TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Kisah Kehidupan Rangga


__ADS_3

"Ada apa sayang?"tanya Eldar melihat istrinya nampak banyak melamun pagi ini. Bukankah mereka baru saja melalui malam yang indah?


"Mana Ekel, mas?" tanya Neva tanpa menjawab pertanyaan Eldar.


"Ekel sedang naik kuda bersama dengan Rangga."


"Oh...., terus Dona?"


"Ikut juga. Aku lihat tadi mereka pergi naik dua kuda. Ekel bersama Rangga dan Dona sendiri."


Neva yang sudah selesai merapikan tempat tidur kemudian duduk di sofa yang ada. "Jam berapa perginya?"


"Sekitar jam 10. Kamu belum mandi? Mau aku mandiin?"


"Ih mas.....!" Neva menjadi tersipu. "Mesum masih pagi."


"Kan hanya menawarkan diri untuk memandikan. Kok langsung di asumsi mesum sih?"


Neva menarik tangan suaminya agar duduk di sampingnya. "Aku mau bertanya tentang Rangga."


"Kenapa? Mau menjodohkan Rangga sama Dona? Aku rasa mereka cocok juga."


"Mas, Rangga itu beneran singel? Atau dia tipe lelaki yang hanya ingin berhubungan intim dengan wanita tanpa ada ikatan?"


Eldar menatap istrinya. "Kenapa bertanya seperti itu?"


"Jawab saja."


"Rangga memang singel. Walaupun sebenarnya dulu dia pernah menikah namun sudah 5 tahun yang lalu bercerai."


"Kenapa bisa cerai? Rangga kan lelaki yang tampan dan mapan. Aku lihat di daftar gaji, kalau gaji yang mas berikan padanya sangat banyak. Lebih dari cukup untuk membiayai istri dan anak. Bahkan ia bisa membangun rumah yang fantastis dengan gaji segitu."


"Benar, sayang. Gaji Rangga sangat banyak. Belum lagi yang aku berikan sebagai bonus secara langsung. Tapi 7 tahun yang lalu, Rangga hanyalah lelaki miskin yang baru saja lulus kuliah. Sekalipun ia lulus dengan nilai yang paling baik tapi ia belum punya gaji tetap. Orang tua Rangga hanyalah sepasang petani sederhana yang tinggal di desa sementara masih ada dua adiknya yang bersekolah. Rangga nekat menikah dengan pacarnya semasa kuliah karena keduanya ditangkap warga saat berduaan di atas jam malam. Menurut Rangga sih mereka nggak melakukan apapun. Setelah menikah, istri Rangga mulai menuntut ini dan itu. Ia bahkan melarang Rangga mengirimkan uang pada orang tuanya untuk membantu kedua adiknya. Mungkin karena tak sabar menunggu kehidupan mereka menjadi lebih kayak, istri Rangga memilih mengugurkan kandungannya dan meminta cerai dari Rangga setelah ia kecantol dengan seorang juragan yang baru pindah di dekat kompleks tempat tinggal mereka. Istrinya itu rela dijadikan istri ketiga sang juragan asalkan bisa hidup mewah. Makanya Rangga menjadi trauma dekat dengan wanita. Sampai akhirnya, ia menolong papi yang mengalami kecelakaan. Lewat perkenalan itu, papi menawari Rangga pekerjaan. Melihat kepintaran Rangga, hanya 2 bulan saja, ia langsung diangkat menjadi asistennya papi. Sampai papi meninggal dan aku menggantikan papi, dia tetap menjadi asisten aku. Selama ini, aku melihat Rangga nggak pernah dekat dengan gadis manapun. Kamu kan sendiri tahu jam kerja Rangga bukam hanya sampai jam setengah lima sore melainkan 1x24 jam denganku. Mana ada waktu dia pacaran?"


"Berarti dia bukan lelaki brengsek yang suka Gonta ganti wanita kan?"


"Setahu ku tidak sayang. Nggak tahulah bagaimana Rangga menyalurkan hasratnya sebagai lelaki. Usianya kan sudah 32 tahun."


Neva mengangguk.


"Ada apa sih? Kenapa tiba-tiba ingin tahu kehidupan asistenku itu?"


Neva menceritakan apa yang di dengarnya semalam saat melewati kamar Dona.


"Benarkah?" tanya Eldar tak percaya. "Tapi, di hadapan aku, mereka kelihatannya biasa saja. Bahkan saling cuek."

__ADS_1


"Terus, Rangga siapa yang Dona ucapkan semalam dengan suara kenikmatan itu? Pembantu di sini nggak ada yang namanya Rangga."


Eldar diam sejenak. Kemudian ia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Pantas saja setiap kali aku ingin ketemu Ekel, dia selalu ikut denganku. Namun saat aku akan mengajak Ekel jalan-jalan, Rangga selalu menolak ikut dengan alasan supaya aku dan Ekel semakin akrab jika berdua. Dia akan setia menunggu di rumah bersama Dona. Nggak tahunya sudah main celup aja dia. Aku dan Ekel kadang pergi sampai 2 jam."


"15 menit aja bisa langsung masuk, apalagi 2 jam?"


Eldar menatap istrinya. "Memangnya kita pernah hanya 15 menit saja?"


Neva mengangguk.


"Kapan itu?"


"Waktu kita di Sidney. Begitulah kalau masih belum halal namun sudah saling bernapsu, pandai memanfaatkan waktu sekecil mungkin."


Eldar langsung memeluk istrinya. Ia menenggelamkan wajahnya di puncak kepala sang istri sambil menghirup dalam-dalam harus rambut Neva. "Sayang, aku punya rencana." kata Neva lalu membisikan sesuatu.


Eldar terkejut. "Tapi sayang....."


"Pokoknya harus."


"Apalagi penghalangnya?"


Eldar hanya bisa mengangguk. Mana bisa menganggalkan keinginan istrinya ini?


"Aku mau mandi dulu ya?" Neva berdiri namun Eldar kembali menarik tangannya sehingga kini Neva duduk di pangkuan sang suami.


"Kita manfaatkan waktu 15 menit sama kayak dulu."


Neva menarik hidung mancung sang suami dan langsung berdiri lalu menjauh dengan cepat. "Aku nggak mau, mas."


"Kenapa sayang? Dulu saja bisa."


"Sekarang nggak mau pokoknya." teriak Neva yang sudah masuk ke dalam kamar mandi. Eldar menyusul langkah istrinya dan berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Alasannya apa?"


Neva membuka pintu kamar mandi sedikit dan hanya menyembulkan kepalanya. "Karena kalau sekarang, kamu sudah menuntut banyak model pemanasan. Dan satu model saja sudah memakan waktu 10 menit. Mana cukup? Sudah ah, mas. Aku mau mandi." Neva langsung menutup pintu kamar mandi dengan tawa Eldar yang terdengar puas karena berhasil menggoda istrinya.


************


Wajah Ekel langsung terlihat begitu gembira melihat kamarnya yang dihiasi dengan gambar kapten Amerika yang merupakan film kesayangan Ekel.


Neva juga ikut senang melihat kamar yang di denominasi warna putih dan merah itu. Lengkap dengan meja belajar dan mainan kesukaan Eldar.


"Mommy Dona, Ekel mau bobo sendiri mulai sekarang. Ranjangnya kecil. Hanya untuk ranjang anak-anak jadi mommy Dona bobo di kamar lain saja ya?" ujar Ekel membuat Dona pura-pura cemberut pada hal ia juga ikut senang jika memang Ekel sudah tak bergantung lagi padanya.

__ADS_1


Mereka pun memasukan pakaian Ekel dari rumah yang lama secara bersama agar Ekel tahu dimana semua pakaiannya berada. Anak itu memang sangat mandiri walaupun usianya masih 5 tahun setengah.


"Nev, kalian kan sekarang sudah bersama. Aku mau kembali ke rumah tuan Carlos saja ya? Kasihan rumah itu nggak ada yang menempati. Beliau kan membeli rumah itu untuk Ekel."


"Kamu sendiri dong di sana? Kenapa nggak tinggal di sini saja, sih? Eldar menyiapkan kamar untuk mu. Di sini juga ada dua art yang akan bekerja membereskan rumah dan memasak. Jadi kamu nggak perlu repot. Sudah cukup kamu menghabiskan waktumu mengurus Ekel. Saatnya kamu mengurus dirimu sendiri."


Dona menatap Ekel yang sudah tertidur di ranjangnya sambil memeluk bantal guling dengan gambar kapten Amerika itu. Ia sangat menyayangi EKel dan merasa tak terbeban mengurus anak itu. Namun sekarang Ekel sudah memiliki keluarga yang utuh. Akan lebih baik Ekel bersama dengan keluarganya.


"Aku akan melanjutkan pekerjaanku mengurus perusahaan ekspedisi milik tuan Carlos di sini."


"Apakah selamanya kamu akan sendiri?" tanya Neva mulai menyelidiki.


"Aku kan punya kalian sebagai keluargaku. Apakah kamu akan membuang ku sekarang?"


"Mana mungkin? Memangnya kamu nggak ingin punya suami dan anak?"


"Aku takut membangun hubungan dengan ikatan seperti itu."


"Jadi kamu mau membangun hubungan tanpa status?"


"Asalkan aku bahagia."


Neva ingin bicara namun dia menahan dirinya. Ia memutuskan untuk membicarakan ini dengan Rangga.


***********


"Ada apa nyonya memanggil saya?" tanya Rangga saat keesokan paginya, Neva memanggilnya ke ruangan Eldar sementara Eldar justru meninggalkan mereka.


"Aku tahu hubunganmu dengan Dona. Dan Ku sudah tahu sedalam apa hubungan kalian."


"Apakah Dona yang memberi tahu?" Rangga berharap demikian karena ia memang ingin memiliki hubungan secara terang-terangan.


"Nggak. Aku tahu saat mendengar kalian bercinta."


Bicara Neva yang to the point membuat wajah Rangga langsung memucat.


"Aku sudah melamar Dona namun dia takut memulai komitmen pernikahan. Ia takut akan perceraian. Pada hal aku sudah janji kalau aku akan setia padanya. Hanya dia Perempuan yang aku inginkan pasca perceraian aku 5 tahun yang lalu. Aku juga punya trauma dengan pernikahan namun aku yakin kalau bersama Dona, kami pasti bahagia. Sebenarnya aku juga nggak mau hubungan tanpa status seperti ini. Kami berdua saling membutuhkan secara raga namun Dona melarang melibatkan perasaan."


Awas kau Dona. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu! Ujar Neva dalam hatinya.


**********


Bagaimana kisah ini berlanjut ?


Siap-siap aja ya dengan novel terbaru emak

__ADS_1



__ADS_2