
Sedangkan Nadia yang mendengar itu bukan marah atau pun memberontak, biasanya kalau Alvin menghinanya mereka akan beradu argumen, bahkan Nadia akan langsung menampar Alvin.
Tapi saat ini Nadia sungguh tidak sanggup melakukannya, memberontak pun Nadia sungguh tidak sanggup, ingin rasanya ia mengangkat tangannya menampar Alvin, tapi entah ia merasa saat ini tidak sanggup hanya untuk mengangkat tangan.
Tes
Tes
Bukannya marah, tapi malah air mata Nadia keluar begitu saja, menetes secara sempurna di kedua pipi mulusnya.
Sakit..? tentu
Itulah yang di rasakan Nadia saat ini, untuk pertama kalinya seseorang menghinanya di area paling sensitif dan dengan bodohnya lagi ia tidak sanggup berbuat apa-apa.
Untuk pertama kalinya ketika Nadia di hina orang menangis, padahal jika Nadia dihina ia akan melawan itu.
Sesakit ini kah di hina oleh suami sendiri..?
Sesakit ini kah ketika seseorang meragukan kesuciannya..?
Cup
Melihat Nadia yang hanya diam saja, Alvin mencium bibir Nadia dengan cukup kasarnya, Alvin seperti mendapat angin segar ketika melihat Nadia tidak memberontak.
Saat ini bukan hanya mulut Alvin yang bekerja, melain tangan Alvin mulai aktif mengabsen daerah tubuh Nadia yang sensitif.
Melihat Nadia kehabisan napas Alvin langsung menyudahi ciumannya.
“bernapas bodoh, Lo mau mati..?”ucap Alvin dengan suara serak. Hanya menyentuh bibir dan kedua aset Nadia sudah membuat gairah Alvin membatah.
Ketika Alvin menyudahi ciuman nya, ketika itu juga Nadia perlahan merosok kebawah.
“hik hik hik apakah gue sehina itu di mata lo..?”hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Nadia.
“Kalau Lo tau gue wanita murahan kenapa Lo masih mencium gue..?apakah gue ngk ada harganya sedikit pun di mata Lo..?salah gue dimana..?”ucap Nadia menenggelamkan wajahnya di lututnya.
“Kalau Lo meragukan kesucian gue kenapa Lo masih menahan gue disini..? kelepasan gue Alvin”ucap Nadia masih dengan posisi yang sama.
Deg.
Mendengar tangis Nadia membuat jantung Alvin seakan berhenti berdetak, hatinya sakit mendengar tangis Nadia. Apakah dia sudah keterlaluan..?ketika meragukan kesucian Nadia..?padahal nyata nya alvin tau dengan sangat jelas kalau Nadia tidak pernh berpacaran.
“Lo bisa menghina gue, gue bisa terima, tapi tolong jangan hina gue di bagian kesucian. Karna gue berani bersumpah bahwa gue masih suci, dan asal Lo tau ciuman pertama gue Lo sendiri yang ambil waktu di kantor”ucap Nadia memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap Alvin.
Mendengar hal itu Alvin hanya diam seribu bahasa. Saat ini ia sadar bahwa ia sudah sungguh keterlaluan menghina Nadia. Tapi ada kebahagiaan tersendiri baginya ketika mengetahui bahwa ia lah yang mendapatkan ciuman pertama nadia.
“maaf”hanya satu kata yang keluar dari mulut Alvin.
__ADS_1
“Gue butuh waktu sendiri, Lo keluar duluh”ucap Nadia tidak menghiraukan ucapan maaf dari Alvin.
“Ngk baik terlalu lama di kamar mandi nad”ucap Alvin sambil membantu Nadia berdiri.
“Al tolong, gue butuh waktu sendiri”lirih Nadia dengan tatapan lelah.
Mau tidak mau Alvin pun keluar dari kamar mandi dan membiarkan Nadia di kamar mandi dengan posisi duduk sambil bersender di tembok.
“Bodoh Lo Alvin, jangan pernh luluh dengan air matanya Nadia”ucap Alvin memperingati diri sendiri.
Jika Nadia termenung di kamar mandi maka berbeda dengan Alvin yang diam mematung berdiri di balkon kamarnya.
Jika sudah seperti ini maka Alvin bingung harus bersikap seperti apa kepada Nadia, terutama bersikap kepada Leon yang notabennya sepupunya begitu menyukai istrinya.
“Ngimna rasanya istri sendiri di sukai sepupu sendiri..?bahkan dengan terang-terangan mengajak menikah”ucap papah vino yang entah sejak kapan berdiri disamping Alvin.
“Beruntungnya Nadia disukai oleh banyak laki-laki, mungkin yang akan memiliki Nadia seutuh harus waspada, karna saingannya bukan satu atau dua orang saja”ucap papah vino terkekeh geli.
“Apa sih pah, mata laki-laki yang menyukai Nadia aja yang buta, sampai segitunya menyukai Nadia”ucap Alvin kesal.
“termasuk kamu”ucap papah vino membungkam Alvin.
“Ngak, Alvin tidak ada di antara laki-laki itu, Alvin tidak menyukai Nadia”ucap Alvin semakin kesal “kayak ngk ada perempuan lain aja”
“Banyak kok perempuan, termasuk perempuan yang kamu sembunyikan di apartemen mu itu kan”ucap papah vino dan lagi-lagi membungkam Alvin.
“papah tidak perlu minta penjelasan kepadamu kalau masih menyimpang mantan pacarmu di apartemen mu”ucap papah vino to the point’
“Papah tau soal itu”ucap Alvin
“Apa sih yang ngk papah tau soal kamu..?jangan panggil papah Alvin Alfian Pratama kalau soal begitu saja papah tidak tau”ucap papah vino dengan percaya diri.
“ck”guman Alvin kesal.
“tadi istri mu di lamar sama Leon, dan istrimu juga mengajak Leon bicara empat mata, mungkin dia sudah menerima lamaran Leon”ucap papah vino memanasi Alvin.
“mungkin om sekarang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, karna setelah leon kembali mereka langsung izin pamit”ucap papah vino kembali.
“Ahhh papah, apaan sih, ngk mungkin Nadia menerima lamaran Leon, emang Nadia perempuan apaan”ucap Alvin kesal.
“Kenapa tidak..?secara Nadia dan Leon sempat mau bertunangan, karna semasa hidupnya mamah Nadia mereka sudh di jodohkan”ucap papah vino dan lagi-lagi berhasil memanasi Alvin, terlihat dari Alvin yang diam seketika sambil mengepal tangannya.
“Papah sarankan nih iyh, kalau kamu masih ingin membalas dendam kepada Nadia, papah punya ide, kamu harus membuat Nadia jatuh cinta kepadamu”ucap papah kembali mendukung Alvin, agak lain memang, jika tadi papah vino memanasi Alvin maka sekarang ia mendukung Alvin untuk membalas dendam nya kepada Nadia.
“kenapa harus begitu.?kayak Alvin yang sedang ngemis cinta aja lagi sama Nadia”ucap Alvin tak terima.
“Kau harus membuat Nadia jatuh cinta sama kamu dan setelah itu kamu membuang dia. Bukan kah itu lebih sakit daripada kamu menyiksa dia..? Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, dengan artian selain kamu merusak hati Nadia, kamu juga akan merusak mental Nadia kan”ucap papah vino.
__ADS_1
“ehh papah benar juga, Alvin harus membuat Nadia jatuh cinta sedalam-dalamnya kepada Alvin, lalu setelahnya Alvin akan membuang dia”ucap Alvin yang dengan bodohnya mengikuti ucapan papahnya.
“yes, anak nakal satu ini cepat juga masuk perangkap ku”batin papah vino dengan senyum liciknya.
“ya Alvin akan membuat Nadia tergila-gila kepadaku”ucap Alvin memantapkan ide papah vino.
“Dan kita lihat siapa yang pada akhirnya tergila-gila, kamu yang akan tergila-gila kepada Nadia dan kamu sendiri juga yang bertekuk lutut dihadapan Nadia, atau Nadia sendiri yang berusaha melepaskan diri dari kamu”batin papah vino bahagia karna Alvin dengan begitu mudah masuk dalam perangkapnya.
Tanpa mereka sadari sepasang mata mendengarkan pembicaraan ayah dan anak itu dengan kesal dan geram, kesal karna papah vino yang mendukung Alvin dan geram dimana Alvin yang begitu bodohnya menyetujui ide gila papahnya.
“Papah, bukannya menasihati Alvin ini malah memanasi alvin, anak smaa bapak sama aja”ucap mamah ayu kesal.
“Papah masuk kembali kekamar atau tidur di kamar tamu, sejak kapan ruang kerjamu pindah kesini”ucap mamah ayu sambil menarik telinga papah vino.
“Ihh sayang bercandanya ngk lucu, masak aku tidur di kamar tamu. Lagian kalau aku tidur disnaa trus siapa yang menjadi guling hidupku”ucap papah vino dengan muka memelas.
“Emng kayak tetangga sebelah, udah punya istri tapi masih peluk guling”ucap papah vino menyindir Alvin.
“siapa maksudmu tetangga sebelah..?kamu ngintipi tetangga sebelah tidur..?”ucap mamah ayu menyemprot papah vino dengan Omelan.
“siapa lagi kalau bukan anak disebelahmu”ucap paph vino melirik Alvin.
“apaan sih pah, jangan mulai deh, sana sudah mamah smaa papah keluar, soal Nadia mau keluar dari kamar mandi”ucap Alvin kesal sambil mendorong papah vino dan mamah ayu bergantian.
“Emang kalian habis gapain..?kok Nadia dikamar mandi..?”ucap papah vino kepo.
“habis bertengkar”ucap Alvin jujur tapi kedua pasangan yang sudah termakan umur dihadapannya salah mengartikan perkelahian mereka.
“Baiklah, sering-seringlah kalian berkelahi, supaya mamah sama papah cepat dapat cucu. Ayo mah mereka akan melanjut perkelahian mereka”ucap papah vino memeluk pinggang mamah ayu.
“apa hubungannya berkelahi sama supaya cepat dapat cucu”guman Alvin bingung “anak sama menantu sedang berkelahi malah senang, disuruh sering-sering kelahi lagi”guman Alvin lagi masih belum mengerti ucapan papah vino.
1detik
2detik
3detik
“dasar om-om mesum, gue bahasnya kemna mereka mikirnya kemana”ucap Alvin kesal karna sudah paham maksud berkelahi dalam versi papahnya.
Tak dapat di pungkiri kalau ide papah vino menari-nari di kepalanya, menurutnya ide itu cukup menarik untuk di lakukan
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Nadia keluar dari kamar mandi dengan muka yang sudah segar, tidak lagi mata sebamnya.
“ngk mandi..?”ucap Nadia melihat Alvin yang diam mematung menatap dirinya, sepertinya Nadia sudah melupakan kejadian waktu di kamar mandi.
“Bentar lagi”ucap Alvin dingin menatap Nadia dengan tatapan sulit di artikan. Sedangkan Nadia hanya ber o ria saja.
__ADS_1