
Tangan Eldar menekan remote control yang ada di tangannya. Pintu pagar itu terbuka dan Neva terkejut melihat sebuah rumah mewah berwarna putih. Rumah dua lantai itu nampak megah dengan konsep seperti rumah-rumah yang ada di Eropa.
"Mas, ini rumah siapa?" tanya Neva.
Eldar tak menjawab. Ia segera turun dari mobil lalu membuka pintu mobil bagi istrinya.
"Ayo masuk sayang.....!" ajak Eldar.
"Tapi, mas, katakan dulu ini rumah siapa?"
Eldar sekali lagi tak menjawab pertanyaan Neva. Ia hanya menarik tangan kanan istrinya dengan lembut sehingga Neva pun mengikuti langkahnya. Saat pintu depan di buka, Neva terkejut melihat sebuah ruangan tamu yang tak begitu besar. Namun cukup untuk bisa menampung sekitar 10 orang. Mata Neva langsung terbelalak melihat foto Royal Botanic Gardens. Di situlah Eldar menyatakan cintanya pada Neva.
"Mas.....!" Neva menatap suaminya. Eldar hanya tersenyum sambil mengangguk. Ia kemudian membawa Nev ke ruangan berikutnya. Ruang tamu yang lebih besar dan mata Neva menatap sebuah foto berukuran jumbo. Foto pernikahannya dengan Eldar. Pernikahan tanpa ada resepsi.
Air mata Neva jatuh saat melihat foto pernikahan itu. Di bawa foto pernikahan itu, ada sebuah lemari yang bagian atasnya berisi bingkai-bingkai foto berukuran 5R. Foto-foto mereka saat masih di Sidney. Neva tak menyangka kalau Eldar masih menyimpan itu. saat memasuki ruang keluarga, Neva melihat ada foto wisuda dirinya dan juga Eldar. Foto yang mengingat akan perjuangan mereka berdua. Eldar yang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi dan Neva yang bekerja paruh waktu di sebuah cafe.
Setelah menyusuri dapur dan ruangan makan, Eldar mengajak Neva ke lantai dua. Di lantai satu ada 2 kamar tamu, sedangkan di lantai dua, ada 3 kamar dengan 1 kamar utama yang sangat besar.
"Mas, kamu masih ingat dengan konsep rumah yang pernah kita bicarakan di Sidney?" Neva ingat, ia dan Eldar pernah menggambar sebuah rumah yang nantinya akan mereka buat saat sudah menikah. Neva masih ingat dengan konsep kamar mandi dan walk in closet yang terpisah dari kamar tidur. Bagi Neva, ruang tidur harus terlihat bersih dan higienis sehingga harus terpisah. Saat membuka pintu kamar, yang ada adalah ruangan tempat menyimpan sepatu dan tas kerja. Setelah itu ada pintu kamar mandi yang bersebelahan dengan ruangan walk in closet, barulah setelah itu ada pintu menuju ke ruangan tempat tidur mereka.
"Apapun tentang kamu, tak akan pernah aku lupakan. Aku pernah sangat membencimu karena percaya kalau kamu sudah pergi dengan lelaki lain, namun aku tak bisa membuang semua kenangan yang pernah kita lalui bersama. Bagiku, rasa cinta padamu, melebihi apapun yang ada di dunia ini." Eldar membelai wajah Neva. "Sekarang tak ada lagi penghalang diantara kita. Kita akan melangkah bersama di hadapan semua orang untuk menunjukan pada mereka bahwa kita saling memiliki."
Air mata Neva kembali jatuh. Ia memeluk Eldar sambil menangis. "Mas...., aku mencintaimu!"
"Aku lebih mencintaimu, sayang."
Ketika pelukan mereka terurai, Eldar langsung mencium bibir tipis istrinya itu. Keduanya berciuman dengan penuh rasa cinta mendalam yang ada di hati mereka masing-masing.
"Mas.... punggungku!" Saat ciuman itu semakin panas, Neva ingat dengan keadaan punggungnya yang terluka. Ia segera melepaskan diri.
Eldar mendesah kesal namun ia langsung tersenyum. "Maafkan suamimu yang terlalu mesum ini, sayang. Sudah 5 hari kita tak bersama dengan semua ketegangan yang terjadi. Jadi aku ingin menghabiskan waktu dengan berhubungan intim denganmu. Jujur saja, aku rindu dengan dengan penyatuan kita yang gila-gilaan."
Neva terkekeh. Ia membelai wajah tampan suaminya. "Sabar ya, mas. Aku belum bisa melayani mu dengan maksimal. Atau mau ku puaskan dengan cara yang lain?" tanya Neva dengan tatapan menggoda.
"Nggak, sayang. Aku nggak mau mendapatkan kepuasan sendiri sementara istriku nggak. Walaupun berat, aku akan menunggu sampai kamu benar-benar pulih."
__ADS_1
Keduanya kembali berpelukan. Rasanya seperti melepaskan beban berat yang ada di pundak. Neva siap melangkah bersama Eldar.
************
"Erdogan di tangkap di bandara sebelum ia kabur. Sekarang ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia yang menyewa dua orang itu untuk menculik nyonya Neva." ujar Rangga melaporkan situasi yang terjadi.
Eldar yang sedang membaca beberapa laporan segera menatap Rangga. "Baguslah. Kejahatan mereka terhadap istriku memang harus mendapatkan hukuman yang berat."
"Tadi makan, nona Kintan sudah dipindahkan ke rumah sakit jiwa."
"Kenapa?"
"Dia depresi dan malu karena hamil di luar nikah. Dia juga dihujat habis-habisan sebagai perempuan murahan. Ia mencoba mencelakai dirinya sendiri dengan memotong nadinya."
Eldar menarik napas panjang. "Sebenarnya sungguh sedih mendengar nasip Kintan. Bagaimana pun ia adalah temanku sejak kecil. Namun mau bagaimana lagi? Dia menanggung akibat dari perbuatannya sendiri. Untunglah Erdogan pun sudah ditangkap."
"Oh ya, tuan, di luar ada Nyonya Elif, dia meminta ijin untuk bertemu dengan tuan."
Eldar menggeleng. "Aku tak mau bertemu dengannya."
Eldar membuang muka saat melihat maminya. Sedangkan Rangga langsung keluar.
"Nak....!"
"Apa yang mami inginkan? Mau mengambil alih perusahaan ini karena saham mami sama banyak seperti sahamku? Silahkan! Memang apa yang papi katakan sebelum kematiannya benar. Mami adalah orang yang suka memanipulasi orang lain. Mami dengan teganya menyuruh orang untuk mencelakai aku."
"El, mami nggak meminta Erdogan untuk mencelakai kamu. Mami hanya minta agar kamu dipisahkan dengan Neva."
"Mengapa? Karena dia hanya anak seorang pembantu? Mami begitu membanggakan tentang harta dan tahta, lalu apa yang Kintan lakukan? Dia justru selingkuh dengan laki-laki yang menjadi kekasih mami. Sungguh menyedihkan."
"Mami menyesal, El."
"Penyesalan mami nggak ada gunanya. Mami sudah terlanjur menyakiti hatiku."
"El....!"
__ADS_1
"Tolong keluar karena aku sedang banyak pekerjaan."
"El.....!"
"Keluar ...!"
Air mata Elif jatuh tanpa bisa ditahannya. Ia pun keluar saat melihat kemarahan di wajah putranya itu. Namun sebelum ia meraih gagang pintu, Eldar mengucapakan satu kalimat yang membuat Elif bertambah sakit hati.
"Sebelum kematian papi, sebenarnya papi sudah tahu kalau hati mami sudah terbagi dengan orang lain. Papi tahu kalau ia salah karena bersikap biasa saja sama mami. Namun yang harus mami tahu adalah, papi sangat mencintai mami. Ia tak pernah mengkhianati mami dengan sekretarisnya itu. Hubungannya dengan sekretaris itu terjalin hanya sebatas tanggungjawab papi terhadap anak itu. Anak itu ada karena papi memperkosa sekretaris nya karena ia mabuk. Namun semua itu papi sembunyikan karena menjaga nama baik wanita yang pernah dilecehkan nya itu."
Elif bergegas meninggalkan ruangan anaknya. Kenyataan tentang suaminya yang baru ia ketahui sekarang ini membuat ia menangis.
Elif melajukan mobilnya menuju ke makam suaminya. "Mas, maafkan aku....! Aku pikir kalau kamu tak pernah mencintaiku." Elif menumpahkan sejuta rasa penyesalan yang ia rasakan dengan menangis di atas pusara sang suami. Andaikan ia bisa membalikan waktu, Elif pasti akan membangun hubungan dengan suaminya menjadi lebih baik. Namun keangkuhannya sebagai perempuan yang lahir dari keluarga kaya dan terhormat, Elif tak terima saat mendengar kalau Eldar pacaran dengan anak seorang pembantu. Ia melakukan apa saja untuk memisahkan Eldar dari gadis itu. Tanpa tahu kalau gadis itulah kebahagiaan Eldar.
***********
Neva masuk ke ruangan kerja suaminya. "Mas, apakah aku menganggu?"
Eldar menatap istrinya. "Kamu tak pernah menganggu aku, sayang."
Neva mendekat dan duduk di pangkuan sang suami.
"Dokter bilang apa tentang punggungmu?"
"Lukanya sudah mengering."
"Apakah dokter bilang kalau sudah boleh bergerak....?"
Neva terkekeh. Ia melingkarkan tangannya di leher sang suami. "Sabar mas. Satu minggu lagi. Sekarang, aku ingin mengajak mas pergi ke suatu tempat."
"Kemana?"
"Filipina."
***********
__ADS_1
Bagaimana pertemuan ayah, ibu dan anak itu?