TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Wanita Dari Masa Laluku


__ADS_3

"Mana kak Eldar?" tanya Gina lalu langsung menerobos masuk.


"Eldar?" Neva berusaha tenang.


"Aku melihat kakakku masuk ke sini. Kamu kan wanita yang sudah bersuami, kakakku sudah punya tunangan. Kamu sendiri yang mengatur pernikahan mereka. Kalian mau menusuk Kintan dari belakang? Dasar wanita murah....."


"Stop!" Eldar keluar dari kamar mandi dan menghentikan kalimat adiknya. Ia tak mau Neva sampai dihina.


"Kakak, mengapa kamu bisa bersama Neva?" tanya Gina dengan emosi yang hampir saja meledak.


"Karena dia istriku." kata Eldar.


"Apa? Tapi.....!" Gina terlihat bingung.


Eldar langsung menarik tangan adiknya dan keluar dari kamar itu. Adam dan Neva hanya bisa berdiri saling menjauh tanpa bisa berkata apa-apa. Adam bingung harus bersikap bagaimana. Dmeikian juga Neva.


15 menit kemudian Gina dan Eldar masuk lagi ke dalam kamar. Wajah Gina yang tadinya memandang Neva dengan pandangan menghina, kini tersenyum dan langsung memeluk Neva. "Maafkan aku, mba. Aku nggak tahu kalau mba adalah wanita di Sidney itu."


Neva yang bingung harus bersikap bagaimana, kini menatap suaminya. Eldar hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.


Saat pelukan mereka terlepas, Gina meraih kedua tangan Neva. "Aku akan mendukung hubungan kalian. Maaf, aku nggak tahu kalau mba Neva sudah lama bercerai. Tapi, apakah harus poligami?"


"Aku nggak mau menyakiti Kintan. Kasihan, dia sangat mencintai Eldar." ujar Neva.


"Sebaiknya sebelum pernikahan kalian sudah terus terang. Jangan menundanya lagi. Supaya kak Kintan tak merasa dibohongi."


Neva mengangguk. Ia bisa bernapas lega karena Gina ternyata bisa menerimanya. Entah apa yang Eldar katakan pada Gina, yang pasti gadis itu terlihat tulus saat memeluk dan berbicara pada Neva.


************


"Mas, bagaimana dengan mami Elif? Apakah beliau juga akan menerimamu seperti Gina yang menerima ku?" tanya Neva sambil memeluk tubuh polos suaminya.


"Tentu saja, sayang. Dia akan bisa menerima mu. Aku akan cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan mami. Gina benar, kita harus jujur sebelum hari pernikahan kita agar Kintan nggak merasa dibohongi."


Neva menarik napas panjang. "Mas, mami Elif punya kekasih ya?" tanya Neva.


"Sepertinya. Aku juga sedang menyelidiki kedekatan mami dengan detektif yang selalu bersamanya."


"Mas setuju jika mami nikah lagi?"


"Setuju. Asalkan dia laki-laki baik. Memangnya ada apa sayang?"


"Lelaki yang menurut mas dekat dengan mami itu namanya Erdogan?" tanya Neva tanpa memperdulikan pertanyaan suaminya.

__ADS_1


Eldar menjauhkan tubuhnya sedikit agar bisa menatap istrinya. "Kok kamu tahu, sayang?"


"Aku ...aku, secara tak sengaja melihat mami Elif dan pria itu berciuman."


"Benarkah? Tapi laki-laki itu memang masih muda."


"Dia nampaknya bukan laki-laki baik, mas." Dan dia juga sepertinya selingkuh dengan Kintan. Lanjut Neva dalam hati.


"Aku juga berpikir demikian."


"Mas, jangan sampai mami Elif jatuh di tangan lelaki yang tak baik. Mami berhak bahagia dengan lelaki yang sungguh-sungguh mencintainya."


Eldar mengangguk. "Aku akan meminta anak buahku untuk serius mengikuti Erdogan." Eldar mengecup dahi Neva. "Andai saja mami tahu, betapa baiknya dirimu. Ia pasti tak akan pernah menolak kamu, Ev."


Neva mengeratkan pelukannya pada Eldar. Tubuh polos mereka berdempetan tanpa ada jarak. Malam ini, Neva berdoa, agar semuanya dapat dengan jelas terbuka. Agar Neva tahu bagaimana cara menyingkirkan Kintan kalau ternyata perempuan itu tak baik.


***********


Sudah 3 jam berlalu. Kintan semakin kedinginan di dalam kamar mandi. Suara-suara yang membuat telinganya sakit sudah tak terdengar lagi.


Sial! Jago juga mami Elif bercinta dengan Erdogan. Suara Erdogan terdengar begitu menikmatinya. Perempuan tua itu kuat juga staminanya.


Kintan melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul dua dini hari. Ia merasa sangat lelah dan mengantuk. Bekum lagi kepalanya yang sakit karena hasrat bercintanya tak dapat tersalurkan.


"Kenapa lama sekali sih membuat wanita tua itu tertidur?"


"Sabar sayang. Elif memang kalau bercinta suka gitu. Agak lama mainnya. Sekarang ia sudah tidur. Ayo keluar."


"Jadi kita nggak bercinta?"


"Sayang, aku capek sekali. Besok saja ya kamu ke apartemen ku." bujuk Erdogan sambil membelai wajah Kintan. Gadis itu mendengus kesal sambil menepiskan tangan Erdogan. Perlahan ia membuka pintu, menoleh ke arah ranjang. Nampak Elif terbaring dengan tubuh polosnya. Ingin rasanya Kintan mencabik-cabik wanita itu namun Erdogan segera menarik tangannya agar segera keluar.


Setelah Kintan pergi, Erdogan kembali naik ke atas ranjang dan memeluk Elif. Bagi Erdogan, Kintan hanya sebagai kesenangan sementara saja namun Elif adalah tambang emasnya. Erdogan tak akan melepaskan Elif demi apapun. Ia punya rahasia terbesar Elif yang akan dijadikannya sengaja jika Elif berani melepaskan diri darinya.


************


Esok siang, keluarga besar Daksiano segera meninggalkan hotel. Kintan kembali satu mobil dengan Eldar sedangkan Neva pulang bersama Rangga sesuai dengan instruksi Eldar.


Sesampai di apartemennya, Neva langsung mandi dan beristirahat karena Eldar telah membuatnya tak bisa tidur nyenyak semalam.


Neva bangun saat hari sudah menjelang malam. Ia ganti pakaian dan segera keluar apartemen untuk mencari makan malam. Eldar masih ada di rumah keluarganya karena sang mami merengek minta ditemani sebab Gina sudah berangkat ke Eropa untuk bulan madu.


Neva menelepon Dona dan meminta agar mengajak Ekel karena ia sangat kangen dengan anaknya itu. Mereka pergi ke sebuah mall yang menjadi kesukaan Ekel karena ada fasilitas bermain yang sangat lengkap.

__ADS_1


"Mommy.....!" Ekel langsung berlari dan memeluk mamanya.


"Miss so much my son!" Neva langsung memeluk Ekel dengan penuh kerinduan.


Dona tersenyum melihat interaksi Neva dan anaknya.


Mereka makan bersama dan akhirnya Neva menemani Ekel bermain.


"Mommy, Ekel mau es cream."


"Nggak boleh sayang. Ini sudah malam. Nanti besok siang, mommy bawakan es cream coklat. Bagaimana?"


"Janji ya mommy datang besok."


"Mommy janji sayang." Neva memeluk putranya.


Tak jauh dari sana ada Erdogan. Ia memperhatikan Neva dan mencoba mengingat di mana ia pernah melihat Neva. Ia memotret Neva dan anaknya dari jauh. Itukan gadis yang menjadi perancang pernikahan? Namanya hampir sama dengan gadis yang disukai Eldar saat di Sidney. Nama gadis itu kan Nevania. Apakah mereka gadis yang sama? Nggak mungkin! Gadis itu sudah menikah dengan seorang diplomat. Bukankah mereka sekarang tinggal di Filipina? Atau adakah sesuatu yang aku lewatkan?


Erdogan menyimpan foto itu.


**********


Eldar bangun pagi dan bersiap untuk ke kantor. Siang ini, ia ada janji dengan kontraktor yang membuat rumahnya. Ia ingin segera menempati rumah itu.


Saat ia turun ke bawa, dilihatnya sang mami sedang ada tamu. Setelah Eldar mendekat, ia mengenaki kalau tamu itu adalah Erdogan. Ada apa lelaki itu yang bertamu sepagi ini?


Eldar menyelesaikan sarapannya dan langsung pergi. Ia memang sudah menyuruh orang untuk menyelidiki tentang Erdogan makanya ia akan sabar untuk menunggu.


Sementara itu di rumah keluarga Daksiano.


"Kemarin, aku melihat gadis pengatur pernikahan itu. Katamu dia sudah menikah namun belum memiliki anak. Namun aku kemarin melihat dia bersama seorang anak kecil." Erdogan menunjukan foto yang diambilnya kemarin.


Elif menatap foto itu. Wajahnya langsung terlihat tegang saat melihat foto anak lelaki itu. Pandangannya langsung tertuju pada dinding ruang tamu. Di sana ada foto Eldar saat ia kecil.


"Ada apa, sayang?" tanya Erdagon.


"Apakah ini Perempuan yang ada hubungan dengan Eldar di Sidney?"


"Aku nggak tahu, sayang. Kamu kan tahu kalau foto yang lain sudah nggak ada. Aku juga sudah lupa karena sudah hampir 6 tahun berlalu. Namun mereka mereka hampir sama. Kalau kekasih Eldar di Sidney namanya Nevania, kalau si perancang pernikahan namanya Neva."


Elif kembali menatap foto yang ada di ponsel Erdogan. Entah mengapa, melihat foto anak itu, Elif langsung merasa hatinya bergetar.


*************

__ADS_1


Akankah rahasia Ekel akan segera terungkap?


__ADS_2