
Seminggu setelah kepulangan mereka dari Filipina, Ekel kembali bersekolah. Eldar sengaja menyewa seorang bodyguard untuk mengantar Ekel sekaligus menjadi sopirnya. Sedangkan pengasuh Ekel adalah saudara jauh Neva dari Malang. Apa yang pernah dilakukan Kintan memang menjadi trauma bagi Neva sehingga ia merasa perlu melindungi anaknya.
Dona sudah kembali tinggal di rumah yang diberikan tuan Carlos.
"Rangga, maaf ya, jika aku tanya sesuatu yang pribadi." ujar Neva saat ia mendekati Rangga yang baru saja selesai rapat dengan Eldar di rumah mereka.
"Ada apa nyonya?"
"Kalau kalian berhubungan, kamu menggunakan pengaman?"
Wajah Rangga agak memerah. "Nggak, nyonya. Tapi...., Dona selalu meminta untuk membuangnya di luar."
"Dan kamu menurutinya?"
Rangga mengangguk malu. "Berikut, pura-pura saja lupa supaya si Dona langsung hamil dan kalian segera menikah."
"Saya takut nanti Dona marah, nyonya."
"Kamu takut sama Dona?"
"Kan saya mencintai Dona. Saya nggak mau putus dengan dia." kata Rangga dengan begitu polosnya.
"Kalau cinta seharusnya menikah."
"Saya nggak tahu harus bagaimana mengajak Dona menikah."
"Berikan saja fotocopy KTP, kartu keluarga dan keterangan dari gereja asal.Aku yang akan mengurus semuanya."
"Tapi nyonya...."
"Kamu cukup diam dan jangan katakan apapun pada Dona."
Seminggu pun telah berlalu.
"Rangga, sekarang kamu ke rumah Dona dan segera ajak Dona bercinta. Ingat jangan tutup pintu depan dan pintu kamar ya?"
"Nyonya, ini kan baru jam 10 pagi, nanti Dona kaget melihat saya ada di sana."
"Kamu menikah dengan dia nggak?"
"Mau sih, tapi......"
"Nggak ada tapi-tapian. Pergi sekarang juga."
"Apakah harus bercinta?" tanya Rangga di depan pintu. Ini memang hari sabtu dan Rangga biasanya akan kencan dengan Dona. Tapi biasanya ia akan datang saat malam hari dan keduanya akan menghabiskan waktu bersama di apartemen Rangga.
"Harus. Itu syaratnya agar bisa menikah."
Rangga pun pergi meninggalkan rumah Neva dan Eldar.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Eldar.
__ADS_1
"Mengikuti Rangga."
"Tapi ada apa?"
Neva tersenyum. "Ayo ikut aku supaya kita bisa menikahkan mereka."
**********
Di rumah Dona.....
Dona yang baru saja mandi terkejut melihat kedatangan Rangga. "Sayang, ini kan masih pagi?"
"Aku sudah kangen" Rangga langsung mencium Dona dengan penuh gairah. Doan terkejut. Tak biasanya Rangga akan sangat agresif seperti ini. Biasanya juga Dona menggoda dia duluan. Sikap Rangga yang seperti ini jelas saja membuat Dona suka. Ia pun segera menyambut ciuman kekasihnya itu dengan sama agresifnya. Keduanya langsung masuk ke kamar Dona tanpa melepaskan ciuman mereka.
"Aku suka gayamu yang liar seperti ini, sayang." Puji Dona sambil membelai rambut Rangga yang kini mulai merangkak naik ke atas tubuhnya. Tubuh Dona nyaris tanpa busana.
Tiba-tiba terdengar teriakan orang dari luar dan pintu kamar yang tak sempat di tutup langsung di dorong oleh seseorang.
Rangga dan Dona sama-sama menjerit dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Siapa kalian?" tanya Dona. Ia melihat ada dua laki-laki yang menggunakan baju hansip. Dua laki-laki yang menggunakan pakaian biasa dan seorang perempuan.
"Saya pak RT di sini." jawab pria yang menggunakan kacamata
"Pak RT? Setahu saya pak RT nya sudah tua."
"Saya pak RT yang baru. Kalian sudah ketangkap berbuat mesum pada hal bukan pasangan suami istri. Karena itu sebelum kalian di diadili oleh semua warga yang ada d RT sini, kalian harus dinikahkan." kata Pak RT.
"Kalau begitu saya akan memanggil warga untuk mengadili kalian." kata pak RT tegas.
"Eh...pak, jangan! Saya nggak mau viral di medsos. Orang tua saya pasti akan mati karena malu." Rangga jadi tegang. Namun sisi hatinya yang lain mengatakan bahwa ia sepertinya mengenal orang-orang ini.
"Tapi saya nggak mau menikah, Ga." Dona menggelengkan kepalanya.
"Sayang, kamu mau kita di giring warga di kampung ini keliling kompleks dengan bertelanjang?" tanya Rangga. Ia merasa kalau inilah saatnya mengajak Dona untuk menikah.
"Apa?" Dona nampak ketakutan membayangkan ia dan Rangga akan keliling kompleks tanpa busana.
"Ada apa ini?" tanya Neva yang baru saja datang bersama Eldar.
Hansip menceritakan semua yang terjadi. Neva nampak terkejut.
"Nev, bagaimana ini?" tanya Dona.
"kalian harus menikahlah. Aku juga nggak menyangka kalau kamu ada hbungan dengan Rangga." Neva pura-pura terlihat kesal.
"Masa sih harus dipaksa untuk menikah. Kami minta maaflah kalau sudah melakukan kesalahan." Dona masih berusaha menghindari pernikahan. Ia trauma dengan kata menikah karena perceraian orang tuanya dan perceraian kakaknya yang berakhir tragis.
"Tapi......."
"Pilih saja nona, menikah atau digiring warga keliling kompleks." kata pak RT terlihat tak sabar.
__ADS_1
"Menikah kan butuh persiapan."
Neva menatap pak RT. "Serahkan semuanya padaku, pak. saya akan mengatur semuanya. Hari ini sahabat saya akan menikah dan bapak bisa tenang." kata Neva dengan senyum yang berusaha ditahannya.
Dona nampak menangis karena sebenarnya ia tak siap menikah. Namun ia juga takut jika harus digiring warga.
3 jam kemudian.....
Dona sudah menggunakan gaun pengantin yang sangat indah. Sedangkan Rangga sudah menunggunakan jas. Mereka berdua ada di dalam gereja Katedral karena keduanya memang penganut ajaran Katolik.
Pastor sudah berdiri dan siap menikahkan mereka.
Dona terkejut melihat orang tua Rangga yang sudah ada bahkan tuan Carlos dan istrinya.
Selesai pemberkatan nikah di lanjutkan dengan pencatatan sipil. Dona juga terkejut melihat semua suratnya lengkap.
Setelah resmi menjadi istri baik di hadapan Tuhan dan dicatat oleh negara.Mereka pun kembali ke rumah tuan Carlos, Neva sudah menyulap tempat itu menjadi tempat resepsi melalui tangan terampil krunya.
Acara resepsi selesai dan orang tua Rangga langsung pamit. Sementara tuan Carlos segera beristirahat di kamarnya.
"Neva, ini pasti kerjaan kamu kan?" Dona langsung menatap Neva.
"Ya."jawab Neva sambil tersenyum.
"Dan kamu juga terlibat?" tanya Dona sambil menatap Rangga.
"Nggak sayang. Nyonya Neva hanya menyuruh aku datang ke rumahmu dan bercinta." Jawab Rangga dengan wajah polosnya.
Dona menatap Rangga. "Aku nggak percaya. Mulai sekarang aku menolak kamu untuk bercinta." Ujar Dona lalu segera melangkah kamarnya sambil membanting pintu. Rangga langsung merayu Dona.
Eldar datang dengan Ekel yang sudah tidur di bahunya.
"Sayang, kita pulang?"
Neva mengangguk.
"Selamat mencoba, Rangga." kata Neva sambil melangkah meninggalkan Rangga yang masih mengetuk pintu kamar Dona.
Dalam perjalanan pulang, Neva tiba-tiba ingin makan martabak. Mereka pun mampir ke sebuah gerobak martbak.
"Bang, martabak spesial satu ya"
"Baik, nona."
"Mas Genald?"
"Neva?"
***********
Tukang martbak nya Genald?
__ADS_1