TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Pesta Pernikahan Gina


__ADS_3

Neva melangkah keluar dari lift menuju ke kamar 502. Saat ia akan mengetuk, pintu kamar sepertinya tidak dikunci. Neva langsung masuk saja karena ia tahu kalau Eldar sengaja tak menguncinya karena sedang menunggu Neva.


Namun langkah Neva terhenti melihat apa yang ada di depannya. Kintan dan Eldar sedang berciuman sangat mesra membuat dada Neva bagaikan ditusuk sembilu.


Posisi Eldar yang tepat menghadap ke pintu masuk, membuat ia dapat melihat kehadiran Neva. Namun istrinya itu langsung membalikan tubuhnya dan meninggalkan kamar itu sambil berlari. Kalau hanya untuk menunjukan kemesraannya dengan Kintan, mengapa juga harus mengundang aku datang ke kamar? Menyebalkan!


Neva masuk ke lift kembali dan menuju ke lantai satu. Di sanalah ia dan kru nya menginap. Sebelum masuk kamar, Neva menonaktifkan ponselnya dan menyimpannya di dalam tasnya.


5 menit sebelum Neva ke kamar Eldar ....


Perasaan cemburu membuat dada Eldar menjadi sakit. Siapa yang tahan melihat istri tersayangnya sedang asyik bercerita dengan seorang pria tampan?


Eldar akui kalau Neva memang cantik. Wajah khas Indonesia nya membuat siapa saja akan langsung jatuh hati padanya. Apalagi Neva sangat sangat pintar menjalin komunikasi dengan siapa saja.


Pintu kamar Eldar diketuk. Pria itu tahu kalau Neva pasti sudah datang. Namun saat Eldar membuka pintu, nampak Kintan berdiri di hadapannya dengan senyum manis.


"Mas, aku pinjam carger dong. Punya aku ketinggalan."


Karena berpikir kedatangan Kintan tak akan lama, Eldar sengaja mengganjal pintunya sehingga tak tertutup. Ia pun mencari carger miliknya di dalam kopernya. Setelah menemukan benda itu, Eldar menyerahkan pada Kintan.


"Ini."


"Terima kasih ya." Kintan tiba-tiba memeluk Eldar. "Mas, kamu kok sudah lama tak mencium aku. Kenapa sih?"


"Ki, ini sudah malam."


"Aku akan pergi kalau mas sudah mencium ku." Kintan melingkarkan tangannya di pinggang Eldar.


Eldar mencium dahi Kintan dengan cepat.


"Nggak mau seperti itu, mas. Aku ingin cium di bibir."


Eldar mengecup bibir Neva. Namun Neva dengan cepat melingkar kan tangannya di leher Eldar dan memperdalam ciuman mereka.


Sungguh Eldar terkejut mendapatkan serangan ciuman dari Kintan seperti ini. Tepat disaat itu juga Neva masuk dan membuat Eldar jadi panik. Tapi Neva secara cepat sudah membalikan badannya dan langsung pergi.


"Ki...., sudah. Besok kan kita harus bangun pagi." Eldar mendorong tubuh Kintan perlahan tanpa bermaksud menyakiti gadis itu. Kintan walaupun nampak belum puas berciuman dengan Eldar, langsung tersenyum.


"Have a nice dream sayang." Kata Kintan lalu segera meninggalkan kamar Eldar.


Kepergian Kintan membuat Eldar secara cepat menyambar ponselnya dan menghubungi Neva. Namun nomor Neva tak aktif. Eldar jadi kesal sendiri. Ia tahu Neva dengan sengaja tak mau dihubungi. Ia ingin keluar kamar dan mencari Neva, tapi ia tak tahu Neva ada di kamar mana. Ia juga tak mau menimbulkan skandal seandainya teman sekamar Neva yang bangun membuka kan pintu.


"Ah.....kesal ...!" Jadilah malam itu Eldar tidur dengan perasaan galau.


***********


Kesibukan team kerja Neva sudah dimulai saat jam menunjukan pukul 7 pagi. Samua team makan pagi dan menggunakan seragam yang disediakan keluarga mempelai. Bagian pertama yang mereka datangi adalah tempat akad. Tempat ini berada di bagian belakang hotel. Suami Gina ingin agar ada semacam panggung kecil dengan hiasan bunga-bunga putih di sekitarnya. Semuanya sudah siap.


Jam setengah sepuluh, keluarga dan para tamu sudah duduk di dalam tenda yang disediakan. Mereka tinggal menunggu mempelai perempuan.

__ADS_1


"Good morning, Neva!" Sapa Firat. Ia kagum dengan kebaya modern yang gadis itu kenakan. Sangat pas di tubuhnya dan membuat aura kecantikannya sebagai perempuan Indonesia semakin keluar.


Eldar yang baru datang ke tempat itu didampingi oleh Kintan dan mama Elif langsung mengepalkan tangannya melihat bagaimana mata Firat bersinar menatap kagum ke arah Neva.


Kintan langsung menggandeng tangan Eldar dan mengambil tempat duduk di deretan paling depan.


Neva menyambut petugas KUA dan mengantar mereka ke panggung yang sudah di sediakan. Mempelai pria sudah duduk di sana.


Lantunan lagu berbahasa Turki khas dengan petikan harpa dan gitar pun diputar sebagai pengantar Gina memasuki tempat pelaksanaan akad. Gina menggandeng tangan pamannya, adik dari almarhum papanya. Semua mata tertuju pada Gina.


Proses Ijab Kabul pun dimulai. Mata Neva tak berkedip menatap proses itu. Ia teringat saat pernikahannya dengan Eldar. Perlahan ia melirik ke arah Eldar yang juga sedang melirik ke arahnya. Sepertinya mereka berdua memang mengenang saat ijab kabul di Malang.


"Sah?"


"Sah!"


Ada tepuk tangan kebahagiaan diiringi dengan lantunan doa penuh hikmah bagi kedua mempelai yang kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


Acara sungkeman pun dilaksanakan di tempat pelaksanaan akad. Elif dengan berderai air mata mengusap kepala putrinya yang tertunduk di pangkuannya. "Jadi istri yang baik ya, nak? Taat pada suami mu."


"Baik, mami."


Selesai acara sungkeman, dilaksanakan acara foto bersama dan kemudian makan siang bersama.


"Jam 5 akan dimulai acara khusus dengan tradisi Turki. Jadi setelah ini sebaiknya Gina istirahat dulu ya?" kata Neva.


"Ada artis dan aktor dari Turki. Firat sudah mengaturnya."


Gina tersenyum. "Kalau kamu belum menikah, ingin rasanya aku menjodohkan kamu dengan dia."


Gina, sepertinya belum tahu kalau aku sudah bercerai dengan mas Genald. Bagaimana jika ia tahu kalau aku dan Eldar kini sudah menikah?


Firat dan Neva berdiskusi untuk acara sore nanti. Acaranya harus selesai jam 7 malam sebelum dilanjut dengan acara resepsi di hari yang pertama.


Eldar sudah menelpon Neva berulang kali namun panggilannya tak dijawab. Akhirnya ia menemui salah satu kru yang ada.


"Ini Neva di mana ya?" tanya Eldar.


"Ada di di ballroom tempat pelaksanaan resepsi." jawab salah satu kru.


Eldar bergegas ke sana. Dan ia menemukan istrinya itu sedang berbicara dengan Firat. Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu. Eldar pun mendekat.


"Hallo, apakah aku menganggu kalian?" tanya Eldar.


"Tidak." Firat yang menjawab. "Kamu kakaknya Gina kan?"


"Iya. Aku ada perlu sesuatu dengan pengatur pernikahan. Boleh kan?"


"Boleh. Kebetulan kami sudah selesai." Firat menepuk bahu Neva. "Sampai ketemu sebentar sore ya cantik." Firat langsung pergi.

__ADS_1


Eldar menatap Neva lalu memiringkan kepalanya. "Cantik? Apakah kamu kurang pujian dariku sehingga memerlukan pujian dari orang lain?"


"Kamu kenapa sih, mas? Cemburu?"


"Kamu nanya?"


Neva menahan tawa. "Kenapa juga cemburu? Rugi kalau cemburu. Mana mungkin sutradara terkenal seperti dia menyukai perempuan perancang pernikahan seperti aku?"


"Memangnya kamu nggak melihat cara dia memandang mu?"


"Sudahlah, mas. Aku mau istirahat sebentar lalu melanjutkan pekerjaan ku." Neva mengecup pipi Eldar.


"Kenapa semalam langsung pergi? Bukan aku yang menciumnya namun Kintan yang asal nyosor saja."


Neva tersenyum. Nggak masalah kok, mas. Dia kan calon istri mas juga. Makanya semalam aku pergi supaya nggak menganggu. Lagian aku juga capek banget. Ingin istirahat semalam."


Eldar melihat sekeliling. Ia langsung memeluk Neva saat menyadari hanya mereka yang ada di ruangan itu. "Istirahat di kamarku saja."


"Nggak bisa mas. Yang ada nantinya kita justru bercinta."


"Sebentar malam ke kamarku ya?"


"Ok."


Eldar mencium bibir Neva. "Tak sabar menunggu malam nanti." Lalu ia melangkah meninggalkan istrinya. Tepat disaat itu Kintan masuk ke ballroom.


"Mas, ngapain di sini?" tanya Kintan sambil menatap Neva dengan tatapan yang kurang bersahabat.


"Hanya bertanya pada mba Neva mengenai acara sore nanti."


"Ayo istirahat!" ajak Kintan lalu segera menggandeng tangan Eldar meninggalkan ballroom itu.


Neva hanya bisa menarik napas panjang. Belajar ikhlas Neva, karena tak lama lagi dia akan menjadi madumu.


***********


Pukul 11 malam acara berakhir. Neva segera rapat singkat dengan kru nya sebelum meminta mereka untuk istirahat. Besok siang mereka bebas nanti kegiatan resepsi kedua dilaksanakan mulai jam 6 sore.


Saat Neva akan menuju ke kamarnya untuk ganti pakaian, Elif tiba-tiba saja memanggilnya. "Neva, aku mau tanya soal acara besok."


"Oh...besok?" Neva menyeka keringatnya dengan punggung tangannya. Pada saat itulah Elif melihat cincin di jari manis Neva. Mengapa cincinnya sama dengan milik Eldar?


*********


Hallo semua ...,


maaf terlambat up


semoga suka ya dengan bab ini

__ADS_1


__ADS_2