Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 41


__ADS_3

Kabar kesadaran Nadia membuat semua pihak keluarga bisa bernapas lega, terutama papah Bram, yang tadi nya ia hendak berlayar langsung di batalkan karna tau putri tunggalnya sudah sadar. Dari pelabuhan Bram langsung berangkat ke rumah sakit.


Begitu juga dengan papah vino dan mamah ayu, mereka langsung membatalkan perjalanan bisnis mereka yang hendak keluar kota hanya supaya bisa melihat Nadia.


Sosok Nadia yang dingin, cuek dan suka ngegas cukup lama hilang dari tengah-tengah mereka, terutama dari kehidupan Alvin, jika ada Nadia maka Alvin akan berubah menjadi laki-laki yang cerewet karna selalu berdebat dengan Nadia tentunya. Meskipun Alvin tidak menyadari ke kosongan hatinya selama Nadia koma.


“Nadia..?kamu sudah sadar nak..?dimana yang sakit nak..?”ucap papah Bram buru-buru masuk ke ruangan Nadia, sehingga menghentikan perdebatan Alvin dan Nadia.


“Papah..?kok papah bisa disini..?tanya Nadia balik


“Tentu papah disini, soalnya anak papah juga ada disini, ngimna keadaan kamu”ucap papah Bram bahagia.


“Baik pah, Nadia sudah sembuh kok, tinggal tunggu kapan balik ke rumah aja”ucap Nadia menatap papah Bram.


“syukurlah, maaf iyh kalau papah belum bisa menjadi papah yang baik buat Nadia, papah gagal menjadi seorang ayah buat Nadia”ucap papah Bram lirih.


“Tak apa pah, lagian semua sudah terjadi kok, mamah udah pergi dari Nadia, papah udah menikah sama sahabat Nadia dan Nadia sudah nikah sesuai keinginan papah”ucap Nadia berusaha untuk kuat.


Jujur sampai detik ini pun Nadia belum bisa menerima semua yang terjadi pada hidupnya, terutama kepada papah Bram yang membuat dirinya menjadi tidak percaya pada seorang pria, seorang figur ayah yang pertama membuat Nadia benci dengan sosok laki-laki dalam hidupnya.


Hingga sampai sekarang pun kebencian itu masih ada, Nadia selalu berpikir bahwa semua laki-laki itu sama. Nadia terlalu tinggi membentengi dirinya dari seorang laki-laki, sampai-sampai ia tidak bisa membedakan dari setiap laki-laki yang ia jumpai.


“Iyh sudah, papah pulang duluh iyh. Soalnya papah tadi mau berangkat berlayar tapi tidak jadi karna papah dengan kamu sudah sadar, jadi papah langsung kesini. Rania sendiri di rumah nak, jadi papah langsung pulang”ucap papah Bram sambil mengelus rambut Nadia.


“Mm”ucap Nadia dingin.


“Nadia lagi hamil adik kamu syang, jadi dia sering muntah-muntah”ucap papah Leon mencoba memberikan pengertian terhadap Nadia.


“Nadia mau istirahat pah”ucap Nadia menghindari ketika Bram hendak mencium kening nya.

__ADS_1


“Al”ucap Nadia menatap Alvin bermaksud minta tolong.


Alvin yang sudah hapal dengan gerakan Nadia, ia langsung menurunkan tempat tidur Nadia menjadi datar.


“Nadia maafin papah sayang”ucap papah Bram sendu.


Ternyata sampai detik ini Nadia belum bisa menerima keberadaan rania sebagai ibu tirinya, ia tau kalau ini sangat sulit baginya.


“Nadia udah maafkan papah kok, papah pulang ngih, Rania pasti nunggu papah dirumah, kan dia lagi hamil mudah. Nadia ngerti kok”ucap nadia dengan suara serak.


“Cobalah menerima Rania sebagai ibu tiri kamu nak, semua sudah terjadi dan tak bisa di putar lagi”ucap papah Bram tak mengerti dengan perasaan Nadia saat ini.


“pulanglah pah”ucap Nadia serak.


Melihat kondisi Nadia saat ini, Bram memutuskan meninggalkan kamar itu, ia takut tidak bisa mengontrol ucapannya dan berakhir membuat Nadia histeris lagi.


“Hik..hik..hik..hik..kenapa pah..?”tangis Nadia pecah ketika pintu kamarnya tertutup pertanda Bram sudah meninggalkan ruangan itu.


“Sakit Al, kenpaa papah tidak pernh mengerti perasaan aku..?dari kecil gue selalu menuruti keinginan papah, tapi kenapa sekarang papah tega sama aku Al..?kenapa harus Rania”ucap Nadia terisak.


“Disaat aku ingin menerima papah kembali kenpa harus ada Rania di antara kami..?kenapa harus Rania..?kenapa Al”ucap Nadia.


“Hei nad..,dengan gue nad, Lo harus kuat, Lo baru sembuh, Lo baru bangun dari tidur panjang Lo. Lo ngk usah mikirin itu semua nad, semua sudah berlalu mau Lo berbuat apapun tidak ada yang berubah nad, Rania sekarang ibu tiri Lo dan sedang mengandung adik Lo”ucap Alvin sambil memeluk kepala Nadia yang sedang menangis, menyenderkan wajah Nadia di dadanya.


“Please Lo baru bangun, jangan pikir yang macam-macam duluh, Lo harus fokus sama kesehatan Lo. Jangan bikin gue, papah vino smaa mamah ayu cemas terus nad, Lo masih punya kita, gue suami Lo dan ada papa sama mamah yang selalu support Lo”ucap Alvin menenangkan Nadia, mengelus lembut rambut Nadia berharap gadis itu bisa tenang.


“Ngk bisa Al, Rania merebut semua dari gue, dia merebut papah gue. Padahal dia sahabat gue, gue selalu baik sama dia, tapi kenapa dia malah berbuat seperti itu, dia menghancurkan keluarga gue dan papah dan mamah gue meninggalkan gue”ucap Nadia sambil terisak, tak terasa baju kaos yang di pakai Alvin sudah basah.


“Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, kira tidak boleh mengharapkan orang itu berbuat baik juga kepada kita, itu akan membuat kita kecewa. Sekarang Lo istirahat bentar lagi mamah kesini ngantar sarapan”ucap Alvin sambil mengelus sisa air mata di pipi Nadia.

__ADS_1


“Gue mau mandi duluh, soalnya pagi ini gue mau ke kampus ada presentasi”ucap Alvin sambil membatu menyelimuti tubuh Nadia.


Mendengar kabar Nadia yang sudah siuman membuat seluruh anggota keluarga bahagia, apalagi mamah ayu yang begitu bahagia karna menantu kesayangan sudah sadar, tak sia-sia selama dua Minggu ini Alvin menjaga Nadia.


Seperti hari ini mamah ayu langsung membawa makanan buat Nadia supaya cepat sembuh, tak lupa ia juga membawa buah-buahan buat Nadia, karna ia tau selama dua Minggu ini Nadia hanya mendapat asupan tenaga dari infus aja.


Sedangkan Alvin setelah selesai dari kampus ia langsung ke rumah sakit, karna ia tau kalau keadaan Nadia masih sedang tidak baik-baik saja.


“Nad”ucap Alvin membangunkan Nadia yang ternyata sedang tidur siang.


“Mm”ucap Nadia membuka mata, objek pertama yang dia lihat adalah Alvin.


“Sudah makan..?”ucap Alvin.


“Belum”ucap Nadia mencoba duduk.


“Makan ngih”ucap Alvin membantu Nadia duduk.


“Masih kenyang”ucap Nadia.


“Al”ucap Nadia


“Kenapa nad..?”ucap alvin menatap Nadia.


“Gue mau keluar, gue udah bosan banget di kamar ini”ucap Nadia kesal “dari tadi gue udah nungguin kamu supaya ada yang bantu aku keluar dari kamar ini”


“Mau ketaman aja mau kah..?”tawar alvin yang mengerti dengan kebosanan Nadia setelah dua Minggu koma.


“Boleh”ucap Nadia.

__ADS_1


Alvin langsung membantu Nadia turun dari ranjang dan mendudukkan Nadia di kursi roda tak lupa


__ADS_2