
Benar seperti dugaan sebelumnya, bahwa kampus kali ini cukup di hebohkan dengan foto Nadia yanh sedang merokok di rooftop.
Pihak rektorat marah besar sedangkan dosen dan para staf lainya menuntut supaya pihak yang bersalah diberi hukuman sebagaimana peraturan yang berlaku di suatu instansi kampus yang telah ditetapkan, meskipun Nadia seorang anak investor terbesar di kampus itu tapi tetap saja Nadia harus di hukuman tanpa pandang bulu.
Nadia turun dari mobil tanpa merasa ada sesuatu kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan, seluruh mahasiswa memandangnya dengan tatapan sinis, bahkan tak jarang ada aja mahasiswa yang segaja membuang ludah di hadapan Nadia, seakan Nadia adalah sebuah bangkai yang berbau busuk.
Sedangkan Alvin hanya bisa menatap Nadia dari dalam mobil tanpa bisa berbuat apapun, karna menurut peraturan kampus kesalahan Nadia memang sudah di luar batas.
“Nadia, Lo ditungguh di ruang rektor”ucap salah satu mahasiswa.
Sejenak Nadia menarik napas panjang lalu membuangnya secara kasar, ia melakukan hal itu berulang kali. Ia tau kalau hal ini akan terjadinya kepadanya, ia juga sadar kalau ini adalah ketedelorannya yang tidak tau situasi.
Perlahan ia berjalan menuju ruang rektor, tanpa menghiraukan tatapan sinis dari mahasiswa lainnya.
Sampai diruangan ternyata sudah ada rektor, dekan dan wakil dekan lainnya, bahkan para dosen pun sudah ada disana.
“Kamu tau kenapa kamu di panggil kesini”ucap rektor menatap Nadia.
“Tau pak, maaf kan sya pak”ucap Nadia.
“Saya tidak butuh maaf kamu Nadia, pertanyaan saya kenapa kamu bisa merokok di area kampus.?kan kamu tau apa peraturan di kampus ini. Bahwah setiap taruna-taruni(panggilan mahasiswa untuk seseorang yang kuliah di kampus pelayaran) di larang merokok”
“Iyh pak sya tau”
“Kalau kamu tau kenpa kamu lakukan..?kamu sudah mencoreng nama baik kampus ini, kamu mencoreng nama baik ayahmu sebagai investor terbesar di kampus ini. Karna foto-foto mu bukan cuma beredar di area kampus, tapi di seluruh internet sudah tersebar”
“Kalau memang kamu tidak sanggup mengikuti aturan yang ada di kampus ini sebaiknya kamu jangan kuliah disini, karna ini tidak menerima mahasiswa yang berandalan. Paham kamu”ucap rektor.
“Maaf pak, saya salah”
“jangan maaf-maaf terus yang kau ucapkan, kalau udah tau slaah gapain harus di lakukan”ucap dekan lainnya.
“kamu seorang anak investor di kampus ini, harusnya kamu menjaga nama baik keluarga besarmu dan juga kampus ini. Bukannya menjadi manusia berandalan”ucap dosen lainnya.
Sedangkan Nadia hanya diam saja sambil menunduk, karna ini memang murni kesalahannya, ia tidak akan membantah ataupun membuat pembelaan terhadap diri sendiri.
Sejenak rektor menarik napas panjang lalu mengeluarkan secara kasar, ia cukup kecewa dengan ulah Nadia, karna untuk pertama kalinya Nadia berulang di luar kendali. Dan mau tidak mau ia harus menghukum Nadia sekalipun Nadia anak salah satu investor di kampus ini.
__ADS_1
“Ini surat pemberhentian kamu dari kampus ini. Jadi ini hari terakhir kamu kuliah disini”ucap rektor sambil meletakkan sebuah amplop di hadapan Nadia yang berlogokan nama kampus mereka.
Deg
Mendengar hal itu jantung Nadia seakan berhenti berdetak.
Gagal
Gagal sudah keinginan mamah Lisa yang berharap besar Nadia akan menjadi pelaut handal. Nyatanya hanya pusing sejenak membuat Nadia melakukan kesalahan fatal. Dia gagal di tengah jalan.
Dengan tangan bergetar Nadia mengambil amplop itu dan membukanya.
“SECARA RESMI NADIA PUTRI MAHARANI RESMI DI KELUARKAN DARI KAMPUS INI” mata Nadia hanya terfokus ke pernyataan ini tanpa membaca penyebabnya, saking resminya pernyataan itu di lengkapi dengan tanda tangan rektor, dekan dan wakil dekan, dosen wali kelas dan dosen pembimbing nya, lengkap dengan stempel kampus.
“sekarang kamu bisa keluar dari ruangan ini, terimaksih telah mencemarkan nama baik kampus ini, bapak harap untuk di kampus kedepan nya kamu tidak berbuat hal seperti ini”ucap dosen sambil menunjukkan ke arah pintu. Secara tidak langsung mereka mengusir Nadia.
Begitulah kerasnya di dunia perkampusan pelayaran, jika mahasiswa melakukan kesalahan maka endingnya akan di keluarkan bahkan di dunia kampus pelayaran tidak mengenal kata score jika mahasiswa melakukan kesalahan.
Tanpa pandang bulu dan keadaan pihak instansi langsung mengeluarkan mahasiswa yang melakukan kesalahan, karna setiap mahasiswa yang kuliah di pelayaran menjunjung tinggi nama baik kampus.
“Bagaimna nad”ucap sindy yang sejak tadi menunggu Nadia di parkiran.
“Gue di keluarkan sind, maaf iyh sebagai sahabat, gue membuat Lo malu”ucap Nadia lemah. Tak pernh terpikirkan sedikit pun ia bakal di keluarkan dari kampus.
“Ngk papah nad, gue tetap bangga punya sahabat seperti Lo, Lo gadis yang kuat nad. Lo jangan nyerah ngituh aja, masih banyak kampus di kota ini yang bisa menerima Lo”ucap sindy memberi semangat kepada Nadia.
“Lo jangan kayak ngituh sind, mana ada kampus yang mau menerima mahasiswa scandal sind. Entahlah gue bingung kedepannya”ucap Nadia.
“Nad, Lo yang sabar iyh”ucap Bastian menghampirinya bersmaa Alvin.
“santai aja bas, maksih iyh”ucap Nadia sambil menatap Alvin sekilas.
“Kalian baik-baik kuliah disini, jangan bertingkah supaya ngk di keluarkan seperti gue. Semoga kalian menjadi pelaut yang luar biasa”ucap Nadia.
“santai nad, kayak mau kemana aja lagi Lo. Lo gagal jadi pelaut setidaknya Lo sudah jadi istri pelaut, masih bisa ikut berlayar sama Alvin”ucap sindy mencoba mencairkan suasana, Sedangkan Nadia hanya bisa mengangkat bahunya.
“Mau kemana”ucap Alvin dingin sambil memasukkan tangannya ke saku celana.
__ADS_1
“Entahlah, gue juga bingung mau kemana”ucap Nadia hendak masuk ke dalam mobil.
“Lo ngk berbuat macam-macam kan nad, jangan gila Lo iyh”ucap Sindy mengcegatnya Nadia.
“ngklah sind, gue hanya butuh waktu sendiri duluh, gue capek sind”ucap Nadia denga mata yang sudah berkaca-kaca sambil masuk ke dalam mobil.
Nadia melajukan mobilnya meninggalkan kampus, Ketika mobil itu lewat dari gerbang kampus bertepatan air matanya lolos begitu saja.
Dari duluh kampus ini adalah kampus favorit Nadia, bersusah payah dirinya supaya bisa masuk ke kampus ini tanpa bantuan ayahnya yang sebagai donatur di kampus ini. Hingga sekarang dengan segala kecerobohan nya ia dikeluarkan dari kampus favoritnya.
Nadia melajukan mobilnya tanpa tujuan arah, hingga setelah beberapa saat, Nadia menghentikan mobilnya di sebuah pemakaman umum.
Sejenak ia menarik napas panjang dan mengeluarkan secara kasar, lalu ia menatap sebuah surat yang berlogo kampusnya duluh. Sungguh iyh tak pernh berpikir bakal berhenti sampai di titik ini.
Nadia keluar dari mobil dan berjalan menyusuri setiap kuburan untuk mencari nama batu nisan yang bernama Lisa.
Disinilah Nadia sekarang, di makam mamahnya. Sejak meninggal dunia inilah kedua kalinya Nadia datang kesini. Semenjak kejadian dimana mamahnya meninggal, Nadia selalu menyangka hal itu, ia selalu berharap kalau mamah sedang di luar negeri.
“Mah, maaf. Nadia gagal”lirih Nadia.
“Akibat kecerobohan Nadia. Nadia di keluarkan dari kampus itu dan ngk ada lagi kampus pelayaran yang mau menerima Nadia. Mungkin kalau mamah masih ada pasti mamah kecewa dan marah kan..?
“Mau ngimana mah, habisnya Nadia pusing. Nadia menikah di usia mudah, bahkan Nadia biingung pernikahan seperti apa yang Nadia jalani. Dan sekarang papah masuk rumah sakit mah, dari pada Nadia gila sendiri lebih baik Nadia merokok saja mah”ucap Nadia sambil menahan laju air matanya.
“Ck papah udah dapat karmanya mah. Istri mudahnya itu selingkuh bahkan sampai hamil tau, mungkin kalau mamah lihat pasti mamah bahagia, ternyata karma itu nyata iyh mah”ucap Nadia sambil terkekeh geli.
“Mah”lirih Nadia tidak bisa lagi menahan laju air matanya.
“Nadia capek mah, capek banget. Nadia boleh ngk ikut sama mamah aja, Nadia pengeng cerita mah, Nadia rindu pundak mamah, Nadia rindu elusan tangan mamah di kepala Nadia, Nadia rindu tidur di pangkuan mamah”ucap Nadia dengan tangis yang sudah pecah.
“Bahkan Nadia rindu omelan mamah. CK mamah curang, harusnya Nadia senang karna tak ada lagi yang omelin nadia, tapi sekarang Nadia malah rindu dengan omelan mamah”ucap Nadia terkekeh geli dengan air mata yang terus mengalir.
Nadia berbicara sendiri di kuburan Lisa, bahkan Nadia mencurahkan semua beban dan isi hatinya di kuburan itu. Meskipun setelah curhat Nadia tidak mendapatkan apa-apa.
Setelah hampir satu jam di makam itu, akhirnya Nadia memutuskan untuk pulang, ia harus siap menghadapi amukan dari mertuanya nanti, ia yakin kalau mereka akan kecewa dengan Nadia dikeluarkan dari kampus.
“Mah Nadia pulang duluh iyh. Nanti kalau Nadia lagi pusing dan ada masalah, Nadia bakal datang kesini cerita sama mamah, Nadia ngk akan merokok lagi. Nadia janji akan berubah mah, ini terakhir kalinya Nadia mengecewakan mamah”ucap Nadia lalu pergi meninggalkan kuburan mendiang Lisa.
__ADS_1