
Waktu terus berjalan, tak terasa pernikahan Nadia dan Alvin sudah masuk usia tiga bulan, jika waktu terus berjaln maka berbeda dengan hubungan Alvin dan Nadia, waktu boleh berjaln tapi hubungan mereka masih stak sampai disitu, tidak maju dan tidak mundur.
Jika duluh Alvin bertekad akan membuat Nadia jatuh cinta kepadanya, mungkin tekad hanya tekad omong kosong belaka, nyata sudah hampir hampir tiga bulan Alvin melakukannya tidak mendapat perubahan apapun dari Nadia. Mungkinkah Alvin yang sudah jatuh cinta kepada Nadia..?hanya Alvin sendiri yang bertanya kepada hatinya.
Alvin yang berusaha meluluh hati Nadia sedangkan Nadia yang semakin membangun tembok pertahanan di hatinya, sehingga membuat Alvin semakin sulit untuk menerobosnya, Entahlah, mungkin kebencian Nadia terhadap laki-laki sudah mendarah daging.
Seperti saat ini, setelah menyelesaikan perkuliahan di jam pertama dan kedua, Nadia dan sindy sudah berada disebuah kantin di kampus, dari kejauhan tepatnya sudut kantin terdapat meja Alvin dan juga Bastian.
Bastian masih sama, dia masih mencintai Nadia dalam diam, lebih tepatnya mencintai Nadia meskipun tidak dapat balasan. Dan untuk saat ini Alvin masih mencoba terlihat biasa aja ketika melihat Bastian menatap Nadia dengan tatapan penuh cinta.
Karna bagaimana pun anak-anak di kampus belum ada yang tahu hubungan Nadia dan Alvin kecuali sindy. Dan untungnya sindy tidak mulut ember jadi hubungan mereka masih dirahasiakan sampai saat ini.
“Ohh ini yang katanya perempuan tercantik di kampus ini, Hay cantik, kenalkan gue Liam dari jurusan sebelah”ucap seorang pria yakni Liam, mahasiswa dari jurusan sebelah, tapi masuk satu kampus dengan Nadia.
“Kenapa..?”ucap Nadia tanpa membalas uluran tangan Liam.
“Apanya..?”tanya Liam sambik menarik tangannya kembali.
“Gapain kesini..?jauh amat datang dari gedung seblah, emng disana ngk ada kantin..?”bukan Nadia yang bertanya melainkan sindy.
“Ada sih, cuma mau kenalan aja sama Nadia, ternyata Lo cantik juga iyh apalagi di lihat dari jarak dekat. Jadi pengen bungkus deh”ucap Liam duduk di hadapa Nadia tanpa permisi.
“Gue duduk sini iyh”uca Liam lagi.
“Tapi gue izinkan pun Lo udah duduk juga”ucap Nadia yang membuat Liam bungkam Seketika.
“Gue udah selesai”ucap Nadia sambil berdiri dari kursinya.
“Astga gue baru datang Lo kok pergi sih, padahl gue cuma kenalan sama Lo, pengeng kenal lebih dekat lagi”ucap Liam menahan tangan Nadia.
“Tapi gue ngk suruh Lo datang kesini, ngk punya kerjaan banget jadi orng”ucap Nadia menghempaskan tangan Liam.
“Yang namanya gerakan hati juga, kan hati gue bergetar pas lihat wajah meskipun dari jauh”ucap Liam dengan penuh percaya diri.
“Kesektrup kali bergetar”celetuk sindy.
__ADS_1
“Sorry gue ngk ada waktu”ucap Nadia dingin lalu meninggalkan kantin.
“cewek seperti ini tipe gue banget. Dingin, cuek plus ketus, jadi tertantang buat dapatin, gue pastikan Lo Nadia Putri Maharani jatuh kepelukan gue. Putri tunggal dari Bram putra Maharani dan anak tiri dari Rania..?”teriak Liam menghentikan langkah Nadia dan juga Sindy.
“Dia tau nama lengkap gue sama bokap..?bahkan dia tau nama Rania..?”batin Nadia sambil membalikan badan.
“Tapi Lo bukan tipe gue banget”ucap Nadia terbuyar dari lamunannya.
“Untuk sekarang tak apa, tapi untuk ke depannya gue pastikan Lo bertekuk lutut dihadapan gue”ucap Liam begitu ambigu
semua itu tidak lupuk dari perhatian dan pendengaran dari mahasiswa lain, yang menimbulkan banyak opini tentang Liam yang cukup tau tentang Nadia dan keluarga nya.
Tak terkecuali Alvin dan juga Bastian, mereka sama-sama menatap tajam Liam dengan tangan mengepal.
“Selesai leon sekarang Liam, habis keong, habis itu siput”gerutu Alvin dalam hati.
“Siapa dia”ucap Alvin tanpa menatap Bastian.
“Liam, anak sebelah jurusan teknik. Cukup berpengaruh di jurusan mereka karna orang berada, dan pria populer juga di jurusan mereka”ucap Bastin menatap Alvin sekilas.
“Kok Lo kesal ngituh..? cemburu Lo sama Nadia..?”ucap Bastian yang menangkap kekesalan Alvin.
“Kalau iyh kenapa..?ngk ada yang larangan kan..?lagian Nadia masih jomblo kan”ucap Alvin bertambah kesal.
“Lo suka sama Nadia..?”beo Bastian
Sedangkan Alvin hanya menjawab dengan helaan napas saja, dan menurut Bastian, Alvin adalah manusia tergila yang pernah ia temui karna selalu menjawab pertanyaannya dengan helaan napas doang.
“Ingin rasanya gue cabut tuh napas biar ngk kebiasaan jawab kayak gitu, dukun aja ngk bisa menebak itu jawaban kah atau keluhan”gerutu Bastian kesal sambil menatap punggung Alvin yang semakin menjauh.
“Ngidap apa duluh tante ayu anaknya lahir seperti ini, perasaan om vino ngk kayak gini amat”omel Bastian sendirian sambil berjlan meninggalkan kantin.
Pasalnya bukan sekali dua kali sjaa alvin menjawab dengan helaan napas doang, sudah berulang-ulang kali rasanya dan itu membuat Bastian gemas sendiri.
“Nad pulang bareng gue yuk”ucap Alvin setelah sampai di parkiran.
__ADS_1
“Kenapa harus.?”beo Nadia bingung.
“Iyh gue suami Lo jadi wajar Lo pulang bareng gue”ucap Alvin merebut kunci mobil Nadia.
“Siapa bilang”ucap Nadia.
“Ayo dong Nadia, Lo jangan lemot begitu. Perasaan uang bulanan Lo lancar setiap bulan kok otak Lo makin lemot, makaya banyak-banyak minum vitamin”omel Alvin kesal karna otak Nadia memang sedikit susah di ajak berjaln kedepan.
“Isss apaan sih Lo”ucap Nadia kesal.
“udah-udah, kalian kok malah berdebat terus sih. Padahal tidur satu kamar, satu kasur, pakai kamar mandi bareng, tinggal serumah kok masih bisa berdebat”pekik sindy memotong perdebatan Alvin dan Nadia.
“dia nih ngajak gue berdebat muluh. Ternyata wajah cantik belum tentu otaknya juga cantik”ucap Alvin menunjuk Nadia
“Jangan sembarangan Lo iyh, gue punya otak begini IPK 3,90 tau”ucap Nadia tak mau kalah.
“Baru 3.90, gue aja yang IPK 4 santai aja tuh”ucap Alvin masih belum mau mengalah.
“Woi udah dong. Astaga kalian berdua ini, ayo dong cantik, ganteng sama-sama mengalah, gue pusing kalau begini terus”ucap sindy semakin kesal.
“Gue penasaran bakal seperti apa nanti sifat anak kalian, yang mempunyai orang tua sama-sama keras kepala”
Yah memang begitulah Nadia dan Alvin, selalu berdebat di mana pun dan kapan pun, mulai dari hal-hal kecil selalu di debatkan tentu.
Ngimna hubungan mereka mau maju, kalau isinya hanya perdebatan yang ada.
“Lo mau pulang ngk..?sini sama gue”ucap Alvin.
“Huhhhh sind gue duluan iyh”ucap Nadia menarik napas panjang lalu membuangnya secara kasar.
Nadia langsung naik ke mobil dan tak lama setelah itu Alvin menjalankan mobil meninggalkan kampus.
Tanpa mereka sadari sepasang mata dan sepasang telinga mendengar perdebatan mereka, sekarang dia sudah sadar mengapa Nadia menolak nya dan mungkin ia akan mulai memposisikan dirinya untuk saat ini.
“Jadi ini alasan Lo menolak gue nad, karna Lo udah nikah smaa Alvin. Lucu iyh kalian berdua, bisa menjaga rahasia ini sampai selama ini”ucap Bastian terkekeh geli dengan dirinya sendiri selama ini yang masih mencintai Nadia dalam diam meskipun sudah pernh di tolak.
__ADS_1