Terjerat Cinta Kapten Kapal

Terjerat Cinta Kapten Kapal
bab 50


__ADS_3

Sedangkan di sebuah gedung yang menjulang tinggi sedang menahan amarahnya.


“Sejak kapan Nadia suka merokok”ucap Alvin sambil mengepal tanganya, memperlihatkan urat-urat tanganya.


“Saya juga tidak tau tuan, soalnya masalalu nona Nadia cukup sulit di temukan, dan kami juga kesulitan untuk mencari tau apa saja kebiasaan nona Nadia di masa lalu”ucap Delon sambil menunduk kepala.


Sedangkan Alvin hanya diam membisu, tak habis pikir dengan kebiasaan Nadia yang suka merokok. Kalau minum keras mungkin Alvin bisa terima. Tapi ini, merokok, suatu larangan keras di keluarga besarnya.


“Siapa yang berani menyebarkan foto itu..?bukan kah harusnya keadaan rooftop itu sepi..?”ucap Alvin penasaran.


“Salah satu mahasiswa disana yang bernama Laura tuan”ucap Delon.


“Kurang kerjaan”guman Alvin semakin emosi.


“Segera tutup berita ini. Jangan sampai terdengar ke telinga mamah smaa papah”ucap Alvin lalu meninggalkan ruangan kerjanya.


Alvin langsung melajukan mobilnya meninggalkan gedung perusahaannya. Tujuan utamanya saat ini adalah cafe Nadia, karna ia tau kalau Nadia pasti ada disana.


“Lo kenapa sih nad, kemarin minum alkohol di campur obat tidur, sekarang Lo malah merokok. Gue seperti tidak mengenal Lo lagi”guman Alvin sambil melajukan mobilnya.


Lagi dan lagi Alvin menemukan fakta tentang tingkah Nadia yang menurutnya cukup di luar kendalinya. Nadia seorang perempuan yang cuek, dingin, datar dan pelit berbicara ternyata mempunyai kebiasaan seperti berandalan.


“ini benar-benar gila”teriak Alvin sambil memukul stir mobil.


Sumpah demi apapun ia paling tidak suka melihat seseorang yang suka merokok. Apa lagi ini seorang perempuan yang sekarang sudah menjadi istrinya.


Sampai di depan restoran Alvin langsung berlari menuju ruangan Nadia, ia sungguh tidak sabar memaki Nadia.


“Dimana Nadia”ucap Alvin kepada seorang karyawan yang kebetulan sedang membersihkan ruang kerja Nadia.


“saya tidak tau tuan, karna sejak tadi pagi nona Nadia belum datang ke cafe”

__ADS_1


“bangs*k”ucap Alvin frustasi.


Alvin langsung meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju parkiran.


“cari tau dimana Nadia sekarang, dia tidak ada di cafe”ucap Alvin lewat sambung telepon.


“Itu perempuan atau apa sih. Kenapa juga bang Adrian tergila-gila kepada perempuan berandalan seperti Nadia. Cantik iyh, tapi perokok”gerutu Alvin kesal.


Ting.


Sebuah pesan singkat yang berisi share lokasi dari anak buahnya. Tempat dimana Nadia saat ini berada.


“Ck dasar perempuan misterius”ucap Alvin sambil melempar ponselnya ke kursi belakang seperti membuang sampah.


Dalam hitungan menit Alvin sudah sampai lokasi dimana Nadia berada. Di sebuah danau kecil lengkap dengan tamannya.


Keadaan danau cukup sepi, karna ini bukan hari weekend sebagian besar orang disibukkan dengan pekerjaan. Alvin mengedarkan pandangan ke seluruh bagian taman yang dapat di jangkau oleh kedua matanya, mencari sosok perempuan yang sedang ia cari. Lalu matanya menangkap sosok perempuan yang sedang berdiri dibawah pohon yang cukup lebat sambil menatap lurus ke depan.


“Gila iyh, setelah membuat satu kampus heboh, Lo malah begitu tenangnya berada disini. Benar-benar manusia ngk punya beban hidup Lo”ucap Alvin sambil berdiri di samping Nadia.


“gue ngk habis pikir Lo seorang perokok yang sudah kecanduan”ucap Alvin mencoba menahan emosi.


“Iyh sudah jangan terlalu di pikirin, nanti pikirannya makin habis”ucap Nadia cuek.


“Lo perempuan macam apa sih nad. Mau jadi apa Lo kedepannya..?Lo udah buat satu kampus heboh dengan foto merokok Lo, tapi Lo dengan santainya merokok disini”ucap Alvin sambil menghempaskan sisa rokok ditangan Nadia.


Mau jadi sok jagoan Lo..?mau Lo mengumumkan keseluruh penjuru kampus kalau Lo seorang perempuan yang berandalan. Benar-benar Lo iyh manusia tidak punya masa depan, dasar perempuan berandalan”ucap Alvin kesal.


“Iyh gue memang perempuan berandalan dan ngk punya masa depan. Lagian buat apa lagi masa depan dalam hidup gue, rasanya itu tidak penting”ucap Nadia menatap lurus kedepan.


“Kalian ngk salah menganggap gue sebagai perempuan berandalan dan tidak punya masa depan, gue sadar akan hal itu. Tapi saran ku nih, Lo ngk usah cari tau tentang masa lalu gue dan kebiasaan gue, karna gue pastikan Lo makin benci smaa gue”ucap Nadia sambil terkekeh geli.

__ADS_1


“Tapi ngk masalh juga sih kalau Lo mencari tau tentang gue , itu akan semakin bagus dan akan memudahkan Lo untuk melepaskan gue”


“Seburuk apapun masa lalu Lo, gue ngk bakal pernh melepaskan Lo. Karna Lo hanya milik gue, ingat itu”bisik Alvin kesal. Entahlah setiap Nadia berbicara soal melepaskan emosi Alvin selalu mendidih.


“Ayo pulang”ucap Alvin sambil menarik paksa tangan Nadia.


“Mobil gue ngimna”ucap Nadia.


“Lempar aja ke danau. Ngk usah dibikin pusing”ucap Alvin sekena.


Alvin langsung melajukan mobilnya tanpa menghiraukan suara Nadia yang terus mengoceh masalah mobilnya yang ditinggal.


“Mm merokok lagi”ucap Alvin sambil menatap tajam Nadia yang hendak mengambil rokoknya.


“Sepusing apa sih lo nad, sampai-sampai pelarian ke rokok. Kalau ada masalah itu cerita nad”ucap Alvin sambil merebut sebungkus rokok di tangan Nadia.


“Gue bingung. Sebenarnya yang jadi kepala rumah tangga itu siapa sih..?biasa yang merokok tuh suami, lah kita, malah Lo yang merokok”ucap Alvin kesal.


“Karna menurut gue merokok ketika ada masalah membuat gue semakin tenang. Lagian tidak semua masalah perluh di ceritakan”


“Karna orang lain hanya sebagian pendengar saja tentang masalah kita, bukan memberi saran atau pun memberi jalan keluar. Karna tak jarang orang lain membuat masalah kita sebagai bahan lelucon di belakang kita”ucap Nadia


“Tapi gue bukan orang lain nad, gue suami Lo. Lo bisa cerita sama gue, Anggap aja gue tempat sampah dari masalah Lo. Kalau Lo ada masalah trus larinya ke rokok, obat penenang smaa minuman keras, ngk ada gunanya nad”ucap Alvin sambil menepikan mobilnya.


“Entah sejak kapan rasa percaya gue terhadap orang lain hilang, sahabat gue, papah gue menghianati gue. Sahabat gue tega menjadi orang ketiga di tengah-tengah hubungan papah sama mamah gue dan begitu gampangnya papah gue tergoda dengan teman gue. Gue kadang bingung dengan konsep skenario hidup gue”


“Sekarang papah lagi sakit dirumah sakit. Entahlah gua senang kah atau malah sedih”ucap Nadia.


“nad ngk semua orang itu sifat sama kayak Rania dan papah Lo, kalau semua orang kayak ngituh, manusia ngk akan hidup berdampingan. Makaya Lo jangan terlalu membentengi diri terhadap orang lain, supaya Lo ngk merasa sendirian”ucap Alvin sambil memegang kedua bahu Nadia.


“Jangan terlalu memaksa memasuki kehidupan orang jika tidak bisa menjanjikan apa-apa, karena terkadang ada banyak sekali kelemahan yang sulit diterima orang lain, terkadang tidak semua orang bisa menerima kekurangan orang lain.”

__ADS_1


“Karna ngk mudah hidup di tengah orang-orang yang menuntut suatu kesempurnaan, saya cukup muak dengan dunia ini karna jika ada satu kekurangan atau kesalahan maka akan bernasip seperti binatang yang terlantar ditengah jalan sambil menunggu tuan memungutnya”


Dan ketika Alvin mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Nadia, seketika itu juga Alvin bungkam seketika.


__ADS_2