Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
Bab 29 TCKK kedatangan mamah ayu


__ADS_3

Bab 29


Semenjak kejadian dimana Alvin membentak Nadia dan mengusir Nadia dari ruang kerjanya, sejak saat itu juga Nadia dan Alvin tidak terlibat komunikasi baik dalam bentuk apapun.


Tidak ada lagi terdengar perdebatan dari kamar itu, apartemen itu sepi seperti tidak ada penghuni.


Nadia tetap menyiapkan sarapan di pagi hari meskipun Alvin tidak pernh menyentuhnya sedikit pun, ia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yaitu membersihkan apartemen itu.


Nadia akan berangkat kuliah pagi sebelum Alvin keluar dari kamar dan pulang kuliah langsung ke cafe hingga pulangnya malam.


Begitu juga Alvin, ia berangkat pagi dan pulangnya juga pastii malam dan dapat dipastikan ia tidak akan bertemu dengan Nadia, bahkan ketika di kampus pun Nadia dan Alvin seperti orang asing. Bersikap seperti mahasiswa pada umunya.


Tak terasa sudah hampir satu bulan mereka diam-diaman dan hampir satu bulan juga Alvin tidak pernh menyentuh makanan yang dibuat nadia, hingga berakhir makanan itu terbuang ke bak sampah.


“emmm ngk dimakan lagi”guman Nadia ketika baru pulang dari cafe dan melihat makanan yang ia siapkan tadi pagi masih utuh tidak tersentuh.


“Kok rasanya sesakit ini sih, padahal itu sudah hal biasa”guman Nadia masih terus menatap meja makan.


Tak terasa air matanya lolos begitu saja, entahlah hatinya cukup sakit ketika melihat sikap Alvin yang semakin jauh dari jangkauan, justru pada dasar ia tidak perluh memikirkan tentang sikap Alvin bukan..?


Ada apa..?apakah mungkin Nadia sudah terjerat dengan Alvin..?apakah mungkin perlahan hati Nadia sudah terbuka..? Sungguh sampai saat ini Nadia belum paham soal keadaan hati nya terhadap Alvin.


Seperti biasa Nadia bangun pagi-pagi untuk memasak, meskipun Alvin tidak pernh lagi memakan masakan nya tapi Nadia tetap memasak.


Berhubung Nadia hari ini tidak pergi ke kampus jadi ia bisa sampai menjelang siang dirumah sebelum berangkat ke cafe.


Tapi pagi ini ada yang berbeda dari biasanya, karna sampai siang ini Alvin belum keluar dari kamar, bahkan Alvin melewatkan sarapan paginya.


“Kok Alvin belum keluar kamar sih..?emng dia ngk ke kantor..?”guman Nadia menatap pintu kamar Alvin.


Karna tak mau mati penasaran akhirnya Nadia memutuskan untuk masuk ke kamar Alvin, setelah satu bulan belakangan ini akhirnya Nadia kembali melangkahkan kakinya menuju kamar Alvin.


Sampai dikamar Nadia melihat Alvin masih tertidur di kasurnya, bahkan dengan memakai kemeja kerja lengkap dengan sepatunya.


“Al, bangun Lo ngk kerja..?udah siang ini”ucap Nadia membangunkan Alvin.


“Al, Lo makan duluh, nanti Lo sakit tau”ucap Nadia lagi karna Alvin tidak merespon ucapannya.


“Al, Lo sakit..?badan Lo panas banget”ucap Nadia karna merasa badan Alvin panas setelah tak segaja kulit mereka saling bertemu.


“Gue ngk papa kok, cuma lelah sedikit aja”guman Alvin tanpa membuka matanya.


“Ohh iyh sudah bangun ngih, trus lo makan”ucap Nadia cuek.

__ADS_1


“Iyh, gue sakit Nadia”ucap Alvin sambil menahan tangan Nadia.


“Tadi katanya ngk papa”ucap Nadia.


“Mmm”ucap Alvin lalu menutup matanya kembali.


“Bentar aku ambil kompres duluh”ucap Nadia lalu keluar dari kamar Alvin.


Sebelum mengopres Alvin, Nadia terlebih dahulu Menganti baju dan juga membuka sepatu Alvin, tak lupa Nadia juga melap badan Alvin yang baju alkohol.


Setelah dirasa beres, Nadia pun mengompres Alvin. Lalu Nadia berjalan meninggalkan kamar itu berjalan menuju dapur, mungkin ia akan memasak SOP buat Alvin.


“Vin, bangun duluh yuk, Lo makan ngih”ucap Nadia membangunkan Alvin. “Gue udah masak sop buat Lo, hari ini Lo makan bubur aja duluh”


Alvin membuka matanya, perlahan ia duduk sambil bersender ditempa tidur. Dirasa Alvin sudah berada dalam posisi nyama lalu Nadia memberikan semangkok bubur yang sudah di campur dengan sop ayam di atas pangkuan Alvin.


“Hallo, hari aku ngk jadi ke cafe iyh, soalnya suamiku lagi sakit ngk ada yang jaga, kalian hendel aja duluh untuk hari, jangan lupa laporan kirim ke email gue aja”ucap Nadia dari sambung telepon.


Karna awalnya Nadia berencana akan menghabiskan waktunya di cafe tapi malah terhalang karna Alvin sedang sakit, jadi mau tidak mau Nadia harus merawat Alvin sampai sembuh.


Anggap saja ia sedang berlatih menjadi istri yang baik.


Ting tong


Ting tong


“Bahkan gue sakit, suaminya sendiri di cuekin”guman Alvin kesal sambil menghabiskan sisa bubur di mangkuknya.


Jika Alvin kesal melihat sikap Nadia yang terlampau cuek, maka berbeda dengan Nadia yang cukup terkejut melihat tamu yang datang di pagi hari menjelang siang.


“mamah, kok kesini ngk ngabarin”ucap Nadia gugup sambil mencium tangan nyonya Ayu.


“Mamah tuh sudah hubungin Alvin, tapi nomornya ngk aktif, dan nomor kamu belum ada sama mamah”ucap nyonya Ayu menatap Nadia.


“Dimana Alvin nak..?kok mobilnya masih di parkiran..?biasanya dia kan kerja”ucap nyonya Ayu sambil mengedarkan pandangannya.


“Itu mah, kak Alvin lagi sakit di kamar, jadi ngk pergi kerja hari ini”ucap Nadia.


“Loh kenapa ngk di bawah kerumah sakit nak..?hubungin Delon”ucap nyonya ayu khawatir.


“Ngk usah mah, kak Alvin cuma deman kok, tadi pagi memang demannya tinggi, tapi sekarang sudah turun kok”ucap Nadia


menenangkan nyonya Ayu.

__ADS_1


“Ohh begitu kah..?kalau begitu antar mamah ke kamar kalian”ucap nyonya Ayu.


“Bolehz disebelah sana mah”ucap Nadia sambil menunjuk dimana kamar Alvin.


“Alvin nak..?kamu sakit..?kok bisa..?dimana yang sakit..?kenpa ngk dibawah kerumah sakit aja..?”ucap nyonya Ayu khawatir sambil duduk di samping tempat tidur Alvin.


“Iyh nanyanya satu-satu toh mah”ucap Alvin terkekeh geli.


“mau ngimna lagi, mamah khawatir sama kamu nak, kamu jaga kesehatan toh, ingat kamu sudah punya tanggung jawab dan kamu harus sehat supaya ada yang menjaga Nadia hingga hari tua”ucap Nyonya Ayu.


“Emang kamu mau Nadia jadi janda diusia mudah..?emng kamu mau Nadia dijaga sama laki-laki lain..?”ucap nyonya ayu menaik turunkan alisnya menggoda Alvin.


“Iyh jangan dong mah, masak Alvin yang menikahinya malah laki-laki lain yang


menjaganya”celetuk Alvin tanpa sadar.


“Nah tuh, makaya jaga kesehatan”ucap nyonya Ayu.


Clek


“Mah ini minum duluh”ucap Nadia sambil memberikan segelas teh.


“Maksih nak”ucap nyonya ayu.


“sama-sama mah, btw papah dimana mah..?kok ngk ikut..?”ucap Nadia basa basi.


“Papah lagi pergi berlayar nak untuk beberapa hari kedepan, makaya mamah kesini rencananya mau nginap disini sampai papah pulang”ucap nyonya ayu mengutarakan maksud nya.


Mendengar hal itu sejenak terjadi keheningan, Alvin dan nadia saling melihat.


“Kenpa..? disini ada kamar dua kan..?”ucap nyonya ayu bingung menatap Nadia dan Alvin bergantian.


“hah, an..ada mah”ucap Nadia gugup.


“kebetulan di sini ada satu lagi kamar mah, nanti mamah bisa tidur disna”ucap Nadia menatap Alvin sekilas.


“Nanti Nadia bersihkan duluh mah, soalnya agak jarang sih dibersihkan”ucap Nadia kikuk.


“Baiklah sayang, Alvin kamu cepat sembuh iyh, mamah mau keluar sebentar duluh soalnya mau arisan di cafe sebelah”ucap nyonya ayu lalu meninggalkan kamar alvin.


Seperginya nyonya Ayu kamar itu kembali sunyi, Nadia mau pun Alvin sibuk dengan pikirannya masing-masing.


“Kalau mamah nginap disini, otomatis gue satu kamar sama Alvin, lalu gue tidur dimana nanti”batin Nadia menatap sekeliling kamar itu dan tidak menemukan sofa disana.

__ADS_1


“Kamar sebesar ini ngk ada sofa..? benar-benar si Alvin”batin Nadia kesal.


“ayo Nadia berpikir lah, kau tadi sudah sarapan susu yang bergizi, sekarang otakmu harus berpikir keras toh, jangan biar gizi susu itu terbuang begitu saja”batin Nadia berpikir keras bagaimana caranya supaya Nadia dan Alvin tidak tidur satu kamar yang smaa.


__ADS_2