
Bab 24
Setelah beberapa hari cuti akhirnya Alvin kembali ke kegiatan kuliah dan kekantor, seperti biasa pagi ini Alvin harus ke kampus dan siangnya ia akan berangkat ke kantor juga.
Sambil menunggu jam masuk Alvin dan juga Bastian memutuskan untuk menunggu di parkiran sambil bersender di mobil masih-masing tak lupa dengan seragam pelayaran yang melekat di tubuh mereka sehingga menambah kesan gagahnya.
Tak menunggu lama mobil Nadia masuk ke dalam parkiran, sejenak Alvin menatap Nadia yang baru keluar dari mobil lalu matanya menangkap reaksi Bastian.
Ia mau melihat seperti apa sambutan Bastian kepada pacarnya yang notabennya istrinya sendiri.
Ketika melihat reaksi Bastian ketika melihat Nadia cukup membuat Alvin bertanya-tanya.
Karna Bastian menatap Nadia dengan wajah sendu, tidak seperti pasangan pada umumnya yang menyambut kedatangan pacarnya.
Ada apa ini..? apa yang terjadi dengan hubungan Nadia dan Bastian..?apakah mereka berkelahi..? pertanyaan itu berlalu lalang di kepala Alvin.
Apalagi melihat Nadia yang menatap Bastian dengan tatapan datar seperti triplek, jadi membuat Alvin semakin penasaran dengan hubungan Nadia dan Bastian.
“Kenpa mereka..?pacaran kok ngk ada romantis-romantisnya”batin Alvin menatap Bastian yang terus menatap punggung Nadia yang semakin jauh.
“Oi santai aja lihatnya kali, kayak ngk lihat sepuluh tahun aja Lo”ucap Alvin membuyarkan lamunan Bastian.
“Apaan sih Lo Al, ganggu aja”ucap Bastian kesal.
“Lagian Lo lihatin Nadia ngituh banget, segitu cintanya Lo sama Nadia”ucap Alvin menahan kesal, tapi mencoba memasang mimik wajah yang sedang bercanda.
“Kalau Lo suka sama dia tinggal bilang aja kali, nanti di ambil orang lain loh”ucap Alvin memancing Bastian.
“Ck gue masuk duluh”ucap Bastian sambil berjalan meninggalkan parkiran.
Sedangkan Alvin menatap punggung Bastian dengan tatapan penuh arti, ia semakin penasaran dengan hubungan yang dibangun Nadia dan Bastian. Padahal setaunya Nadia dan Bastian itu pacaran tapi ketika sedang bertemu mereka seperti tidak saling mengenal.
Alvin memutuskan untuk masuk kelas, ketika di depan pintu sejenak tatapan Alvin dan Nadia saling bertemu jika Alvin menatap Nadia dengan tatapan yang sangat sulit di artikan karna otaknya sedang bekerja aktif untuk membalas dendamnya kepada Nadia sedangkan Nadia menatap Alvin dengan tatapan seperti biasa yaitu datar.
Tapi dibalik tatapan Nadia kepada Alvin yang selalu datar tapi otak Nadia masih tetap memikirkan ucapan Alvin yang mengatakan kalau ia seorang pembunuh, walaupun Alvin mengatakan kalau ia hanya bercanda saja. Tapi muka Alvin tidak menandakan kalau ia sedang berjalan dan Nadia menyadari hal itu.
Nadia pikir besar kemungkinan kalau Alvin menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
Akhirnya mata kuliah pun dimulai, dosen mengajar sesuai jam yang berlaku, dan menyelesaikan bahan ajarannya sesuai dengan masa waktu habisnya.
Jika mahasiswa lain mengikuti materi dengan fokus berbeda dengan Nadia, lagi dan lagi ucapan Alvin berputar-putar di kepalanya.
Sungguh ucapan Alvin sangat menganggu Nadia, bahkan tidur pun Nadia tidak bisa hanya karna dua kalimat yang keluar dari mulut Alvin.
“Nad habis kuliah kita ke toko buku duluh yuk, gue mau cari novel keluaran terbaru nih”ucap sindy sambil membereskan buku-bukunya.
“Boleh”ucap Nadia singkat dan padat.
__ADS_1
“Lo ngk izin sama Alvin duluh, kan dia sekarang suami Lo juga”bisik sindy sambil melirik Alvin.
“ngk usahlah, kita langsung jalan aja”ucap Nadia cuek.
“Sin, gue pinjam nadianya sebentar ngk papa kan.?kalau Lo mau ke toko buku nanti gue suruh Bastian yang menemani”ucap Alvin yang kebetulan mendengar obralan Nadia dan sindy.
“Ohh boleh, nanti gue bisa sendiri kok”ucap sindy kikuk “nad gue duluan iyh”
“Mau gapain”ucap Nadia menatap Alvin.
“Temanin gue makan siang, soalnya gue mau berangkat ke kantor juga”ucap Alvin dingin.
“makan tinggal makan aja kok repot”ucap Nadia.
“Karna makan ditemani istri itu rasanya agak beda sih”bisik Alvin sambil tersenyum licik sepertinya dia punya rencana untuk membalaskan dendamnya kepada Nadia.
Karna tidak mau berdebat akhirhya Nadia mengikuti kemana Alvin berjlan, tanpa membuat orang lain curiga Alvin berjalan lebih duluh di ikuti Nadia dari belakang berjarak sekitar lima belas meter.
Nadia dan Alvin memutuskan makan siang di salah satu cafe cepat saji. Nadia cukup bingung karna di atas meja banyak jenis makanan yang berbeda padahal setahunya hanya mereka berdua saja yang makan siang.
“Makanlah”ucap Alvin menyadarkan Nadia dari kebingungan.
“Sayang akhirnya kalian sudah datang”ucap seorang wanita yang berpenampilan modis lalu duduk di pangkuan Alvin.
“Sesuai undanganmu cantik”ucap Alvin sambil mengedipkan matanya kepada wanita diatas pangkuannya.
“Tidak mengapa, dengan kalian menyiapkan makanan di atas meja sudah cukup”ucap Alvin sambil mengelus tangan wanita itu.
Deg
Sedangkan Nadia yang melihat pemandangan yang menjijikan dihadapannya cukup membuat hatinya sedikit tersentil. Tak pernh terpikir sedikit pun dalam benaknya akan melihat pemandangan menjijikan seperti ini.
Meskipun ia tidak mencintai Alvin, lebih tepat belum mencintai Alvin, tetapi tetap saja hatinya sakit ketika melihat Alvin di gerumuni wanita lain, biar bagaimanapun Alvin masih menjadi suaminya.
Sangat tidak etis jika Alvin berbuat demikian dihadapan nya.
“menjijikan sekali, dasar manusia sampah”batin Nadia menatap tajam Alvin yang kebetulan juga menatapnya dengan tersenyum mengejek.
“ayo nad makan, ini sudah lewat jam makan siang”ucap Alvin tanpa merasa bersalah.
“Gue sudah ngk selerah makan lagi, Lo sama dayang-dayang Lo aja yang makan”ucap Nadia menatap tajam Alvin.
“Kenapa..?apakah menunya masih ada yang kurang..?”ucap Alvin sambil kedua tangannya mengelus paham mulus wanita yang ada diatas pangkuan dan hal itu tak lepas dari padangan Nadia.
“Makanlah gue tau Lo belum makan dari tadi pagi kan..?”ucap Alvin.
“Sayang mau aku suapin ngk”ucap wanita yang di pangkuan Alvin mencela ucapan Alvin.
__ADS_1
“buat kamu boleh dong sayang”ucap Alvin lembut.
“Makan Nadia, karna menghadapi hari esok perluh tenaga, karna berpikir perlu imun yang baik bukan”ucao Alvin sambil membuka mulut untuk menerima suapan yang wanitanya.
Brakknn
“Stop, maksud Lo berbuat seperti ini apa..?mau memamerkan adegan menjijikan kalian dihadapan gue..? benar-benar manusia sampah kalian”bentak Nadia sambil memukul meja dengan cukup kuat sehingga membuat dua wanita di samping Alvin terkejut.
“Apa hak Lo memukul meja di hadapan gue..? suka-suka gue mau berbuat apa. Kenapa Lo jadi keberatan..?cemburu Lo..?”bentak Alvin sambil berdiri, untung wanita di pangkuannya dengan sigap berdiri kalau tidak akan beda adegannya.
“haha cemburu..?buat apa gue cemburu sama laki-laki seperti Lo, ngk ada untungnya”ucap Nadia tersenyum getir.
“Iyh sudah kalau Lo ngk cemburu santai aja dong, ngk usah memukul meja seperti itu, ada uang Lo ganti kalau rusak”ucap Alvin.
“jangankan mengganti meja ini, membeli wanita-wanitamu gue sanggup, sekalian sama harga diri Lo paham”ucap Nadia menunjuk wajah Alvin.
Plakkkk
Mendengar ucapan Nadia yang menurutnya di sudah luar batas tanpa pikir panjang Alvin langsung mengangkat tanganya dan menampar pipi Nadia.
“Kalau punya mulut itu dijaga Bangs*k, baru punya cafe segitu aja Lo udah blagu, yakin mau beli harga diri gue yang sangat mahal”ucap Alvin setelah menampar pipi mulus nadia.
“Dengan tingkah laku yang seperti ini masih berani Lo mengatakan kalau harga diri Lo mahal..?kalau dikamar Lo ngk punya kaca Lo bisa mampir kok ke kamar gue, biar Lo bisa ngaca”ucap Nadia sambil memegang pipinya bekas tamparan Alvin.
“ternyata keputusan gue untuk menutup diri dari laki-laki sudah benar, karna pada kenyataannya semua laki-laki itu sama, sama-sama manusia sampah tak terkecuali Lo”ucap Nadia lagi.
“Lo..-“
“Apa..?mau nampar lagi..?ayo tampar”ucap Nadia sambil menyodorkan pipinya kehadapan Alvin.
“Asal Lo tau, gue ngk peduli seberapa banyak wanita-wanita yang ada dihidup Lo, gue juga ngk peduli kalau Lo melakukan hubungan yang menjijikan seperti itu, gue ngk peduli tentang hidup Lo. Tapi tolong Lo jangan memamerkan adegan menjijikan Lo dihadapan gue, kalau Lo memang ngk bisa harga gue sebagai istri Lo, setidaknya harga gue sebagai wanita”ucap Nadia sambil menahan air matanya yang hampir jatuh.
“Kita itu tidak pernah saling kenal dan Lo tiba-tiba ngajak gue nikah dengan alasan perusahaan bokap gue kalau tender. Sebenarnya apa sih salah gue sama Lo..?hidup gue udh hancur, pikiran gue udah berat tolong iyh Lo jangan bikin gue makin hancur, karna bukan hanya tentang lo yang harus gue urusin”ucap Nadia sambil menghampus air matanya.
Dan yah sekuat-kuatnya Nadia menahan air matanya supaya tidak jatuh, tetapi tetap saja air mata itu tetap mendarat bebas di pipi mulusnya.
Sedangkan Alvin yang bungkam mendengarkan ucapan Nadia, yang awal ingin memberikan sedikit pelajaran kepada Nadia, justru hati sakit ketika melihat air mata Nadia jatuh begitu saja. Entahlah hatinya tidak tenang ketika melihat Nadia menangis.
Seketika wajah Adrian terlintas dibenaknya tak lupa ucapan Adrian sewaktu di dalam mimpi tergiang-giang dipikiran. “Jaga Nadia untuk Abang”
Walaupun ucapan itu hanya didalam mimpi tapi Alvin mengatakannya seperti di dunia nyata.
Melihat Alvin yang hanya bisa diam membisu, akhirnya Nadia meninggalkan cafe itu.
“Kalian keluarlah terima kasih atas kerja samanya”ucap Alvin ketika melihat Nadia pergi dari ruangan itu.
Sepertinya ia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya, walapun pada kenyataannya nadialah yang perlu menenangkan dipikiran.
__ADS_1