
“gue kira kalian sudah pada balik. Sorry iyh gue baru sempat gabung, soalnya banyak pekerjaan yang menumpuk karna kemarin baru cuti dua minggu”ucap Nadia kepada teman-temannya.
“Ngk papa kok nad, maklum aja kita ini. Punya teman si pengumpul dollar agak susah memang di ajak ngumpul”
“Perasaan tadi ada mas pacar, kemana dia sekarang..?ngk usah di umpeti kali nad, ngk juga kita ambil. Sadar diri aja kita nih, ngk cocok bersaing sama seorang Nadia, udah cantik, anak tunggal kaya raya, pekerjaan keras lagi”
“Kenalin sama kita kali nad. Udah berpaa lama pacaran nya..?hubungan kalian udah sampai mana..?dia romantis ngk nad..?dia nembak kamu duluh seperti apa nad..?
“beruntung banget kamu pacaran sama Alvin yang sudah di gilai banyak wanita di luaran snaa”ucap teman-teman Nadia cukup heboh dengan sosok Nadia dan tentang percintaan Nadia. Sedangkan Nadia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari teman-temannya.
“Apaan sih ini kok malah omongin Nadia dan Alvin terus, kayak ngk ada topik lain aja lagi”ucap Laura kesal yang menghentikan pertanyaan teman-temannya.
“kalau Lo ngk suka iyh tinggal pindah meja apa susahnya sih lau”
Dan hal itu membuat Laura bungkam seketika, sebenarnya ia bisa saja menjawab hal itu, tapi untuk saat ini ia harus menjaga reputasi di depan teman-temannya apalagi saat ini di cafe itu ada Alvin.
“Duduk nad”ucap sindy yang kebetulan disebelahnya ada kursi kosong bersebelahan dengan Liam juga.
Mau tidak mau Nadia harus duduk berdampingan dengan Liam, tak mereka sadari dari sudut ruangan menatap kedekatann Nadia dan Liam.
Emosinya semakin menjadi ketika Liam menatap Nadia dengan tatapan memuja.
“gyus, gue pamit duluan Iyah. Soalnya suami gue udah nungguh di parkiran”ucap Rania sambil berdiri.
“ihh Rania. Suami Lo soswet banget sih, pasti dia makin sayang sama Lo kan, secara Lo lagi hamil mudah lagi”
“Jadi penasaran deh sama suami Lo, pasti ganteng kan”
Sedangkan Rania hanya tersenyum menanggapi ucapan teman-temannya.
“bokap Lo di parkiran tuh. Lo ngk mau ngantarin mamah tiri Lo ke parkiran..?secara kan dia lagi hamil adek kecil Lo”bisik Liam di telinga Nadia.
“kenapa..?Lo mau ngantarin Rania ke parkiran..?kenpa sih Lo julitin hidup gue banget.”bisik Nadia “gue merasa kita tidak saling kenal bukan”
“nad, ayo pulang”ucap dingin, tak lupa dengan tatapannya yang begitu tajam kepada Liam.
__ADS_1
“Lo duluan aja. Gue masih ada kerjaan sedikit lagi”ucap Nadia yang tidak menyadari kemarahan Alvin.
“jalan sendiri ke parkiran atau gue seret”ucap Alvin terkesan memberi pilihan, tapi nyatanya bagi Alvin itu adalah sebuah perintah.
“Al. Kalau Nadia ngk mau mending kita aja yang bareng. Kebetulan gue ngk bawah mobil. Iyh, anggap aja gue nebeng sama Lo”ucap Laura dengan begitu percaya dirinya sambil berjalan mendekati Alvin.
“Masalahnya gue juga ngk bawa mobil, gue nebeng sama Nadia juga”ucap Alvin dingin menghentikan penggerakan tangan Laura yang hendak memeluk lengan Alvin.
“kalau Lo mau antar lauri pakai mobil gue ngak papa kok, nanti gue naik taksi aja. Lagian ada sindy kok yang antar gue nanti”ucap Nadia sambil menatap sindy.
“Kapan sih Lo bisa cemburu sama gue nad, gue juga pengeng merasakan bagaimana rasanya di cemburuin. Kenapa sih harus gue yang jatuh cinta sama Lo duluan”batin Alvin berteriak, sepertinya ia cukup lelah untuk mengejar Nadia, ia lelah berjuang sendiri. Ia juga tak habis pikir bakal sesusah ini meluluhkan hati Nadia.
“Ngk usah, gue mau balik ke kantor aja. Nanti Delon yang jemput Lo”ucap Alvin dingin dan cuek.
“Kenapa dia..?perasaan pas di ruang kerja gue ngk ngituh nada bicaranya. Lagian kantornya kan sudah tutup jam segini, emng dia mau ngeronda di kantor ngituh”batin Nadia menatap Alvin yang keluar dari cafenya.
Nadia tidak menghiraukan tingkah Alvin yang kesal kepadanya, karna pada dasarnya Nadia tidak peka dengan Alvin dan memang dia tidak bisa membaca situasi yang terjadi saat ini.
Anggap saja ia tidak peduli dengan Alvin sebagai suaminya, karna sampai saat ini belum ada tempat di hatinya untuk Alvin. Karna Nadia sudah membangun tembok yang cukup kuat, sehingga untuk membuka hati kepada laki-laki lain harus membutuh waktu yang cukup lama untuk memberikan hatinya kepada pria.
Entah setan apa yang merasuki Nadia saat ini. Tapi sumpah demi apapun ia belum bisa mempercayai laki-laki seutuhnya.
“Nad, dari pada nungguh lama lebih Lo gue antar pulang aja”ucap Liam yang sejak tadi melihat Nadia mondar mandir “lagian di luar sedang hujan deras, tidak mungkin mereka datang menjemput mu”
“lebih baik gue nunggu dari pada pas gue pulang duluan Delon malah udah datang, kasihan juga kan dia nanti”ucap Nadia.
“Tapi di luar hujan deras nad, emng bisa jadi Delon tidak datang”ucap Liam tak menyerah.
“Atau Lo pulang Ama gue aja nad, kebetulann jemputan gue baru aja datang”ucap sindy.
“Ngk usah sind, lagian arah rumah kita itu berlawanan. Palingan bentar lagi Delon datang kok, soalnya alvin sudah janji tadi”ucap Nadia mencoba menenangkan sindy.
“Iyh sudah, gue temanin Lo sampai Delon datang”
“Ngk usah sind, lagian ada Liam juga kan..?tuh Laura juga ada. Lo ngk usah khawatir”ucap Nadia sambil melihat Laura yang baru keluar dari toilet.
__ADS_1
“yuk balik Gyus”teriak Laura.
“Ngimna yang lau, kita masih temanin Nadia tunggu jemputan, kalau Lo mau pulang duluan ngak papa kok”ucap salah satu teman Nadia yang masih setia menemani Nadia.
“Ck kayak putri raja aja ditemani, lagian ngk bakal ada yang jemput Lo nad. Emng lo siapa pakai di jemput segala. Cuma pengawai cafe aja apa istimewanya...?yang meskipun Lo sebagai menejer di cafe ini, tapi tetap sjaa Lo tetap menjadi manusia rendahan”ucap Laura menghina Nadia.
“Jangan uca..__”
“Sind, sudah. Ngk usah di perpanjang”ucap Nadia yang hendak melawan sindy.
Mereka cukup lama menunggu jemputan Nadia. Meskipun cafe semakin ramai tapi mereka tetap setia menemani Nadia. Selain karna hujan masih lebat, mereka juga penasaran siapa sosok Delon yang menjemput Nadia.
Apalagi Laura ia cukup penasaran siapa saja laki-laki yang dekat dengan Nadia. Sebab tadi ia mendengar Alvin menyebut sosok Delon, yang berarti bukan Cuma Alvin yang dekat dengan Nadia tapi ada Delon di antara mereka.
Setelah menunggu bebrap saat, akhirnya sebuah mobil berhenti di depan cafe, tak lama setelah itu seorang pria tampan keluar dari kursi depan dan membuka pintu mobil.
“Alvin”guman Nadia.
“Maaf sayang. Di jalan macet jadi telat jemput kamu. Sudah selesai acara reunian nya”ucap Alvin menatap Nadia.
“Sayang”beo Laura
Tak habis pikir hubungan Nadia dan Alvin sudah sejuah ini. Keterkejutan tidak sampai disitu ketika melihat sosok Delon yang tak kalah tampan dari Alvin, yang masih setia berdiri di samping mobil lengkap dengan sebuah payung yang melindunginya dari hujan.
“ahh u-udah, aku sudah selesai”ucap Nadia gugup.
“Baik kalau begitu kita langsung balik aja iyh. Soalnya takut banjir juga nanti”ucap Alvin sambil meraih tangan Nadia.
“Terima kasih buat kalian semua yang sudah menemani Nadia. Kalau begitu kami pamit duluan”ucap Alvin.
“Ayo sayang”ucap Alvin sambil melingkarkan tangannya di pinggang Nadia. Supaya Nadia tidak terkena air hujan, karna mereka berbagi payung.
Alvin ingin memperlihatkan kepada teman-teman Nadia seperti apa hubungan mereka, terutama kepada Liam yang selalu menatap Nadia dengan tatapan begitu menginginkan.
Delon begitu sigap membuka pintu mobil buat Alvin dan juga Nadia, setelah memastikan Nadia masuk kedalam mobil, Alvin pun menyusul masuk.
__ADS_1
Sedangkan teman-teman Nadia yang bisa menganga ketika melihat Nadia di jemput oleh dua pria tampan sekaligus.
Kejadian sungguh cepat kilat, sehingga tidak memberi kesempatan bagi mereka untuk bertanya kepada Nadia.