TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Pria Yang Naksir Neva


__ADS_3

Wajah Neva mendadak terasa panas. Ia menelan salivanya. "Mas, apakah kamu tak percaya sama aku lagi?" tanya Neva sambil memberanikan diri menatap suaminya. Pada hal jantungnya sendiri hampir copot karena takut.


Eldar menahan tawa melihat ketegangan di wajah istrinya. Dengan cepat ia meraih tangan Neva dan menarik istrinya itu untuk duduk di pangkuannya.


"Kamu kok sampai pucat seperti ini, sih?" tanya Eldar sambil membelai wajah Neva.


"Mas, kamu mempermainkan aku ya?"


Eldar tertawa. Ia langsung memeluk Neva dengan sangat erat. "Maafkan aku ya? Aku hanya ingin melihat reaksi mu seandainya aku tak percaya padamu. Dan ternyata kamu setakut ini."


Neva membalas pelukan Eldar. Ia sengaja menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang suami. Neva belum siap mengatakannya pada Eldar karena dia ingin agar ketika Eldar tahu, dan Ekel siap menerima Eldar, hubungan mereka akan seperti keluarga pada umumnya. Neva ingin mereka jalan-jalan di depan umum tanpa harus takut hubungan mereka diketahui orang lain.


"Sayang, jangan seperti ini. Kamu membuatnya bangun." bisik Eldar saat Neva masih di posisinya yang semula.


Neva menatap suaminya. "Mas, tadi pagi kan kita sudah....."


"Anggap saja ini liburan yang dilaksanakan di rumah. Jadi rencana bulan madunya harus diteruskan.


"Mas ......!" Neva menahan tangan Eldar yang sudah masuk ke balik piyama tidurnya.


"Kamu capek ya?" tanya Eldar sambil menahan hasrat dalam dirinya.


"Nggak. Tapi kali ini aku yang pimpin ya?" Neva segera bangkit dari pangkuan Eldar saat suaminya itu melotot. Neva ingin membayar kebohongannya malam ini dengan memberikan service terbaik untuk Eldar. Setidaknya hal ini dapat mengurangi rasa bersalahnya.


2 jam kemudian.....


Eldar menatap wajah cantik istrinya yang sudah tertidur di balik selimut yang menutupi tubuh polosnya.


Percintaan mereka malam ini sangat indah dan Eldar menikmati cara Neva memuaskan dirinya. Eldar tahu kalau Neva sedang menyembunyikan sesuatu dibalik sikap liarnya dalam bercinta.


Kamu nggak pintar bohong, sayang. Aku sangat mengenal pribadimu. Dan aku akan menunggu kejujuranmu sampai kau siap untuk menceritakannya padaku.


*********


Malam ini adalah pengajian akhir di rumah masing-masing mempelai. Dan Neva memilih untuk memantau pengajian di rumah calon suami Gina dari pada harus di rumah keluarga Eldar. Neva juga tadi punya waktu banyak untuk bermain dengan putranya karena jarak tempat ini ke rumah Ekel cukup dekat. Hanya butuh waktu 10 menit berkendara.


Hampir semua tamu yang datang adalah orang Turki. Neva bersama Cika dan Edmond ada di sini.


"Sayang, kok kamu nggak ada di sini sih?" tanya Eldar lewat telepon.


"Mas, orang yang seharusnya bertugas di sini nggak bisa datang. Makanya aku yang tangani di sini. Di sana acaranya sudah di mulai kan?"


"Sudah. Pengajian nya bahkan sudah selesai. Sekarang sedang makan malam. Selesai makan malam, acara malam Henna nya akan dimulai. Sebenarnya aku ingin kamu ada di sini."

__ADS_1


"Mas, kan di sana ada Kintan. Mas harus semakin mendekatkan diri dengan Kintan."


"Iya sih. Tapi kangen aja seharian nggak lihat kamu. Apalagi aku harus di sini sampai pernikahan Gina selesai."


"Sebentar kan kita ketemu di hotel, mas. Aku tutup dulu ya. Bye...." Neva segera mengahiri percakapannya saat dilihatnya pengajian sudah selesai. Ia segera menghubungi bagian catering dan makanan pun sudah siap dinikmati oleh para tamu.


"Nona Neva?" Seseorang mendekati Neva. Senyum di wajah pria itu mengingatkan Neva pada Denis Burak. Aktor asal Turki yang juga merupakan idolanya (masih ingatkan dengan visualnya Juragan Wisnu? Si Denis inilah).


"Ya."


"Saya Firat. Sepupunya mempelai pria."


"Hai ...!" Neva menjabat tangan pria bernama Firat itu. Bahasa Indonesianya terdengar cukup fasih.


"Asal Turki?" tebak Neva.


"Ya. Kota Izmir."


'Wah, salah satu kota yang indah di Turki."


Firat tersenyum. "Kamu suka Turki?"


"Ya. Walaupun belum pernah pergi ke sana. Aku suka segala sesuatu tentang Turki, apalagi sejarahnya."


"Wah, senangnya. Tak akan ku sia-siakan tawaran ini."


"Acaranya sangat bagus saat ini. Sarat dengan norma-norma agama Islam. Kamu sangat pintar mengatur acaranya. Pasti akan nikahnya juga akan bagus."


"Aku juga berharap demikian."


Sepanjang acara malam itu, Neva dan Firat berbincang cukup lama. Karena Firat ternyata seorang sutradara film. Tentu saja hal ini tak disia-siakan Neva karena ia ingin tahu gosip para idolanya.


Selesai acara pengajian, Neva bersama keluarga mempelai segera menuju ke hotel tempat pelaksanaan acara. Akad nikahnya akan dilaksanakan besok jam 10 pagi.


Saat mereka tiba di hotel, keluarga mempelai wanita ternyata sudah lebih dulu datang. Mereka memindahkan acara malam Henna di hotel karena tak ingin kelelahan. Maklumlah hotel ini letaknya agak di pinggiran kota sehingga memakan waktu hampir 2 jam dari pusat kota.


Selesai breaving dengan anak buahnya, Neva pun meminta mereka segera istirahat di empat kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.


"Neva......!" panggil Firat saat melihat gadis itu ada di lobby.


"Ya."


Neva kembali berbincang dengan Firat untuk acara besok karena ada beberapa artis yang akan datang. Sayangnya mereka tak mendapat kamar di hotel ini karena sudah penuh. Keduanya berbincang di mini bar yang ada di sudut lobby.

__ADS_1


Dari jauh, Eldar yang sedang duduk di cafe yang tak jauh dari situ sedang menahan emosinya. Jujur, selama ini ia tak pernah melihat Neva dekat dengan pria lain selain Genald. Dan Eldar dapat melihat ketertarikan Firat pada Neva dari caranya berkomunikasi dengan Neva.


"Mas, ada apa?" tanya Kintan lembut. Ia memang sudah merubah caranya memanggil Eldar atas perintah Elif.


"Nggak."


"Mas kok kelihatan bete banget."


Para sepupu Eldar yang juga ikut duduk di sana memperhatikan sikap Eldar.


"Mungkin Eldar menyesal karena ia ditikung oleh Gina."


"Kan nggak lama lagi Eldar juga menyusul."


"Lagi PMS mungkin."


Eldar berusaha tertawa mendengar ejekan para sepupunya. Sampai akhirnya mata Kintan menemukan sosok Neva yang sedang bercakap-cakap dengan seorang pria tampan.


"Itu kan perancang pernikahan kita? Si Neva. Wah, apakah itu suaminya? Tampan juga ya? Mereka terlihat cocok."


Yang lain ikut melihat. "Bukan, itu sepupunya Baran (calon suami Gina)."


"San sepertinya gadis Indonesia kita sudah menarik perhatian cowok Turki itu."


"Tapi kan Neva sudah menikah." Kata Kintan. "Apakah mungkin Neva bukan perempuan baik-baik?"


"Jangan sembarangan menilai orang kalau kalian tak mengenalnya." kata Eldar sedikit ketus. Ia langsung berdiri. "Ayo ke kamar. Besok kita harus bangun pagi " Eldar menghabiskan minumannya dan segera melangkah lebih dulu. Kintan segera menyusul dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Eldar.


"Mba Neva ...!" Kintan sengaja memanggil ketika mereka melewati mini bar itu.


Neva menoleh. Ia tersenyum ke arah mereka namun sedikit terkejut melihat ekspresi Eldar yang nampak marah.


Segera ke kamarku sekarang! kamar 502.


Eldar langsung mengirim pesan pada Neva saat ia sudah masuk ke kamarnya.


Neva pun segera pamit pada Firat. Ia tahu kalau Eldar sedang dalam mode cemburu.


************


Duh yang cemburu buta aja.....


Memangnya cuma Neva aja yang kesal melihat Eldar sama Kintan?

__ADS_1


__ADS_2