Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 23 siapa pembunuh..?


__ADS_3

Dan benar saja ketika pagi menyambut Alvin langsung pergi ke cafe milik Nadia, karna ini weekend itu tau kalau Nadia tidak akan masuk kuliah.


Bangun tidur langsung mandi tanpa sarapan Alvin langsung melajukan mobilnya ditemani oleh Delon sebagai sopirnya.


“Nadianya ada”ucap Alvin kepada salah satu kasir.


“Ada tuan, kebetulan nona Nadia sedang berenang di lantai tiga, tuan bisa langsung naik ke atas”ucap sang kasir karna sudah mengetahui laki-laki di hadapannya itu adalah suami dari pemilik cafe itu.


“Pagi-pagi begini berenang”guman Alvin lalu berjlan menuju lift dan menekan angka tiga.


Alvin baru tau kalau cafe itu juga disiapkan sebuah kolam berenang, sepertinya bagi orang yang baru berkunjung kesana akan terkejut.


“Enaknya berenang pagi-pagi buta dan tidak menyambut kedatangan suami”ucap Alvin sambil berjalan di pinggir kolam.


Menatap Nadia yang sedang berendam dengan memakai baju renang yang cukup seksi jadi memperlihat kulit putih mulus Nadia.


A


Sejenak Alvin menekan salivanya dengan kasar ketika melihat pemandangan yang cukup menggairahkan bagi dirinya yang merupakan laki-laki normal.a


“Sudah berenangnya ini masih terlalu pagi”ucap Alvin menyadarkan Nadia yang sedang memejamkan mata sambil merendam.


“Ahh betul juga, gue sudah dari jam lima pagi disini”ucap Nadia tersadar dan hendak bangkit tapi langsung diurunkan ketika menyadari penampilan saat ini.


“Lo gila..?jam lima pagi Lo berenang.? benar-benar gadis yang tidak waras lagi Lo”ucap Alvin terkejut, ada iyh manusia berenang jam lima pagi.


“Itu sudah hal biasa bagi kalau berenang jam lima pagi, ehh btw gue minta tolong dong, ambilkan jubah mandi ku di gazebo sana”ucap Nadia.


“Ambil sendiri, udah gede juga”ucap Alvin tidak mau mengambil.


“Tapi aku lagi pakai baju renang yang mini, lagian Lo kok bisa masuk sih”ucap Nadia menepi di pinggir kolam.


“Makaya lain kali kalau mau berenang ini pintunya di kunci, untung gue yang masuk”ucap Alvin menyentil kening Nadia dengan cukup keras.


“Perasaan tadi udah gue kunci kok”guman Nadia sambil memengang jidatnya.


Akhirnya Alvin mengambil jubah mandi nadia supaya gadis itu bisa keluar dari kolam.


Sejenak Alvin tertegun melihat penampilan Nadia yang hanya memakai jubah mandi yang satu jengkal di atas lutut dengan rambut basah sehingga tetesan air dari rambutnya mengenai wajah Nadia, tak lupa dengan kaki jenjang yang putih mulus.


Alvin laki-laki normal bahkan siapa pun yang melihat penampilan Nadia saat ini pasti tergoda, untuk pertama kalinya ia melihat Nadia berpenampilan seperti ini.


“sial”guman Alvin tersadar dari lamunannya yang menatap penampilan Nadia saat ini.


Nadia berjalan menuju gabezo tempat ia meletakkan ponsel dan bebrpa cemila yang disiapkan pelayan.

__ADS_1


Alvin mengikut Nadia dari belakang.


“Kenapa Lo ngk pernh tidur dirumah ketika gue berlayar”ucap Alvin menatap Nadia segit.


“Malas”ucap Nadia cuek lalu meminum air putih yang ada di atas meja.


“Malas atau Lo sedang asik berduaan dengan pacar baru Lo itu”ucap Alvin masih mencoba menahan emosi.


“Kalau iyh kenapa..? apa maslahnya buat Lo..?”ucap Nadia.


“Jelas masalah, karna Lo istri gue”ucap Alvin.


“Istri..?”guman Nadia tersenyum getir.


“bahkan gue sempat berpikir kalau dua Minggu belakangan ini gue udah jadi janda”ucap Nadia lalu mengeringkan rambutnya.


“Soalnya yang katanya suami gue tidak pernh mengabari gue selama dua minggu belakangan ini padahal dia aktif di sosial media”ucao Nadia dingin.


“Lagian dalam perjanjian pernikahan kita tidak ada tulisan kalau kita tidak boleh pacaran”ucap Nadia yang membuat Alvin bungkam seribu bahasa.


Mendengar ucapan Nadia seketika otak Alvin mendadak blen bersamaan dengan emosinya yang sudah meluap.


Apa ini..?


Maksud dari perkataan Nadia apa..?


“gue ngk bicara seperti itu, tapi kalau Lo berpikir sampai sejauh itu ngk masalah buat gue”ucap nadia terlihat tenang.


“jangan pernh main-main sama gue Nadia, Lo harus sadar bahwa saat ini Lo udh jadi istri gue, jadi stop bersikap seperti anak lajang”ucap alvin.


“Lepasi Al, sakit”ucap Nadia karna Alvin memengang tangannya cukup kencang.


“Lo pulang, gue tunggu Lo di apartemen hari ini juga”ucap Alvin dengan nada memerintah.


“Dasar pembunuh”celetuk Alvin lalu menghempaskan tangan Nadia dan meninggalkan kolam berenang itu.


Sedangkan Nadia hanya diam membisu mendengar perkataan Alvin, hanya satu kata tapi mampu membuat jantung Nadia seperti lepas dari gantungannya


Apa..?pembunuh..?


Maksudnya pembunuh siapa..?


Otak Nadia harus bekerja keras memikirkan maksudnya dari perkataan Alvin, ia tidak lagi bertanya kepada siapa tuduhan itu di berikan sudah pasti hal itu di tunjukkan kepada dirinya. Tapi yang menjadi pertanyaan besar siapa yang dibunuh Nadia..?sungguh tak pernah terlintas dalam benaknya jika ada seseorang yang menganggap dirnya sebagai pembunuh.


Dan seorang itu tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri, cukup konyol sih tapi dengan begitu jelas kata-kata keluar dari mulut Alvin.

__ADS_1


Mendadak otak Nadia stak sampai disitu saja, di ajak berpikir pun sungguh sangat tidak bisa.


Ting.


“Gue ngk nyuruh Lo bengong disitu, gue tungguh Lo di apartemen dua puluh menit kedepan”isi pesan yang masuk ke dalam ponsel Nadia dan ia sangat hapal siapa si pengirim pesan.


Nadia hanya membaca pesan Alvin tanpa berniat membalasnya, sejenak nadia berpikir bisa gila sendiri ia kalau terus memikirkan perkataan Alvin yang bangkah tidak akan terjawab meskipun pun pernyataan itu ditunjukkan pada dirinya.


Nadia memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya dan berganti pakaian disana, tak mau menunggu lama Nadia langsung berjalan menuju parkiran dan melajukan mobil menuju gedung apartemen Alvin.


Sampai di apartemen ternyata Alvin sudah menunggu di ruang tamu dengan tatapan sulit di artikan. Nadia berjaln menuju kamarnya tanpa menghiraukan Alvin.


Setelah selesai dari kamar Nadia langsung menyemperi Alvin yang menunggunya di ruang tamu.


“maksud Lo nuduh gue pembunuh apa..?siapa yang gue bunuh”ucap Nadia menatap Alvin.


“Apa segitu pentingnya maksud dari omongan gue”ucap Alvin dingin.


“Sangat penting, karna gue tidak mau dianggap sebagai pembunuh, karna pada dasarnya gue ngk pernh bunuh orang”ucap Nadia tak kalah dingin.


“Iyh sudah, kalau Lo merasa ngk pernh bunuh orang gapain harus pusing sendiri”ucap Alvin tersenyum sinis.


“Jadi Lo mempermainkan gue..?”ucap Nadia kesal.


“Gue ngk merasa mempermaikan Lo, tapi kalau Lo merasa di permainkan ngk masalah, gue bilang seperti itu supaya Lo mau pulang ke sini”ucap Alvin dengan senyum penuh kemenangan.


.


“Njir Lo”ucap Nadia lalu beranjak dari kursinya.


“Tapi ada baiknya Lo pikirkan omongan gue Lo waktu di kolam”ucap Alvin lagi menghentikan langkah Nadia.


“Maksud Lo apa sih Al, jangan bikin gue gila cuma gara-gara mikirin hal yang tidak penting seperti itu”ucap Nadia.


“Iyh Lo jangan sampai gila mikiri hal seperti itu kalau tidak penting, gue cuma nyaranin aja kok”ucap Alvin tanpa rasa bersalah sedikit.


Secara tidak langsung Alvin sudah memberikan sedikit kode tentang kematian Adrian yang ia simpulkan nadialah penyebab.


Seperti orang yang salah alamat perlahan Nadia berjaln menuju kamarnya berjalan dengan linglung, ucapan Alvin terus berputar dalam pikirannya, ia merasa kalau Alvin saat ini sedang mempermainkan dirinya.


Alvin menatap sinis punggung Nadia, sekarang ia bingung harus memulai dari mana untuk membalaskan dendam terhdap Nadia.


Pikiran dan hatinya tidak sejalan, jika pikirannya memikirkan cara membalaskan dendam maka hatinya menolak untuk melakukan hal itu.


Ucapann Adrian waktu di mimpi malam itu kembali tergiang-giang dalam benak, benar adrian secinta itu terhadap Nadia..?apa seistimewa itu Nadia di hidup Adrian..? sampai-sampai ketika ia dan Adria bertemu di dalam mimpi yang di bahas Nadia dan Nadia lagi.

__ADS_1


Hampir satu bulan menikah dengan Nadia, hampir satu bulan juga kehidupan Alvin tentang Nadia dan Nadia lagi.


Karna tak mau ambil pusing Alvin memutuskan untuk masuk ke kamarnya, berhubung dia juga hari ini masih cuti dan tidak ke kampus juga.


__ADS_2