
Seperti ucapan Alvin sebelumnya, Nadia benar-benar menunggu Alvin sampai menjemput dirinya ke kelas, setelah bebrapa saat kelas pun mulai sepi hanya ada beberapa mahasiswa saja yang masih betah di kelas termasuk Nadia.
Sambil menunggu Alvin datang menjemput ke kelas, untuk menghindari kejenuhan akhirnya Nadia memutuskan untuk bermain ponsel. Entahlah, akhir-akhir Nadia selalu nurut dengan apa perkataan Alvin.
“Lo belum pulang..?”ucap Rio menghampiri meja Nadia.
“Kalau gue masih disini iyh berarti belum”ucap Nadia dingin.
“Gue cuma basa-basi Nadia, anak kecil juga tau kalau Lo masih dsini berarti belum pulang”ucap Rio kesal sendiri dengan respon Nadia.
“Gue ngk butuh basa-basi, Lo mau gapain kesini..?perasaan mulai dari tadi pagi Lo selalu datang muluk ke meja gue, kenapa..?meja lo kurang nyaman..?iyh sudah kita tukaran aja dah”ucap Nadia kesal karna kedatangan Rio mengganggu konsentrasi nya ketika sedang bermain game
“Kan kalah gue”ucap Nadia kesal sambil melempar ponselnya ke atas meja.
Sambil menatap tajam Rio “lo kurang kerjaan banget. Kenapa..?kelihatan banget Lo cowok penganguran sampai-sampai kemeja gue muluk”
“sebenarnya gue punya banyak pekerjaan, tapi gue pengeng lebih dekat lagi sama Lo. Ngk salah kan.?”ucap Rio.
“iyh salah satu pendekatan nya hari ini gue mau ajak Lo pulang bersama. Anggap aja ini sebagai awal pertemanan kita”
“lo dengar gue iyh. Sebenarnya gue ngk suka banyak ngomong. Yang pertama gue udh punya banyak teman dengan berbagai jenis dan spesies jadi gue ngk butuh teman lagi dan yang kedua kalau Lo mau pulang, pulang aja duluan, ngk usah ajak-ajak gue. Bisa pulang sendiri kan..?iyh bisa dong.!!kan biasa emang pulang sendiri”ucap Nadia dengan nada judesnya.
Sedangkan Rio bukannya emosi atau kesal, ia malah semakin gemas sendiri dengan nada suara Nadia yang judes sekali, berbeda dengan gadis-gadis lain yang pernh ditemukannya.
“Ihh gemas banget sih. Jangan judes-judes nad, entar Lo suka lagi sama gue”ucap Rio gemas sambil mencubit kedua pipi Nadia .
“Ngk usah sok akrab sama gue karna kita ngk pernh saling kenal”ucap Nadia sambil menghempaskan tangan Rio yang mencubit pipinya “lagian gue ngk mungkin suka smaa Lo. Kan Lo tau kalau gue udah punya pacar”
“Selagi masih pacar, Lo masih milik bersama nad”ucap Rio terkekeh geli.
“masalahnya dia bukan sekedar pacar lagi, dia suami gue paham Lo”ucap Nadia.
“A apa”ucap Rio terkejut.
“Maksudnya Alvin sudah menikah dan Lo istrinya”ucap Rio memastikan.
“Astaga, kenapa gue sampai keceplosan gini sih. Kalau Alvin marah ngimana dong”batin Nadia setelah menyadari ucapannya yang sudah kelepasan.
“Lo istrinya Alvin..?”ucap Rio memastikan.
“Iyh dia istri gue. Kenapa ?kok kayak ngk terima ngituh..?”ucap Alvin dari ambang pintu.
“Segitu ngk ada kerjaannya Lo sampai ganggu istri gue muluk. Kayak ngk ada cewek lain aja”ucap Alvin.
“Sayang kita pulang”ucap Alvin sambil menarik jemari Nadia.
“Nadia istri gue dan Nadia milik gue. Dan gue harap Lo tau batasan lo sampai mana, gue rasa Lo masih punya urat malu kalau jadi pembinor dalam rumah tangga orang”bisik Alvin ditelinga Rio.
“Perempuan masih banyak, gue harap Lo bisa dpaat lebih dari Nadia. Kalau Lo mampu, biasanya kan Lo selalu suka merebut milik orang lain”bisik Alvin sambil menepuk bahu Rio.
Alvin dan Nadia pergi meninggalkan ruangan kelas Meninggalkan Rio sendiri. Sedangkan Rio hanya bisa mengepal tangannya, sepertinya ia banyak ketinggalan tentang kehidupan Alvin.
“Mereka sudah menikah .? benar-benar gila”guman Rio tak habis pikir
__ADS_1
Bagaimana tidak, ia sempat berpikir kalau ia masih mempunyai cela untuk mendapatkan Nadia. Anggap saja kalau ia jatuh cinta kepada Nadia pada pandangan pertama.
Disaat kampus mulai sepi, disaat itu juga Alvin dan Nadia meninggalkan lingkungan kampus. Sejenak di dalam mobil hanya terjadi keheningan, Alvin yang fokus menyetir sedangkan Nadia sibuk dengan ponsel. Entah apa yang ia kerjakan, tapi yang Alvin pikir Nadia sedang memeriksa laporan cafe yang di kirim lewat email.
“Kita ke cafe duluh yuk Al. Ada berkas yang mau gue tanda tangani”ucap Nadia tanpa menatap Alvin.
“Emng harus sekarang nad, gue capek banget nih pengeng langsung tidur aja”ucap Alvin.
“Ngimana ceritanya Lo mau tidur sore-sore begini. Emng gapain aja sih satu hari ini. Kok kayak capek banget”ucap Nadia bingung.
“Ke kampus baru ke kantor sekalian tadi mampir ke kapal duluh. Habis tuh ke kampus lagi dan langsung jemput kamu”ucap Alvin.
“Sebentar aja Al, janji deh nanti aku masakin makan malam khusus buat Lo”ucap Nadia memberikan penawaran.
“Aihhh kalau cuma masak makan malam sih si bibi juga bisa nad. Minimal temanin aku lah nanti kerja di ruangan kerja”ucap Alvin tak mau rugi.
“Baiklah Manusia si paling ngk mau rugi”ucap Nadia kesal.
Sesuai permintaan Nadia, akhirnya Alvin membelokkan mobil menuju cafe Nadia.
Sampai di cafe mereka langsung disambut oleh beberapa karyawan Nadia, sedangkan Nadia langsung berjalan menuju ruangannya dan menandatangani dokumen-dokumen yang menumpuk di atas mejanya.
Sejenak Nadia menarik napas panjang dan mengeluarkan secara kasar, ia melakukan hal itu beberapa kali. Sepertinya ia cukup kesal melihat dokumen yang bertumpuk di mejanya, belum lagi ia harus mencocokkan beberapa data yang di dokumen dengan data yang ada di komputer nya.
“Mau aku bantu ngk..?biar cepat selesai dan kita langsung pulang”ucap Alvin menawarkan bantuan.
“Ngk usah, Lo istirahat aja kan nanti malam katanya mau lembur”ucap Nadia.
“Baiklah”ucap Alvin lalu berjalan menuju sofa untuk mengistirahatkan badannya sejenak.
“al Al, yuk bangun”ucap Nadia membangunkan Alvin yang sedang berbaring di sofa.
“Jam berapa”ucap Alvin dengan suara serat.
“Jam lima. Pulang yuk”ucap Nadia membangunkan Alvin.
Sedangkan Alvin bukannya bangun, ia malah menarik Nadia kedalam dekapannya, sehingga Nadia terjatuh di dekapan Alvin.
Deg
Deg
Sejenak detak jantung Nadia seakan berhenti, bagaimana tidak detak jantungnya dan detak jantung Alvin saling bertemu. Bahkan Nadia bisa menghirup aroma maskulin Alvin.
“Kayaknya aroma tubuhmu akan menjadi candu buat aku deh nad”ucap Alvin menyadarkan Nadia dari lamunan nya.
“Ihh Alvin , apaan sih”ucap Nadia hendak bangkit dari dada Alvin. “Lepas ihh, nanti ada karyawan yang lihat”
“Biar kayak gini duluh nad, aroma tubuh Lo sangat nyaman di hidung gue”ucap Alvin sambil menahan Nadia dan menengelamkan wajah Nadia di lehernya.
“Tapi jangan disini Al, lagian gue belum mandi”ucap Nadia masih mencoba lepas dari dekapan Alvin.
“Trus kalau dirumah bisa dong, ingat loh, kalau dirumah aku mau yang lebih nad”ucap Alvin membungkam Nadia. Nadia tidak bodoh, ia tau maksud dari kata lebih itu apa.
__ADS_1
“Jangan banyak gerak nad. Gue ngk bisa pastikan nanti Lo bisa jalan normal”ucap Alvin menahan sesuatu yang lagi-lagi bergejolak di bawah sana. Entahlah akhir-akhir ini ketika ia berdekatan dengan sangat intim kepada Nadia maka tubuhnya akan bereaksi dengan berlebihan.
“Ngk usah mesum”ucap Nadia kesal sedangkan Alvin hanya terkekeh geli.
“Nad”panggil Alvin setelah beberapa saat terjadi keheningan.
“Mm”guman Nadia singkat.
“Hidup normal yuk”ucap Alvin ambigu.
“Maksud Lo selama ini gue hidup ngk normal ngituh, maksud Lo gue selama ini gila kah”ucap Nadia.
“Bukan kayak ngituh maksudnya gue nad. Maksud gue hidup normal layaknya suami istri pada umum. Lo belajar menerima dan mencintai gue. Dan gue juga begitu, gue akan belajar mencintai Lo dan menerima Lo sebagai istri gue. Mari kita sama-sama belajar menerima kenyataan, karna ngk selama nya kita akan terus kayak gini kan..?status suami istri, tidur satu atap bahkan satu kasur. Tapi kita seperti orang asing nad, secara Lo tau pasti NAD, gue ngk bakal melepaskan Lo apapun yang terjadi, karna di dalam keluarga gue dilarang yang namanya kawin cerai”ucap Alvin sambil mengelus rambut Nadia.
“Karna pada awalnya gue udah jatuh cinta sama Lo nad, entah itu sejak kapan. Tapi gue pastikan kalau gue udh mencintai Lo nad, gue pastikan Lo juga akan terjerat dengan cinta gue”batin Alvin.
“Kita ngk usah publik status pernikahan kita dihadapan publik, tapi kita bisa berpacaran duluh di hadapan publik nad”ucap Alvin lagi karna melihat Nadia tidak memberi reaksi apapun.
“Gue ngk bisa janjikan apa-apa Al. karna sejatinya, gue juga ngk bisa pastikan kalau hati gue yang sangat kering ini bisa jatuh cinta..?gue juga ngk bisa pastikan kalau gue bisa menerima laki-laki dalam perjalanan hidup gue. karna seumur-umur gue ngk pernh jatuh cinta smaa laki-laki Al”ucap Nadia jujur, karna pada kenyataannya seumur hidupnya Nadia tidak pernh merasakan yang namanya jatuh cinta pada lawan jenis.
“Ternyata sebegitu besarnya Lo membangun tembok pembatas dengan laki-laki nad, sampai-sampai Lo ngk yakin sama hati Lo sendiri”batin Alvin setelah mendengar jawaban nadia.
“Berarti gue dong laki-laki pertama yang hadir di hidup Lo”ucap Alvin.
“Mungkin seperti itu kali, tau ahh bingung gue. Lepas lah, emng dada Lo ngk sakit kalau gue tindis terus”ucap Nadia.
“Dada gue lebih sakit ketika Lo ngk bisa membalas perasaan gue nad”batin Alvin.
“Gue akan lepas, tapi Lo harus janji akan belajar mencintai gue dan menerima gue sebagai suami Lo”ucap Alvin memberikan sedikit penawaran.
“Penawaran macam apa itu”kesal Nadia mulai tak nyaman dengan posisi mereka saat ini.
“Janji duluh”ucap Alvin tanpa menjawab pertanyaan Nadia.
“OK, gue janji. Gue janji akan belajar menerima Lo sebagai suami gue dan belajar mencintai Lo”ucap Nadia mengalah. Mungkin mulut mengatakan hal it, tapi hatinya sedang berteriak meminta Nadia supaya tidak mencintai Alvin. Karna pada nyatanya hati Nadia sudah sangat sekeras itu.
“Gue akan menunggu janji itu nad dan gue akan membantu Lo supaya bisa menerima gue sebagai suami Lo”ucap Alvin sambil mencium kening Nadia dengan hangat dan dalam.
“Sekarang kita pulang, badanmu bau belum mandi”ucap Alvin sambil melepaskan pelukannya.
“Tadi katanya candu, sekarang bau”omel Nadia sambil berjaln menuju meja kerjanya “ayo pulang”ucap Nadia langsung pergi meninggalkan ruanganya.
“Kok ngk bisa pintu di buka sih”kesal Nadia ketika mencoba membuka pintu ruangannya tapi tidak bisa.
“Kenapa nad”ucap Alvin dari belakang.
“Pintu ngk bisa dibuka, padahal tadi bagus aja kok”ucap Nadia kesal.
“Ck astaga Nadia, itu pintu di geser bukan di dorong, udah ada tulisan digeser. Astagfirullah”ucap Alvin gemas melihat Nadia yang tiba-tiba lemot.
“Siapa sih yang rubah, padahal tadi tuh di dorong”kesal Nadia meninggalkan Alvin yang masih mengaga di ambang pintu, bingung dengan tingkah Nadia yang menyalahkan pintu.
“Perempuan emang ngituh iyh, ngk mau disalahkan. Pintu yang tidak berdosa pun disalahkan”guman Alvin sambil mengeleng kepala
__ADS_1
...maaf semua sya baru sempat upload soalnya beberapa hari yang lalu syaa mengalami kecelakaan, jadi ngk kepikiran buat upload novel❣️❣️❣️...