
“nad”panggil Alvin setelah beberapa saja terjadi keheningan.
“Mm”guman Nadia tanpa menatap Alvin.
“Bisa tolong obati tanganku..?”ucap Alvin mulai melakukan pendekatan, sepertinya ia harus melakukan cara yang diberikan oleh papah vino. Membuat Nadia jatuh cinta kepada dan membuang Nadia pada saat itu, sebagai bentuk balas dendam nya kepada Nadia.
“Luka sudah kering begini kok baru Lo baru obati sih”ucap Nadia setelah melihat luka ditangan Alvin sudah kering.
“Saking marahnya gue sampai lupa tentang luka ditangan gue”ucap Alvin.
“Baiklah, Lo tunggu disini duluh, gue mau ambil air hangat duluh”ucap Nadia berjalan meninggalkan kamar Alvin.
Setelah bebrapa saat Nadia sudah kembali dengan membawa sebaskom air hangat.
Jika Nadia sibuk mengobati luka di tangan Alvin, maka berbeda dengan Alvin yang menatap wajah Nadia yang begitu dekat di depan matanya.
Cantik
Hanya kata itu yang ada dipikiran Alvin ketika melihat wajah Nadia yang begitu natural, alis tebal tanpa di tambah-tambahi ditambah lagi dengan buluh mata yang lentik, tak lupa dengan wajah yang putih mulus tanpa ada bekas jerawat, di campur adukkan dengan bibir pink yang begitu menggoda.
Ahh melihat bibir itu Alvin jadi teringat dengan kejadian di kamar mandi bebrpa jam yang lalu, sepertinya bibir itu sudah menjadi candunya.
“Udah”ucap Nadia sambil membereskan kotak p3k.
“Nad kita nginap disini iyh”ucap Alvin sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
“Kenapa harus nginap..?kita pulang aja, lagian besok kuliah”ucap Nadia.
“Kita kuliah dari sini aja, ada baju dinas ku disini dua pasang, kita tinggal ambil bad nama mu aja di apartemen besok”ucap Alvin.
Sesuai ucapan Alvin sebelumnya, hari ini mereka menginap di rumah besar mereka.
“Nad, Leon ingin mengajak kamu bertemu sebelum dia di kirim ke Amerika”ucap papah vino.
Dan hal membuat hentakan sendok yang saling bersautan seketi tak terdengar, tiga Manusia yang berkumpul di meja makan kompak menatap vino dengan tatapan sulit di artikan.
“Maksudnya pah”ucap mamah ayu membuyarkan keheningan.
“Itu permintaan terakhir Leon mah, sebelum ia berangkat ke Amerika, dia ingin menghabiskan waktunya bersama Nadia”ucap papah vino memperjelas.
“Dan papah setuju aja ngituh”ucap mamah ayu tak habis pikir.
__ADS_1
“Mau ngimna lagi mah, mereka tau Nadia itu keponakan kita dari kamu, kalau mereka tau Nadia menantu kita mungkin mereka tidak akan meminta hal itu”ucap papah vino yang memang benar adanya, karna jika logika berjalan maka tak mungkin pihak Leon meminta hal itu jika mereka tau nada adalah menantu di keluarga mereka.
“Aku sudah selesai”ucap Alvin dingin lalu berjaln meninggalkan meja makan itu.
“Apakah itu tidak berlebihan pah, Nadia sama Leon ngk ada lagi hubungan, dan ngk seharusnya Nadia menghabiskan waktu bersama Leon, meskipun itu hanya sesaat”ucap Nadia keberatan.
“Asal kamu tau batasan mu itu tidak mengapa nak, kamu hanya menemani Leon jalan-jalan sebelum meninggalkan tanah air”ucap papah vino yang tidak mengerti kegundahan hati Nadia.
“Tapi tetap sjaa pah, tidak etis rasanya kalau Nadia pergi bersama laki-laki lain yang bukan suaminya, lagian papah ngk mikirin perasaan Alvin..?biar bagaimana pun Alvin itu suami Nadia”ucap mamah ayu menimpali percakapan.
“Tak apa mah, untuk yang terakhir kalinya”ucap papah vino yang memang belum bisa membaca situasi saat ini. Seperti kegundahan mamah ayu dan Nadia sangat sejalan saat ini terbukti dari mereka sama-sama keberatan.
“Terserah papah aja”ucap mamah ayu kesal lalu meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan sisa makanan.
“Makanan mu habiskan duluh sayang”teriak papah vino menghentikan langkah mamah Ayu.
“sudh ngk selerah lagi”ucap mamah ayu tanpa menatap papah vino.
Sementara Alvin selesai dari meja makan ternyata ia tidak langsung berjalan menuju kamarnya, melainkan membelokkan langkah menuju ruang kerja, dan lagi-lagi tembok menjadi sasaran kemarahan Alvin, bahkan luka yang baru sja di obati Nadia kembali mengeluarkan darah.
“Permintaan macam apa itu..?kalau sudah di tolak yang di tolak aja”guman Alvin kesal tanpa memperdulikan luka yang ada di tangannya.
Brakkkkkk
Selain tembok ternyata meja kerjanya menjadi pusat sasaran Alvin, ia membuang semua yang ada diatas mejanya, untung saja ruang kerja itu kedap suara sehingga para penghuni rumah tidak mendengar keributan itu.
“Nadia, Lo membuat gue gila, gue benci melihat wajah Lo, gue ngk suka melihat Lo jalan berdua dengan laki-laki lain”teriak Alvin sambil menghancurkan barang-barang yang ada di ruang kerja.
“Nadia kenapa Lo harus di lahirkan menjadi gadis cantik, sehingga banyak pria yang menginginkan Lo, gue semakin benci sma Lo”teriak alvin dan lagi-lagi menyalahkan Nadia yang terlahir cantik.
Hingga sekarang Alvin kembali membenci Nadia, bahkan ia melupakan tekatnya untuk membuat Nadia jatuh cinta kepadanya, padahal baru beberapa jam ia bertekad membuat Nadia jatuh cinta dan bertekuk lutut kepadanya.
Sekarang pupus sudah tekad itu ketika Leon meminta Nadia untuk menghabiskan waktu bersamanya, dan yang membuat rasa benci Alvin kepada Nadia semakin besar dimana ia melihat Nadia berdiam diri waktu di meja makan.
Nadia hanya diam sja, tidak menolak atau mengiakan permintaan itu, dapat Alvin simpulkan bahwa Nadia akan pergi menemui Leon nanti nya.
“Bersiaplah nak, sebentar lagi Leon akan menjemput mu”ucap papah vino menatap Nadia.
“Tapi pah, mungkin papah udah tau ngimna awal pertunangan aku sana leon dan dimana akhir dari pertunangan aku smaa dia, dan papah tentunya sudah tau sebesar apa Leon masih menginginkan aku. Tapi perlu papah tau tidak ada di pikiran Nadia sedikit pun untuk hidup bersama Leon makaya Nadia bertekad kabur dari pertunangan itu. Nadia ngk mau Leon berharap lebih kepada ku pah jika Nadia menemani dia”ucap Nadia menolak secara halus.
“nadia, Leon sudah berjanji akan menganggap kamu sebagai sepupunya dari mamah ayu, ini hanya permintaan terakhir Leon saja”ucap papah vino tak mau di bantah lagi.
__ADS_1
“Baiklah pah, Nadia kan menemui Leon malam ini, kalau begitu Nadia bersiap duluh”ucap Nadia pasrah, ia juga tidak mau membuat papah vino tersinggung jika menolak ajakan Leon.
Nadia memutuskan naik ke kamar dan bersiap-siap sambil menunggu Leon menjemputnya.
Clekk
“Lo pergi menemui Leon..?”ucap Alvin masuk ke kamar.
“Di paksa papah”ucap Nadia tanpa menatap Alvin.
“Seperti ini”ucap Alvin menatap Nadia yang hanya memakai celana Levis di lengkapi koas oblong hitam polos yang kebesaran di badannya tanpa riasa make up sedikit pun.
“Mm”ucap Nadia.
“Berapa banyak pria lagi yang tergila-gila sama Lo..?belum cukup Bastian yang tergila-gila smaa Lo, sekarang Leon sepupu gue sendiri juga tergila-gila sama Lo”ucap Alvin, entah angin dari mana tiba-tiba saja Alvin mengucapkan hal tersebut. “Apa sih yang mereka lihat dari Lo..?perasaan ngk ada yang istimewa dari Lo”
“Semurah itu Lo..?kenpaa juga gue harus menikah sama wanita murahan seperti Lo”ucap Alvin menghina Nadia, padahal Alvin sangat tau kalau Nadia paling benci yang namanya penghinaan baik dari segi apa pun
“Maksud Lo ngimana..? tergila-gila..?murahan..?emng Lo pikir gue berharap di nikahi laki-laki seperti lo..?kalau sekarang Lo menceraikan gue, gue siap, lagian gue ngk pernh minta mereka menyukai gue”ucap Nadia terpancing emosi.
“Kalau Lo tau gue gadis murahan kenpa Lo menikahi gue..?trus apa beda sama Lo yang menikahi gadis murahan..?”teriak Nadia mendorong dada Alvin
“Bahkan asal Lo tau, detik ini juga gue bisa melepaskan Lo, detik ini juga gue bisa meninggalkan Lo. Tapi Lo bisa melepaskan gue .? Lo bisa meninggalkan gue..?”teriak Nadia menatap tajam Alvin.
“Lo ngk bisa lepasin gue Al, karna gue tau Lo menikahi gue buka hanya sekedar menikah saja, gue bisa baca Lo punya tujuan tertentu”teriak Nadia yang membuat alvin bungkam.
“Ceraikan gue Alvin Alfian Pratama”teriak Nadia.
“Diam Nadia”bentak Alvin
“Gue sama Lo bukan sedang bermain nikah-nikahan, gue menikahi Lo di mata agama dan hukum. Jangan pernah terlintas di pikiran Lo untuk cerai dari gue, apa yang gue miliki tidak akan gue lepaskan walau hanya sebentar”bentar Alvin menatap tajam nadiaa. Hati tidak terima ketika kata keramat itu keluar dari mulut Nadia, entah dorongan dari mana Alvin mengatakan kalau Nadia hanya miliknya seorang
“gue bisa kasih alamat pengadilan kalau Lo mau melepaskan gue”ucap Nadia lalu meninggalkan kamar itu.
Brakkk
Nadia membanting pintu dengan cukup keras, sehingga para pelayan bisa mendengar dan mereka keluar dari kamar mereka masing-masing, tak terkecuali nyonya ayu dan juga papah vino yang ternyata sejak tadi mendengarkan perdebatan Nadia dan Alvin.
Aaaaaaaaa
Teriak Alvin sambil membuang bantal dan juga selimut yang ada di atas kasur
__ADS_1