TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Neva Terancam


__ADS_3

Sudah tiga hari Ekel pergi dan Neva sudah merindukan putranya itu. Satpam yang menjaga rumah menelepon dia dan mengatakan kalau ada seorang nyonya yang datang mencarinya dengan seorang pria bule. Neva yakin itu pasti Elif dan Erdogan. Untungnya Neva sudah mengamankan Ekel terlebih dahulu.


Jika memang mami Elif sudah tahu tentang keberadaan Ekel, kenapa dia belum mengatakannya pada Eldar?


Neva terus memikirkan itu. Ia yakin, ibu mertuanya itu sudah tahu tentang hubungannya dengan Eldar di masa lalu. Neva merasa harus lebih berhati-hati sekarang. 8 hari lagi pernikahan Eldar dan Kintan akan dilaksanakan dan Neva tak ingin rencananya gagal.


Makanya hari ini, Neva memintanya kru nya yang pergi ke masjid tempat pelaksanaan akad untuk menyiapkan segala sesuatunya.


Menjelang jam makan siang, ponsel Neva berbunyi. Ia pun tersenyum melihat Eldar yang meneleponnya.


"Hallo mas, ada apa?"


"Ingin dengar suara kamu aja. Kamu di mana sekarang?"


"Lagi di kantor, mas."


"Katanya mau ke masjid tempat akad."


"Nggak jadi mas. Aku kok merasa badanku sedikit lelah ya?"


"Pasti karena semalam ya?"


Neva terkekeh. Ya, semalam ia dan Eldar bercinta seperti nggak ingat waktu. "Mas, kita makan siang bareng, yuk!"


"Sayang, aku ada janji makan siang dengan Mami dan Kintan. Besok aja ya?"


"Besok mungkin aku nggak punya waktu, mas. Sekarang aja ya?"


"Tapi gimana ya?"

__ADS_1


"Ya sudah. Aku makan siang dengan Firat saja. Kebetulan tadi dia telepon dan mengajak aku makan siang bareng. Bye, mas." Neva mengahiri percakapan mereka secara sepihak ia tersenyum dan mulai menghitung dalam hati. satu, dua, tiga, empat, lima......


Eldar kembali menghubunginya. "Sayang, kita makan siang bareng ya? Tunggu 15 menit lagi dan aku jemput di tempat biasa ya?"


"Nggak jadi makan bersama mami dan Kintan?"


"Nggak. Sama kamu aja, sayang. Tunggu aku ya?"


"Pasti dong, sayang." Neva tersenyum puas. Ia sengaja melakukan itu karena perbuatan Kintan yang sungguh tak tahu malu pada Eldar. Neva ingin membuat Kintan kesal menjelang acara akad pernikahan mereka.


**********


"Posisi rahimnya sudah bagus berdasarkan tes kesuburan yang nyonya lakukan maka program untuk hamil sudah bisa dilakukan. Nanti saya akan resep kan obat penyubur kandungan dan juga obat untuk suami nyonya sehingga dua-duanya dalam keadaan fit."


Neva sangat senang mendengarkan penjelasan dokter Wina. Dokter langganannya yang sudah bertahun-tahun menangani masalah kandungannya.


Ia pun pamit dengan harapan penuh, semoga nanti saat Eldar menyentuhnya, ada benih cinta mereka yang akan tumbuh di rahimnya. Neva sekarang sementara mendapatkan tamu bulannya.


Apakah Kintan hamil? Tapi bukankah mas Eldar dan Kintan sudah lama tak saling berhubungan intim? Apakah dia hamil anaknya Erdogan? Ya, pasti. Dan dia akan menipu mas Eldar dengan mengatakan itu anaknya? Tak akan ku biarkan. Batin Neva gemas dengan tingkah Kintan.


Ia menunggu sampai Kintan keluar, dan mengambil gambarnya secara diam-diam. Setelah Kintan pergi, Neva pura-pura masuk ke ruangan dokter Wina.


"Dok, maaf saya menganggu. Apakah kunci mobil saya nggak jatuh di sini?" tanya Neva.


"Kunci mobil? Nggak ada Kayaknya."


Neva pura-pura mencari di bawa kursi pasien. "Wah, nggak ada. Di mana ya jatuhnya?"'


"Sebentar saya tanyakan pada asisten saya ya? Soalnya kalau ada barang yang ditemukan oleh pasien lain pasti dititipkan ke dia." Wina keluar dari ruangannya. Neva segera memeriksa kartu pasien yang ada di meja dokter. Ia menemukan nama Kintan, memfotonya secara cepat dan ikut ke luar.

__ADS_1


"Nyonya Neva, kayaknya nggak ada."


Neva pura-pura terlihat sedih. "Nanti aku cari di depan saja. Maaf ya dok, sudah merepotkan." Neva bergegas meninggalkan rumah sakit. Saat ia berada di dalam mobil, ia memeriksa foto kartu kontrol Kintan. Mata Neva langsung melotot melihat keterangan kehamilan memasuki usia 6 minggu.


Dasar manusia licik, dia sungguh tak tahu malu. Kita lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu, brengsek!


Neva segera kembali ke kantornya. Sepanjang jalan, Neva melihat kalau ada sebuah mobil hitam sejenis sedan yang sedang mengikutinya. Neva mencoba berhenti, mobil itu pun berhenti. Neva kembali berjalan, mobil itu pun kembali berjalan. Mobil itu terus mengikuti Neva sampai ia memasuki halaman kantornya. Neva langsung memeriksa kamera mobil yang ada di bagian belakang mobil. Ia memeriksanya dan sangat terkejut karena ternyata mobil itu mengikutinya dari rumah sakit.


Hati Neva menjadi tak tenang, apalagi saat melihat kalau Elif justru datang ke kantornya. Perempuan itu dengan angkuhnya mengajak Neva bicara 4 mata.


"Ada apa, nyonya?" tanya Neva saat keduanya sudah berada di ruangan Neva.


"Setelah acara akad nikah, aku ingin menghentikan kerja sama kita. Acara resepsinya aku ingin ditangani oleh pihak WO yang lain."


"Tapi kenapa?"


"Jangan sok bersandiwara dengan aku, Neva. Aku sudah tahu kalau kamu adalah wanita murahan yang menganggu anakku. Lalu untuk apa Eldar harus pindah ke apartemen yang sama denganmu? Itu pasti karena kamu memberikan tubuh murahan mu itu padanya kan? Aku katakan pada mu, jangan pernah bermimpi untuk bersama Eldar. Karena menantu pilihanku hanya Kintan. Kau bukan siapa-siapa yang ingin menggantikannya." kata Elif sambil memandang rendah ke arah Neva.


"Aku memang bukan siapa-siapa, nyonya. Namun aku wanita yang dicintai Eldar anakmu."


"Jauhi anakku! Kamu kan sudah menikah. Untuk apa kamu bersamanya?"


"Aku sudah bercerai dengan suamiku."


"Pasti karena kamu yang kegatelan dengan anakku kan? Pokoknya jauhi anakku atau kamu tanggung sendiri akibatnya." Elif berdiri satu kursi yang didudukinya. Ia menatap Neva dengan tatapan sinis. "Aku sudah memperingati mu." Lalu ia segera meninggalkan ruangan Neva sambil membanting pintu dengan kasar.


Neva menarik napas panjang. Hampir saja ia keceplosan mengatakan tentang siapa Kintan. Namun Neva menunggu saat yang tepat.


Saat jam pulang kantor, Neva terkejut melihat keempat ban mobilnya kempes. Ia bertanya pada satpam namun tak satu pun diantara mereka yang tahu penyebabnya. Neva langsung menghubungi taxi online.

__ADS_1


10 menit kemudian, taxi yang dipesan datang. Neva langsung pulang ke apartemennya. Namun sekali ia ia merasa kalau dirinya diikuti. Begitu juga saat ia sudah sampai di apartemennya, Neva merasa ada beberapa pria yang sepertinya mengikuti dia. Ya Tuhan, siapa mereka?


__ADS_2