangan ada yang menganggu Nadia, buatlah dia nyaman satu kelas dengan kalian. Terutama kamu Rio”ucap rektor.


“Tergantung pak. Cewek secantik Nadia ngk boleh di anggurin begitu aja pak”ucap Rio dengan senyum liciknya, tak lupa tatapannya menuju Alvin. Sedangkan Alvin hanya bisa mengepalkan tanganya untuk menahan amarah, tidak lucu kalau ia membuat keributan di hari pertama Nadia masuk kampus baru.


“Nad, Lo baik-baik kuliah disini. Nanti sore gue jemput, pokoknya jangan keluar dari area kampus sebelum gue datang. Nanti siang kita makan siang bersama, gue bakal balik kesini”ucap Alvin sambil mengusap rambut Nadia, persis seperti seorang ayah yang mengantar anaknya kesekolah.


“Iyh, Lo hati-hati di jalan. Jangan bilang-bilang smaa sindy kalau gue kuliah disini”ucap Nadia menatap Alvin.


“Lo tenang aja, hanya gue sama Delon yang tau Lo kuliah disini”ucap Alvin lembut.

__ADS_1


Cup


“Gue pergi iyh”ucap Alvin sambil mencium pucuk kepala Nadia.


Agak lain memang, melihat rival sewaktu SMK satu kelas dengan Nadia, membuat Alvin ingin memperlihatkan kepada rivalnya kalau Nadia itu miliknya seorang. Apalagi rivalnya menatap Nadia dengan tatapan penuh dambaan.


“jangan mata smaa hati sayang”bisik Alvin lalu meninggalkan kelas itu.


Blusss


Mendengar kata sayang dari mulut Alvin, seketika itu juga wajah Nadia berubah menjadi udang rebus. Apalagi beberapa menit sebelumnya Alvin sudah mencium kepalanya yang membuat jantung Nadia hampir saja mau lompat dari sarannya.


Entahlah, akhir-akhir ini sikap perlakuan Alvin hampir sjaa membuat tembok pertahanan nya hampir roboh. Sikap romantis Alvin yang secara tiba-tiba membuat hati Nadia tak karuan.


“Cie gemas banget sih kalian nad. Pasti Lo jatuh cinta banget sama perlakuan pacar Lo kan..?secara Lo benar-benar di antar sampai ke ruangan kelas”


“Jadi pengen deh punya pacar kayak dia, pasti gue semakin rajin kekampus kalau di antar laki-laki kayak dia”


Sedangkan Nadia hanya bisa memengang kedua pipinya yang mendadak panas.


Ternyata kampus baru tempat Nadia belajar tidak terlalu mengenal siapa sosok Alvin, karna memang selama ini Alvin kuliah di luar kota dan baru bebrapa bulan kembali ke kota kelahirannya. Bisa juga di katakan Alvin hanya menonjol di kampus nya yang lama dan di dunia bisnis. Sedangkan di kampus lain Alvin tidak terkenal, karna pada dasarnya sosok Alvin cukup tertutup dari orang-orang luar, bahkan akun Instagram yang memiliki cukup banyak pengikut tak mampu mengenal Alvin dengan banyak, selain Alvin yang mengunci akun pribadinya, Alvin juga merupakan manusia yang jarang mengubar kegiatan di akunnya.


Setelah beberapa menit kepergian Alvin, akhirnya dosen yang mengajar pun masuk dan pembelajaran dimulai seperti biasanya.


######


“Laura. Gue memang belum cukup mengenal Lo, tapi gue cukup penasaran apa alasan Lo menyebar foto Nadia waktu di roftop”ucap alvin dingin.


Ya, setelah kejadian foto Nadia terbesar luas di kampus, ternyata Alvin langsung menyuruh Delon untuk menyelidiki siapa yang menyebar foto itu. Dan semua bukti-bukti akun mengarah kepada Laura.


“Alasanya simpel, gue iri smaa dia”ucap Laura tanpa rasa bersalah sedikit pun.


“Dan gue juga mau memperhatikan kepada semua orang di kampus ini, terutama sama Lo kalau kelakuan Nadia itu tidak secantik wajahnya”ucap Laura.


“Dan setelah Lo menyebar foto itu, Lo dapat apa..?”ucap Alvin tersenyum mengejek Laura.


“Ngk ada kan”ucap Alvin miris melihat tingkah Laura.


“Laura Laura, gue cukup miris sih melihat tingkah laku Lo selama ini. Lo sadar ngk sih, Lo itu bertindak tapi tindakan Lo ngk ada yang menguntungkan Lo sama sekali. Setelah semua anak kampus ini tau sifat Nadia, ada yang berubah ngk..?bahkan kehebohan itu hanya terjadi beberapa jam sja kan..?”ucap Alvin lagi.


“Setidaknya semua orang dikampus ini tau, kalau sifat Nadia tidak sebaik itu”ucap Laura lagi.


“Setidaknya hal itu tidak berpengaruh dengan masa depan Nadia. Laura, tolonglah, lain kali kalau bertindak tuh usahakan yang menguntukan kamu”.


“Satu hal yang harus Lo tau, sebesar apapun lo membongkar sifat buruk Nadia di depan gue, itu tidak akan membuat Nadia lebih dari Lo. Lo itu ngk ada apa-apanya dengan nadia”


“Asal Lo tau. Gue cinta smaa Nadia karna kekurangannya, gue suka dengan sifat buruknya Nadia makaya gue bersih keras buat pacaran sma nadia. Gue lebih cinta smaa cewek berandalan dari pada cewek yang sok kalem, jangan Lo pikir selama ini gue ngk tau kalau Lo suka smaa gue”ucap Alvin dingin “gue sadar selama ini Lo mencoba mencari perhatian sama gue”


“Tapi sorry, gue ngk suka sama cewek yang suka umbar tubuhnya”bisik Alvin lalu pergi meninggalkan meja yang ditempati Laura dan teman-temannya.

__ADS_1


Sedangkan Laura hanya bisa mengepal tanganya ketika mendengar Alvin begitu membela Nadia. Padahal Nadia tidak ada yang perluh di istimewa.


__ADS_2