
Bab 27 TCKK
Pertama kalinya Nadia dikeluarkan dari kelas dan berakhir disuruh membersihkan audit.
Sungguh
Ini adalah hal paling memalukan yang Nadia alami sepanjang hidupnya.
Selesai dari kampus Nadia langsung menjalankan mobilnya menuju cafe miliknya, dimana selama ini ia selalu menghabiskan waktunya disana.
Ternyata sampai di cafe Nadia melihat sudah ada Alvin dan juga Bastian sedang berbincang-bincang, Nadia tidak menghiraukan hal itu, ia berjalan menuju lantai tiga dimana ruangannya berada.
“Nad”panggil Bastian sambil melambaikan tanganya.
Mau tidak mau Nadia harus membalikkan langkahnya dan berjalan menuju meja dimana Alvin dan Bastian duduk.
“Ehhh bas, Al kalian disini juga”ucap Nadia kikuk.
“Iyh, Lo juga disini, sering main disini iyh”ucap Bastian mencoba menetralkan hatinya.
“Iyh, hampir setiap hari main disini”ucap Nadia menatap Alvin sekilas.
“Kalau ngituh gue mau keruangan gue duluh, mau memeriksa laporan yang masuk”ucap Nadia lalu segera pergi meninggalkan meja mereka.
“Ruangan”beo Bastian bingung lalu menatap Alvin meminta penjelasan.
“Yang punya cafe ini Nadia, dan ruangannya ada di lantai tiga”ucap Alvin.
“Kok Lo tau..? pernh masuk keruangan Nadia..?”ucap Bastian semakin bingung.
“Tidur juga gue pernah disnaa”celetuk Alvin “gue cabut duluan iyh”
1detik
2detik
3detik
Untuk beberapa saat otak Bastian berhenti bekerja, sungguh ia tidak mampu mengolah ucapan Alvin.
“lo..-“guman Bastian terhenti karena Alvin sudah tidak ada lagi dihadapannya.
“Bangs*k gue di tinggalin”ucap Bastian kesal.
Bastian langsung meninggalkan cafe itu tapi kata-kata Alvin masih terus terngiang-ngiang di telinganya. Mungkin dia tidak akan bisa tidur malam ini hanya untuk memikirkan ucapan Alvin.
“Lah mobil Alvin masih disini, lalu Alvinnya kemana”ucap Bastian karna melihat mobil Alvin masih terparkir rapi di samping mobilnya.
Jika mobil Alvin ada disini lalu Alvin kemana.?tidak mungkin jika Alvin jalan kaki.?itu bukan Alvin banget kalau jalan kaki pulang kerumah.
__ADS_1
“Permisi pak, yang punya mobil ini kemana..?padahal tadi udah keluar dari cafe”ucap Bastian kepada salah satu satpam yang kebetulan lewat dari area parkiran.
“Saya tidak tau tuan, dari tadi yang punya mobil ini belum ada datang tuan”
“Oalah, makasih pak”ucap Bastian semakin dibuat bingung.
“Lalu kemana Alvin”guman Bastian sambil mencoba menghubungi Alvin, yang dimana nomor aktif tapi tidak diangkat.
Jika Bastian bingung mencari Alvin maka berbeda dengan Alvin yang duduk manis di sofa ruang kerja Nadia, sambil mengangkat satu kakinya mata Alvin menatap sosok Nadia yang sedang serius bekerja.
Ternyata dengan secepat kilat dan tanpa sepengetahuan Bastian, yang tadi izin duluan Alvin malah membelokkan langkahnya menuju ruangan Nadia, semua karyawan yang ada dalam cafe itu sudah tau siapa Alvin, jadi ia bisa keluar masuk ruangan Nadia.
Bahkan karyawan di cafe itu sangat menghormati Alvin, mereka memperlakukan Alvin seperti memperlakukan Nadia sebagai pemilik cafe itu.
Padahal Alvin tau kalau Bastian sedang kebingungan mencarinya di parkiran, terlihat dari Bastian yang terus menghubungi dirinya tapi Alvin segaja tidak menganhkat.
“permisi tuan, nona ini minumnya”
“Ahh iyh letakkan aja di atas meja”ucap Nadia menghentikan sejenak pekerjaan.
“Silakan tuan”
“mm”guman Alvin dingin.
Setelah kepergian pelayanan Nadia langsung berjalan mendekati Alvin.
“Lo ngk kerja..?”ucap Nadia.
“Gue ngk merasa ngusir sih, tapi kalau Lo merasa terusir ngk masalah, pintu keluar disebelah sana”ucap Nadia dingin sambil menunjukkan dimana pintu.
“Dosa Lo ngusir suami”ucap Alvin, bukannya kesal Alvin malah menggoda Nadia, seperti Alvin akan mempunyai hobi baru semenjak menjadikan Nadia sebagai istri nya.
“Ehh gue ngk ada ngusir Lo iyh, jangan gadi-gadi kalau ngomng tuh”ucap Nadia tak terima.
“Kenpa Lo marah begitu, gue kan cuma bilang dosa kalau ngusir suami tuh, masalahnya dimana”ucap Alvin pura-pura menatap bingung Alvin.
Nadia tidak lagi menjawab omongan Alvin, menurutnya jika melawan Alvin berdebat dia akan selalu kalah, karna Alvin cukup pandai memainkan kata-kata.
Tak terasa waktu terus berjalan, sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sore dan masih tetap di situasi yang sama dimana Alvin yang bekerja dari ponsel dengan dihadapannya sambil menunggu Nadia bekerja.
“Al pulang yuk”ucap Nadia sambil berdiri dari kursinya.
“Gue kira Lo bakal tidur disini, mana ada orang bekerja sampai jam lima, mau kerja rodi Lo”ucap Alvin menatap kesal Nadia, bagaimna tidak, biasanya Alvin pulang dari kantor tepat pukul empat sore sedangkan Nadia pulang jam lima sore.
“Cafe gue buka dua puluh empat jam, jadi wajar kalau gue baru pulang jam segini, lagian ada kok pelayan di cafe baru masuk kerjan jam segini”ucap Nadia yang memang benar adanya.
“Iyh mana ku tau kan kantorku bukan yang dua puluh empat jam”ucap Alvin tanpa rasa bersalah.
“Jangan samakan kantormu dengan cafe, kita beda spesies”ucap Nadia kesal.
__ADS_1
Sedangkan Alvin hanya diam saja, lalu mengikuti Nadia dari belakang, karna menemani Nadia bekerja cukup membosan walaupun ia sambil bekerja juga. Padahal tidak ada yang meminta Alvin menemani Nadia bekerja.
“Yon, laporan untuk hari ini kirim lewat email aja, besok sya periksa dan untuk besok syaa tidak ada ke cafe jadi tolong kamu hendel semuanya”ucap Nadia kepada menejer cafe yang ia percayakan mengelola cafe ketika ia sedang tidak ada waktu.
“Baik nona, nanti malam akan syaa kirim kan”
Alvin dan Nadia akhirnya berjaln menuju pintu keluar dari cafe, tapi siapa sangka ketika di pintu cafe mereka bertemu dengan Anya.
“al..?Lo disini juga..?”ucap Anya terkejut.
“Seperti yang Lo lihat”ucap Alvin dingin.
“Kebetulan gue mau masuk, yuk temani gue nongkrong bentar”ucap Anya tidak menghiraukan posisi Nadia yang berdiri di samping Alvin.
“gue mau pulang, yuk sayang kita pulang”ucap Alvin segaja memeluk pinggang Nadia.
“Ehh”guman Nadia terkejut ketika merasakan tangan Alvin melingkar sempurna di pinggang nya.
“Vin tungguh deh, selerah Lo emang udah turun jauh iyh. Ok kalau Lo ninggalin gue demi seorang wanita yang lebih jauh di atas gue, gue bakal terima. Tapi Lo ninggalin gue demi wanita..-“ucap Anya menatap kesal Nadia.
“Demi wanita apa..?”ucap Nadia memotong ucapan Anya.
“rendahan dan murahan”ucap Anya tersenyum mengejek Nadia.
“Jadi wanita cantik dan berkelas itu boleh, tapi jadi wanita gobl*k itu jangan”ucap Nadia.
“Rendahan mana jika seseorang mengejar-ngejar milik orang lain”ucap Nadia segaja menekan kata milik supaya Anya mengerti.
“maksud Lo Alvin milik Lo..?hei ini masih magrib jangan tidur duluh, sholat duluh Lo biar di bukan tuh otak Lo”ucap Anya terkekeh geli
“Ck drama Lo”ucap Nadia lalu meninggalkan Anya dan Alvin.
Sedangkan Alvin hanya tersenyum tipis, sangat tipis bahkan Anya yang berada tepat dihadapan tidak menyadari hal itu.
Ketika Nadia mengatakan hal seperti itu kepadanya Anya cukup membuat hati Alvin berantakan tak karuan. Karna berarti secara tidak langsung Nadia menegaskan kepada Anya bahwa dirinya hanya milik Nadia seorang.
Ahhh
Perasaan apa ini..?entah kenapa hatinya Alvin tiba-tiba bahagia ketika mendengarkan kalimat itu keluar dari mulut Nadia. Sejenak ia melupakan rasa dendamnya kepada Nadia.
“Al.. Alvin”ucap Anya membuyarkan lamunan Alvin.
“Ahh iyh”ucap Alvin.
“Temanin gue makan yuk”ucap Anya.
“Makan aja sendiri”ucap Alvin lalu meninggalkan Anya dan menyusul nadia keparkiran cafe.
Sedangkan Anya hanya menatap punggung Alvin dengan perasaan geram, hanya dengan seorang Nadia mampu mengalihkan dunia Alvin.
__ADS_1
Tidak
Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi, meskipun ia sudah menghianati Alvin tapi apapun caranya Alvin tetap harus jadi miliknya.