
“Al”panggil Nadia menyadarkan lamunan Alvin.
“Udah mandinya”ucap Alvin menatap Nadia.
“Udh. Tumben Lo mangkir di meja rias gue..?kenapa..?”ucap Nadia tidak menjawab pertanyaan Alvin.
“Nad, Lo kok ngk ada koleksi make up ngituh sih..?kayak mamah yang mempunyai berbagai jenis merek make up, emng Lo ngk pernh makeup..? atau Lo ngk ada uang buat beli make up..?”ucap Alvin melemparkan pertanyaan lagi kepada Nadia.
Sejenak Alvin dan Nadia saling menatap satu sama lain, kalau saling melempar pertanyaan seperti ini lalu siapa yang menjawab. Tidak mungkin tembok akan berteriak menjadi pertanyaan sepasang suami istri ini.
“perasaan gue baru dua pertanyaan kok Lo udh nanya lima pertanyaan sih. Kalau seperti ini siapa yang menjawab”ucap Nadia kesal sambil mengambil alat pengering rambut di laci.
“Lagian Lo, kebiasaan jawab pertanyaan dengan pertanyaan juga”ucap Alvin tak mau kalah.
“Kan gue yang pertama nanya tapi Lo malah nanya balik. Iyh gue tanya balik lagi lah”ucap Nadia kesal.
“Ini foto kok bisa disini..?”ucap Nadia lagi ketika melihat foto yang sudah ada di atas meja.
“Lo dapat itu dari mana..?”ucap Alvin sambil mengambil alih alat pengering rambut Nadia. “Sini gue bantu keringkan rambut”
“Astaga Alvin, jangan jawab pertanyaan dengan pertanyaan juga dong”gerutu Nadia kesal.
“Itu terlalu panas Alvin, nanti rambutku rusak”kesal Nadia bukan main “lo tuh sebenarnya bisa ngk sih”
“Bisa aku, soalnya waktu kecil aku pernah lihat papah keringkan rambut mamah”ucap Alvin sambil menurunkan suhu panasnya.
Seperti ini lah Alvin dan Nadia, ada aja cela buat mereka supaya berdebat dan keduanya pun tidak mau mengalah.
“nad Lo belum jawab pertanyaan gue. Fotonya Lo dapat dari mana..?”ucap Alvin kembali ke perdebatan awal.
“Lo mau jawaban atau pertanyaan juga”ucap Nadia
“Alvin rambutnya jangan di tarik seperti itu, sakit tau ngk sih. kok kamu ngk ada romantis-romantisnya smaa istri sih, heran gue”kesal Nadia mengadukan kesakitan karna Alvin menyisir rambutnya cukup kuat hingga copot bebrapa helai rambut.
“ihh rambut kamu rontok nad, besok-besok pergi ke salon ngih, rambutnya dikasih vitamin supaya cepat panjang dan jangan dipotong lagi”ucap Alvin melupakan pertanyaan sebelumnya.
__ADS_1
“Bagaimana ngk rontok, Lo nariknya kayak narik tali kapal”ucap Nadia kesal “sini aku aja yang sisir, kalau kamu yang nyisir sakit”gerutu Nadia sambil merampas sisir yang ada di tangan Alvin.
“Nadia, Lo belum jawab pertanyaan gue. Lo dapat foto itu dari mana sayang, kalau suami bertanya tuh iyh di jawab toh”ucap Alvin gemas karna sejak tadi Nadia segaja tidak menjawab pertanyaan nya, terbukti Nadia yang sejak tadi sibuk mencari kegiatan lain.
“Iyh nanti aku jawab, tapi jangan kayak gini Al”ucap Nadia gugup karna Alvin tiba-tiba saja menarik Nadia supaya duduk di pangkuannya.
“Iyh makaya jangan banyak gerak syaang, nanti takutnya yang disnaa malah bangun. Nanti aku susah jalannya kan besok udh kuliah."
“ngk usah macam-macam Al”ucap Nadia kesal.
“ngk macam-macam sayang, cukup satu macam aja. Aku mau kamu aja”ucap Alvin dengan suara serat.
Nadia banyak bergerak jadi sesuatu dibawah sana sudah bangun sejak tadi.
“Gue dapat foto itu dari kuburan dekat mama Lisa. Entahlah, siapa yang membuat foto itu disana gue ngk mau mikirin itu sampai pusing. Puas sekarang”ucap Nadia sambil memegang pipi Alvin dengan kedua tangannya.
“Kalau gue yang menaruh foto itu disana Lo marah ngk”ucap Alvin menghentikan gerakan Nadia yang sedang memegang kedua pipinya.
“Sebenarnya sejak lama gue udh curiga, soalnya marga Lo sama marga yang di batu nisang itu sama dan ada juga nama papa disana binti vino Pratama kalau ngk salah”ucap Nadia sambil berjalan menuju ranjang dan meninggalkan Alvin yang masih duduk di depan meja rias.
“Iyh foto itu gue yang naruh disana dan itu sesuai permintaan terakhir almarhum bang Adrian. Jadi mau tidak mau gue naruh disana dan gue ngk nyangka aja kalau Lo bakal secepat itu menemukannya”ucap Alvin menatap Nadia.
“Maksudnya ngimana sih Al, coba kalau jelaskan itu yang jelas ngituh Lo”ucap Nadia gemas sendiri dengan penjelasan Alvin yang setengah-setengah.
“Jadi sebenarnya gue bukan anak tunggal, aku punya saudara namanya Adrian. Dan Adrian itu dosen di kampus Lo duluh dan tanpa Lo sadari bang Adrian jatuh cinta secinta-cintanya sama Lo sejak lama, bang Adrian mencintai secara diam. Hingga pada akhirnya bang Adrian menyerah dan meminum racun. Dan asal Lo tau pesan terakhir bang Adrian tertulis dibelakang foto itu bahwa ia ingin foto Lo di pajang di kuburan nya”ucap Alvin menjelaskan semuanya tanpa terlewatkan.
“adrian pratama, gue pernh mendengar nama itu sekilas waktu di kampus sih. Tapi sumpah demi apapun gue ngk tau kalau Adrian menyukai gue sejak lama”ucap Nadia cukup terkejut.
Memang waktu kuliah di kampus lama Nadia sempat mendengar nama itu sekilas, tapi Nadia tidak begitu penasaran sehingga ia tidak mau ambil pusing.
“Apakah kalau kamu tau bang Adrian menyukai kamu, kamu akan membuka hati pada dia pada saat itu..?”ucap Alvin sambil berjalan menuju balkon.
“Ngk juga sih. Mungkin kalau gue tau Adrian menyukai gue, gue akan ngomong baik-baik smaa dia supaya berhenti menyukai ku”ucap Nadia jujur. Karna pada saat itu Nadia memang benar-benar tidak memikirkan untuk memulai hubungan apapun itu.
“kalau Adrian meninggal dunia depresi karna gue ngk menyadari perasaannya kepada gue, apakah itu sama aja gue menjadi pembunuh”ucap Nadia merasa bersalah
__ADS_1
“Awalnya gue mikir begitu, gue mikirnya kalau Abang Adrian meninggal dunia gara-gara Lo. Makaya gue bersih keras menikahi Lo dengan tujuan balas dendam, meskipun bang Adrian tidak menyuruh gue untuk balas dendam tapi itu janji gue sama bang Adrian membalas dendam dengan gadis yang membuat dia meninggal dunia”
“Akhirnya gue tau, ternyata ini alasan lo menikahi gue. Mantap juga Lo iyh Al. Gue ngk nyangka kalau Lo mempunyai cara busuk seperti ini”ucap Nadia menatap tajam Alvin.
"padahal gue ngk tau apa-apa loh tentang Lo maupun Adrian"
“Nad itu duluh..-_”
“Jangan sentuh gue Alvin. Ngk papah, ngk masalah buat gue, tapi kenapa baru sekarang terbongkar Al. Kenpaa setelah seluruh hidup dan tubuh gue, gue serahkan smaa Lo baru terbongkar gue yang bodoh atau Lo yang terlalu pandai sih”bentak Nadia menghempaskan tangan alvin yang hendak menyentuh bahunya.
Memang sejak duluh Nadia sudah sangat curiga apa tujuan Alvin menikahi dirinya, karna sejak awal pun Nadia tidak mengenal Alvin sedikit pun. Dan dalam hitungan hari Alvin langsung menikahi dirinya.
Tapi seiring berjalannya waktu dan Alvin juga tidak terlalu jauh mengusik hidupnya pada saat itu sehingga Nadia melupakan hal itu dan menjalani hari-hari dengan Alvin, meskipun sampai saat ini belum ada nama Alvin di hatinya.
Nadia juga bingung dengan dirinya sendiri, kenapa begitu susahnya dirinya untuk menerima laki-laki di dalam hidupnya, meksipun sudah hampir lima bulan ia hidup satu atap dengan Alvin tapi tetap saja sampai saat ini Alvin belum mampu merobohkan tembok pertahanan dirinya.
Ternyata kejadian penghianat yang di torehkan oleh papahnya sangat berpengaruh keras pada dirinya hingga dewasa saat ini.
“Nad gue bisa jelaskan semuanya”ucap Alvin menahan Nadia yang hendak meninggalkan kamar, ia tidak mau perkelahian hari ini sampai ke telinga kedua orang tuanya.
“Ngk ada yang perlu di jelaskan, gue ngk bodoh, gue udah paham semuanya tanpa Lo jelaskan. Ceraikan gue sekarang juga”bentak Nadia.
“Nad please, dengarkan gue duluh. Kita baru memulai dan tolong jangan ucapkan kata pisah itu, semua bisa dibicarakan ngk harus pisah kan”ucap Alvin memeluk Nadia dari belakang.
“Justru kita baru memulai dan lebih baik kita akhirnya sebelum salah satu di antara kita saling menyakiti”teriak Nadia menghempaskan tangan Alvin.
“Gue tungguh keputusan Lo”ucap Nadia lalu meninggalkan kamar.
Brakk
Nadia menutup pintu dengan keras, akhirnya semua pertanyaan yang ada selama ini terjawab sudah dan itu langsung dari mulut Alvin.
Mereka berjanji akan memulai hidup baru, menjalani peran suami istri seperti pada umumnya. Tapi baru selangkah saja mereka memulai perdebatan dan kesalahan sudah datang menghampiri rumah tangga mereka.
Dua manusia egois yang di pertemuan dalam satu ikatan pernikahan. Alvin dan Nadia, sama-sama mempunyai sikap egois. Nadia yang dingin cuek dan egois dan mempunyai masa lalu dengan sebuaj hubungan keluarga yang cukup memprihatinkan di pertemukan dengan Alvin yang egois dan tidak mau mengalah. Entahlah, bakal seperti apa nantinya hubungan Alvin dan Nadia kedepannya.
__ADS_1
Masalah seperti ini sudah ada kata pisah keluar dari mulut Nadia.