
Sudah seminggu Eldar pergi ke Filipina. Waktu itu dimanfaatkan Neva untuk menemani anaknya sekaligus juga mencari bukti Perselingkuhan Kintan dengan Erdogan. Tanpa Neva ketahui juga kalau sebenarnya Eldar sudah menyewa orang untuk mengikuti Erdogan.
Hari ini, Neva akan menemui seseorang yang akan menyewa jasa WO mereka untuk pernikahannya. Seorang bule asal Australia yang akan menikahi gadis Indonesia. Mereka minta agar Neva menemui mereka di sebuah kawasan apartemen mewah.
Saat melihat alamat apartemennya, Neva tahu kalau itu adalah apartemen yang sama yang dimasuki oleh Erdogan dan Kintan.
Allah sangat baik karena sudah mengijinkan aku masuk ke sini. Semoga ada sesuatu yang bisa aku temukan.
Unit yang Neva kunjungi ada di lantai 5 nomor 504. Seorang bule tampan berusia sekitar 40 tahun membukakan pintu untuk Neva.
Setelah selesai bercakap-cakap dan mendapatkan kata sepakat, Neva pun meninggalkan unit mereka. Namun ia belum keluar. Neva mencoba mencari tahu dimana Erdogan berada. Dan keberuntungan sedang berpihak pada Neva, ia melihat Erdogan yang baru saja keluar dari lift bersama Kintan di lantai 5 itu. Keduanya bergandengan tangan seperti sepasang kekasih.
Kintan yang biasanya terlihat mengenakan baju yang sopan saat bersama Eldar, kini nampak jauh berbeda. Ia menggunakan rok mini yang menampilkan paha putihnya serta kaos ketat tanpa lengan yang menonjolkan dadanya.
Neva tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan cepat ia meraih ponselnya dan mengambil gambar kemesraan mereka.
Mendekati sebuah unit bernomor 509, ponsel Erdogan berbunyi. Ia nampak panik saat melihat siapa yang menelepon. Ia menggeser tombol hijau setelah sebelumnya meminta Kintan untuk diam.
"Hallo sayang...." sapa Erdogan. Neva tahu pasti Elif yang meneleponnya. Kintan terlihat cemberut.
Entah apa yang Erdogan dan Elif percakapan, yang pasti Kintan terlihat mulai tak sabaran. Ia dengan nakalnya mulai mencium tengkuk Erdogan.
"Sayang.....aku......" Erdogan berusaha menghindar namun Kintan seperti tak memberikan Erdogan kesempatan. Erdogan terlihat mengahiri panggilan teleponnya dan langsung mencium gadis itu dengan ganas. Tak peduli kalau mereka masih berada di koridor. Sampai akhirnya mereka memasuki unit apartemen Erdogan yang bernomor 510.
Neva tersenyum senang. Ia kini mengantongi bukti yang cukup untuk menggagalkan pernikahan Eldar dengan Kintan tapi juga menyelamatkan Elif dari lelaki hidung belang yang hanya ingin menguras hartanya.
Ia pun pulang dengan senyuman manis sambil membawa bukti video panas itu.
************
"Mommy, sleep with me again!" bujuk Ekel saat malam ini, selesai kerja Neva mengunjungi anaknya lagi.
"Ok."
"Yes ....!" Ekel langsung menghujani Neva dengan ciuman sebagai tanda rasa bahagianya. sudah beberapa hari ini Neva memang tidur bersama dengan Ekel.
"Bagaimana tadi di sekolah?' tanya Neva sambil membersihkan sudut bibir putranya yang baru saja selesai makan.
"Menyenangkan. Ekel mendapatkan nilai 100 saat menggambar."
"Apa yang Ekel gambar?"
"Gedung bertingkat dan jembatan." Anak itu turun dari kursi makan dan segera berlari ke arah ruang belajar untuk mengambil buku gambarnya. Ia menunjukan hasil gambarnya tadi.
Neva tertegun melihat betapa indahnya gambar sang putra. Mengingatkan Neva pada Eldar yang adalah seorang arsitek. Tenyata benar, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ekel mewarisi bakat Eldar sebagai seorang arsitek.
"Mommy suka. Ini indah. Ekel berbakat."
"Ekel mau jadi sama kayak daddy."
"Daddy?"
__ADS_1
Ekel diam sesaat. Ia kemudian tersenyum. "Jika Ekel punya Daddy."
"Kalau misalkan mommy bawa seorang laki-laki yang mau jadi Daddy buat Ekel, apakah Ekel akan suka?"
"Nggak. Karena Ekel sudah punya Daddy."
"Siapa?"
"Tuan Spiderman." kata Ekel membuat Neva pun tertawa. Itu memang film kesukaan Ekel dan itu juga film kesukaan Eldar.
Stelah selesai dengan percakapan panjang mereka, Neva pun segera menidurkan putranya. Setelah itu, ia menuju ke kamar Dona. Sahabat sejatinya yang telah mengorbankan masa mudanya untuk mengurus anak Neva.
"Don, ngapain?" tanya Neva sambil berdiri di depan pintu kamar Dona yang tak terkunci.
Dona yang sepertinya sedang Videocall dengan seseorang segera menekan sesuatu pada ponselnya dan segera berdiri dari ranjang.
"Maaf, aku menganggu ya?" tanya Neva dengan wajah menyesal.
"Nggak, kok. Mana Ekel?"
"Sudah tidur."
"Dia bahagia saat kamu di sini."
"Aku tahu. Andai saja aku bisa membawanya untuk tinggal bersamaku."
"Kapan kamu akan mengatakan pada Eldar? Kalian kan sudah menikah."
"Tunggulah sampai semua keadaannya sudah seperti yang aku inginkan. Sekarang aku sudah mendapatkan bukti Perselingkuhan Kintan dan Erdogan. Itu akan membatalkan pernikahan mereka dan aku akan menjadi satu-satunya istri Eldar. Setelah itu, pelan-pelan aku akan menjelaskan pada Ekel. Kamu kan tahu Ekel selalu menganggap Spiderman sebagai papanya."
"Tadi, kamu Videocall sama cowok ya?"
Wajah Dona langsung tegang. "Nggak."
"Don, Osvaldo sudah 4 tahun meninggal. Kapan kamu akan membuka hati untuk pria lain?"
"Jami Kan tahu kalau Osvaldo yang terbaik."
"Dan aku percaya, Osvaldo tak ingin selamanya kamu sendiri."
"Kalau aku menikah dengan orang lain, bagaimana dengan Ekel.?"
"Ekel tanggungjawab ku."
"Aku menyayangi nya seperti anakku sendiri."
Neva tak bisa menahan air matanya. Ia tahu kalau Dona sayang pada anaknya. "Tapi aku nggak mau kamu mengorbankan masa muda mu hanya untuk mengurus Ekel."
Dona tersenyum. "Usia ku baru 27, Neva. Belum juga 37."
Keduanya pun tertawa bersama. Sungguh, inilah yang dinamakan sahabat sejati.
__ADS_1
***********
Kintan memakai bajunya secara cepat.
"Kenapa buru-buru?" tanya Erdogan yang masih berbaring di ranjang.
"Hari ini ada pengajian di rumah Eldar. Tadi pagi Eldar sudah datang dan ini merupakan pengajian pertama sebelum akad nikah kami."
"Kita masih akan ketemu jika kamu sudah menikah kan?"
"Nggak. Aku pikir ini malam terakhir kita ketemu."
"Bagaimana jika aku rindu dengan goyangan mu?" tanya Erdogan dengan tatapan menggoda.
"Minta saja sama calon mertuaku. Bukankah kamu memuja tubuh wanita tua itu?" sindir Kintan sambil terus memperbaiki dandannya. "Aku akan mengabdi pada Eldar sampai aku tua."
"Oh ya? Bagaimana jika ada wanita lain di hati Eldar?"
Kintan tersenyum sinis. "Akan ku buat Eldar tergila-gila pada tubuhku. Aku akan memberi dia anak dukungan mami Elif akan melancarkan semuanya. Pernikahan kami akan menyatukan dua perusahaan besar. Tak mungkin Eldar tak memikirkan itu." Kintan sudah selesai memakai sepatunya. Ia mendekati ranjang dan mengecup bibir Erdogan. "Terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini. Kau sungguh hebat memuaskan tubuhku. Namun usiamu sudah terlalu tua untukku. Lagi pula kamu lebih cocok menjadi gigolo untuk tante-tante kesepian."
Erdogan hanya tersenyum mendengar perkataan Kintan. "Jadi hubungan kita berakhir?"
"Ya, sayang. Kamu juga harus hati-hati karena Eldar sudah menyewa orang untuk membuntuti mu. Bye selingkuhan termanis ku." Kintan segera meraih tasnya dan pergi. Eldar tersenyum lagi. Walaupun hatinya sedih karena Kintan meninggalkannya namun kini ditangannya sudah ada hasil tes DNA yang akan membuat Elif semakin banyak mengucurkan uang ke rekening nya. Erdogan tak akan melepaskan tambang uangnya ini.
***********
"Kamu akan pergi juga?" tanya Eldar sambil mendekap tubuh Neva yang polos dalam pelukannya. Mereka baru saja siang yang panas.
.
Pesawat Eldar mendarat pukul 11 siang. Kebetulan Neva tak masuk hari ini karena hari minggu. Dan keduanya pun saling melepaskan rindu setelah 2 minggu berpisah.
"Mami Elif meminta agar semua kru aku ada untuk doa bersama."
"Sayang, rasanya aku nggak mau menikah dengan Kintan."
"Menikahlah dengannya. Hanya saja untuk akad, jangan undang banyak orang. Cukup keluarga inti saja."
"Kenapa sayang?"
"Katakan saja itu sebagai syarat darimu."
"Kau akan datang saat kami akad?"
"Tentu dong. Aku pelaksana pernikahannya."
Eldar semakin mengeratkan pelukannya. "Aku nggak mau menyakiti kamu, Ev."
Neva tersenyum. "Tenang saja. Aku Kan baik-baik saja."
**********
__ADS_1
Bagaimana berikutnya?
Apakah Neva berhasil membongkar perselingkuhan Kintan?