TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Istri Luar Biasa


__ADS_3

Satu jam sebelum acara akad nikah....


Perasaan Neva kalau ada yang mengikutinya selama beberapa hari ini membuat Neva semakin waspada.


"Jack.....!" panggil Neva pada salah satu kru yang menangani bagian perekaman video dan pengaturan alat multimedia.


"Ya, mba. Ada apa?"


"Sebentar, misalkan aku nggak ada, tolong pada saat akad nikah sementara berlangsung, diputar video yang ada di sini ya? Pokoknya apapun yang terjadi, jangan pernah menghentikannya. Kamu mengerti?"


"Siap, mba!"


"Aku akan berikan kamu bonus jika semua video yang ada di sini di putar secara keseluruhan."


"Video apa sih, mba?"


"Kamu juga akan tahu saat memutarnya nanti." ujar Neva sambil menahan senyum. Ia memberikan sebuah flashdisk pada Jack lalu kembali mengontrol yang lain.


************


Di sebuah gudang tua.....


Neva membuka matanya secara perlahan. Ia menemukan dirinya ada di sebuah gudang tua yang sangat bau dengan kotoran hewan.


Tangan dan kaki Neva diikat pada sebuah kursi kayu yang sekarang sedang didudukinya. Neva tak tahu ini ada di mana. Perempuan berparas cantik itu melantunkan doa di dalam hatinya. Semalam, ia juga sudah sholat tahajud memohon agar yang Maha Kuasa menolongnya dalam membebaskan suaminya dari orang-orang jahat.


Ya Allah, apakah Jack bisa ku andalkan? Aku mohon padaMu ya Allah. Tolong selamatkan suamiku dari perempuan durjana yang akan menipunya.


Tak henti-hentinya Neva mengucapkan doa dalam hatinya. Ia mencoba melepaskan tali yang mengikat tangannya. Ayah Neva banyak mengajarkan tentang bagaimana cara melindungi diri dengan menguasai bela diri dan juga cara melepaskan simpul tali yang diikat.


Jack, semoga kamu nggak melupakan apa yang ku perintahkan tadi ya?


**************


Di tempat pelaksanaan akad nikah


Air mata Eldar jatuh tanpa bisa ditahannya. Maafkan aku, Neva. Eldar pun menarik napas panjang. "Saya terima........"


Layar besar di belakang Eldar tiba-tiba saja menyala. Semua langsung fokus ke arah layar itu.


"Apa-apaan ini?" teriak Elif marah. Ia langsung berdiri untuk menghentikan itu namun langkahnya terhenti saat melihat bahwa di layar itu ada adegan ciuman panas antara Erdogan dan Kintan. Tangan Erdogan bahkan dengan leluasa masuk di dalam kaos yang Kintan kenakan.


Wajah Kintan langsung pucat. "Itu Fitnah!" teriaknya panik. "Jangan percaya!"


Elif menatap Kintan dengan wajah penuh amarah.


Setelah video adegan panas itu, nampak video lain Kintan yang memasuki ruangan dokter kandungan. Lalu ada foto kartu tanda periksa pasien yang menunjukan Kintan sedang hamil 7 Minggu.

__ADS_1


Kintan yang duduk di sebelah Eldar langsung memegang tangan Eldar. "Mas, jangan percaya, foto dan video itu hanya rekayasa saja."


"Tidak mungkin itu rekayasa!" Eldar ingat dengan laporan dari anak buahnya yang menceritakan tentang ciri-ciri perempuan yang selalu datang ke apartemen Erdogan.


"Mas, ayo lanjutkan ijab kabul nya." Kintan menarik tangan Eldar untuk menjabat kembali tangan ayahnya. Namun Eldar dengan cepat menepis tangan Eldar.


Elif yang sudah terbakar cemburu langsung mendekati Kintan. Ia menarik tangan Kintan. Kini keduanya saling berhadapan.


"Mami, jangan percaya video itu bukan a..."


Plak ! Plak !


Dua tamparan keras Elif layangkan di pipi kiri dan kanan Kintan.


"Dasar murahan! Kamu ternyata sangat rendah, Kintan! Kamu tahu siapa Erdogan dan kamu membuka kaki mu lebar-lebar padanya? Dan sekarang kamu hamil? Apakah itu anak Erdogan?" Tangan Elif mendorong pundak Kintan.


"Ini anak Eldar. Aku sudah tidur dengan Eldar." Kata Kintan sambil menatap Eldar.


Elif menatap anaknya. "Eldar?"


Eldar menatap Kintan dengan wajah yang dipenuhi rasa jijik. "Aku memang sudah tidur dengan kamu, Kintan. Namun kamu sudah tak perawan saat aku menyentuhmu. Lagi pula, terakhir aku menyentuhmu itu hampir 5 bulan yang lalu. Sedangkan foto tadi menunjukan kalau kamu hamil 7 minggu. Itu pasti anak laki-laki itu. Erdogan yang juga mami puja-puji. Kalian sungguh menjijikan." Eldar langsung membuka mengambil mas kawin yang sudah disediakan di sana. Ia menyerahkannya pada Rangga.


"Mas.....!" Kintan akan mengejar Eldar namun Elif menghalangi langkahnya.


"Jangan pernah berharap kalau kamu akan masuk ke keluarga Daksiano!"


Kintan menjadi marah. "Eldar, asal kamu tahu saja ya? Kecelakaan yang kamu alami 5 tahun yang lalu itu semua karena rekayasa mami mu yang menyuruh Erdogan agar kamu tak kembali ke Sidney!"


"Mami juga yang membuat dirimu resign dari tempat kerjamu sehingga Neva tahu kalau kamu dengan sengaja meninggalkan dia." lanjut Kintan sambil menatap Elif dengan tatapan sinis. "Mami mu tak ada bedanya dengan iblis berwajah malaikat."


"Diam Kintan!" sengaja Elif panik.


"Kenapa? Kamu takut karena semua rahasia mu di beberkan Erdogan padaku? Dengar ya wanita tua, Erdogan tak pernah puas dengan dirimu makanya ia selalu mengejar ku. Kamu hanyalah mesin uang baginya." Kintan tertawa lepas. Mama Kintan langsung menarik tangan putrinya untuk segera pergi dari tempat itu. Ia tak mau bertambah malu karena kini semua yang ada di sana menatap Kintan dengan perasaan jijik dan meremehkan.


Eldar hanya menatap maminya dengan tatapan dingin. Dia ingat apa yang dikatakan papinya sebelum menghembuskan napasnya. "Eldar, hati-hati dengan mami mu. Jangan biarkan dia mengendalikan hidupmu."


"Jangan kendalikan hidupku lagi. Karena sekuat apapun mami berusaha memisahkan aku dengan Neva, cinta kami begitu kuat. Aku mencintai Neva dan aku sudah menikah dengannya. Aku tak akan menggantikan Neva dengan apapun." kata Eldar lalu segera pergi. Ia menemui kru yang memutar video itu.


"Siapa yang menyuruhmu memutar video itu?"


Jack nampak ragu.


"Jangan takut, aku akan berterima kasih kepada yang merekam video itu."


Jack tersenyum. "Mba Neva, tuan."


Eldar tersenyum "Terima kasih." Eldar kini tahu mengapa Neva selalu mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Karena istrinya itu sudah menyediakan sesuatu yang luar biasa.

__ADS_1


"Di mana Neva?" tanya Eldar.


"Saya tidak tahu, tuan. Dari tadi nona Neva tak kelihatan."


Eldar segera berjalan keluar. Ia mencari Neva. Namun semua kru tidak melihatnya.


"Rangga, cari di CCTV yang ada di masjid ini."


Rangga mengangguk. Ia segera mencari pengurus masjid.


*********


Elif pergi ke apartemen Erdogan. Namun pria itu tak ada di sana. Elif segera memporak-porandakan kamar Erdogan. Dan ia menemukan beberapa potong pakaian yang biasa Kintan gunakan.


"Terkutuk kau Erdogan.....!" teriak Elif sambil membanting apa saja yang ada di depannya.


Ia merasa dikhianati dan merasa bodoh! Elif begitu terbuai dengan cinta palsu Erdogan.


Elif duduk di lantai sambil memukul-mukul dadanya. Tiba-tiba saja ia ingat dengan almarhum suaminya. Mas, apakah kamu sekarang sedang menertawakan aku? Apakah aku dikutuk sehingga tak bisa memiliki cinta sejati dalam hidupku?


*************


"Tuan, nyonya Neva di culik oleh seseorang." kata Rangga setelah melihat hasil rekaman CCTV masjid.


"Kurang ajar! Siapa yang berani melakukannya?"


"Wajah orang itu tak terlihat. Mobil yang dipakai pun tak menggunakan plat nomor."


"Cari istriku, Rangga!" teriak Eldar frustasi.


"Sementara dilakukan tuan. Kami sementara melacak nomor hp nyonya."


Eldar mengusap wajahnya kasar. Ia begitu takut sesuatu yang buruk menimpa istrinya.


Neva sayang, kamu ada di mana?


**********


Kamar Kintan sudah terlihat kacau. Ia merasa marah, malu, kecewa dan khawatir dengan kehamilannya ini.


Ponsel Kintan berbunyi. "Hallo!" sapa Kintan.


"Bagaimana dengan perempuan ini?"


"Bunuh saja dia. Lenyapkan dia! Potong-potong tubuhnya sehingga tak ada yang tersisa." Ujar Kintan dengan kemarahan yang tak terbendung lagi.


**********

__ADS_1


Bagaimana selanjutnya?


Mampukah Eldar menemukan Neva?


__ADS_2