
Kintan dilarikan ke rumah sakit saat para pelayannya menemukan dia sudah terjatuh dengan kepala yang terbentur pada baru.
Saat sadar, Kintan berteriak-teriak ketakutan dan membuat semua orang menjadi bingung dengan apa yang dikatannya.
"Tolong Neva, jangan hantui aku. Aku sangat takut. Aku mohon ampun sudah membunuhmu!"
Begitulah yang selalu Kintan teriakan sampai akhirnya orang tuanya datang dan terkejut melihat kondisi anaknya.
Eldar pun diminta untuk datang menemui Kintan. Awalnya lelaki itu malas untuk datang namun kedua orang tua Kintan memohon kepadanya.
"Eldar....., Eldar....., tolong katakan pada Neva, jangan hantui aku. Aku memang salah karena sudah menyuruh orang untuk membunuhnya."
"Akui perbuatanmu di depan polisi. aku yakin kalau Neva akan berhenti menakutimu."
Kintan pun melakukan apa yang Eldar minta. Ia langsung ke kantor polisi sekalipun orang tuanya mencegah dia.
Polisi langsung mencari Erdogan yang ternyata punya andil juga dengan penculikan Neva.
*************
Kembali ke hari di mana Neva diculik
Neva berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya. Namun saat usahanya hampir berhasil, dua lelaki yang menculiknya masuk kembali ke dalam gudang tua itu. Kita sebut saja dua lelaki itu bernama Tom dan Jerry.
"Bos memerintahkan kita untuk membunuhmu, nona manis. Sayang sekali ya? Kau terlalu cantik untuk mati sia-sia." ujar Tom sambil membelai wajah Neva.
"Bagaimana kalau kita kerjai dia dulu, bos? Sudah lama aku tak pernah mencicipi perempuan yang cantik dan mulus seperti ini. Apalagi ini bekasnya Eldar Daksiano yang terkenal itu. Pasti dia merawat dirinya dengan baik untuk menyenangkan suaminya, kan?" ujar Jerry dengan seringai licik di wajahnya.
Neva jujur sangat ketakutan namun ia terlihat tenang. Ia sudah berhasil membuka simpul tali yang mengikat tangannya, ia berusaha agar mereka tak mengetahuinya karena kakinya masih terikat.
"Tolong lepaskan aku. Aku janji akan memberikan kalian uang yang banyak. Suamiku sangat kaya. Ia sanggup memberikan berapa saja yang kalian minta." Mohon Neva dengan air mata yang meleleh di pipinya.
"Nggak, sayang. Kami sudah dibayar mahal oleh tuan Erdogan dan nona Kintan." kata Jerry membuat Tom menepuk kepala Jerry. "Kenapa kamu menyebutkan nama orang yang menyewa kita? Dasar kamu bodoh!"
__ADS_1
"Biar saja, bos. Kan dia sebentar lagi akan mati."
Tom tersenyum. Ia kembali membelI wajah mulus Neva dengan napsu yang sudah menguasai dirinya.
"Jangan, aku mohon." pinta Neva
"Diamlah! Kami akan memberikan kau kesenangan sebelum kematianmu." Kata Tom lalu membuka tali yang mengikat kaki Neva.
Saat Neva merasakan kalau kakinya sudah bebas, ia dengan cepat melepaskan tali yang mengikat tangannya dan dengan sekali tendang, ia berhasil membuat Tom terjatuh.
Melihat bos nya jatuh, Jerry dengan cepat menyerang Neva sehingga Neva pun terjatuh.
"Ah......!" Neva berteriak kesakitan saat punggungnya terkena besi tajam. Neva yakin kalau punggungnya robek. Namun ia dengan cepat bangun. Ia berusaha melarikan diri tapi Jerry dan Tom kembali mengejarnya. Akhirnya mereka berhasil menangkap Neva.
"Lepaskan.....! Lepaskan.....!" Neva berteriak saat Tom mulai menarik paksa gaun hijau lumut yang Neva kenakan sementara Jerry menahan tubuh Neva dengan menahan kedua tangannya.
Gaun itu akhirnya terlepas dari tubuh Neva. Kedua lelaki itu langsung terbelalak melihat betapa indahnya tubuh Neva yang hanya dibalut oleh baju dalamnya.
Walaupun punggungnya sakit karena terluka namun Neva tak mau menyerah. Ia berusaha melawan kedua orang itu dengan kemampuan bela dirinya. Akhirnya, Neva berhasil meraih sebuah besi dan dengan besi itu ia memukul Tom dan Jerry. Kedua pria itu pusing dan Neva menggunakan kesempatan itu untuk berlari. Ia berlari sangat kencang sampai tak menyadari bahwa kalungnya jatuh saat ia menyeberangi sungai kecil. Neva merasa kalau punggungnya semakin sakit. Ia melihat ada sebuah rumah kecil di dekat sebuah perkebunan jagung. Di jemuran Neva melihat ada kain sarung. Ia mengambilnya dan membungkus tubuhnya. Tepat di saat itu sang pemilik rumah keluar dan Neva merasa kalau Pandangannya berkunang-kunang. Ia hampir jatuh saat pasangan suami istri itu dengan cepat menopang tubuhnya.
Tom dan Jerry mencari Neva namun tak menemukannya. Mereka berdua yang sudah kehilangan akal sehat, dengan teganya membunuh perempuan yang biasa mereka pakai sebagai perempuan malam. Tubuh perempuan itu mereka mutilasi dan kepalanya di kubur di suatu tempat. Untuk menyakinkan Kintan, mereka pun membawa gaun Neva dan menutupnya di atas potongan tubuh wanita malam itu. Kintan dengan mudahnya percaya lalu memberikan sejumlah uang yang sudah dijanjikan kepada mereka.
**********
Jam 2 dini hari, Neva sadar dan menyadari bahwa ia berada di sebuah kamar yang sederhana dengan penerangan yang tak begitu terang. Neva tidur secara tertelungkup dan ia merasakan nyeri di punggungnya.
Ia sudah mengenakan sebuah kain sarung yang lain. Saat Neva mencoba membalikan badannya, seseorang menahan punggungnya.
"Nak, jangan dulu berbalik. Punggungmu terluka cukup dalam. Tidurlah sebentar dan besok kamu akan merasa sehat." kata Eanita yang usianya sekitar 40an. Ia sepertinya menaruh sesuatu di punggung Neva yang terluka. Rasanya sangat dingin dan Neva akhirnya tertidur.
Esok paginya, Neva bangun dan wanita itu sedang membersihkan punggung Neva.
"Kau sudah boleh berbalik, nak." katanya lembut lalu membantu Neva untuk bangun. Neva menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.
__ADS_1
"Aku ada di mana?"
"Kamu ada di rumah kami. Kemarin, kamu pingsan di kebun jagung kami. Kamu meminta agar kami menolong mu. Makanya kami tak membawamu ke rumah sakit. Untung saja aku belajar cara menyembuhkan luka dari almarhum ibuku. Dengan ramuan daun-daun, akhirnya pendarahan mu berhenti dan lukamu sudah mulai mengering. Sekarang kamu makan dulu dan minum obat antibiotik yang sudah anak saya, siapkan."
"Anak ibu?"
"Anak saya kuliah di kedokteran. Sementara menjalani masa koas. Dia piket pagi makanya sudah pergi. Oh ya, nama saya Mina. Nama suami saya Haris. Kami punya anak tunggal namanya Aura."
"Makasi banyak, Bu. Tanpa bantuan ibu, aku pasti sudah mati kehabisan darah." Laku Neva memperkenalkan dirinya dan menceritakan semua yang terjadi.
"Apakah nak Neva mau menghubungi suaminya? Boleh pakai ponsel ibu." Mina memberikan ponsel jadulnya. Neva menekan nomor Eldar namun tak aktif. Ia juga tak hafal dengan nomornya Rangga.
"Biar saja dulu, Bu. Ada sesuatu yang harus saya kerjakan sebelum ketemu dengan suami, saya." ujar Neva lalu menghubungi orang kepercayaan om nya yang ada di Filipina.
Teror terhadap Kintan pun dimulai. Neva ingin agar Kintan mengakui sendiri apa yang telah dilakukannya. Setelah berhasil menyogok salah satu pembantu yang ada di rumahnya, Kintan, Neva berhasil membuat Kintan ketakutan. Sampai akhirnya Kintan pingsan saat terjatuh.
Lalu orang kepercayaan pamannya melaporkan apa yang terjadi. Tentang tes DNA yang dilakukan dan kedatang Elis. Neva pun menghubungi pihak kepolisian untuk meminta agar suaminya datang ke kantor polisi.
Saat Eldar melihat Neva, lelaki itu langsung berlari dan memeluknya dengan erat.
"Sayangku ....., istriku, aku pikir kalau aku sudah kehilangan dirimu. Aku tak bisa tanpamu, sayang." kata Eldar sambil memeluk Neva dengan begitu erat.
"Mas, punggungku sakit." kata Neva sedikit meringis.
"Oh, sayang. Maafkan aku. Apakah ada yang terluka?"
"Hanya luka kecil. Sudab diobat oleh pasangan suami istri yang sangat baik. Kau harus membalas semua jasa mereka kepadaku, mas."
"Apapun itu akan kulakukan, sayang. Karena mereka sudah menolongmu."
Elis pun sangat senang melihat sepupunya baik-baik saja. Ia pun menangis sambil memeluk Neva. Setelah semua ketegangan yang terjadi, mereka akhirnya bisa menemukan kebahagiaan.
************
__ADS_1
Duh, mau tamat nih.....guys