
Sementara Nadia dan Leon sekarang berada di samping rumah, kebetulan disana disedia taman lengkap dengan kursi, tak lupa dilengkapi sebuah kolam kecil lengkap dengan air pancurnya, supaya lebih berkesan kolam itu di isi dengan ikan hias.
“Maaf Leon, aku ngk bisa menikah dengan kamu”ucap Nadia langsung to the point’
“Tapi kenapa nad..?aku cinta sama kamu, bahkan aku selalu setia menunggu kamu sampai sekarang”
“Leon, kita di jodohkan hanya karna bisnis dan aku tidak mau menjalani pernikahan bisnis, lupakan kalau kita pernh bertunangan Leon. Cobalah membuka hati buat orang lain, karna aku tidak bisa mencintai kamu Leon”ucap Nadia menatap lurus kedepan.
“Menurutmu kita dijodohkan karna bisnis, tapi tidak dengan aku, sudah berpa kali aku bilang sebelum kita di pertemukan aku sudah mencintai kamu nad, bertunangan dengan kamu adalah suatu keajaiban buat aku, karna sejak duluh aku hanya bisa mengangumi kamu dalam diam”
“Lagian kamu bukan tidak bisa mencintai aku nad, tapi kamu belum mencoba untuk mencintai aku, kamu terlalu menutup diri dari laki-laki nad. Tolonglah kamu membuka hati buat laki-laki nad”
“Tapi sekarang keadaaan sudah berubah Leon, aku bukan nadia yang duluh lagi, status ku bukan seperti duluh lagi. Setelah papahku selingkuh dengan sahabat aku sendiri sejak saat itu aku hilang kepercayaan kepada laki-laki”ucap Nadia dingin.
“Tapi tidak semua laki-laki itu sama Nadia”
“Lalu coba kamu jelaskan seperti apa lagi laki-laki yang harus aku percaya”ucap Nadia membukam Leon.
Mendengar ucapan Nadia, Leon benar-benar tidak bisa menjelaskan hal itu, karna pada dasarnya ia tidak bisa menjelaskan harus seperti apa laki-laki yang harus di percaya.
“Lo ngk bisa jawabkan”ucap Nadia tersenyum getir.
“lupakan gue Leon, anggap kita tidak saling mengenal, anggap kalau kita tidak pernh tunangan”ucap Nadia.
“tapi kenapa nad..?berikan gue alasannya, gue cinta sama Lo nad”teriak leon
“Karna aku sudah menikah Leon, aku sudah bersuami dan aku harus menjaga perasaan suami aku”teriak Nadia.
“Menikah..?omong kosong macam apa ini Nadia..?Lo menikah sama siapa..? laki-laki seperti apa yang sudah menaklukkan hati Lo”
“Kamu ngk perluh tau siapa laki-laki itu, tapi cepat atau lambat kamu akan tau dengan sendirinya”ucap Nadia.
__ADS_1
“semua sudah jelas kan, kita tidak mungkin lagi menikah karna aku sudah bersuami, dan kalau pun aku belum bersuami tetap saja aku tidak mau menikah sama kamu”ucap Nadia.
“jangan lagi berharap banyak sama aku Leon, belajarlah untuk membuka hati buat wanita lain, kamu terlalu tampan mengharapkan wanita seperti ku”ucap Nadia lalu pergi meninggalkan taman itu.
Meninggalkan Leon yang diam tertegun mendengar ucapan Nadia, ternyata penantian dirinya selama beberapa tahun ini hanya sia-sia saja, harapannya yang ingin hidup bahagia bersama Nadia hanya omong kosong.
Leon terus menatap punggung Nadia yang semakin menjauh dari pandangannya, sedikit harapan baginya supaya Nadia membalikkan badannya dan kembali kepadanya, tapi lagi-lagi harapan itu hanya omong kosong semata, nyata sekarang sosok Nadia sudah benar-benar hilang dari pandangan nya.
“Loh nak sudah berbicaranya..?mana Leon kok ngk kembali bersama..?”ucap papah Leon sambil menatap kebelkang Nadia.
“Leon masih di taman om, mungkin bentar lagi dia masuk, kalau begitu Nadia naik ke kamar duluh”ucap Nadia lalu berjalan menuju lift.
Sedangkan dua pasangan yang sudah di makan usia itu hanya menatap satu sama lain. Berbeda dengan mamah ayu dan juga papah vino, mereka tidak terlalu bingung, karna pada dasarnya mereka sudah tau apa jawaban Nadia.
Nadia berjalan menuju kamar Alvin, sejenak ia menarik napas duluh, karna mungkin habis ini ia akan berdebat kembali dengan alvin.
Perlahan tapi pasti Nadia masuk kekamar itu, ia melihat kamar itu seperti tidak ada penghuni sepertinya Alvin tidak ada di kamar itu sehingga Nadia bernapas lega.
Karna badannya terasa lengket, Nadia memutuskan untuk mandi, ia berjalan menuju kamar mandi.
Sampai di kamar mandi ia melihat sosok yang berdiri menatap dirinya di pantulan kaca, tak lupa matanya menatap tajam Nadia yang baru masuk ke kamar mandi.
“al”lirih Nadia sendu bahkan sampai tidak terdengar oleh alvin.
Alvin tidak menjawab melainkan ia berbalik badan dan menatap Nadia dengan tatapan membunuh, perlahan Alvin berjalan mendekati Nadia, sedangkan Nadia mundur dengan perasaan gugup.
“Sudah puas Lo berdua dengan calon suami Lo itu..?sudah sampai mana rencana pernikahan kalian..?hebat Lo iyh sudah bersuami tapi masih ada laki-laki yang mau melamar wanita murahan seperti Lo, berpaa banyak sudah laki-laki yang melamar Lo Bangs*t”bentak Alvin sambil berjalan mendekati Nadia.
“Ngimana rasanya di lamar di depan mertua sendiri hah..?”bentak Alvin lagi
“Lo mau apa..?jangan macam-macam Al”ucap Nadia gugup sambil melangkah mundur.
__ADS_1
Clep
Nadia terbentur dengan tembok, tak ada lagi ruang baginya untuk bergerak, mau bergerak ke kanan maupun ke kiri kedua tangan alvin sudah membentenginya, sehingga saat ini Nadia benar-benar tersudutkan di tembok.
“Al, munduran dikit, Lo jangan macam-macam”ucap Nadia mencoba mendorong Alvin.
“gue ngk macam-macam, gue cuma mau satu macam”ucap Alvin dengan suara dingin.
“Gue mau Lo, puaskan gue sekarang”bisik Alvin tepatnya di telinga Nadia, Alvin segaja mencium telinga Nadia.
Mendengar hal itu Nadia menelan salivanya dengan kasar, ia tidak bodoh, ia tau apa arti memuaskan yang dimaksud Alvin.
"jangan gila Lo, Lo pikir gue wanita apaan..?Lo pikir gue wanita pemuas nafsu lo..?"ucap Nadia tak terima
"menjadi wanita pemuas nafsu suami sendiri tidak masalah, inti puas gue sekarang apapun caranya"ucap Alvin menatap Nadia dengan tatapan singa lapar.
Dan untuk hal itu Nadia belum siap, meskipun pada kenyataannya sudah kewajiban memuaskan Alvin.
“ma...maksudnya”ucap Nadia.
“Lo udah cukup dewasa mengartikan ucapan gue Nadia, jadi Lo ngk usah pura-pura bodoh di depan gue”ucap Alvin dengan senyum liciknya.
“atau..-“
“atau apa..?”potong Nadia.
“atau Lo takut karna bukan gue yang nyentuh Lo duluan, suami Lo sendiri”ucap Alvin menghina Nadia.
“tenang aja, gue ngk papa kok dapat sisahnya, gue cukup tau aja kalau wanita di bawah kukuhan gue ini adalah wanita murahan”ucap Alvin tanpa rasa bersalah.
"gue masih suci, Lo laki-laki pertama yang menyentuh gue, bahkan Lo juga yang mengambil ciuman pertama lalu wanita murahan dari mananya"ucap Nadia kesal, mendengar kata murahan dari mulut alvin hilang sudah rasa gugup dan takut yang menyerah nadia.
__ADS_1
"kalau gue wanita murahan lalu apa bedanya dengan Lo yang meniduri wanita murahan..?apa ini namanya pria kesepian..?meniduri wanita murahan"ucap Nadia kesal
sedangkan Alvin tentu tidak terima dengan tuduhan darimana, sejak kapan ia menjadi pria kesepian, bahkan dalam hitungan menit saja Alvin bisa mendapatkan berapa pun wanita yang hendak ia tiduri