Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 61


__ADS_3

Setelah selesai makan, Nadia dan Alvin langsung balik kerumah tanpa mampir kemana-mana, karna memang mood Nadia sedang tidak baik-baik aja.


Tanpa menghiraukan orang-orang yang diruang tamu Nadia langsung berjalan menuju lift.


“Nadia sedang tidak baik-baik saja. Kalau mau ngomong langsung smaa gue aja”ucap Alvin mencegah Leon yang hendak memanggil Nadia.


Ternyata diruang tamu sudah ada menunggu Leon dan juga orang tuanya, meskipun Alvin masih kesal dengan Leon tapi ia akan tetap menghargai orang tua Leon sebagai om dan tantenya.


“Nadia kenapa nak..? perasaan tadi pagi kalian pergi aman-aman aja, kalian kelahi lagi”ucap mamah ayu khawatir.


“Bukan mah, Nadia berantem smaa orang taunya di rumah sakit, lebih tepatnya nenek Nadia dari papah Bram”ucap Alvin sambil duduk dihadapan Leon “tapi Nadia udh baik kok mah, setelah tadi mampir dari makam mamah Lisa, dia sudah baik-baik sjaa”


“Gapain kesini”ucap Alvin dingin menatap Leon bergantian menatap orang tuanya.


“Gue mau minta maaf smaa Nadia, gue nyesal telah melukai dia Al”


“Nadia udh sembuh dan dia ngk butuh maaf dari Lo”


“Tapi, izinkan gue bicara smaa Nadia. Soalnya besok gue mau keluar negeri, gue pengeng minta maaf untuk yang terakhir kalinya Al”


“Lo mau melakukan rencana apa lagi leon, duluh aja Lo beralasan mengajak Nadia makan malam karna Lo mau ke luar negeri. Tapi apa, Lo malah hampir membunuh Nadia, kalau aja gue telat datang mungkin saat ini Nadia sudah tinggal nama”


“Gue nyesal melakukan itu Al, saat itu gue ngk terima kalau Nadia sudah jadi istri Lo, makaya gue begitu keras memiliki Nadia kembali karna gue udh jatuh cinta sama Nadia sejak lama”


“Ingin memiliki Nadia dengan cara menghilangkan nyawanya..?begitu yang Lo maksud ingin memiliki Nadia..?”


Dan hal itu membuat Leon bungkam, kehabisan kata-kata ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut Alvin. Karna pada kenyataannya tidak ada jawaban dari pertanyaan itu, entah setan apa duluh yang merasuki Leon sehingga ia begitu tega hendak melenyapkan Nadia.

__ADS_1


“Sudahlah. Sebaiknya Lo pulang aja, lagian Nadia ngk bakal mau ngomong sama Lo. Gue cukup bingung sama Lo, kenapa Lo masih mempunyai muka untuk muncul dihadapan Nadia setelah apa yang Lo lakukan terhadap Nadia. Lo ngk punya malu apa”


Melihat Leon hanya berdiam diri, akhirnya Alvin memutuskan untuk meninggalkan ruang tamu itu.


“Alvin om minta tolong, bujuk Nadia supaya mau berbicara dan memaafkan Leon, soalnya Leon benar-benar akan berangkat keluar negeri”ucap papah Leon menghentikan langkah Alvin.


“masalahnya luar negeri Leon itu hanya sampai di gedung tua itu om, gedung dimna ia hampir membunuh Nadia, dan Alvin akan selalu mengingat sejarah gedung itu, dimana istri Alvin hampir dibunuh oleh sepupu Alvin sendiri”ucap Alvin dingin menghentikan langkahnya.


“Itu kali ini om janji, dan kamu bisa memengang janji om kalau Leon benar-benar berangkat keluar negeri, bahkan om sendiri yang mengantar dia kesana memastikan dia sampai disana”ucap ayah Leon menyakinkan Alvin.


“Saya ngk yakin kalau Leon benar-benar hanya ingin mengajak Nadia berbicara empat mata, siapa yang tau rencana seseorang”ucap Alvin menyindir Leon.


“Jaga omongan Lo Al, gue kesini baik-baik ingin berbicara dengan Nadia dan meminta maaf. Harusnya lo sadar diri, Lo itu udah merebut Nadia dari gue. Harusnya yang menjadi suami Nadia itu gue bukan lo, gue yang menjadi tunangan nadia tapi Lo dengan begitu pengecut merebut Nadia dari gue”ucap Leon tak terima dengan omongan Alvin yang menyindir dirinya.


“Lebih tepat Lo mantan tunangan Leon. Ehh bukan deh, kalian kan belum sempat bertukar cincin jadi ngk jadi mantan tunangan dong. Lagian kata-kata pengecut itu cocoknya buat Lo, lebih pengecutan ingin membunuh berkedok mengajak makan malam”ucap Alvin tersenyum mengejek Leon.


“alvin kamu ngk bisa seperti itu, Leon itu sepupu kamu. Lagian semuanya sudah impas, kamu sudah memberikan pelajaran smaa Leon, kamu sudah memukul telinga Leon dengan botol kaca. Lalu apa yang kurang..?Nadia dirawat dirumah sakit dan Leon juga dengan rawat dirumah sakit”ucap mamah Leon tak terima dengan ucapan Alvin.


“Bahkan Leon sempat kritis kok dan harus mendapat penanganan khusus karna gedang telinganya hampir pecah”ucap mamah Leon lagi “apa semua itu masih kurang..?apa kamu belum puas”


“Selagi dia masih hidup saya belum puas Tante. Perlu Alvin ingatkan sekali lagi, Nadia itu istri Alvin dan Nadia itu milik Alvin, siapapun yang berani mengusik milikku barang secuil rambut pun akan habis ditangan Alvin. Alvin ngk peduli apa hubungan Nadia dan Leon dimasa lalu, mau itu mantan tunangan kek, mantan istri kek Alvin ngk peduli”ucap Alvin menatap tajam Leon dan juga orang tuanya.


Setelah apa yang dilakukan Leon terhadap nadia, tiba-tiba saja mereka dengan begitu gampangnya datang meminta maaf. Berlagak seperti tidak ada yang terjadi, sumpah demi apapun Alvin tidak akan pernh memaafkan orang-orang yang menyakiti Nadia.


Kalau pun Nadia terluka itu hanya dia yang bisa melakukan, anggap sjaa dia egois, karna sejatinya Alvin adalah manusia paling egois.


“satu hal yang kalian harus tau, Alvin ngk bakal pernh memaafkan orang-orang yang berani mengusik milik Alvin”ucap Alvin lalu pergi meninggalkan tempat itu sebelum emosinya semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


“Gue pastikan Nadia akan kembali ke tangan gue Alvin. Gue pastikan itu”teriak Leon terpancing emosi. Nyata semuanya tidak sesuai dengan keinginan yang benar-benar ingin minta maaf dan memperbaiki hubungan dengan Alvin.


Yang awalnya ia berjanji kepada orang tuanya ingin meminta maaf kepada Alvin dan Nadia hanya omong kosong saja. Terbukti dari Leon yang semakin gencar mengejar Nadia.


Kata-kata yang mereka susun sebelum kedatangan Alvin dan Nadia hanya tinggal kata-kata saja. Papah Vino dan mamah ayu cukup kecewa dengan tindakan Leon yang tidak bersungguh-sungguh untuk memperbaiki hubungan mereka.


Padahal vino maupun ayu sudah mengingatkan Leon supaya berbicara baik-baik dengan Alvin dan meminta izin dengan baik-baik kepada Alvin supaya membujuk Nadia memaafkan Leon. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau di salahkan, jadi wajar kalau Alvin engga membujuk Nadia memaafkan Leon.


“Akhirnya keluar juga aslinya Lo iyh. Ini nih yang membuat gue ngk mau membujuk Nadia supaya memaafkan Lo Leon, tanpa gue paksa Lo berkata jujur udh jujur dengan sendirinya. Sekarang Lo tau kan pintu keluar dari rumah ini..?keluarlah sebelum gue suruh penjaga menyeret Lo dari sini, karna manusia picik kayak Lo ngk pantas disini”ucap Alvin lalu meninggalkan tempat itu, berjalan menuju lift.


Sampai di kamar Alvin tidak menemukan Nadia, tapi ia mendengar suara di kamar mandi yang berarti Nadia sedang mandi.


Sambil menunggu Nadia keluar dari kamar mandi, Alvin duduk di depan meja rias sambil memperhatikan segala jenis alat make-up Nadia. Ternyata tidak terlalu banyak, hanya ada shand body dan beberapa jenis liptin saja karna Nadia bukan tipikal perempuan yang suka mengoleksi makeup.


Karna semakin besar rasa penasaran Alvin, akhirnya Alvin mencoba menarik laci yang ada di bawah meja.


“Foto”guman Alvin setelah menemukan sebuah foto disnaa.


“Ini kan foto yang di makam bang Adrian, kenpaa bisa disini. Atau jangan-jangan Nadia sudah menemukan makam bang Adrian..?tapi kenapa reaksi Nadia biasa aja”guman Alvin sangat mengingat betul kalau foto yang ada di genggamannya diletakkan di makam itu.


Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang kenpaa respon Nadia biasa aja ketika menemukan foto dirinya di kuburan orang lain. Bukan kah itu suatu hal yang perlu di pertanyaan oleh seorang jika menemukan foto dirinya di makam orang lain.


Apalagi di zaman sekarang yang dimana masih banyak orang-orang yang percaya akan ada guna-guna, jika menemukan hal seperti ini harusnya sudah heboh dong.


Ahhh iyh


Alvin baru saja melupakan kalau Nadia merupakan sosok perempuan yang cuek luar biasa. Jadi wajar kalau Nadia akan cuek akan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2