Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 37 dibalik makan malam (Leon)


__ADS_3

Ternyata Leon sudah menunggu Nadia di lantai bawah, dengan wajah yang begitu bahagia ia menyambut kedatangan Nadia.


“Kita berangkat”ucap Nadia dingin sedangkan Leon hanya mengangguk sambil mengikuti Nadia dari belakang.


Leon membuka pintu mobil buat Nadia, dirasa Nadia sudah nyaman Leon menjalan mobilnya meninggal kediaman tuan vino.


Tanpa mereka sadari Alvin menatap mereka dari balkon kamar, tanpa sadar Alvin mengepal tangannya, ingin rasanya ia meneriaki Nadia supaya tidak pergi bersama Leon.


Tapi ego nya yang cukup besar sehingga Alvin hanya bisa menatap mobil Leon yang semakin menjauh dari pandangannya.


“Loh Al, kamu mau kemana nak..?”ucap nyonya ayu yang sedang duduk di ruang tamu bersmaa papah vino.


 


“Mau gintilin istri yang sedang selingkuh sama sepupu sendiri mah”ucap Alvin dingin dan menatap papah vino dengan tatapn tajam.


“Gapain kamu mengikuti Nadia, toh Nadia pergi bersama Leon pastilah Leon menjaga dia. Lagian kamu tidak mencintai Nadia bukan..?lalu buat apa kamu harus seheboh itu ketika Nadia pergi bersama Leon..?Leon itu mantan tunangan Nadia, jadi wajar kalau dia masih menginginkan Nadia”ucap papah vino memprovokasi Alvin.


“pah”tegur mamah ayu supaya papah vino berhenti berbicara, sedangkan papah vino mengangkat tanganya supaya mamah ayu tidak menghalanginya berbicara.


“di awal papah sudah ingatkan smaa kamu, Nadia itu gadis cantik, dia berbeda dari gadis pada umumnya, sudah pasti banyak yang tergila-gila kepadanya”ucap papah vino lagi.


“Jaga Nadia Alvin, karna di luaran sana banyak yang menunggu jandanya Nadia, tapi omongan papah selalu kau anggap seperti angin lalu. Nadia sudah berjalan jauh, kamu tidak dengar tadi dia telah meminta cerai kepada Alvin..?apalagi saat ini ia sedang berduaan dengan Leon, kita tidak tau hati seseorang bukan..?”ucap papah vino tersenyum mengejek Alvin.


“Jangan kamu ngangu Nadia dan Leon, biarkan mereka menghabiskan waktu mereka berdua duluh”ucap papah vino.


Sedangkan Alvin hanya bisa menahan amarahnya ketika mendengar ucapan papahny, andai saja lelaki paru baya yang dihadapannya ini bukan ayah kandungnya, mungkin Alvin sudah memisahkan kepala dan lehernya.


“Apapun tujuan Alvin menikahi Nadia, tetap sjaa Alvin tidak terima kalau Nadia berduaan dengan laki-laki lain. Alvin suami Nadia, separuh hidup Nadia ada ditangan Alvin”ucap Alvin menatap tajam papah ayu.


“Sebenci-benci Alvin kepada Nadia, Alvin tidak akan rela jika Nadia jalan berduaan dengan laki-laki lain, tidak ada yang boleh mengusik apa yang Alvin miliki, mau itu Leon atau siapapun, termasuk papah sendiri”ucap Alvin


“Suami mana yang rela jika istrinya sedang berduaan dengan laki-laki lain”ucap Alvin dingin“lon ayo kita pergi”


"istri mana yang rela melihat suaminya menyimpang mantan pacarnya di apartemen"sindir papah Vino yang membuat Alvin bungkam, tidak bisa menjawab sindiran papah Vino.


Sedangkan papah vino hanya terkekeh geli mendengar ucapan anak semata wayangnya, dari sikap Alvin saat ini ia sudah bisa simpulkan kalau Alvin telah jatuh cinta kepada Nadia, tapi gengsi Alvin mahal seperti taj mahal sehingga ia tidak menyadari sikap yang cemburu.


“Papah tidak seharusnya memaksa Nadia pergi bersama Leon, papah juga harus memikirkan perasaan Alvin sebagai suaminy, apa kah papah sadar sudah mempermainkan perasaan suami istri itu..?”ucap mamah ayu kesal.


“Bermain sedikit tak apa sayang, papah mau lihat sampai dimana Alvin menyembunyikan perasaan terhadap Nadia”ucap papah vino tanpa rasa bersalah.


“Untuk menguji cintanya Alvin bukan seperti ini caranya pah, awas iyh kalau Nadia maupun Alvin terluka segores pun siap-siap papah tidur di gudang belakang”ancam nyonya ayu, memang sejak mengetahui Nadia akan pergi bersama Leon perasaan nyonya ayu sudah tidak karuan lagi. Apalagi ketika mendengar perdebatan Nadia dan Alvin waktu dikamar, maka pikiran negatif itu mulai berkerja aktif tentunya.


Jika Alvin dan juga papah vino sedang berdebat, maka berbeda dengan Nadia dan Leon, sejak tadi mereka meninggalkan kediaman Nadia hanya terdengar suara mesin mobil saja. Mereka berdua sibuk dengan pemikiran masingmasing.


“Nad”ucap Leon memecahkan keheningan.


“Mm”ucap Nadia.

__ADS_1


“Tadi di kamar atas Lo sama Alvin kelahi..?gue dengar Lo sebut perceraian”ucap Leon yang sejak tadi penasaran dengan perdebatan mereka.


“Ngk papa kok, Lo salah dengar kali, ngk mungkin kan aku sama Alvin bercerai orang kami berdua sepupuan”ucap Nadia berbohong.


“Emng kamu smaa Alvin sudah sedekat itu iyah, berkelahi kayak suami istri aja deh”ucap Leon terkekeh geli ketika mendengar perdebatan Alvin dan Nadia beberpa menit yang lalu.


 


“Di bilang dekat banget ngk juga sih, kami tuh satu kampus, satu rumah pula, jadi hampir setiap hari kami berdebat, dan untuk orang-orang dirumah itu sudah hal yang biasa, buktinya tadi ngk ada yang heboh kan pas aku sama Alvin kelahi”ucap Nadia mencoba menjelaskan kepada Leon, karna setau Leon mereka hanya sepupu sja, buka suami istri.


“Biasa lah, dua manusia remaja yang terus berbeda pendapat jadi wajar kalau sering kelahi”ucap Nadia lagi, sedangkan Leon hanya ber o ria saja.


Akhirnya setelah melakukan perjalanan hampir tiga puluh menit, Leon menghentikan mobil disebuah bangunan yang cukup unit menurut Nadia.


Karna disebut sebagai restoran tidak juga karna sangat sepi, bahkan hanya beberapa lampu yang menyala. Bahkan jika dia sebut bangunann tidak layak pakai tidak juga karna bangunan itu masih bagus cuma hanya gelap saja.


“Kita makan disini..?”ucap Nadia sambil turun dari mobil.


 


“Iyh, kita makan disini dulh, habis itu kita lanjut belanja buat kebutuhan aku di Amerika nanti”ucap Leon sambil menarik tangan Nadia.


“Kamu serius mau makan disini..?gelap begini..?ini bukan restoran Leon, ini seperti kuburan”ucap Nadia tiba-tiba merinding.


“Ini restoran Nadia syang, cuma aku sudah boking untuk kita berdua aja, aku mau yang privasi aja”ucap Leon menyakinkan Nadia “ayo masuk”


“Tapi aku takut Leon”ucap Nadia engga masuk, terbukti ia tidak bergerak sedikit pun ketika Leon menarik tangannya.


Karna desakan dari Leon, akhirnya naik mengikuti langkah Alvin menuju bangunan yang gelap itu.


Sampai di dalam, Leon langsung menarik tangannya yang ia yakini kalau itu ruangan VIP. Dan benar saja, ruangan itu VIP sudah di lengkapi dengan menu makan malam, supaya lebih nyaman di atas meja telah disediakan lilin aromaterapi.


“Kita cuma makan berdua loh, kenapa harus semewah ini Leon, ini terlalu berlebihan”ucap Nadia cukup kagum dengan persiapan Leon.


“Tidak ada yang berlebihan untuk orang yang aku sayangi Nadia, lagian ini adalah pertemuan terakhir kita bukan..?”ucap Leon dengan penekanan yang sulit di artikan.


“Silakan duduk nad”ucap Leon sambil menarik kursi buat Nadia.


Akhirnya mereka makan dalam diam, sesekali Leon menatap ke arah Nadia dengan senyuman tipis di wajahnya, berbeda dengan Nadia untuk menghargai Leon, ia berpura-pura seperti menikmati menu hari ini padahal perutnya sudah cukup terisi mengingat Nadia sudah makan terlebih dahulu dirumah.


“Makanan di atas meja Leon, gapain kamu lihatin aku terus seperti itu, kayak aku ada utang aja lagi”ucap Nadia yang sadar jika Leon mencuri-curi pandang kepadanya, sedangkan Leon hanya terkekeh.


 


“Nad”panggil Leon setelah menyelesaikan makannya


“Mm”ucap Nadia seperti biasa, nada dinginnya tidak ketinggalan.


 

__ADS_1


“Kita kawin lari aja yuk, malam ini kita akan terbang ke Amerika aja, disana kita memulai hidup baru nad, aku punya tabungan yang cukup membiayai hidup kita di Amerika beberapa tahun kedepan”ucap Leon menatap serius Nadia, tapi sayangnya Nadia menganggap itu hanyalah sebuah candaan.


“Ngk usah ngelantur kalau ngomong tuh, lagian ngk mungkin aku kawin lari denganmu, sudah berpa kali aku jelaskan Leon, aku sudah bersuami dan aku bahagian hidup dengan suami ku yang sekarang”ucap Nadia terkekeh geli.


“Aku serius Nadia, aku ingin hidup berdua aja sama kamu, aku sayang dan cinta smaa kamu nad”ucap Leon dengan wajah yang serius.


“Maaf Leon, aku tetap tidak bisa hidup bersama mu, lagian kalau aku masih singel tetap sama aku tidak mau menikah sama kamu”ucap Nadia menatap Leon.


“Baiklah tak apa, aku juga tidak akan memaksa kamu. Kamu tetap disini iyh, aku mau ke toilet sebentar baru kita berangkat belanja”ucap Leon sambil berdiri dari kursinya dan berjaln menuju kamar mandi.


Hinggap lima menit kemudia Leon belum juga kembali dan hal itu membuat Nadia sedikit jenuh, pasalnya hanya dia sendiri yang berada di ruangan yang kata VIP itu.


Shut


“Apa yang kamu lakukan Leon”ucap Nadia terkejut.


“Memng aku gapain nad..?”ucap Leon tanpa rasa bersalah.


“Maksud dari pisau ini apa..?kamu mau membunuh aku..?jangan gila kamu Leon”ucap Nadia panik, karna mata pisau itu sedikit mencium kulit mulus di leher Nadia.


Jauh dari pemikiran Nadia, ternyata dengan begitu jahatnya dari belakang Leon mengarahkan sebuah pisau keleher Nadia.


“Kalau aku tidak bisa memiliki kamu, maka orang lain pun tidak bisa termasuk yang namanya suami itu”ucap Leon tidak bermain-main dengan ucapannya.


Dengan posisi duduk Leon memeluk Nadia dari belakang sambil mengarahkan pisau di leher.


“Kamu gila..?mau kamu apa..?”ucap Nadia semakin panik, pasalnya mata pisau itu beberapa kali menyentuh kulit mulus Nadia, yang berarti Leon tidak main-main.


“Iy, aku gila, aku gila gara-gara kamu Nadia, aku sudah meminta baik-baik kepadamu, tapi kamu selalu menolak aku. Mari kita kawin lari”bisik Leon ditelinga Nadia.


“Kamu jangan gila Leon, aku sudah menikah dan punya suami”teriak Nadia masih mencoba untuk terlihat tenang.


“Persetanan dengan suami Nadia, pokoknya aku mau kamu ikut bersamaku, jika tidak maka jangan harap kamu bisa bersama suamimu”ucap Leon


“Please Leon, jangan seperti ini, masih banyak perempuan di luaran saya yang lebih baik dari aku, yang menerima kamu apa adanya dan yang mencintai kamu”ucap Nadia mencoba menjelaskan kepada Leon.


“Tapi aku maunya kamu Nadia, aku mau kamu”bentak Leon yang membuat Nadia menelan salivanya dengan kasar.


“Aku yang bertahun-tahun menunggu kamu, aku selalu berharap kalau kamu akan kembali bersama ku, aku selalu bermimpi supaya kita hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti. Tapi kamu kembali dengan embel-embel sudah menikah, aku tidak akan pernh terima Nadia, kalau aku tidak bisa memiliki kamu maka jalan satu-satunya kamu harus mati Nadia”ucap Leon sambil menggores sedikit kulit Nadia, sehingga mengeluarkan sedikit darah segar.


****


Sedangkan Nadia hanya merasa jerih ketika Leon menggores sedikit mata pisau itu di leher.


Sungguh


Saat ini Nadia benar-benar tidak sanggup berbuat apa-apa, bergerak sedikit sama maka pisau di lehernya akan memutus lehernya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2