TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Alasan Yang Tepat


__ADS_3

Berusaha untuk bisa menguasai keadaan, itulah yang selalu Neva lakukan dalam pekerjaannya. Karena terkadang ia dan teamnya harus berhadapan dengan klien pemarah dan tiba-tiba saja ingin mengubah apa yang sudah terpasang.


"Maksudnya nyonya? Tuan Eldar baru juga keluar dari ruangan ini?" Neva mengerutkan dahinya menandakan bahwa ia bingung.


"Iya. Saya baru saja melihat anak saya keluar dari sini dan setelah itu kamu."


Neva tersenyum walaupun sebenarnya jantungnya berdetak sangat cepat. "Setelah ruang tunggu ini kan ada toilet. Mungkin tuan Eldar dari toilet. Saya juga baru dari toilet."


Elif masuk ke dalam dan memeriksanya. Ia keluar kembali. Di tatapnya Neva dengan seksama. "Neva, saya sangat menyukai semua yang kau buat di acara pernikahan Gina. Namun jangan sampai saya menemukan ada sesuatu antara kamu dan putraku. Aku akan meminta pihak WO yang lain untuk menangani pernikahan Eldar dan Kintan."


"Baik, nyonya." Neva pun bergegas pergi dari sana. Elif menarik napas panjang. Apakah dia harus curiga dengan Neva?


Perempuan cantik itu pun kembali ke tempat pesta. Adam memberitahukan kalau Gina sedang ganti pakaian. Ia pun segera menyusul Gina ke kamarnya.


"Wah, cantiknya anak mami." puji Elif saat melihat Gina kini mengenakan dress tanpa lengan, masih dengan warna putih, panjangnya selutut dan pita panjang yang menjuntai ke bawa. Masih nampak seperti pengantin namun dalam model yang santai.


"Makasi mami. Gaun ini sangat cantik dan dipilihkan oleh mba Neva."


Mendengar nama Neva, Elif sebenarnya agak malas namun ia tak mau membuat mood Gina jadi rusak. "Mana Kintan? Bukankah tadi ia bersamamu?"


"Kintan tadi mendapat telepon dan dia langsung keluar."


Dua orang petugas yang mendandani Gina segera keluar kamar.


"Acaranya anak muda. Mami istirahat saja, ya?"


Gina mengangguk. "Iya. Mami istirahat saja. Keluarga yang usianya di atas 40an sudah menjauh dari acara pesta. Ini juga sudah mau pukul setengah sepuluh."


"Selesai acara kamu juga istirahat. Pesawatnya besok berangkat jam berapa?"


"Jam 10 pagi." Gina memang akan langsung berangkat bulan madu keliling Eropa.


Elif memeluk putrinya lalu segera keluar kamar. Ia berpapasan dengan dengan salah satu kru yang sepertinya akan menjemput Gina.


Langkah Elif menuju ke lift. Ia menekan angka dua karena memang ia ingin berdua dengan kekasihnya saat ini.


**********

__ADS_1


Erdogan menarik Kintan sehingga gadis itu jatuh ke atas tubuhnya. Keduanya langsung berciuman dengan panas.


Kintan kesal karena Eldar menghilang, makanya ia langsung mencari Erdogan, kekasih gelapnya untuk melampiaskan hasratnya.


Erdogan dan Kintan ketemu secara tak sengaja 2 tahun yang lalu. Waktu itu, Kintan melihat Erdogan ada di rumah Elif. Kintan dapat merasakan kalau Erdogan memiliki ketertarikan padanya. Awalnya Kintan menolak semua bentuk perhatian lelaki itu. Namun, saat dirasakannya kalau Eldar masih cuek padanya, Kintan akhirnya menemukan kenyamanan dibalik perhatian lelaki itu.


Erdogan sangat perhatian padanya. Hak sekecil apapun selalu diperhatikan oleh Erdogan. Akhirnya mereka sepakat membangun hubungan tanpa status. Hanya sebagai penghangat ranjang saja saat keduanya saling membutuhkan. Tak ada cemburu atau pun larangan. Kintan dapat bersama Eldar dan Erdogan dapat terus menjadi lelaki pemuas bagi Elif yang memang dikenal sebagai hot mommy.


Saat keduanya hampir saja menyatu, bel pintu kamar Erdogan berbunyi. Sebenarnya mereka ingin mengabaikannya. Namun suara yang terdengar setelah itu membuat keduanya hampir kehabisan napas.


"Erdogan.....!" panggil Elif.


"Mami Elif....!" Kintan buru-buru turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya kembali.


"Bagaimana ini, Er?" tanya Kintan panik.


"Masuk saja ke kamar mandi, sayang! Pasti Elif nggak akan lama. Dia hanya mau mengecek aku saja."


Dengan kesal Kintan melangkah ke kamar mandi. Ia merasa kesal karena sekarang kepalanya sakit karena hasrat yang tak kesampaian.


Erdogan pun memakai pakaiannya kembali lalu segera menyisir rambutnya yang berantakan kemudian membuka pintu.


"Sayang?" Erdogan langsung memeluk Elif.


"Kok lama sekali bukanya?"


"Aku tadi di kamar mandi." Erdogan menatap Elif. "Kita ke kamar kamu saja?"


"Nggak, ah. Masih terlalu ramai. Aku mau di sini saja. Kangen dengan pijatan kamu." Elif mencium pipi Erdogan lalu melangkah masuk. Matanya memicing saat melihat tempat tidur yang berantakan. "Kamu tidur?"


"Iya, sayang. Aku tidur. Capek."


"Pantas saja aku cari dari tadi kamu nggak ada. Aku mau menunjukan Perempuan yang bernama Neva."


"Jangan bicara tentang Neva. Ayo tidur saja. Biar ku lihat kakimu."


Elif pun membuka gaunnya, dan menyisahkan under wear nya. Erdogan yang tadi tak kesampaian hasratnya dengan Kintan, langsung menelan salivanya.

__ADS_1


"Apaan sih?" Elif menggelengkan kepalanya melihat mata Eldar yang melotot ke arahnya. Perempuan itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang secara tertelungkup dan membiarkan Erdogan memijat betisnya. Elif senang karena Erdogan pintar memijat.


Dari pijatan di kaki, berlanjut ke pijatan yang lain. Kintan yang berada dalam kamar mandi mengepalkan tangannya kesal. Suara kenikmatan Elif begitu keras terdengar. Kintan tak menyangka kalau calon ibu mertuanya itu begitu ganas saat bercinta. Ia juga kesal karena Erdogan sepertinya sangat memuja wanita. Akhirnya Kintan pun dongkol sendiri di dalam kamar mandi yang dingin.


***********


Susana pesta semakin ramai. Neva melihat bagaimana bahagianya Gina dalam pelukan yang suami. Adam sama sekali tak mengijinkan ada lelaki lain yang menari dengan istrinya itu.


Eldar juga berdiri tak jauh dari Neva. Ia nampak asyik berbincang dengan beberapa rekan bisnisnya sambil mengawasi istrinya yang tadi sempat diajak Firat untuk berdansa. Walaupun hanya satu lagu tetap saja membuat Eldar cemburu.


Akhirnya pesta pun berakhir. Teman-teman Neva dan Adam pamit. Ada beberapa yang menginap namun sebagian besar pulang.


Neva dan teamnya pun segera membereskan apa yang harus mereka bereskan. Semua kru malam ini akan pulang karena sudah rindu dengan keluarga yang sudah 3 hari ditinggalkan. Neva beralasan akan tinggal untuk melihat apakah masih ada pekerjaan yang tertinggal. Pukul 1 dini hari, Neva masuk kembali ke dalam hotel. Eldar sudah mengirimnya pesan agar Neva datang ke kamarnya namun Neva mengatakan sebaiknya Eldar ke kamarnya saja karena teman sekamarnya sudah pulang.


"Sayang, di sini double bed. Mana mau aku tidur di ranjang yang berbeda dengan kamu?" Protes Eldar saat memasuki kamar.


"Ranjangnya bisa di geser, mas." Neva pun segera bergerak dan mendorong ranjangnya agar menjadi satu. Eldar juga ikut membantu. "Kalau di kamarmu, aku takut kepergok, mas. Apalagi tadi Gina semoga melihat kita. Aku takut nanti dia lapor ke mami."


"Kalau Gina ingin membuat kita berdua celaka, pasti tadi dia nggak akan mengajak Kintan pergi."


Bel pintu kamar Neva berbunyi. Neva dan Eldar saling berpandangan. "Temanmu semuanya sudah pergi kan sayang?" tanya Eldar.


Neva mengangguk. Ia kemudian mengintip dari door viewer. Ia berbalik dan menatap Eldar. "Gina dan Adam."


"Buka saja."


"Mas ...!" Neva jadi takut.


Eldar pun masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian Neva membuka pintu.


"Gina? Adam? Ada apa?"


"Mana kak Eldar?" tanya Gina kaku langsung menerobos masuk.


**********


Akankah Kintan dan Eldar berakhir di dalam kamar mandi?

__ADS_1


__ADS_2