
"Ada apa?" tanya Eldar saat mereka sedang sarapan dan Neva terlihat kurang bersemangat.
"Nggak ada apa-apa, mas."
Eldar meraih tangan Neva yang duduk di depannya. "Semalam, saat kita tidur, kau terlihat gelisah. Ada sesuatu yang kau pikirkan?" tanya Eldar.
"Nggak." Neva menggeleng sambil berusaha tersenyum. Namun Eldar tahu ada sesuatu yang menggelisahkan hati istrinya itu.
"Sayang, jika kita pulang siang ini, kamu nggak keberatan kan?"
"Sama sekali nggak." Neva sebenarnya sudah ingin pulang namun ia tak punya alasan yang tepat untuk mengutarakannya pada Eldar. Ia tak mau mengecewakan Eldar yang sudah merancang kan liburan ini bagi mereka. Makanya saat Eldar menyampaikan keinginannya untuk pulang, Neva langsung setuju.
Selesai mandi dan memenuhi hasrat sang suami yang ingin satu ronde lagi, keduanya pun langsung pulang setelah mandi untuk yang kedua kali.
Sesampai di apartemen, Neva langsung ganti pakaian dan bersiap akan pergi.
"Sayang, mau kemana?" tanya Eldar.
"Eh, Bu Lorry menelepon ku, ada sesuatu yang harus aku urus di acara hari ini."
"Ini kan hari Sabtu, Ev."
"Mas, kamu kan tahu kalau kerjaku nggak pandang hari libur."
"Tapi kan kamu sudah ijin."
"Masalah yang terjadi di sana membutuhkan aku. Sekarang aku pergi dulu ya?" Neva mencium tangan suaminya sebelum pergi dengan meninggalkan unit apartemennya. Eldar langsung menelepon seseorang.
"Tolong, ikuti istriku." kata Eldar pada seseorang yang ia telepon.
*********
Sidney 6 tahun yang lalu ....
Dona yang melihat Neva keluar dari kantor tempat Eldar bekerja dalam keadaan kacau, segera memegang sahabatnya itu.
"Bagaimana? Mereka ada kabar tentang Eldar?"
Neva mengangguk. "Eldar ternyata sudah resign dari perusahaan semenjak 2 minggu yang lalu. Ia berhenti saat tahu kalau aku hamil. Aku harus bagaimana, Dona?" Neva langsung memeluk sahabatnya itu sambil menangis sangat keras. Ia sangat putus asa.
"Ayo kita duduk dulu." Dona mengajak Neva duduk di baku beton yang ada di dekat pintu masuk perusahaan itu. Mungkin bangku ini tempat para karyawan menunggu bis untuk pulang.
"Ada alasan Eldar mengajukan resign pada perusahaan?" tanya Dona.
"Katanya ia ingin kembali ke Indonesia. Dia kembali tanpa mau membawa aku bersamanya. Dia sungguh kejam. Aku membencinya, Dona. Aku sangat membencinya! Eldar sungguh tega melakukan semua ini padaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tak mungkin kembali ke Indonesia dalam keadaan hamil. Aku akan memalukan orang tuaku. Ibu pasti akan sangat kecewa padaku." tangis Neva dengan hati yang sudah hancur berkeping-keping. Ia sungguh kecewa dengan Eldar.
__ADS_1
"Kita pulang, ya. Nanti di apartemen mu, kita bicara dengan tenang. Kamu sedang hamil. Kamu juga harus memperhatikan kesehatan kandunganmu."
Neva menggeleng. Ia memukul-mukul perutnya sendiri. "Aku tak mau anak ini. Kalau Eldar tak menginginkannya, maka aku juga tidak mau!"
"Neva, jangan seperti ini. Anak ini nggak salah. Dia tak minta ada dalam kandunganmu."
"Karena itulah aku tak menginginkannya. Aku juga membenci diriku sendiri. Aku begitu bodoh tergoda dengan rayuan Eldar. Aku mau mati saja." Neva dengan cepat berlari menyeberangi jalan saat dilihatnya ada kendaraan yang melaju.
"Neva, no.....!"
Brak!
Tubuh Neva terpental dan jatuh dengan berlumuran darah.
"Tidak....! Neva ....!" Dona menangis sambil berlari dan memeluk sahabatnya itu.
3 jam kemudian, Neva kini sudah berada di ruang operasi. Ada benturan di kepalanya. Dan orang yang menabraknya, sudah membayar seluruh biaya operasinya bahkan berjanji akan menanggung semua kebutuhan Neva selama ia ada di rumah sakit asalkan dia tak dilaporkan ke polisi.
Dona setuju karena ia tahu kalau kecekaan itu terjadi bukan semata karena kesalahan sang pengemudi yang mengendarai kendaraannya dengan sangat kencang, tapi juga yang nekat bunuh diri dengan menyeberangi jalan raya yang ramai.
Mungkin takdir yang telah mempertemukan mereka, yang menabrak Neva adalah seorang duta besar asal Filipina. Pria berusia 40 tahun itu sedang bersama dengan istrinya. Mereka katanya sedang terburu-buru karena anak mereka dikabarkan sakit di sekolah.
Mereka adalah pasangan Carlos Mandeylin dan istrinya Angelina Mandeylin.
Setelah melalui proses operasi yang cukup panjang, dokter pun akhirnya keluar dari ruang operasi.
"Dokter, bagaimana sahabat ku?" tanya Dona dengan wajah yang sangat khawatir.
"Operasi nya sudah selesai. Nanun pasien masih dalam keadaan koma."
"Kan...kandungannya?"
"Ajaib. Tak ada gangguan apapun pada kandungannya."
Dona menarik napas lega. Ia bersyukur kalau kandungan Neva baik-baik saja walaupun Neva masih kritis.
Akhirnya setelah menunggu selama 2 minggu, disuatu pagi, Neva berhasil membuka matanya. Dona sangat bersyukur. Begitu juga dengan pasangan suami istri Mandeylin.
Dona sudah menceritakan tentang kehidupan Neva. Termasuk Neva yang ditinggalkan kekasihnya dalam keadaan hamil. Angelina yang ternyata seorang pemerhati kaum perempuan dan anak, semakin ingin menolong gadis itu.
"Bagaimana kandunganku, Dona?" tanya Neva setelah ia mulai pulih."
"Kandungan mu baik-baik saja."
"Apa?" Neva kaget. Ia pikir, dengan kecelakaan yang dialaminya, maka tidak mungkin kandungannya yang baru berusia 8 Minggu akan selamat.
__ADS_1
"Anak itu tak mau lepas dari kamu, Nev. Dia berjuang dalam kandunganmu. Kata dokter ini suatu keajaiban."
Neva tak menanggapi ucapan Dona. Ia masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan dengan kehamilannya ini. Ia memang punya uang yang cukup. Uang yang selalu diberikan Eldar padanya. Namun uang itu pasti suatu saat akan habis dan Nev yakin kalau ibunya tak akan menerima anak ini.
"Neva, jangan pernah membenci dirimu sendiri. Apalagi membenci kandunganmu. Anak itu adalah titipan dari Tuhan. Dia adalah juga sebagian dari dirimu. Walaupun ayahnya tak mau bertanggungjawab, namun percayalah bahwa Tuhan selalu menolong orang-orang baik. Dengan menjaga kandungan ini, maka kamu sudah menjadi orang baik." Angelina menasehati dan Neva menangis. Hatinya tersentuh atas perhatian Perempuan itu.
Akhirnya, Neva pun keluar dari rumah sakit. Ia melanjutkan studi S2 nya yang tinggal beberapa bulan lagi.
Dan apa yang dikatakan Angelina benar. Saat Neva belajar menerima kenyataan dirinya yang hamil, ia pun mulai mencintai anaknya itu. Memang selama di kampus, Neva sedapat mungkin menyembunyikan kehamilannya karena itu bisa berpengaruh pada statusnya sebagai seorang mahasiswa menerima beasiswa.
Neva diwisuda S2, setelah kandungannya berusia 6 bulan. Tuan Carlos menemaninya saat wisuda karena istrinya sedang pulang ke Filipina. Banyak orang yang mengira kalau lelaki tampan itu adalah kekasih Neva yang baru. Dona pun sengaja tak menyangkalnya karena ia juga benci dengan Eldar.
2 minggu setelah Neva di wisuda, ternyata tuan Carlos dipindahkan ke Jakarta. Ia mengajak Neva ikut. Neva awalnya takut. Namun karena Dona bersedia menemaninya, mereka pun akhirnya menuju ke Jakarta.
Dona dan Neva tinggal di rumah Dinas duta besar Filipina untuk Indonesia. Tuhan memang sangat baik dengan mengirim Carlos dan Angelina untuk menyelamatkan hidup Neva.
Dona bekerja sebagai asisten Angelina. Ia juga dengan setia menemani Neva di masa-masa tersulit dalam hidupnya. Neva juga belum berani memberitahukan pada ibunya kalau dia sudah kembali ke Indonesia. Neva hanya mengirim foto wisuda S2 nya dan mengatakan bahwa ia bekerja dan akan pulang jika kontraknya sudah selesai.
Sampai akhirnya, di suatu hari, saat Neva baru saja memeriksakan kandungannya ditemani oleh Angelina dan Dona, mereka berpapasan dengan ibu Tirta. Perempuan itu terkejut melihat kondisi Neva yang hamil. Neva juga kaget karena ternyata keluarga tuan Arya sudah pindah ke Jakarta.
Dona dan Angelina menjelaskan keadaan Neva pada ibu Tirta karena Neva sendiri tak berani menatap wajah perempuan yang sudah dianggapnya sebagai ibu keduanya. Saat mendengar kisah Neva, Tirta langsung memeluk perempuan itu sambil menangis.
"Ya, Allah, anakku. Sangat malang nasibmu. Dan sungguh kejam pria yang sudah merayumu namun mencampakkan kamu disaat kamu hamil."
"Maafkan aku, bibi. Aku sungguh malu padamu. Aku mohon, jangan katakan apapun pada ibuku. Ibu pasti akan marah dan kecewa denganku."
Tirta mengangguk. Ia berjanji akan membantu Neva sampai melahirkan dan akan mencarikan pekerjaan bagi Neva. Ia tahu kalau Neva anak baik dan ia yakin kesalahan Neva hanya karena ia terlalu polos dan membiarkan dirinya ditipu oleh lelaki itu.
Hati Neva menjadi lega Karena ada 3 wanita yang mendukungnya.
Namun, sesuatu yang tak terduga menimpa Neva. Saat ia sedang menyapu di suatu pagi, Neva justru terpeleset dan membuat ia pendarahan sangat banyak. Neva pun dilarikan ke rumah sakit. Ia langsung melahirkan saat itu juga karena ketubannya sudah pecah. Ibu Angelina menemani Neva sampai di ruangan bersalin.
Neva melahirkan secara normal karena tak bisa lagi dilakukan tindakan operasi.
"Mengapa anakku tak menangis? Apa yang terjadi dengan anakku?" tanya Neva panik saat tak mendengar suara tangis anaknya setelah ia bersusah payah mengeluarkan tenaganya untuk melahirkan secara normal.
Dokter tampak panik. "Bu Neva, anak anda sudah meninggal."
"Tidak......!" teriak Neva histeris. Ia bisa menerima kenyataan kalau Eldar meninggalkan dia. Namun dia tak bisa menerima kenyataan kalau anaknya kini meninggal.
*************
Miris sekali masa lalu Neva kan?
Dukung emak yang guys
__ADS_1