TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Memaafkan itu Berkat


__ADS_3

Mata Elif terbelalak melihat siapa yang berdiri di depan pagar rumahnya. Elif baru saja pulang dari belanja bulanan dan dia nampak seseorang sedang berdiri di sana.


Wajah Neva langsung tersenyum saat melihat mobil mertuanya. Ia menunduk hormat sambil menunggu reaksi apa yang akan diberikan oleh sang ibu mertua.


Gerbang pagar terbuka, namun tak ada suara apa-apa dari Elif. Ia hanya memandang Neva lalu menutup kaca mobil kembali.


Mungkin aku memang tak disukai. Guman hati Neva.


Ia pun segera membuka pintu mobilnya dan bersiap untuk pergi.


"Nyonya Neva, ditunggu nyonya Elif di ruang tamu." kata pak Satpam, menghentikan badan Neva yang akan masuk ke dalam mobilnya.


Neva langsung tersenyum senang. Ia pun memasukan mobilnya ke halaman rumah itu.


Ini yang kesekian kalinya Neva datang ke sini. Kali ini suasananya berbeda.


Elif sudah duduk di ruang tamu saat Neva masuk ke dalam rumah.


Kali ini Neva merasa ada yang berbeda dengan tatapan wanita yang tetap terlihat cantik diusianya yang tak lagi muda.


"Assalamualaikum, Nyonya Elif." sapa Neva berusaha menenangkan debaran jantungnya yang berdetak sangat cepat.


"Waalaikumsalam. Duduklah, nak." kata Elif sambil mengangkat tangannya menunjukan sofa yang ada di depannya.


Neva duduk di depan Elif. Ada sedikit kelegaan dalam hatinya saat Elif menyebutkan 'nak' diakhir kalimatnya.


"Ada apa, Neva?" tanya Elif dengan sikap yang ramah.


"Saya ke sini, ingin mengajak nyonya untuk menghadiri acara syukuran rumah aku dan Eldar. Sekaligus syukuran ulang tahun anak kami, Ekel."


"Apakah Eldar yang menyuruh mu?"


Neva menggeleng. Ia tak mau berbohong. "Aku sendiri yang mengundang nyonya karena, Ekel harus tahu kalau dia punya seorang nenek yang pasti akan menyayanginya."


Air mata Elif jatuh namun ia buru-buru menghapusnya. "Untuk apa aku pergi ke sana jika anakku sendiri tak menginginkan kehadiranku?"


"Tapi, aku sangat menginginkan kehadiranmu, nyonya. Aku tahu, kalau Eldar sangat menyayangimu. Hanya saja ia masih marah karena apa yang kau perbuatan di masa lalu. Eldar hanya belum mengerti kalau itu kau lakukan karena kau menyayanginya dan menginginkan yang terbaik bagi Eldar."


Elif memandang Neva dengan sejuta rasa sesal yang ada dalam hatinya. "Eldar tidak salah memilihmu. Kau adalah wanita yang terbaik untuk Eldar. Maafkan aku yang terlalu mementing harta dan tahta sampai mengabaikan perasaan anakku sendiri."


Neva berpindah tempat duduk. Ia duduk di samping Elif. "Nyonya, aku sudah melupakan masa lalu semenjak aku dan Eldar kembali bersama. Sumpah demi apapun, tak ada dendam dalam hatiku. Aku menyayangi Eldar dan berarti juga aku menyayangi mu."


Elif langsung memeluk Neva. Ia membuang semua rasa malu, gengsi dan dendam yang selama ini ada dalam hatinya. Ia memeluk Neva dengan perasaan yang baru. Perasaan sayang seorang ibu pada menantunya.

__ADS_1


"Mommy.....!"


Pelukan diantara mereka terurai mendengar panggilan itu. Ekel masuk dengan seorang satpam.


"Ia menangis karena terbangun dan tak menemukan anda, nyonya." kata satpam itu menjelaskan.


"Oh baby ....!" Neva langsung berdiri dan mendekati putranya. Ia menggendong Ekel dan mengecup pipi putranya untuk menenangkannya. Tadi memang ia menjemput Ekel dari sekolahnya dan dilanjutkan dengan menemani Ekel bermain di mall. Makanya dalam perjalanan ke sini, Ekel justru tertidur karena kelelahan.


"Mommy, itu grandma?" tanya Ekel sambil menunjuk Elif. Neva memang sudah seminggu ini menunjukkan foto Elif pada Ekel.


"Ya sayang." jawab Neva.


Elif yang sudah berdiri di belakang Neva kembali terharu. "Dia tahu tentang aku?"


"Aku selalu mengatakan siapa neneknya. Sudah seminggu ini aku tunjukan foto nyonya." ujar Neva.


"Mengapa mommy panggil grandma dengan sebutan nyonya? Bukankah mommy harus memanggil grandma dengan panggilan mommy juga?" tanya Ekel dengan tatapan polosnya. Neva menatap Elif. Perempuan yang sedang tersenyum diantara derai air matanya langsung mengangguk.


"Ya, sayang. Mommy mu hanya salah panggil saja." kata Elif. "Boleh grandma peluk, Ekel?" tanya Elif.


Ekel menatap mamanya. "Tentu saja, sayang. Grandma boleh memelukmu."


Ekel berpindah dari pelukan Neva ke pelukan Elif. Elif mendekap cucunya dengan tangis yang tak bisa dibendung lagi.


Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku. Ucap Elif dalam hati.


"Grandma senang, kok. Grandma menangis karena terlalu bahagia. Ah Ekel, kau sangat mirip dengan Daddy mu." kata Elif dengan perasaan bahagia.


Neva menarik napas lega. Semuanya kini sudah selesai. Tinggal melihat bagaimana perasaan Eldar.


************


Pertemuan Elif dan Ekel untuk sementara menjadi rahasia antara Neva dan Ekel. Neva bilang itu akan menjadi kejutan bagi Daddy Eldar nanti.


Acara syukuran dilaksanakan di halaman depan dan samping rumah Eldar dan Neva.


Di bagian halaman belakang telah disiapkan acara khusus anak-anak yang akan dibuat sore nanti. Tema kapten Amerika menghiasi halaman belakang itu. (Duh kapten Amerika Mak author 😂😂😂).


Acara siang ini, Neva dan Eldar menggunakan baju muslim, begitu juga dengan Ekel. Baju muslim berwarna putih. Gina dan suaminya juga menggunakan pakaian yang sama. Dona, sekalipun tak sekeyakinan dengan mereka menggunakan gaun putih yang panjangnya selutut. Rangga sendiri juga terlihat tampan dengan pakaian Koko yang ada.


"Dona, kamu terlihat pucat. Kamu sakit?" tanya Neva.


"Nggak. Aku hanya sering kurang tidur akhir-akhir ini." kata Dona dengan wajah yang sedikit merona.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Neva heran.


"Rangga setiap malam minta jatah. Aku sampai kaget dibuatnya. Setelah menikah dia jadi sedikit maniak."


Neva terkekeh. "Like bos like asisten."


"Memangnya Eldar kayak gitu juga?"


Neva mengangguk.


"Apakah mereka sering berbagi ilmu?" tanya Dona penasaran .


"Ilmu apa?" tanya Eldar yang entah muncul dari mana sudah berada diantara mereka.


"Mau tahu aja urusan perempuan." Neva langsung menggandengan tangan suaminya dan mengajak pergi dari tempat itu sebelum Dona salah bicara.


"Imam dari masjid sudah ada, sayang. Apakah acaranya sudah bisa dimulai?" tanya Eldar.


"Tunggu sedikit lagi, mas." kata Neva sambil menatap ke arah gerbang.


"Siapa sih yang kamu tunggu, sayang? Perasaan semua keluarga kita sudah ada di sini. Paman dan sepupumu dari Malang juga sudah ada."


"Tunggu sedikit lagi, mas. Please....!" Mata Neva kembali menatap ke arah gerbang. Tak lama kemudian ia langsung tersenyum mihaz sebuah mobil berwarna merah memasuki gerbang. Eldar ikut menoleh ke arah gerbang karena penasaran siapa tamu yang dinantikan istrinya.


Mami? Guman Eldar dalam hati.


Eldar menatap Neva. Istrinya itu menatap Eldar dengan tatapannya yang selalu meneduhkan hati Eldar. "Aku yang mengundang mami, mas. Maaf tak mengatakannya padamu. Aku tak memiliki orang tua lagi sementara kamu masih ada. Kenapa mami nggak diundang di hari bahagia kita?"


"Tapi Ev, seharusnya kamu mendiskusikannya dulu denganku." Eldar terlihat sedikit kesal.


"Grandma.....!" panggil Ekel sambil berlari ke arah Elif yang memasuki tenda tempat pelaksanaan acara. Para petinggi perusahaan langsung berdiri dan memberi hormat pada Elif.


"Bayangkan jika mami tak hadir, apa nanti yang akan orang katakan tentang kita? Haruskah rahasia kita diketahui oleh banyak orang?"


Eldar hanya diam mendengar perkataan istrinya. Ia hanya diam melihat bagaimana sayangnya Ekel pada neneknya.


Acara pun di mulai. Eldar tak banyak bicara. Entah mengapa hatinya masih enggan untuk memaafkan maminya.


************


Akankah Eldar memaafkan maminya?


kapan Neva bisa hamil lagi?

__ADS_1


otw tamat ya guys


*********


__ADS_2