
"Mba Neva? Kok bisa ada di sini?" tanya Kintan melihat Neva yang keluar.
"Unitku tepat ada di depan. Tadi aku dan tuan Eldar secara tak sengaja bertemu lalu kami membicarakan masalah gaun yang waktu itu. Tuan Eldar mengatakan kalau ia kurang suka dengan konsep yang aku tawarkan waktu itu. Jadi kami berdiskusi bersama." Kata Neva setenang mungkin sambil berusaha tersenyum.
"Sayang, ternyata kamu diam-diam sudah membicarakan konsep pernikahan kita? Bukankah kata mami Elif pernikahan kita sesudah pernikahan Gina?" Kintan langsung bergelut manja di lengan Eldar. Cowok itu hanya terdiam sambil menatap Neva tanda tak suka.
"Sayang, kok kamu diam saja sih?" tanya Kintan sedikit merajuk.
"Mungkin tuan Eldar kesal karena suprise nya tidak jadi." kata Rangga membuat Kintan memegang pipi Eldar dengan gemas.
"Sayang...., aku nggak menyangka kalau kamu ingin buat kejutan segala."
"Aku permisi ya .." Neva langsung pergi dan meninggalkan mereka. Ia masuk ke dalam unit miliknya sambil terus berdoa supaya Kintan dapat mengerti dengan penjelasan bohongnya itu.
Sementara itu di apartemen Eldar, Kintan masuk sambil menatap seisi ruangan itu.
"Sayang, kok kamu tinggal di sini sih? Tinggak berdua dengan Rangga lagi." kata Kintan sambil terus melihat-lihat.
"Apartemen ini jaraknya lebih dekat dengan kantorku. Juga aku punya banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dengan Rangga sehingga aku mengajak Rangga untuk tinggal di sini." Kata Eldar sambil terus memandang Rangga. Ia bingung bagaimana bisa Kintan kini ada di sini pada hal tadi Eldar sudah katakan pada Rangga kalau ia sedang bersama Neva.
"Tapi apartemen yang dulu lebih bagus, El." ujar Kintan. Ia duduk di samping tunangannya. Rangga sudah tak terlihat lagi.
"Aku rasa lebih nyaman di sini."
Kintan duduk menyamping sehingga ia bisa menatap wajah Eldar. "Sayang, kok unit kamu bisa berhadapan dengan unit mba Neva?"
"Aku juga kaget. Nggak tahu kok bisa kebetulan."
"Kamu sudah ketemu dengan suaminya?"
"Iya. Kami sudah beberapa kali bertemu."
"Suaminya ganteng ya?"
"Iya." jawab Eldar walaupun sebenarnya hatinya tak rela mengatakan kalau Genald tampan karena kelakuan pria itu tak sesuai dengan wajahnya yang tampan.
"El, bagaimana pernikahan kita?" tanya Kintan.
"Kan aku sudah bilang, kalau aku sudah tak sibuk maka tanggalnya akan ditetapkan."
"Terus kenapa tadi sudah membicarakan konsep acara dengan mba Neva?" tanya Kintan.
"Kebetulan saja tadi ketemu dan aku ingat dengan konsep yang pernah ditawarkannya." kata Eldar berusaha tenang walaupun ia tahu kalau tatapan mata Kintan menunjukan bahwa ia nampak ragu dengan penjelasan Eldar.
Kintan menatap Eldar. "Sayang, kamu nggak bohong kan?"
"Maksud kamu apa sih, Ki?"
"Kamu nggak' membatalkan acara kita kan?"
"Kok membantalkan sih? Kalau membatalkan aku tinggal telepon Neva tanpa harus ketemu dengannya."
Kintan memeluk Eldar. "Aku takut kita tak jadi menikah, El. Aku takut kehilangan kamu. Aku merasakan banyak sekali yang berubah denganmu. Kita bahkan jarang sekali ketemu akhir-akhir ini."
__ADS_1
"Kamu kan tahu kalau aku sibuk dengan pekerjaan ku." Eldar berusaha sabar. Ia sungguh ingin tahu bagaimana Kintan bisa masuk ke sini.
"Sayang, aku tidur di sini ya?" tanya Kintan manja. Ia masih memeluk Eldar.
"Nggak boleh, Ki. Kan ada Rangga."
"Kamarnya kan ada dua. Memangnya kamu nggak mau rindu sama aku?"
"Nggak enak sama Rangga, Ki. Orang tua Rangga juga sering ke sini."
"Memangnya ini apartemen kamu atau Rangga sih?" Kintan terlihat jengkel.
"Aku antar kamu pulang ya?" ujar Eldar mengalihkan pembicaraan.
"Kamu mengusir aku, sayang?"
"Bukan. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dengan Rangga malam ini."
Kintan berdiri dengan kesal. "El, aku merasa ada yang aneh dengan kamu."
"Ki, aku mohon mengertilah. Pekerjaanku banyak."
"Aku selalu mengerti kamu, El. Namun aku juga butuh diperhatikan, butuh disayang. Kita nggak pernah lagi jalan-jalan atau pun makan di luar. Semua waktumu sudah kau curahkan untuk pekerjaan dan itu terjadi disaat kita justru sudah bertunangan."
Eldar hanya mengusap kepala Kintan dengan lembut. "Pergi sekarang?"
"Nggak perlu! Aku bawa mobil sendiri. Pokoknya besok kita makan siang bersama." kata Kintan tegas. Ia kemudian mencium bibir Eldar sekilas dan langsung pergi. Saat ia sudah berada di luar, matanya langsung menatap pintu milik unit Neva. Siapa kamu, Neva? Aku bisa melihat bagaimana tatapan mata Eldar yang berbeda padamu.
********
"Maaf, tuan. Tadi saat aku turun dari mobil, nona Kintan sudah menunggu aku di tempat parkir. Ia langsung mengatakan kalau dia ingin ketemu denganmu. Aku tak bisa mengelak karena memang mobil tuan ada di dekat mobilku. Aku sudah mencoba mengirim pesan pada tuan namun tuan nggak membaca pesan yang aku kirim."
Eldar mendengus kesal. "Bagaimana Kintan tahu kalau aku tinggal di sini?"
"Karena dia sudah mengikuti tuan beberapa hari ini. Sepertinya nona Kintan sedang mencurigai sesuatu, tuan."
Eldar mengusap wajahnya dengan kasar. "Aku memang harus segera mengahiri hubunganku dengan Kintan."
"Tuan, sudah pikirkan matang-matang?" tanya Rangga.
"Ya. Aku akan bicara dengannya setelah kita kembali dari Filipina."
*********
Neva terkejut melihat Kintan yang datang menemuinya hari ini.
"Nona Kintan, mari silahkan masuk."
Kintan tersenyum. "Panggil Kintan saja, mba."
"Panggil aku juga dengan Neva tanpa ada embel-embel mba."
Kintan tersenyum. Ia melangkah masuk ke dalam ruangan Neva. Matanya langsung tertuju pada foto yang ada di atas meja Neva.
__ADS_1
"Suaminya?"
Neva mengangguk. Walaupun ia dan Genald sedang dalam proses perceraian, namun foto itu belum ia singkirkan dari ruangannya.
"Tampan ya? Sepertinya aku pernah lihat. Tapi dimana ya?" Kintan kembali meneliti foto pernikahan Neva dan Genald.
"Astaga, ini Genald kan? Anak om Arya?"
"Iya."
"Kok beda ya foto nya di sini." Kintan cukup terkejut saat mengetahui siapa suami Neva.
"Ada perlu apa Kintan ke sini?" tanya Neva mengalihkan pembicaraan.
Kintan yang sudah duduk di hadapan Neva terlihat sedih.
"Apakah ada hubungan dengan pernikahan mu?" tanya Neva mencoba menebak.
"Ya. Dua hari yang lalu, saat kita ketemu di apartemen Eldar, apakah benar kalian membicarakan tentang konsep pernikahan?"
"Iya. Kenapa?"
Kintan menarik napas panjang. "Aku merasa ada yang berbeda dengan Eldar. Sepertinya ada gadis lain yang membuat Eldar bingung untuk menikah dengan ku." Kintan mulai menangis.
"Sabar, Ki. Mungkin benar kalau tuan Eldar sibuk."
Kintan menatap Neva. "Aku nggak tahu harus curhat sama siapa, Nev. Makanya aku datang ke sini. Mungkin kamu bisa menolong aku untuk menyakinkan Eldar agar tak membatalkan pernikahan kami. Soalnya..., soalnya..., aku sudah menyerahkan kesucianku pada Eldar. Kami sudah sering tidur bersama. Aku nggak mau sampai Eldar melepaskan ku. Memang benar ada pria yang bisa menerima seorang perempuan apa adanya. Namun bagaimana jika setelah Eldar membuang ku dan aku ketemu dengan pria yang sama sekali tak bisa menerimaku? Bukankah itu akan menjadi duri dalam pernikahan ku nanti?"
Hati Neva sakit mendengar pengakuan Kintan. Jadi Eldar dan Kintan sudah tidur bersama? Bukankah jika Eldar membatalkan pernikahannya dengan Kintan maka nasib Kintan akan sama seperti aku? Mas Genald juga tak bisa menerima diriku yang sudah tak perawan?
"Neva, kamu mendengar apa yang aku katakan?" tanya Kintan saat dilihatnya Neva sepertinya melamun.
"Iya. Aku mendengarnya. Aku akan berusaha menyakinkan tuan Eldar agar menikah dengan kamu, Ki. Aku mengerti dengan ketakutanmu."
Kintan menghapus air matanya. "Terima kasih, Neva. Aku merasa memiliki teman yang bisa mengerti diriku."
Hati Neva berdesir saat mendengar apa yang Kintan katakan. Ya Tuhan, bagaimana seandainya Kintan tahu kalau aku dan Eldar pernah memiliki kenangan di masa lalu kami?
*********
Seminggu telah berlalu.....
Hakim akhirnya mengabulkan permohonan Neva untuk bercerai dari Genald. Atas desakan nyonya Tirta, Genald pun menjatuhkan talak 3 kepada Neva.
Lega. Itulah yang Neva rasakan walaupun status janda itu sangat tak mengenakan untuk dia sandang.
Eldar yang baru kembali dari Filipina, merasa senang saat mendengar kalau Neva sudah bercerai dengan Genald.
Ki, besok kita ketemu ya? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.
Eldar mengirim pesan pada Kintan. Saatnya ia akan memutuskan hubungannya dengan Kintan karena Eldar kini ingin mendapatkan Neva kembali.
Dapatkah Kintan menerimanya ??
__ADS_1