
“Leon aku mohon, kita bisa bicara ini dengan baik-baik, bukan seperti ini”ucap Nadia lirih, ketakutan mulai menghantui Nadia, ditambah hanya mereka berdua saja yang berada dibangunan tua itu, maka kecil kemungkinan Nadia akan selamat.
“Tidak ada yang perluh dibicarakan lagi Nadia, kamu mau menikah sama aku dan tinggalkan suami atau kamu mati sekarang juga tanpa mengirim pesan perpisahan kepada suami tercinta mu”ucap Leon tenang tapi mampu membuat Nadia mati kutu.
“Tenang Nadia, ini bukan akhir dari segalanya”batin Nadia mencoba menenangkan dirinya.
Perlahan Nadia menarik napas panjang dan mengeluarkan nya secara perlahan, sepertinya menghadapi Leon yang begitu mempunyai obsesi tinggi terhadap Nadia tidak boleh sembarangan.
Brakkkkkk
Di tengah-tengah ketegangan Nadia dan Leon tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, sedangkan Nadia hanya bisa menutup mata ketika ada yang mendobrak pintu. Ketakutan itu kembali menghampiri dirinya, Nadia berpikir kalau itu adalah komplotan Leon.
“Nad”lirih Alvin, Yap yang mendobrak pintu adalah Alvin di bantu Delon.
“Al”lirih Nadia dengan air mata mulai mengalir.
“Gue takut Al”cuma tiga kata itu yang mampu Nadia ucapkan.
Dan Alvin yang melihat itu entah kenpa hatinya terasa nyeri melihat wajah Nadia yang diselimuti ketakutan, tidak ada lagi wajah dingin dan ketus ketika mereka berdebat beberpa jam yang lalu.
Marah..?tentu
Alvin marah kepada dirinya sendiri kenapa begitu mudahnya mengizinkan Nadia pergi bersama Leon. Bahkan kemarahan itu semakin menjadi ketika mata melihat begitu jelas di leher Nadia terdapat sebuah pisau, dan tak sampai disitu ia juga melihat luka goresan di leher Nadia, kira-kira lima senti meter.
“Leon, Lo apa-apaan sih, jangan gila Lo”bentak Alvin menatap tajam Leon.
“Selangkah aja Lo maju, luka gores di leher Nadia menjadi sepuluh senti”ucap Leon menghentikan pengerakan Alvin yang hendak melangkah mendekati Nadia dan Leon.
“Benar-benar manusia gila, itu nyawa orang bangs*k, emng Lo kita Nadia itu kucing yang seenak jidatnya Lo mau memotong lehernya”bentak Alvin semakin emosi, ingin rasanya ia maju dan membalikkan pisau itu di leher Leon.
“Lo ngk usah ikut campur Alvin, Lo ngk ada hubungan dengan Nadia, suaminya saja tidak mau tau dimna Nadia sekarang kenapa Lo jadi heboh..?Lo sama Nadia hanya sepupu jauh saja”bentak Leon kesal karna Alvin mencampuri urusan.
“Karna gue suami Nadia anj*Ng, Nadia istri gue bangs*k”teriak Alvin ingin melangkah tapi ditahan oleh Delon tentunya.
“Tenang tuan, jangan gegabah, karna sekali kita salah melangkah bisa saja kepala dan leher nyonya Nadia terpisah dalam hitungan detik”bisik Delon mencoba menenangkan Alvin.
“Lakukan sesuatu lon, leher Nadia terluka, kamu ngk lihat darah di leher Nadia..?”ucap Alvin frustasi apalagi melihat Nadia yang terus menahan rasa sakit di lehernya.
Sedangkan Leon yang mendengar pernyataan Alvin hanya terkekeh geli, ia tau kalau alvin sedang mempermainkan dirinya, karna bagaimana mungkin nadia dan alvin suami istri sedang Tante ayu dan paman vino mengatakan kalau Nadia itu keponakan mereka dari Tante ayu yang otomatis Nadia dan Alvin hanya sepupu.
“lo jangan mimpi jadi suaminya Nadia Alvin, kalian hanya sepupu tidak lebih. Nadia memang sudah menikah tapi bukan kamu suami”ucap Leon terkekeh geli.
__ADS_1
“Tapi pada kenyataan gue suami Nadia bangs*k, Lo tanya sendiri smaa Nadia anj*Ng”bentak Alvin hendak melangkah tapi lagi-lagi ditahan Delon.
“Benar Nadia..?suami yang kamu sebut itu Alvin..?”ucap Leon sambil mendekatkan sedikit mata pisau ke luka goresan Nadia.
“Jawab nadia, katakan kalau Alvin itu berbohong, katakan kalau Alvin itu bukan suamimu”bentak Leon karna melihat Nadia yang diam membisu.
“I..iyh, Alvin suami ku, suami yang aku maksud itu Alvin”ucap Nadia terbantah, air matanya sudah mengalir akibat ketakutan yang terlalu besar.
“Bersaing sama sepupu sendiri”ucap Leon lagi-lagi terkekeh geli.
“al tolongin gue”pintah Nadia pilu.
“Diam Nadia, jangan pernh kamu sebut nama laki-laki lain dengan mulutmu”bentak Leon lagi.
“Nad Lo tenang, gue akan selamat Lo dari manusia biadab ini”ucap Alvin mencoba menenangkan Nadia.
“Lo mau apa njing”ucap Alvin mengalah sambil menunggu anak buahnya menyusun rencana di luar, sepertinya untuk melawan Leon harus bermain belakang, berhubung Leon juga tidak membawa anak buah untuk membantunya.
“ikhlaskan Nadia buat gue, biar Nadia hidup bersama gue”ucap Leon.
“Lo jangan mimpi, sampai kapan pun gue ngk akan ikhlaskan Nadia kepada laki-laki spikopat kayak Lo, laki-laki bajing*Ngan”ucap Alvin kesal.
“Baiklah, jika gue ngk bisa miliki Nadia maka Lo juga ngk akan bisa memiliki Nadia. Kita akan melihat mayat di Nadia hadapan kita berdua”ucap Leon tersenyum licik.
“Jangan”teriak Alvin.
Aahhahh
Teriak Nadia menahan luka goresan di lehernya.
Dan lagi-lagi Leon menambah luka goresan di leher Nadia menjadi semakin panjang dan sedikit menekan ke dalam, sehingga darah segar mengalir.
Sedangkan Nadia hanya bisa teriak di ikuti air mata yang mengalir karna menahan rasa sakit di leher yang sangat luar bisa. Saat ini harapan Nadia untuk benar-benar lepas dari Leon sangat tipis, terbukti dari Alvin yang tidak bisa berbuat apa-apa karna ancaman dari Leon. Bahkan untuk memohon pun Nadia tidak sanggup lagi.
Pasrah
Hanya itu yang terlintas dibenak Nadia, ia hanya berdoa jika memang hari terakhir kali ia melihat dunia, maka ia berharap di alam baru nantu ia bisa bertemu dengan mamah Lisa.
“Lo jangan gila anj*ng, Lo kira leher Nadia papan tulis, Lo jangan uji kesabaran gue, gue masih anggap Lo sepupu gue, jauhkan pisau itu dari leher Nadia atau ngk gue bisa habisin Lo sekarang juga”bentak Alvin.
Srekkkk
__ADS_1
Aaa
Lagi dan lagi Leon kembali menggoreskan mata pisau itu di leher Nadia, bukan lagi luka di leher itu memanjang tapi semakin dalam, dapat di pastikan Leon bukan hanya menggores tapi menekan mata pisau itu. Entah sudah berapa senti luka sayatan itu.
Bhukk
Ternyata anak buah Alvin cukup cerdik, sebisa mungkin mereka mereka menyusun rencana untuk meluputkan Leon tanpa sepengetahuan nya.
Karna tidak mempunyai kesiapan dan juga tiba-tiba mendapat serangan Leon terjatuh ketika ada buah Alvin memukulnya dari belakang. Terjatuhnya Leon di ikuti Nadia yang tumbang dari kursinya darah segar masih terus mengalir dari leher Nadia.
“Nad”teriak Alvin menangkap tubuh Nadia namun terlambat, tubuh itu sudah dah terjatuh ke lantai.
“Al”lirih Nadia.
“Bertahan nad, gue akan membawa Lo kerumah sakit”ucap Alvin khawatir.
“gue sudah tidak kuat lagi Al, gue ingin bertemu sama mamah”ucap Nadia lirih, sangat lirih sekali bahkan napas Nadia sudah tersedak-sedak.
“Ngk Nadia, please jangan tutup mata kamu, gue ngk bakal izinin Lo ketemu sama mamah”ucap Alvin tak terasaa air mata lolos begitu saja.
Perlahan Nadia menutup matanya, entahlah antara pingsang saja atau memang sudah waktunya bertemu mamah Lisa.
“Nad, please buka mata buat aku, jangan pergi nad”teriak Alvin sambil memeluk kepala Nadia.
“Tuan sebaiknya nona Nadia langsung dibawah kerumah sakit”ucap Delon menyadarkan Alvin.
“Kau urus dia lon”ucap Alvin menatap tajam Leon yang sedang di sekap oleh anak buahnya.
“Gue pastikan Lo ngk bakal menatap matahari lagi, gue pastikan itu”ucap Alvin menekan setiap kata-kata nya.
“Tak apa, setidaknya Nadia sudah menunggu ku di pintu surga, Nadia sudah meninggal dunia dan saatnya aku menyusun Nadia”ucap Leon tanpa rasa bersama sedikit pun.
“Tutup mulut mu anj*Ng, Nadia tidak akan pernh meninggalkan gue, Nadia gadis yang kuat”bentak Alvin menghadiahkan satu pukul di perut Leon.
“Persetanan dengan gadis kuat, intinya gue berhasil membunuh Nadia dengan tangan gue sendiri, Nadia sudah meninggal Alvin”ucap Leon di iringi dengan tawa tanpa rasa bersalah.
“tutup Mulutmu bajing*Ng”bentak Alvin sambil memukul perut Leon dengan membabi buta.
“Tuan, kalau seperti ini terus kita bisa benar-benar kehilangan nona Nadia, bawalah dia ke rumah sakit biar dia urusan saya”teriak Delon menghentikan pukulan Alvin.
“Gue pastikan pintu neraka terbuka lebar buat manusia biadab seperti Lo, gue pastikan itu”ucap Alvin lalu mengangkat tubuh Nadia .
__ADS_1