
Selama pengajian berlangsung, Elif tiada hentinya menitipkan air mata. Ia sungguh mengingat almarhum suaminya. Andai saja dulu ia tak berniat memisahkan Neva dan Eldar, pasti suaminya itu sempat melihat wajah cucu mereka. Namun sekarang apa daya, suaminya telah tida. Kini Elif hanya berharap agar Eldar mau memaafkannya sehingga ia bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan menjaga Ekel dan ank Gina nanti.
Setelah acara pengajian selesai, Eldar pun memperkenalkan istri dan anaknya kepada semua undangan yang datang.
"Aku dan Neva sudah saling mencintai sejak 10 tahun yang lalu. Kami membangun hubungan namun karena suatu sebab, kami harus berpisah dengan menyimpan kebencian di hati kami masing-masing. Akhirnya anak kami yang menjadi korban karena keegoisan kami. Kami bertemu kembali saat Neva akan menjadi perancang pernikahan aku dan adikku. Cinta kami yang begitu kuat membuat hubungan kami kembali terjalin dan aku menikahi Neva kembali. Jadi dia bukan pelakor. Aku menikah kembali dengan Neva saat masa idah nya selesai. Neva bersedia dimadu karena tak ingin menyakiti hati Kintan yang saat itu sudah menjadi tunanganku. Namun untunglah Allah menyatakan kehendakNya dan membuat keluarga kami utuh kembali tanpa lagi harus aku sembunyikan. INilah kehidupanku yang sekarang. Eldar Daksiano dengan istriku Neva Daksiano dan anak kami Ekel." demikianlah cerita yang dibuat oleh Eldar dan Neva bersama. Bukan untuk menutupi kesalahan masa lalu mereka tetapi menjaga nama baik anak kekasih mereka yang pastinya kini sudah mengerti dengan apa yang akan Eldar katakan.
Semua langsung bertepuk tangan melihat bagaimana Eldar dengan bangganya memperkenalkan Neva sebagai istrinya. Mereka juga dengan bahagianya meniup lilin ulang tahun didampingi oleh Elif, tuan Carlos dan istrinya bersama dengan Arya dan Tirta. Neva ingin menunjukan pa semua orang bahwa keluarga mereka bahagia termasuk juga dengan hubungannya dengan mantan mertuanya.
Selesai itu, mereka menikmati makan siang bersama, Eldar dan Neva membagikan santunan untuk anak-anak yatim. Semua yang datang pun diberikan bingkisan kue martabak dengan berbagai macam rasa dan semua memuji martabak itu.
Tentu saja Neva memesannya pada Genald. Dan pria itu sangat senang karena diberikan orderan yang besar. Sayangnya, ia menolak ketika Neva mengundangnya untuk datang ke acara ini. Genald sepertinya belum siap ketemu dengan orang tuanya. Neva pun secara langsung langsung mempromosikan martabak itu. Tirta yang melihat hal itu merasa sangat terharu. Ia tahu kalau Neva adalah perempuan baik yang tak menyimpan dendam pada Genald sekalipun anaknya itu sudah berlaku buruk pada Neva di masa lalu.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Arya melihat istrinya beberapa kali menghapus air matanya.
"Aku terharu dengan kehidupan Neva sekarang, mas. Dia bahagia dan aku yakin mendiang orang tuanya akan tenang di atas sana. Dulu, kita berpikir bahwa kita mampu membuat Neva bahagia bersama Genald. Cinta memang tak bisa dipaksakan."
Arya menggenggam tangan kanan istrinya. "Sayang, aku tahu kau begitu ingin Genald memiliki istri yang baik seperti Neva. Mari kita doakan agar anak kita boleh menemukan jalan kehidupan yang baik, termasuk juga menemukan jodoh yang terbaik baginya. Kita tidak pernah meminta kalau dia harus dari kalangan orang kaya melainkan seorang wanita soleha yang bisa mengembalikan Genald ke jalan yang Allah inginkan."
"Amin...."
"Grandma....grandpa....so sweet....!" Ekel secara tiba-tiba berdiri di belakang mereka dan mengejutkan pasangan paru baya itu.
Arya langsung memeluk Ekel dan mencium pipi anak kecil yang sudah dianggapnya sebagai cucunya sendiri.
"Ekel sayang, selamat ulang tahun ya?" ujar Tirta lalu mengacak rambut coklat Ekel.
"Makasi grandpa...makasi grandma. Ekel suka dengan hadiahnya." kata Ekel sambil menunjuk sepeda listrik yang terparkir diantara deretan hadiah yang diberikan kepadanya.
Selesai para tamu pulang, Ekel pun segera diajak Dona untuk tidur siang sebentar karena sore nanti, acara anak-anak akan digelar.
__ADS_1
"Mommy, Ekel nggak mau tidur." rengek anak itu saat ia dan Dona sudah berada di kamar Ekel.
"Harus tidur siang sebentar supaya Ekel nggak kecapean. Acaranya kan nanti jam 4 sore. Jadi sekarang waktunya bagi Ekel untuk istirahat."
Ekel cemberut. Namun ia tak berani membantah perintah wanita yang sudah dianggapnya sebagai mama keduanya ini. Ekel menyayangi Dona seperti ia juga menyayangi Neva.
Setelah Ekel tertidur, Dona pun ikut tertidur bersamanya. Entah mengapa tubuh Dona merasa sering capek akhir-akhir ini. Ingin rasanya ia membatasi hasrat suaminya yang kadang tak terbendung itu. Namun Dona juga tak bisa menolaknya karena tak ingin mengecewakan suaminya.
Di ruang tamu......
"Mami istirahat dulu. Aku sudah menyiapkan kamar tamu untuk mami. Jika mami pulang, Ekel pasti kecewa." ujar Neva.
"Baiklah, nak." elif sebenarnya ingin pulang dan beristirahat. Namun Neva sudah menyiapkan kaos bergambar kapten Amerika yang siap di pakai oleh semua keluarga. Gina juga sedang beristirahat di kamar tamu karena kehamilannya.
Neva segera mengajak mertuanya ke kamar tamu yang memang sudah disiapkannya. Tirta dan Arya juga ditahan Neva untuk tetap berada di sini. Namun Tirta tak mau istirahat. Ia justru asyik bercakap dengan istri tuan Carlos sambil menanti pukul 4.
*************
Ekel pun senang melihat hadiah ulang tahunnya yang sangat banyak. Bocah yang sebentar lagi akan masuk SD itu membuat semua orang nampak bahagia.
"Akhirnya dia tidur juga." kata Dona saat melihat Ekel yang sudah terlelap di atas ranjang dengan menggunakan piyama kapten Amerikanya.
"Iya. Ini adalah perayaan ulang tahun yang paling meriah buat Ekel. Biasanya kita hanya merayakannya secara sederhana. Terima kasih ya, Dona. Kamu adalah mama yang terbaik juga buat, Ekel."
DOna hanya mengangguk. Namun tak lama kemudian, perempuan itu memegang kepalanya.
"Dona, kamu kenapa?" tanya Neva langsung memegang lengan sahabatnya.
"Aku merasa pusing."
__ADS_1
"Rangga....!' teriak Neva saat melihat sahabatnya itu pingsan.
1 jam kemudian........
Dokter Ruddy selesai memeriksa Dona. "Sepertinya pasien kecapean. Tekanan darahnya juga sangat kurang." dokter kemudian menatap Rangga. "Mungkin intensitas bercintanya harus dikurangi walaupun kalian masih pengantin baru." dokter Ruddy adalah dokter perusahaan yang sudah lama mengenal Rangga dan juga sahabat Rangga. Ruddy juga sebenarnya sudah naksir Dona saat Elar mengajaknya beberapa waktu lalu untuk memeriksa Ekel yang sakit. Namun apa daya, Rangga sudah nyosor duluan.
Wajah Rangga langsung menjadi merah kaena Ruddy mengatakan itu di saat ada Neva dan Eldar di kamar tamu itu.
"Nggak masalah sebenarnya. Kasihan Rangga selama ini menjadi duda kesepian." bela Eldar.
"Duda kesepian apa? Buktinya ia sudah panjar duluan. Masa baru 3 minggu menikah Dona langsung berisi." Ruddy mencibir dengan sedikit meledek Rangga.
"Maksudnya?" tanya Neva dengan mata berbinar.
"Dona hamil."
Rangga terperanjat. Ia tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. "Benarkah?"
"Aku hamil?" Dona yang ternyata sudah siuman langsung bertanya untuk memastikan apa yang ia dengar.
"Iya. Kamu hamil, Dona. Untuk lebih memastikannya, sebaiknya besok USG ke rumah sakit." Ruddy membereskan peralatan dokternya. "Rangga, jangan setiap malam minta jatahnya. Itu nggak baik untuk wanita hamil. Mulai sekarang kurangi. Seminggu cukup hanya sekali. Aku permisi dulu." pamit Ruddy membuat Eldar menahan tawa. Ia tahu kalau Ruddy sempat naksir Dona.
"Sayang, kita akan memiliki anak," kata Rangga senang.
"Aku belum mau hamil, Ga. Aku nggak mau Ekel merasa terabaikan." tolak Dona membuat Rangga nampak sangat kecewa.
*************
Hallo semua....
__ADS_1
3 episode lagi dan kisah ini akan berakhir ya....