
Mendengar kata dosa dari mulut Alvin, entah angin apa Nadia refleks mengangguk kepala. Untuk pertama kalinya Nadia sebagai manusia biasa takut akan dosa, padahal dengan membenci papah kandungnya sendiri secara otomatis Nadia sudah hidup dalam dosa setiap harinya.
Karna pada sejatinya, seperti apapun kesalahan orang tua, kita tidak bisa membencinya. Karna biar bagaimana pun mereka adalah orang yang akan menerima kita kembali ke depannya apapun yang terjadi dengan diri kita.
Melihat anggukan kepala Nadia, itu artinya Alvin sudah mendapatkan lampu hijau. Tanpa menunggu lama Alvin langsung mencium bibir Nadia yang entah sejak kapan itu sudah menjadi candunya.
Mendapat serangan tiba-tiba dari Alvin, Nadia hanya bisa diam saja tanpa menolak atau pun membalas ciuman itu, karna sejatinya Nadia tidak bisa yang namanya berciuman. Tak dapat di pungkiri jika ciuman pertamanya alvinlah yang mendapatkan.
“Balas ciuman gue nad”bisik Alvin karna merasakanya ia hanya bermain sendiri saja.
“Bagaimana caranya, gue ngk tau sama sakali”ucap Nadia dengan wajah polosnya.
Sedangkan Alvin hanya terkekeh gemas saja, ia hampir lupa kalau Nadia hanya manusia rada-rada polos. Dimana otaknya mengetahui hal-hal mesum tapi belum pernh melakukan secara langsung.
“Ngk papa malam ini biar gue yang bekerja sendiri, besok-besok belajar membalas ciuman sama gue”bisik Alvin lalu kembali melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda.
Alvin kembali mencium bibir Nadia, lalu turun ke leher mulus Nadia, menciptakan tanda kepemilikan di area itu. Tanpa sadar Nadia mengeluarkan desahannya dan hal itu membuat Alvin semakin semangat melanjutkan kegiatannya.
Setelah puas mencium bibir Nadia, Alvin langsung mengendong Nadia ke tempat tidur supaya ia lebih leluasa melancarkan aksinya.
Setelah melewati tahap demi tahap dimana Alvin membuat Nadia terbiasa dengan sentuhan nya, sehingga ketika memasuki babak semifinal nya nanti Nadia tidak terkejut dan takut.
“Sakit Al”rintih Nadia ketika Alvin sudah masuk ketahap yang selalu di nanti-nantikan oleh pengganti baru di malam pertama.
Mendengar rintihan Nadia, sejenak Alvin menghentikan pengerakkannya, membiarkan barangnya bersarang di area sensitif Nadia, tak lupa Alvin mencium bibir Nadia dengan harapan supaya Nadia melupakan sesuatu yang sakit dibawah sana.
“Aku lanjut iyh”bisik Alvin ketika melihat Nadia mulai tenang sedikit, sedangkan Nadia hanya pasrah dan mengangguk. Toh semua sudah terjadi, sekarang Nadia bukan lagi gadis melainkan sekarang dia sudah jadi wanita.
Sekarang Nadia sudah resmi menjadi milik Alvin seutuhnya, karna yang mendapatkan harta berharga yang ia jaga selama ini adalah Alvin suaminya sendiri.
“Makasih nad”bisik Alvin tepar disamping Nadia setelah hampir tiga jam melakukan olahraga malam untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami istri. Dapat di pastikan kalau saat ini mereka telah melewatkan makan malam karna waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
“Lo sekarang resmi jadi milik gue seutuhnya Nadia, dan meskipun seluruh dunia menolak gue ngk bakal lepaskan Lo apapun yang terjadi. Aku mencintaimu nad”batin Alvin sambil menatap wajah Nadia yang tertidur pulas di samping.
“Mari kita mulai kehidupan rumah tangga kita sayang”ucap Alvin lalu mencium kening Nadia.
__ADS_1
Setelah beberapa saat memandang wajah polos Nadia, akhirnya Alvin memutuskan untuk membersihkan diri tak lupa menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Nadia. Setelah selesai mandi, Alvin langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerja membiarkan Nadia beristirahat tanpa membersihkan diri.
“Lo Al. Baru keluar kamar..?Nadia mana sayang”ucap mamah ayu yang kebetulan berpapasan dengan Nadia.
“Iyh mah. Tadi habis membantu Nadia mengerjakan tugas kuliah, biasalah mah Nadia baru masuk di kampus itu jadi harus mengejar materi dan juga tugas-tugas”ucap Alvin berbohong, tak mungkin ia jujur terhadap mamah ayu tentang apa yang mereka lakukan dikamar.
“Ohh iyh sudah, kamu mau kemana ini”ucap mamah ayu dengan penuh curiga “jangan tinggalkan istri kamu di kamar sendiri”
“mau keruang kerja mah, mau menyiapkan beberapa desain untuk pembangunan kapal minggu depan”
“Dengar-dengar pembangunan kapal mertua kamu gagal, katanya kebakaran”ucap mamah ayu ketika mengingat sekilas masalah yang dihadapan orang tua Nadia.
“Mungkin mah, Alvin kurang tau juga sih soalnya Nadia belum ada cerita. Tapi tadi Rania ada kesini sih, kasih tau kalau papah Nadia jatuh sakit. Tapi Nadia belum berniat mengunjungi mungkin terlanjur kecewa paling”ucap Alvin cuek “sudah ah mah, Alvin mau kerja bentar. Kok malah ngegosip smaa mamah disini sih”
Alvin langsung berjaln menuju ruang kerjanya, tak lupa ia membawa segelas kopi. Harusnya ada Nadia disana untuk menemaninya begadang malam ini, berhubung tadi pas dijalan Nadia sudah berjanji. Tapi saat ini Nadia sudah menemani lebih dari begadang jadi ia membiarkan Nadia beristirahat.
Setelah selesai bekerja Alvin langsung kembali ke kamar, karna waktu juga sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Sampai di kamar ia menatap Nadia yang masih tertidur, bedanya Nadia saat ini sudh berpakaian piama tidurnya mungkin Nadia sempat kebangun dan membersihkan diri.
Tanpa menunggu lama, Alvin langsung naik ketempat tidur, membaringkan tubuhnya di samping Nadia dan menarik wanita itu kedelapannya.
Waktu azab subuh berkumandang yang biasanya Nadia yang kebangun untuk melaksanakan kewajibannya, tapi saat ini cukup jauh berbeda karna yang lebih duluh terjaga Alvin. Alvin yang terjaga bukannya sholat, tapi ia memandang wajah Nadia yang masih tidur di dekapannya.
Lelah memandang wajah Nadia, Alvin memutuskan untuk turun dari ranjang dan berjaln menuju kamar mandi, bukan untuk mandi tapi melainkan untuk gosok gigi dan cuci muka.
“Mau kemana”ucap nadia yang melihat Alvin keluar dari kamar mandi menggunakan kaos oblong dan celana pendek. Ternyata pas Alvin di kamar mandi Nadia sudah bangun tapi belum beranjak dari tempat tidur.
“Mau ke taman kota sayang”ucap Alvin sambil bercermin di meja riasnya Nadia.
Mendengar kata panggilan sayang dari mulut Alvin, wajah Nadia berubah menjadi merah padam, kegiatan mereka yang tadi malam terlintas di pikiran yang membuat dirinya malu sendiri.
“Mau gapain kesana”ucap Nadia menutup kegugupanya.
“Mau jogging, bosan olahraga di ruang ngyim muluk”ucap Alvin “kamu mau ikut..?”ucap Alvin sambil duduk di samping ranjang.
“Boleh..?”jawab Nadia.
__ADS_1
“Bolehlah. Kalau mau ikut siap-siap ngih, aku tunggu disini”ucap Alvin sambil mengelus pipi Nadia.
“Tapi aku ngk jogging ia, cuman jalan kaki aja mengelilingi taman nya”ucap Nadia memberikan penawaran.
“Iyh ngk papah”ucap Alvin “ehh btw kamu bisa jalan normal ngk. Kan tadi malam kita baru..__”
“Ngk usah ngadi-ngadi kalau ngomong, gue bisa jalan normal kok”ucap Nadia memotong ucapan Alvin.
Setelah menunggu beberpa saat, akhirnya Nadia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Hudi warna hitam dan celana pendek, warna yang senada dengan baju Alvin.
“Kok pakai hudi sih”ucap Alvin bingung apalagi saat ini Nadia memakai topi hudi itu, sehingga hanya memperlihatkan wajahnya saja.
“Leher banyak tanda merah. Yuk kita jalan”ucap Nadia tak mau berlama-lama membahas tanda merah yang di lehernya.
Sedangkan Alvin yang mengerti dimana Nadia ngk mau membahas kegiatan mereka yang tadi malam hanya terdiam saja. Maklum baru pertama kali mereka melakukan hal itu jadi wajar kalau malu.
“Loh, kalian mau kemana pagi-pagi begini”ucap mamah ayu yang bingung melihat anak dan menantunya.
“Mau ke taman kota mah, mau jogging duluh”ucap Alvin tanpa menatap mamah ayu.
“Loh Nadia syang, kamu jogging kayak begitu syaang..?emng ngk panas nanti”ucap mamah ayu yang bingung melihat penampilan Nadia saat ini, hanya memakai hudi, celana pendek diatas lutut sehingga memperlihatkan kaki jenjang nya dan dipadukan dengan sandal jepit saja. Memang benar-benar sejak awal Nadia memang tidak niat untuk jogging.
“Nadia ngk jogging mah, Nadia cuma nemani kak Alvin aja, takut nanti ada yang lebih cantik di taman kota”ucap Nadia sambil tersenyum.
Sejenak mamah ayu menatap bingung Nadia, ternyata menantunya yang dingin dan cuek ini bisa cemburu juga.
Jangan tanya bagaimana reaksi Alvin ketika mendengar ucapan Nadia. Sungguh, jika tidak ada mamah ayu Alvin ingin rasanya mendekap erat tubuh Nadia, apa..?Nadia cemburu kepadanya..?bisa kah ini berteriak ke seluruh penjuru dunia memberikan kalau Nadia sudah jatuh cinta kepadanya.
“Udah yuk kita langsung jalan aja, takut kesiangan nanti”ucap Alvin sambil menarik tangan Nadia. Takut mamah ayu meledek dirinya karna ia tau mamah ayu menyadari wajah Alvin yang sudah memerah.
“Nanti kalau sudah ngk kuat jalan jangan di paksa iyh, duduk di kursi aja tungguh aku selesai jogging”ucap Alvin sambil fokus menyetir.
“Iyh, btw kita jogging sama siapa aja”ucap Nadia.
“aku ajak Bastian sih, tapi ngk tau kalau dia jadi datang”ucap Alvin, sedangkan Nadia hanya ber o ria saja.
__ADS_1