Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 59


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya Alvin dan Nadia sudah sampai dirumah sakit. Sebelumnya Alvin mencari tempat parkir yang tidak jauh dari lobby rumah sakit dan tidak terlalu dekat.


“Yuk”ucap Alvin ketika sudah turun dari mobil.


“Lo aja deh yang masuk Al, gue tungguh di mobil saja”ucap Nadia engga melangkah menuju lobby.


“Nadia sayangnya Alvin, yang sakit itu papah kamu ngk mungkin dong tiba-tiba cuman aku yang datang menjenguk”ucap Alvin sambil menarik tangan Nadia.


“Udah yuk, tenang aja ada gue disini”ucap Alvin yang mengerti jalan pikiran Nadia.


“Kalau gue sampai kelepasan emosi Lo ingatkan gue iyh Al, soalnya di dalam pasti banyak keluarga dari papah”ucap Nadia yang sadar betul dimana dirinya yang tidak pernh bisa menahan emosi.


“Iyh nad, Lo tenang aja”ucap Alvin menenangkan Nadia.


“permisi mba, kamar atas nama Bram putra Maharani dimana iyh”ucap Nadia kepada suster yang menjaga mejaa resepsionis.


“Diruangan VIP mawar no 14 nona”


“Baik terimakasih”


Setelah beberapa saat mencari ruangan yang dimaksud suster, akhirnya mereka menemukan ruangan itu “mawar 14”


Setelah cukup mengumpulkan keberanian dan mencoba meredam emosi akhirnya Nadia masuk ke dalam ruangan diikuti Alvin dari bekalang.


“Assalamualaikum”ucap Nadia masuk ke dalam ruangan itu.


Betapa terkejutnya Nadia ketika ia masuk ke dalam ruangan ternyata bukan hanya Rania sja yang ada di dalam ruangan itu, ternyata nenek dan juga tante dari papahnya sudah ada disana.


“Nenek, Tante”ucap Nadia hendak menyalim nenek dan Tante bergantian.


“Setelah beberapa hari papah kamu di rawat dirumah sakit kamu baru datang untuk menjenguk”bukannya menyambut tangan Nadia, wanita paruh bayah itu malah memarahi Nadia.


“Maaf nek beberapa hari ini nadia ada sedikit masalah, jadi belum bisa menjenguk papah”ucap Nadia mencoba untuk ramah.


“Masalah..?makaya jadi perempuan itu jangan jadi manusia berandalan, papah mu dikampus itu seorang sponsor terbesar, tapi kamu anaknya malah seenak jidat merokok, dasar anak tidak tau malu”ucap wanita itu.


“Maaf nek, Nadia khilaf”ucap Nadia menundukkan kepada.

__ADS_1


“Kamu memang sama seperti mamahmu, benar kata orang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, mamahmu berandalan tapi kamu lebih berandalan”


“Mah sudah lah, yang penting Nadia sudah datang kesini, itu sudah membuat Bram bahagia”ucap Bram menghentikan perdebatan mamahnya dengan Nadia.


“Sampai kapan kamu diam Bram, anak seperti Nadia harus di kasih pelajaran, supaya tidak kebiasaan membuat nama keluarga malu”


“sejak duluh sudah mamah ingatkan, kalau seorang anak yang terlahir dari rahim seorang ****** pasti hasilnya tidak benar. Sejak duluh mamah sudah melarang kamu untuk tidak menikah dengan Lisa, tapi kamu selalu membela ****** sialan itu. Untung dia sudah meninggal dunia”


“Mah, Lisa bukan ******. Lisa tidak pernh menggoda Bram. Bram yang terlebih dahulu menodai Lisa supaya tidak ada laki-laki yang mau dengan Lisa kecuali Bram”ucap Bram membela Lisa.


“Alahhh sejak duluh selalu saja si ****** itu kau bela, apa sih yang kamu lihat dari dia, kaya sih iyh tapi sekali ****** tetap saja akan jadi jalang”


“Stop”bentak Nadia.


“Kan apa mamah bilang, anak sama mamah itu sama, jika mamahnya seperti pelacur maka anaknya akan seperti preman, buktinya dia berani membentak mamah”


“Sudah lah mah, ini rumah sakit. Lagian Mba Lisa sudah meninggal, gapain sih mamah selalu menghina Mba Lisa”ucap Tante Nadia yang sadar akan emosinya Nadia.


“Anda bisa menghina saya tapi jangan pernh anda hina mamah sya, anda ngk tau tentang kehidupan mamah sya. Di dalam hidup mamah sya anda hanya orang luar mungkin kalau mamah sya tidak mengenal anak anda, manusia seperti anda tidak berarti dalam hidup mamah sya”bentak Nadia menatap tajam neneknya.


“Saya rasa telinga anda tidak rusak, perluh anda garis bawahi kalau anak kebanggaan anda yang merusak mamah saya, dengan begitu biadabnya anak anda memperkosa mamah saya, lalu dibagian mana lagi mamah syaa sebagai ******..?”bentak Nadia tidak memperdulikan kalau yang dihadapannya itu adalah wanita berumur.


“Diam kamu Nadia, semakin lama kamu semakin melunjak, dasar kamu anak haram”bentak wanita itu tak terima sejak tadi membentak dirinya.


Plakkkk


“Nadia sabar sayang”ucap Alvin menahan Nadia yang hendak kembali menampar wanita yang ia tau sebagai nenek Nadia.


“Diam Al, biarkan aku berekspektasi dengan wanita tidak tau diri ini”ucap Nadia.


“saya memang anak haram, tapi perluh saya ingatkan kembali kalau syaa anak haram karna anak anda yang biadab itu, jika sja anak anda tidak memperkosa wanita yang bernama Lisa saya tidak akan menjadi anak haram, paham”bentak Nadia.


“Kalau sya yang hanya merokok bisa mempermalukan keluarga anda lalu apa kabar anak anda yang selingkuh dengan wanita lain..?”bentak Nadia yang membuat wanita itu diam seketika. Memang benar adanya, ketika ia mengetahui Bram selingkuh dia hanya diam saja, yang penting uang bulanan mengalir lancar maka apapun kelakuan Bram wanita akan masa bodoh.


“Kenapa anda diam..?ohh lupa, anda memang tidak mempunyai malu iyh. Menikmati harta dari seorang jalang”ucap Nadia yang melihat mereka semua diam.


“Tutup mulut kamu Nadia, saya nenek kamu. Hormat sedikit”

__ADS_1


“Saya ngk tau cara menghormati orang yang lebih tua”


“Bram, bilangin Nadia supaya tidak menghina mamah lagi, mamah dihina begini kok diam aja”sedangkan Bram hanya diam saja, karna kalau emosi Nadia sudah meledak maka akan susah di redamkan, bingung juga sikap Nadia yang emosian turunan dari mana sementara Lisa orangnya yang lemah lembut.


“Niat sya kesini baik sih, tapi malah dpat kejutan seperti ini. Saya masih menghargai Anda karna anda adalah mertua dari mendiang mamah sya, tapi perluh anda tau saya bisa sja mencabut semua fasilitas yang anda nikmati, anda tidak lupa kan semua aset peninggalan mamah sya sudah dirubah atas nama sya, baik dari perusahaan, rumah dan mobil-mobil, kalau saya mau syaa bisa mengambil alih perusahaan yang di pimpin anak anda”ucap Nadia mengancam mereka. Memang benar adany, sebelum Lisa meninggal dunia, ia sudah mengubah semua aset peninggalan dari orang tuanya atas nama Nadia.


Berhubung karna suaminya sudah selingkuh maka Lisa tidak mau jika suatu saat dia tidak ada Nadia akan menjadi gelandangan. Anggap saja Lisa tidak percaya kepada suaminya sendiri.


“Ambil alih saja, tau apa kamu soal perusahaan. Yang kamu tau hanya merokok sjaa kan..?”


“Oke, mulai detik ini perusahaan syaa ambil alih. Anda tidak lupa kan saya punya suami yang ahli di bidang bisnis”


Setelah mengatakan hal itu Nadia berjalan mendekat ke arah tempat tidur papahnya.


“Papah cepat sembuh. Perlu papah tau kalau Nadia semakin kecewa sama papah, ternyata papah adalah laki-laki biadab yang tega memperkosa mamah”ucap Nadia sambil menahan laju air matanya.


“Kalau papah sudah sembuh dan keluar dari sini langsung kabarin Nadia, karna nadia ingin secepatnya mengambil alih semua perusahaan mamah tanpa terkecuali”ucap Nadia tanpa beban sedikit pun.


“Nadia jangan seperti ini nak, papah minta maaf atas nama nenekmu, lagian perusahaan Alvin sudah besar dan mungkin ia sibuk di sana, tidak mungkin ia sempat mengurus perusahaan kita”ucap Bram membujuk Nadia.


“Perusahaan sya pah bukan kita. Setelah mamah meninggal papah ngk punya hak lagi atas perusahaan itu”ucap Nadia membenarkan ucapan Bram yang sedikit keseleo.


“Jangan begitu Nadia, biar bagaimana pun papah adalah suami mamah kamu, selama ini papah yang ngurus semua perusahaan mamah kamu”ucap Bram tidak terima.


“Lebih tepatnya mantan suami pah, setelah mamah meninggal Nadia anggap kalian sudah bercerai. Dan terima kasih sudah mengurus perusahaan selama ini pah, tapi sepertinya Nadia tidak perluh mengaji papah kan..? soalnya semua uang yang papah keluarkan sama Rania dan orang tua papah itu sudah termasuk gaji papah”


“Maksudnya, jadi selama ini kamu anggap papah orang lain..?kamu anggap papah karyawan di perusahaan papah sendiri. Lagian papah ngk mengeluarkan uang yang melebihan buat mereka”


“Bukan aku yang mengganggap papah orang lain, tapi papah yang mengganggap kami orang lain. Kalau papah menganggap kami keluarga papah tidak akan selingkuh, orang tua papah tidak akan menghina mamah”ucap Nadia dengan tangis yang sudah pecah setelah mengingat kembali perselingkuhan Bram.


“jangan papah pikir selama ini Nadia cuek terhadap perkembangan perusahaan Nadia ngk tau apa-apa aja yang terjadi disana. Perluh papah tau, pemasukan, pengeluaran dan kerugian perusahaan otomatis laporan masuk ke email Nadia”ucap Nadia yang mengbungkam Bram. Bram tidak menyangka kalau Lisa akan bertindak sejauh itu, bram tidak sadar kalau Lisa sudah mengubah sistem perusahaan.


Sedangkan Bram hanya menatap Alvin, berharap Alvin bisa membujuk Nadia sedikit aja. Karna ia tau perlahan Nadia sudah mulai tunduk dengan Alvin.


“Seperti ucapan istri syaa sebelumnya, cepat atau lambat perusahaan Maharani grup akan segera kami ambil alih. Saya secara pribadi masih sanggup mengolah perusahaan itu berhubung papah saya juga belum pensiun dari Pratama grup, jadi nanti sya bisa bagi tugas dengan papah”ucap Alvin yang sejak tadi diam saja menyaksikan perdebatan istrinya dengan keluarga besarnya yang memperebutkan masalah harta.


“Nadia ngk perluh jelaskan apa-apa lagi kan”ucap Nadia dingin.

__ADS_1


“Al kita pulang”ucap Nadia dingin.


“Saya pastikan ini terakhir kalinya anda menggunakan harta mamah sya yang anda sebut sebagai seorang jalang”bisik Nadia ditelinga neneknya lalu meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2