Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 31


__ADS_3

Bab 31


Ketika jarum jam menunjukkan angka dua belas akhirnya Nadia baru pulang ke apartemen, ia melihat apartemen sudah gelap yang berarti Alvin dan mamah ayu sudah terlelap.


“Kamu baru pulang nak”suara nyonya ayu mengejutkan.


“Ehh mah, belum tidur..?maaf Nadia baru pulang tadi habis dari rumah papah”ucap Nadia berbohong.


“Tidak apa syaang, kamu langsung masuk ke kamar ngih, Alvin sudah nungguin kamu di kamar”ucap nyonya Ayu yang mengerti dengan kondisi Nadia saat ini.


“Mmmm mah, Nadia boleh tidur satu kamar sama mamah aja, Nadia kangen banget sama mamah”ucap Nadia menatap nyonya Ayu.


“Ehh ngk boleh syang, mamah kan menginap disini untuk beberapa saat, besok kita jalan bersmaa buat ngobatin kangen kamu”ucap nyonya ayu menolak secara halus.


“Lagian ngk baik suami istri tidurnya terpisah, sana ngih masuk kamar”ucap nyonya ayu, sebisa mungkin ia harus mendekatkan Nadia dan Alvin, meskipun ia sudah tau niat awal Alvin menikahi Nadia.


Tapi biar bagaimanapun Nadia dan Alvin sudah sah suami istri dimana agama dan negara, ia tidak mau kalau Alvin sampai mempermainkan sebuah pernikahan.


Menurutnya hanya butuh waktu saja supaya Nadia dan Alvin saling menerima.


Karna Nadia tidak mau membuat nyonya ayu curiga dengan hubungannya akhirnya Nadia masuk kekamar Alvin.


Nadia melihat ternyata kopernya sudah berada diruang ganti dan akhirnya Nadia memutuskan untuk ganti baju.


“Mau tidur dimana gue, udah sofa ngk ada lagi, selimut juga cuma satu aja”guman Nadia bingung.


“Mana udah jam satu pagi lagi”guman Nadia sambil melihat jarum jam yang terus berdetak.


Karna ngantuk sudah menyerang dan malam pun mulai larut akhirnya Nadia memutuskan untuk naik ke atas ranjang, tepat di samping Alvin.


Apakah karna lelah atau karna rasa ngantuknya yang besar tanpa menunggu lama dalam hitungan menit Nadia terlelap.


Setelah memastikan Nadia terlelap perlahan tapi pasti Alvin membuka matanya, ternyata Alvin belum terlelap ketika Nadia masuk ke dalam kamar, ia hanya berpura-pura tidur saja.


Alvin terus menatap wajah Nadia yang cantik nya natural, tanpa polesan make up sedikit pun.

__ADS_1


Lelah memandang wajah Nadia akhirnya Alvin tertidur tak lupa tangannya melingkar sempurna di atas perut Nadia, ia memeluk Nadia dengan begitu erat.


Tak terasa azan subuh berkumandang, yang biasanya ketika mendengar suara itu maka mata Nadia akan terbuka dengan sempurna, tapi itu kali ini ketika suara itu berkumandang yang tidak membuat Nadia membuka matanya, sepertinya ia terlalu nyaman berada di pelukan Alvin yang memeluknya dengan cukup erat.


Berbeda dengan Nadia yang tertidur dengan begitu lelap, lain hal dengan Alvin yang baru bisa memejamkan matanya ketika subuh, ternyata tidur dengan memeluk Nadia cukup menyiksa baginya, apalagi Nadia yang banyak bergerak sehingga menganggu sesuatu dibawah sana.


Sesak


Itulah yang dirasakan Alvin ketika Nadia bergerak dimana gerakannya mengenai senjatanya di bawah sana, Alvin laki-laki normal, biar bagaimana pun jika Nadia bergerak akan menghasilkan reaksinya yang cukup menganggu di tubuh Alvin, dimana Nadia yang notabennya istri Alvin dan sangat halal bagi Alvin tentunya.


Ketika matahari mulai meninggi perlahan Nadia membuka matanya, pemandangan yang pertama ia lihat adalah wajah alvin yang begitu dekat dengan wajahnya.


Perlahan Nadia turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi, meskipun tidak masuk kuliah dia tidak bisa bangun siang, meskipun bangun jam delapan pagi sudah termasuk siang.


“Al bangun Lo ngk kekampus, ini udah jam delapan pagi”ucap Nadia membangunkan Alvin.


“gue kekantor hari ini, itu pun jam sembilan pagi”ucap Alvin dengan suara serak.


“Iyh sudh bangun aja, mungkin mamah sudah nunggu di meja makan, sekalian Lo mandi aja”ucap Nadia lalu meninggalkan kamar mereka.


“Pagi juga syang, dimana Al nak..?”ucap nyonya ayu terlihat biasa aja.


“Di kamar ma, lagi mandi kayaknya”ucap Nadia.


Tak menunggu lama akhirnya Alvin keluarrrrr dari kamar dengan stelan ke kantor, ia langsung duduk tepat disamping Nadia dan memulai sarapan.


“Nad, hari ini kemana nak..?ngk kekampus kan..?”ucap nyonya ayu menatap Nadia dan Alvin bergantian.


“Mungkin satu hari ini Nadia akan ke cafe mah, soalnya kemarin ngk ke cafe jadi banyak laporan yang masuk”ucap Nadia.


“Ngk usah ke cafe nak, temani Alvin kekantor saja, toh laporan yang masuk ngk terlalu buru-buru kan..?lagian kamu juga bisa memeriksanya di kantor kan”ucap nyonya ayu.


Sepertinya nyonya ayu mempunyai rencana untuk mendekatkan Nadia dan Alvin dengan cara membuat mereka lebih sering menghabiskan waktu berdua.


“Tapi mah..-“

__ADS_1


“Ngimna Al..?Nadia bisa kan ikut kamu..? itung-itung kamu memperkenalkan Nadia ke karyawan di kantor”ucap nyonya ayu memotong ucapan Nadia, ia tidak akan memberikan kesempatan untuk Nadia menolak.


“Bisa, Nadia kamu ikut kakak ke kantor aja, lagian kan kamu ngk ada kelas juga hari ini”ucap Alvin bersikap hangat kepada Nadia, dengan harapan nyonya ayu percaya kalau hubungan mereka sudah kembali baik.


“ahh iyh kak, Nadia ikut kakak ke kantor aja”ucap Nadia yang melihat kedipaan mata dari Alvin.


Tanpa mereka sadari ternyata nyonya ayu melihat interaksi mereka, dan ia tau kalau Alvin dan Nadia berpura-pura dihadapannya.


Setelah selesai sarapan akhirnya Nadia maupun Alvin berangkat ke kantor dengan di antar nyonya ayu sampai lobby apartemen, memastikan Alvin dan Nadia berangkat bersama kekantor.


“Mamah yakin nak, Nadia adalah jodoh kamu yang di kirim Tuhan, semoga hubungan kalian baik-baik saja”batin nyonya ayu menatap mobil yang di kendarai Alvin yang sudah keluar dari area apartemen.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan akhirnya Alvin dan Nadia sampai di kantor, selama perjalanan ke kantor Nadia dan Alvin tidak membuka obralan sama sekali, di dalam mobil itu hanya terdengar suara mesin mobil saja.


Ternyata di lobby perusahaan Delon sudah menunggu Nadia dan Alvin, Delon begitu sigap membuka pintu mobil buat Alvin begitu juga buat Nadia.


“Maksih Delon”ucap Nadia lalu turun dari mobil.


Alvin berjaln lebih duluh memasuki kantor diikuti Nadia dan Delon dari belakang.


Pemandangan pagi ini cukup menghebohkan seluruh karyawan di kantor, yang beranggapan kalau Nadia adalah kekasih Alvin, tak sedikit yang beranggap kalau Nadia adalah sekretaris baru Alvin, berhubung beberapa hari yang lalu sekretaris Alvin mengundurkan diri.


“Suruh OB mengantar beberapa cemilan kesini, jangan lupa segelas kopi, Lo mau minum apa..?”ucap Alvin menatap Nadia sekilas.


“teh hangat aja”ucap Nadia.


Setelah mendengar perintah dari alvin, Delon langsung meninggalkan ruangan itu dan menyuruh seorang OB mengantar pesanan Alvin.


“Lo duduk di sofa aja, kalau mengantuk disnaa ada kamar, gue mau kerja”ucap Alvin sambil menatap tumpukan dokumen yang ada di atas meja nya.


“Mm”ucap Nadia sambil berjaln ke arah sofa.


Ternyata menemani Alvin bekerja cukup membosankan bagi Nadia.


Sudah hampir setengah dari cemilan habis tapi Alvin belum juga menyelesaikan pekerjaan nya, sesekali Nadia menguap, tak jarang Nadia berjaln mengelilingi ruangan kerja Alvin, mulai dari balkon, berjlan menuju kendala dan kembali lagi ke sofa.

__ADS_1


Saking bosannya tak terasa Nadia sudah tertidur di sofa dengan posisi duduk, tak lupa sebuah majalah segaja ia gunakan untuk menutupi wajahnya.


__ADS_2