TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Main Cantik


__ADS_3

Teman-teman, Neva sengaja belum kasih tahu Eldar karena ia belum punya bukti. Nanti dipikir kalau Neva sengaja menghalang-halangi Pernikahan Eldar dan Kintan.


************


Ada senyum kebahagiaan di wajah Eldar melihat istrinya yang berbaring di sampingnya. Mereka baru saja melewati sesi bercinta yang sangat panas dan memuaskan, membuat Eldar begitu menikmati cara istrinya yang sangat dominan saat ini.


"Capek?" tanya Eldar sambil membelai wajah istrinya. Keduanya masih dalam keadaan polos dan tidur sambil berhadapan.


"Sedikit." jawab Neva.


"Wah, jadi masih boleh dong satu ronde lagi?" tanya Eldar dengan tatapan menggoda.


"Kalau memang mas masih mau, aku siap kok melayani. Akan ku lakukan apa saja asalkan mas selalu di sisiku dan tahu kalau aku sungguh-sungguh mencintai, mas."


Eldar kembali tersenyum bahagia. "Aku tahu kalau kamu mencintaiku. Dan kamu juga tahu kalau aku hanya mencintaimu. Sejak aku pertama kali melihatmu, hatiku sudah mengatakan kalau kamu adalah milikku."


"Seharusnya nggak ada yang ketiga diantara kita berdua ya, sayang."


"Seharusnya. Namun mau bagaimana lagi? Aku sekarang nggak tahu bagaimana mau membatalkan pernikahan ku dengan Kintan. Kamu juga sih sudah menyiapkan semuanya."


Tangan Neva terukur dan memegang wajah tampan suaminya. "Mas, seandainya aku minta agar mas jangan menikah dengan Kintan, apakah mas akan turuti?"


"Tentu saja. Sudah ku katakan, apa sih yang nggak buat kamu, sayang?"


Neva merapatkan tubuhnya pada Eldar. "Bagaimana mami Elif nanti? Dia pasti tak akan setuju dan bahkan membenci aku jika tahu kalau mas melakukan semua itu demi aku."


Eldar mencium dahi Neva. "Aku siap menghadapi apapun, sayang. Bahkan menghadapi mami Elif."


"Aku tahu, mas. Namun biar saja pernikahan. kalian berlangsung. Hanya saja, kalau boleh, ketika sudah menikah, aku ingin waktu mas selalu ada untukku."


Eldar mengangguk. "Aku tahu kalau aku tak akan pernah adil ke Kintan. Namun mau bagaimana lagi? Perasaan nggak bisa bohong kan?"


Neva membalas pelukan Eldar. Kita lihat saja nanti, mas. Aku akan membuat Kintan tak bisa mendapatkan mu. Aku dan kamu sudah tertipu dengan kepolosannya. Aku pastikan akan membalas semua yang Kintan lakukan padamu pada saat yang tepat.


***********


Eldar di panggil mami Elif ke rumah saat ini. Di sana sudah ada orang tua Kintan dan juga Kintan. Rangga pun hadir di sana.

__ADS_1


"El, apa yang Kintan usulkan, kami selaku orang tua setuju saja. Karena tidak baik menunda maksud untuk menikah. Mami setuju jika kalian akad aja dulu. Pestanya nanti 2 atau 3 bulan ke depan." kata Elif.


"Mi, akad juga butuh persiapan. Kita ini keluarga terkenal, masa sih hanya perayaan biasa saja. Lagi pula, minggu depan kita aku dan Rangga akan ke Filipina lagi. Proyek yang di sana sudah jalan, lho." Eldar memberi alasan.


"Mas, kan semua sudah di atur oleh pihak WO. kita tinggal duduk aja dan mas mengucapkan ijab kabul nya. Aku malu, mas. Teman-teman ku sudah bertanya. Kapan nikahnya?" Kintan memulai sandiwaranya dengan memasang wajah sedih.


"Iya Eldar. Kami juga sudah ingin hubungan kalian di resmikan. Setidaknya akad dulu." kata papa Kintan membuat Eldar kelihatan mati kutu.


"Baiklah. Akadnya satu bulan dari sekarang." Eldar akhirnya memutuskan.


"Nggak boleh dua Minggu lagi?" Kintan menawarkan. Ia takut kalau ternyata dirinya hamil.


"Dua minggu lagi, kami masih di Filipina." Rangga mengingatkan.


"Baiklah. Sebulan lagi akad dan 2 bulan setelah itu resepsinya. Jangan tunda lagi Eldar. Mami sudah kepingin ada teman di sini. Rumah ini terlalu besar dan kamu lebih suka di apartemen bersama Rangga. Kalau Kintan sudah di sini, pasti kamu akan selalu pulang ke rumah." kata Elif seperti tak ingin dibantah oleh siapapun.


Eldar hanya bisa pasrah. Ia ingat percakapan terakhirnya dengan Neva. Istrinya itu seperti mengisyaratkan kalau sebenarnya dirinya tak siap di madu. Dan Eldar pun sebenarnya tak siap jika harus berpoligami.


***********


"Dan mas setuju?" Neva terlihat kesal. Ia belum memiliki bukti untuk menjatuhkan Kintan dengan perselingkuhannya.


"Mami yang memaksa, sayang. Sebenarnya kalau ikut maunya Kintan, dia maunya 2 minggu lagi."


"Kok aku jadi nggak rela ya, mas kamu nikah sama Kintan."


"Kenapa sayang? Bukankah itu syarat darimu sebelum kita menikah?"


"Kok aku merasa kalau dia bukan wanita yang baik ya? Entahlah. Apakah ini hanya perasaan aku atau bagaimana."


Eldar menarik Neva sehingga istrinya itu duduk di pangkuannya. "Sayang, kalau kamu nggak ijinkan, maka aku nggak akan pernah menikah dengannya. Bukankah aku perlu inin darimu?"


Neva menatap Eldar. "Mas, jujur padaku, berapa kali mas tidur dengannya?"


"Dua kali. Dan itu terjadi sebelum kita bertemu untuk pertama kali setelah 5 tahun berpisah. Kenapa memangnya?"


"Maaf, saat mas menyentuhnya, apakah memang mas mau atau....?"

__ADS_1


"Aku juga nggak tahu dengan apa yang terjadi pada diriku saat itu. Seperti orang yang haus akan sentuhan. Hanya saja, setelah selesai, ada rasa penyesalan dalam diriku.Dan itu terulang seminggu kemudian. Saat itu, Kintan dan aku makan malam bersama. Selesai makan malam, gairah itu datang secara tiba-tiba. Tubuhku panas dan langsung menyentuh Kintan lagi."


"Apakah mas diberi obat perangsang? Maaf, mas. Kintan masih perawan saat mas menyentuhnya?"


"Dia mengaku kalau masih perawan. Namun karena aku pernah bersamamu, aku juga yang merebut kegadisanmu, makanya aku tahu kalau Kintan sudah tak perawan lagi. Nggaj ada darah dan nggak kayak aku sentuh kamu untuk yang pertama deh pokoknya."


Neva membelai wajah Eldar. "Mas, kapan ke Filipina?"


"Besok. Kami dua minggu ada di sana. Kenapa memangnya?"


Kintan mengecup bibir Eldar. "Kerja yang baik, ya? Soal pernikahan mas dengan Kintan serahkan padaku. Biar aku yang menentukan apakah mas pantas menikah dengannya atau tidak."


Eldar bingung dengan apa yang Neva maksudkan namun sebelum ia bertanya apa yang istrinya itu inginkan, Neva langsung mencium bibir Eldar. "Ayo kita bercinta, mas."


Eldar mengangguk. Ia langsung mengangkat tubuh istrinya dan menuju ke ranjang mereka.


**********


Elif mengenakan pakaiannya kembali. "Jadi bagaimana hasil penelitian mu?"


Erdogan yang masih berbaring di ranjangnya tersenyum. "Aku sudah mendapatkan rambut anak itu. Kau sudah mendapatkan rambut Eldar? Hanya dengan tes DNA maka kita akan tahu apakah Neva wanita di masa lalu Eldar atau bukan."


Elif mengambil sesuatu dari dalam tasnya. "Ini rambut Eldar. Kebetulan ia potong rambut di rumah waktu itu. Oh ya, bagaimana kamu bisa mendapatkan rambut anak itu?"


"Aku ke sekolahnya dan saat penjaganya lengah, aku mengambil dua helai rambutnya. Anak itu kaget namun aku langsung memberikannya coklat. Aku dengar kalau anak itu sangat suka makan coklat."


"Berapa lama waktunya sampai hasil tesnya keluar?"


"Dua minggu. Dan jika anak itu adalah cucumu, apa yang akan kamu lakukan?"


"Memgambil anak itu dan melenyapkan Neva. Kintan adalah calon menantu ideal ku."


Erdogan menahan senyum. Kintan akan menjadi menantumu, tapi juga kekasih gelapku.


**********


Rahasia siapa yang akan lebih dulu terbongkar?

__ADS_1


__ADS_2