
Tujuan awal Nadia memang berjalan menuju ruangan kelasnya berada, tapi ternyata kakinya berjalan menaiki tangga hingga sampai di lantai dua. Padahal ruangan kelas Nadia berada di lantai satu.
Hingga kaki itu terus berjalan tanpa arah, sampailah Nadia berada di roftop kampus.
Keadaan di rooftop sangat tidak mendukung kali ini, yang dimana cahaya matahari yang bersinar terang di serta dengan turun gerimis membasahi sebagai kota itu. Seperti semesta sangat mendukung keadaan Nadia saat ini yang campur aduk
Sama seperti rooftop pada umumnya, keadaan rooftop itu sangat sepi hanya ada suara hiruk piruk angin. Karna pada kenyataannya tidak ada orang-orang yang suka nongkrong di rooftop, berbeda dengan Nadia yang sangat suka kesepian
Nadia tidak memperdulikan gerimis yang mengenai seragam kuliahnya, meskipun tidak langsung basah tapi lama kelamaan seragam itu akan basah. Nadia duduk disebuah kursi panjang ditengah rooftop itu.
Perlahan Nadia membuka penutup dari tasnya, mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam tasnya lalu ia mengambil sebatang dari bungkusnya dan menyala kan korek untuk menghidupkan rokok itu.
Nadia menghisap rokok itu lalu mengeluarkan asapnya dari hidung dan mulut, sambil menikmati rokok yang ada di tangannya Nadia menatap lurus kedepan. Menatap kendaraan setiap mahasiswa yang memasuki area kampus, menatap setiap kegiatan mahasiswa.
Tak banyak yang tau kalau Nadia adalah seorang perokok meskipun tidak menjadi pencandu, bahkan sindy teman baiknya tidak mengetahui Nadia seorang perokok. Jika otak sedang hancur berantakan seperti ini maka Nadia akan melampiaskan pada sebatang hingga tiga batang rokok, dan jika rokok tidak maka jalan satu-satunya Nadia akan minum obat.
Otak Nadia mulai memacu kebagian hidupnya di masa lalu, mengingat kembali kebersamaan nya bersama mamah dan papahnya. Mulai dari mereka yang sering liburan bersama, kemping bersama di taman dan tak jarang mereka menginap di villa yang berada di puncak.
Cukup indah pada saat itu tanpa adanya gangguan orang ketikga di hubungan orang tua nya, disaat seperti itu Nadia merasakan indahnya kasih syaang seorang ayah, disaat itu ia benar-benar merasakan kekhawatiran seorang ayah. Sampai kebahagiaan itu di hancur orang ketiga yaitu sahabatnya.
“Indah iyh”celetuk Nadia setika mengingat masa lalunya bersama kedua orang tua. Tak dapat di pungkiri ia merindukan tentang masa-masa itu, jika boleh memutar waktu, ia tidak akan ingin mengenal Rania dan memperkenalkan Rania kepada ayahnya.
Nadia bingung saat ini, hati dan pikirannya mengatakan ingin pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan papahnya, tak dapat di pungkiri hati kecilnya ternyata mengkhawatirkan papahnya, tapi tubuhnya menolak untuk mengkhawatirkan keadaan papahnya, tubuhnya menolak untuk pergi ke rumah sakit.
Bingung juga seperti apa konsepnya, tapi saat ini kekuatan tubuh Nadia lebih kuat dari pada kekuatan hati dan pikiran yang cenderung melemah.
Hampir satu jam Nadia berada di rooftop kampus sampai menghabiskan lima batang rokok. Entah setan apa yang merasuki dirinya hingga menghabiskan rokok sebanyak itu, padahal jika pikirannya kacau Nadia hanya menghabiskan satu sampai dua batang saja.
Clek
__ADS_1
“Gue pastikan Alvin akan membenci Lo ketika dia tau sikap asli Lo, dan gue pastikan Lo dapat masalah di kampus ini”ucap seseorang di balik pintu rooftop.
Nadia tidak menyadari kalau ada seseorang yang memergoki dirinya sejak tadi, saking sibuk dengan pikirannya Nadia tidak menyadari ketika berjalan ke rooftop ada seseorang yang mengikuti nya.
Di rasa sudah tenang, Nadia pun meninggal rooftop tanpa merasakan curiga sedikit pun, dengan langkah malas Nadia berjalan menuruni satu persatu tangga. Dapat di pastikan kalau ia sudah melewati satu mata kuliah.
“Nad Lo dari mana..?Lo di alpa smaa pak Dodit, gue hubungin ponsel Lo ngk aktif”ucap sindy sambil menatap Nadia.
“Ponsel gue ketinggalan di rumah”ucap Nadia berbohong. Karna sejatinya sejak semalam ia tidak tau di mana letak ponselnya.
“Habis nih masih ada mata kuliah kah.?”ucap Nadia.
“Ngak ada lagi, cuma di kirim materi aja nanti”ucap sindy. “Alvin kemana..?”
“Ngak tau gue, cuma tadi pagi dia pakai baju kantor. Kalau begitu gue pulang duluan”ucap Nadia sambil mengambil tasnya yang sudah di letakkan di atas meja.
“gue lagi pusing anying”ucap Nadia lalu meninggalkan ruangan kelas itu.
Nadia berjalan melewati lorong kampus, tapi ketika hendak melewati mading, Nadia menghentikan langkahnya. Ia cukup penasaran kenapa di mading begitu ramai.
Ketika sampai di mading orang-orang langsung memberikan ruangan kepada Nadia. Mereka menatap Nadia dengan tatapan sinis.
“siapa yang berani mengambil gambar gue ketika di rooftop tadi, perasaan disana tuh sepi”batin Nadia menatap foto yang sudah tertempel di mading.
“tampangnya aja sok polos, sok cuek, sok dingin, tapi tau-tau nya perempuan berandalan”
“Kalau mau jadi mahasiswa berandalan jangan kuliah di kampus ini, merusak nama baik kampus aja”
“Entah setan apa yang merasuki orang fakultas bisa menerima seorang perempuan berandalan di kampus ini”
__ADS_1
“Cantik sih cantik tapi ngk harus perempuan berandalan juga kali”
“Gue tuh paling kasihan lihat orang tuanya. Berharap anaknya menjadi pelaut yang handal, tapi tau-taunya menjadi pelaut berandalan”
Dan masih banyak lagi omongan mahasiswa lain terhadap Nadia. Mereka berpikir kalau mereka sudah tertipu dengan wajah cantik bercampur dingin Nadia.
Yap, waktu Nadia di rooftop dan merokok ternyata ada yang mengambil fotonya dan seketika itu juga foto itu tersebar di mading dan juga grup para dosen tentunya.
Fix Nadia memang sudah melanggar peraturan kampus. Karna peraturan di kampus pelayaran seorang mahasiswa sangat di larang keras merokok di dalam dan di luar kampus. Itu di anggap sudah mencoreng nama baik kampus dan akan dapat hukuman yang setimpal.
“Sana Lo keluar aja dari kampus ini, kampus ini tidak membutuhkan mahasiswa kayak lo. Bikin malu aja”
Uhhhhhhh
Sorak mahasiswa lainnya sambil melemparkan sampah-sampah kertas dan juga bekas makanan yang kebetulan ada di tangan mereka.
Dengan mengepal tangannya Nadia pergi meninggalkan mading, mau membalas perlakuan mereka pun sama aja, karna pada kenyataannya Nadia sudah salah karna telah berani merokok di lingkungan kampus.
Aaaaaaaaa
Teriak Nadia sambil memukul stir mobil. Dapat di pastikan kalau ia akan mendapatkan masalah dari pihak kampus. Apa yang harus ia katakan kepada mamah ayu dan papah Vino, sudah pasti mereka tidak mau punya menantu yang perokok. Mengingat Alvin dan juga papa Vino memang bukan perokok.
“Bodoh Lo Nadia, kenapa harus seceroboh ini sih. Merokok ngk lihat-lihat tempat duluh”ucap Nadia pada dirinya sendiri.
“Siapa yang berani mengikuti gue ke rooftop sih”ucap Nadia kesal.
Nadia tidak mungkin lagi berada di kampus, ia langsung melajukan mobil meninggalkan area kampus. Menyetir mobil dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan yang jelas, ia harus bersiap menerima amukan dari Alvin dan juga mertuanya, ia tau kalau Alvin tidak akan diam dengan kejadian memalukan ini.
Kampus siang ini cukup hebohkan dengan foto Nadia yang sedang merokok di rooftop di tempel dimading dan tersebar di grup dosen. Mereka cukup kecewa dengan tindakan Nadia.
__ADS_1