Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 60 TCKK


__ADS_3

“puas mamah sekarang..? kenapa sih mah sejak duluh mamah selalu ngurusin rumah tangga Bram..?emng mamah ngk punya urusan lain kah..?”ucap Bram setelah kepergian Alvin dan Nadia.


“Sekarang kita ngk punya apa-apa, Nadia sudah mengambil alih semua perusahaan. Sekarang apa yang mau mamah andalkan lagi ke teman-teman arisan mamah..?dari duluh Bram sudah tegaskan, Lisa itu bukan ******. Bram yang segaja menjebak Lisa dan menodainya supaya Lisa melahirkan keturunan ku dan Lisa milik ku seutuhnya, meskipun Bram pernh selingkuh tapi sampai mati pun Bram akan mencintai Lisa mah”ucap Bram tanpa memperdulikan perasaan Rania yang ada di ruangan itu.


“Lupakan Lisa Bram, Lisa sudah meninggal dunia. Apalagi yang kamu harapkan dari Lisa..?sekarang ada Rania disini, dan sedang mengandung anak kamu”


“Lisa memang sudah meninggal, tapi sampai kapan pun dihati ini hanya ada nama Lisa saja mah, ngk bisa yang menggantikan siapapun itu”bentak Bram sambil menunjukkan dadanya.


“jangan harapkan lagi ada uang bulanan dari Bram, minta uang bulanan dari mantan suami mamah saja. Bram baru sadar kenapa papah duluh menceraikan mamah, ternyata mamah wanita tak punya hati”ucap Bram.


“Sejak duluh mamah tidak berubah, selalu saja menghina Lisa padahal fasilitas yang mamah nikmati selama ini itu hak ya Lisa. Bahkan setelah Lisa meninggal mamah masih saja menghinanya, emang Lisa sehina itu kah dimata mamah. Bahkan Nadia darah daging aku sendiri tega mamah menghinanya, apa mamah ngk mikir menghina Nadia sama saja menghina aku mah”ucap Bram menatap tajam mamahnya, untuk pertama kalinya Bram semarah ini terhadap mamahnya.


Duluh semasa hidup Lisa, mamahnya kerap menghina Lisa, Bram masih sabar dan hal itu tentu dari seorang Lisa yang selalu setiap menahan amarahnya. Meskipun Lisa berasal dari keluarga terpandang ternyata tidak membuat hinaan itu lepas darinya, karna Lisa hamil duluan sebelum menikah, ****** dan pelacur itu selalu melengkat di dalam dirinya.


Hingga meninggal dunia Lisa pun tetap mendapat hinaan dari mamah mertuanya, sebagai umat beragama orang yang sudah meninggal itu harus di panjatkan doa bukan di lanturkan kalimat hinaan. Dan lebih hironis ya lagi, ternyata tak sampai terhadap Lisa. Nadia, seorang anak yang terlahir dari rahim Lisa tetap sjaa mendapatkan hinaan itu. Anak haram tercap di hidup Nadia dari keluarga besar Maharani.


“Mas sudah, nanti kamu makin sakit”ucap Rania dengan suara bergetar menahan sakit.


“Sebaiknya mamah smaa kakak pulang saja, ada kalian disini semakin membuat Bram pusing.”ucap Bram tanpa menghiraukan ucapan Rania.


“kamu ngusir mamah, gara-gara anak sialan itu kamu sudah berani mengusir mamah..?apa sih hebatnya anak itu..?”ucapnya tak terima.


“dan anak sialan yang mamah maksud itu anak aku mah, darah daging aku. Jadi stop mamah menghina Nadia”bentak Bram tidak bisa menahan emosinya lagi.


Sepertinya di kasih pengertian dengan cara baik-baik mamahnya sungguh tidak mengerti, mamahnya belum sadar kalau secara tidak langsung Nadia sudah menarik fasilitas mamahnya.


“Mas sudah dong, nanti jantung kamu kambuh”ucap Rania melerai perdebatan suami dan ibu mertua nya.


“Rania sekarang kamu pulang aja, kasihan anak kamu butuh istirahat juga kan”ucap Bram menurunkan suaranya.


“Anak kamu..?maksudnya apa mas..?ini anak kamu juga loh”ucap Rania yang sadar akan ucapannya suaminya.


“Rania tolong lah, mas udh capek pura-pura tidak tau. Itu bukan darah daging aku Rania, yang pertama menyentuh kamu bukan aku. Aku tau selama ini kamu selingkuh tapi aku mencoba untuk diam saja, aku selalu menunggu kamu untuk jujur tapi kamu seakan tidak tau”ucap Bram mengeluarkan semua yang ada di otakknya.

__ADS_1


“Aku ngk marah kalau kamu selingkuh, karna pada dasar aku ngk bisa mencintai kamu meskipun berulang kali aku sudah mencoba, di hati ku hanya ada Lisa saja. Tapi satu hal yang perluh kamu tau, aku akan menjadi papah yang baik buat anak kamu, karna aku tau selingkuhan kamu sudah menikahi wanita lain”ucap Bram seketika membungkam Rania.


Deg


Mendengar hal itu Rania terkejut bukan main, air mata yang sejak tadi hendak mau turun tiba-tiba naik kembali, ia tidak menyangka kalau suaminya mengawasi pergerakan nya selama ini.


“Sekarang aku sudah mendapatkan karmanya, istriku selingkuh dengan laki-laki lain dan aku hanya bisa diam saja. Sama seperti aku selingkuh dan Lisa hanya diam saja, bedanya Lisa sakit hati karna aku selingkuh sedangkan aku tidak sakit hati sama sekali ketika kamu selingkuh, dan sekarang anak aku satu-satunya meninggalkan aku”ucap Bram menyadari perbuatannya selama ini terhadap Lisa dan juga Nadia anaknya.


“Mas, aku bisa jelaskan sem...-_”


“Pulang Ran, tungguh mas dirumah dan kita akan bicarakan bagaimna kelanjutan hubungan kita, mas butuh istirahat dan waktu sendiri. Mamah smaa kakak juga pulang aja”ucap Bram memotong ucapan Rania.


Karna memang tak ingin dibantah, seperti ucapan Bram sebelumnya akhirnya Rania dan mertua beserta kakak iparnya meninggalkan rumah sakit. Tinggallah sendiri Bram yang diam termenung di atas tempat tidur.


“ nad are you ok sayang”ucap Alvin menatap Nadia yang sejak tadi diam bersender di kursi mobil, dengan kedua mata terbuka menatap langit-langit mobil.


“Gue ngk baik-baik aja Al, gue capek”tangis Nadia pecah langsung memeluk Alvin, menumpahkan semua air matanya yang sejak tadi di tahan.


Mendapati bahu yang begitu kokoh untuk bersandar, tangis Nadia semakin pecah. Untuk pertama kalinya di saat hancur begini Nadia bisa merasakan bersandar di pundak seseorang, karna sejak duluh kalau lagi hancur Nadia hanya bisa bersandar di pundak sendiri.


Nadia hanya manusia biasa, dibalik sikapnya yang dingin dan cuek hingga tidak mau tau dengan kehidupan orang lain, Nadia juga termasuk gadis yang rapuh, menyimpan begitu banyak beban hidup. Nadia hanya terlalu pandai menyembunyikan masalahnya dibalik sikapnya yang cuek.


“Apa salah mamah gue, kenapa mamah gue begitu hina dimata mereka, bahka mamah gue udh meninggalkan pun mereka masih tetap menghinanya”ucap Nadia sambil sesenggukan.


“padahal mereka makan dan minum dari harta mamah gue. Mereka semua jahat Al”racau Nadia dengan tangis semakin pecah.


“Hei nad, lihat gue”ucap Alvin menangkap kedua pipi Nadia supaya menatap dirinya.


“Mamah Lisa ngk salah nad, mereka hanya tidak tau malu yang menghina mamah Lisa. Lo ngk boleh nangis begini, mana Nadia yang gue kenal sebagai seorang perempuan yang cuek, perempuan yang tidak pernh mengeluarkan air matanya. Air mata Lo terlalu berharga untuk menangisi hinaan mereka”ucap Alvin sambil mengusap kedua pipi Nadia.


“Mamah Lisa itu perempuan yang langkah nad, di balik hinaan mereka Lo harus bangga terlahir dari rahim mamah Lisa. Jarang-jarang ada seorang ibu yang rela bertahan disuatu hubungan suami istri dengan adanya istri kedua nad. Dan mamah Lisa mampu bertahan di posisi itu demi kamu, anak semata wayangnya nad, demi kamu supaya tidak menjadi korban broken home. Meskipun mamah Lisa tersiksa batin, tapi mamah Lisa mampu bertahan sejauh ini. Jadi buat apa kamu menangis, harusnya kamu bangga. Jangan kamu sia-siakan pengorbanan mamah Lisa selama ini dengan kamu yang menjadi cengeng begini”ucap Alvin menasihati Nadia.


"mana ada aku cengeng"gerutu Nadia kesal di sela-sela tangisnya

__ADS_1


“Aku tau, kalau orang tua kita di hina itu sakit banget. Tapi jangan pernh kita bikin hinaan itu membuat kita semakin terpuruk sayang. Please, jangan nangis lagi”ucap Alvin terkekeh geli sambil membawa Nadia kembali kedekapannya.


Disaat seperti ini masih aja Nadia tidak mau dianggap lemah.


“kalian harus membalas semua air mata istri syaa dan juga hinaan terhadap mendiang mertua sya, saya pastikan itu”batin Alvin sambil mengelus rambut Nadia.


“Sekarang kita pulang iyh”ucap Alvin setelah di rasa Nadia sudah sedikit tenang.


“Kita cari makan duluh yuk”ucap Alvin sambil mengaitkan anak rambut Nadia.


“jangan sedih lagi, nanti mamah Lisa makin sedih disana syaang”ucap alvin lagi.


Cup


Alvin mencium bibir Nadia lalu langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.


Perjalanan hari ini cukup membuat Alvin dan nadia mengetahui beberapa hal. Hubungan orang tua Nadia yang ternyata tidak di restui sejak dulu.


Lebih mengerikan lagi papah Nadia ternyata lebih duluh menodai mamah Nadia hingga hamil di luar nikah. Tak dapat di elat ataupun ditutupi kalau Nadia sudah menyandang anak haram sejak dini.


Lebih mirisnya lagi, orang tua dari papah Nadia ternyata selama ini selalu menganggap mamah Lisa yang menggoda papah Bram, padahal secara nyata papah Bram mengakui kalau dia lah yang menodai Lisa.


“Kebiasaan cium bibir ngk bilang-bilang “gerutu Nadia dengan bibir yang mengemaskan.


“kalau izin beda lagi cerita nad, bisa-bisa nanti kamu susah jalan sayang, emang kamu mau”ucap Alvin terkekeh geli sambil mengacak rambut Nadia.


“ngk usah mesum, ini aja masih sedikit peri”ucap Nadia


“Berarti kalau udh mendingan bisa dong sayang”ucap Alvin yang membuat wajah Nadia memerah bak kepiting rebus.


“Sudah ah, fokus nyetir aja”


Setelah hampir cukup lama Alvin dan Nadia memutarin keramaian kota akhirnya Alvin menemukan sebuah restoran yang cepat saji.

__ADS_1


__ADS_2